My CEO Is Ketua Geng Motor

My CEO Is Ketua Geng Motor
Soto Campur


__ADS_3

Hari terus berlalu dan tak. terasa sudah satu minggu Aslan di rawat di rumah sakit dan itu terus di temani Nina bukan karena apa-apa gadis itu menemaninya terus di rumah sakit karena dokter Ryan benar-benar memintanya dengan sangat memohon bahkan sampai membayar Nina agar mau menjaga adiknya di rumah sakit sebab dia takut Aslan akan nekat kabur lagi padahal lukanya sudah hampir kering tapi bila dia masih nekat keluar dan kabur dari rumah sakit bisa jadi lukanya tak akan kunjung sembuh karena kenakalan nya.bahkan Wiwid yang awalnya khawatir karena Nina tidak kunjung pulang juga sejak dia menghilang malam-malam akhirnya tenang setelah Zaed menjelaskan padanya kalau Nina sedang ada kerjaan di tempat lain, bahkan supervisor mereka pun sudah di beritahu kalau Nina sedang bekerja di luar dengan tuan muda calon CEO mereka. hingga pihak pabrik pun tak mengeluarkan Nina dari pekerjaan nya sampai tugas itu selesai yang artinya Nina bisa tidak masuk kerja selama merawat Aslan.


Dan siang ini ketika dirinya di bantu Nina dari kamar mandi, sebab Aslan sudah mulai bisa berjalan sedikit demi sedikit, dan sudah lepas dari kateter yang selama beberapa hari ini dia gunakan.


Saat Nina merapat tubuh Aslan di pundak nya ada yang membuka pintu ruangan Aslan ternyata itu Kodok dan Beni, kedua anak buahnya yang berada di geng motor.


Mereka berdua yang melihat Aslan kesulitan berjalan dan harus di papah akhirnya berinisiatif untuk menggantikan Nina.


Tapi saat Kodok ingin menggantikan Nina saat dirinya menyentuh tangan Aslan tatapan tajam pada Kodok seolah membunuh dan ingin membelah badan Kodok menjadi dua hingga Kodok mengurungkan niatnya membantu Aslan dan tetap membiarkan Aslan di papah Nina menuju Brankarnya.


Kodok dan Beni hanya menggidikan bahunya saja karena kelakuan bisa mereka.


"Ada apa elu kesini? " tanya Aslan pada kedua anak buahnya.


"Begini bos... "


Aslan langsung melotot pada Kodok yang memanggilnya bisa di depan Nina.


"Ehm.... Cupu tolong elu ke kantin dulu ya... gue mau makan soto campur" Aslan mencoba mengeluarkan Nina dari ruang rawatnya karena dirinya tak mungkin menunjukkan jati dirinya yang sebenarnya pada Nina.


"Soto campur apa kak? " Nina bingung.


"Astaga elu tinggal bilang ajah sama tukang soto nya beli soto campur gitu nanti juga dia ngerti" Aslan menahan kesal


"Ooo gitu ya udah sebentar ya... "Ucap Nina lembut.


" Om... om aku titip kak Aslan ya"ucap Nina pada kodok dan Beni.


kedua orang itu hanya tersenyum dan mengangguk saja. Nina pun membalas senyuman mereka.


Aslan yang melihat mereka saling senyum malah kesal sendiri dan menegur Nina untuk segera pergi membelikannya soto.


Setelah Nina pergi Aslan menatap tajam pada kedua anak buahnya, dan keduanya hanya menganggap tengkuk mereka karena merasa hawa dingin mulai mencekam di ruangan tersebut.


"Jangan senyum-senyum sama dia sialan" sentak Aslan.


"Iya bos" Kodok dan Beni hanya mengiyakan saja.


"Oia ada apa elu berdua kesini? " tanya Aslan lagi.

__ADS_1


"Itu bos si Ryu kemarin sudah kembali dan bilang bos dari geng yang kemarin nyerang bos ternyata bisa lolos dan sekarang jadi buruonan polisi" jelas Kodok.


"Dasar bego gue suruh habisin itu orang jangan di serahin ke polisi ya dia bisa lolos lah tula" Omel Aslan.


"Apa bos perlu pengawal untuk melindungi bos disini? " tanya Beni.


"Nggak usah disini aman, cuma gue takut kalau mereka malah nyerang Nina" gumam Aslan.


"Jangan awasin gue tapi jaga dan awasi temen gue yang ngerawat gue elu berdua ngerti kan? " ucap Aslan dia khawatir kalau terjadi sesuatu yang bahaya pada gadis itu karena dirinya membawanya dari pertikaian waktu itu, Aslan takut salah satu anak buah musuhnya atau bahkan ketua geng tersebut sempat melihat Nina disana.


"Baik bos" kedua orang itu mengangguk.


Tak lama Nina tiba di ruang rawat Aslan dan mengantar soto yang di pesan Aslan.


"Kak ini sotonya" ucap Nina yang membawa nampan berisi semamgkuk soto dan sepiring nasi.


"Ooo... elu kasih ajah ke mereka berdua" Aslan malah menyuruh Nina memberikan soto tersebut untuk Kodok dan Beni.


"Eh kenapa kakak. nggak bilang sotonya buat dua orang aku belinya cuma satu" Nina bingung.


"Udah nggak apa-apa mereka biasa makan sepiring berdua" Aslan asal bicara.


Kodok dan Beni pun akhirnya menghabiskan soto itu berdua dan setelah mereka menghabiskan soto itu mereka pun pergi dari ruangan tersebut dan tinggal Aslan dan Nina hanya berdua saja di ruangan tersebut.


Aslan memperhatikan Nina yang sedang asik mengutak atik ponsel nya dan akhirnya karena merasa di acuhkan oleh Nina Aslan pun akhirnya bertanya pada gadis itu.


"Eh... cupu elu ngapain sih dari tadi ngeliatin ponsel terus" tanya Aslan ketus.


"Eh... aku lagi lihat tugas dari dosen kak minggu ini harus sudah di berikan" jelas Nina.


"Oia elu kuliah di dekat sana ya? " tanya Aslan lagi.


"Iya" jawab Nina singkat tanpa mengalihkan pandangan nya dari ponsel.


"Kenapa elu mau kuliah? " tanya Aslan.


Nina langsung menaruh ponsel nya di meja tapi pandangannya tak menatap Aslan dia malah menatap lurus ke depannya.


"Aku ingin sukses di atas kaki ku sendiri dan aku akan buktikan pada orang itu kalau aku bisa tanpa dia"

__ADS_1


Aslan mengerutkan dahinya mendengar kata dia, Aslan berfikir dia itu siapa apa kekasih Nina.


"Dia... dia itu siapa? " tanya Aslan penuh selidik.


"Ayah ku" jawab Nina dengan pandangan yang masih sama lurus kedepan tanpa menatap ke arah Aslan.


Aslan melihat raut wajah Nina berubah menjadi dingin dan seolah banyak sekali kesakitan di mata tersebut.


apa dia anak brokenhome?


"Kenapa elu ingin membuktikan pada ayah lu kalo elu bisa sukses tanpa dia? "


"Heh... maaf kak aku nggak bisa cerita karena ini urusan pribadi ku, oia kak bisa kan kalau aku nanti kuliah dulu jadi aku nggak bisa jagain kakak dulu, dan seperti nya kakak juga sudah membaik kan? " tanya Nina.


"Hem... ya boleh" jawab Aslan pelan.


"Terima kasih kak"Nina tersenyum.


" Oia kak kenapa kakak nggak sewa suster saja untuk merawat kakak dan bukannya kakak nggak suka di sentuh sama perempuan ya? "tanya Nina.


" Karena gue nggak nganggep elu perempuan puas lu?! "ucap Aslan ketus.


Nina tidak Terima kalau dirinya tidak dianggap permpuan.


dan akhirnya mengajak Aslan berdebat.


hingga akhirnya Aslan mengalah ini untuk pertama kali nya dalam hidup. Aslan mengalah dengan wanita.


" Oke... oke... gue juga nggak tahu kenapa gue nyaman sama elu"ucap Aslan pelan hingga Nina tak bisa mendengar apa yang dikatakan Aslan.


"Apa kau bilang apa aku nggak dengar? " tanya Nina.


"Dasar budeg nggak ada siaran ulang cupu udah elu diam deh gue pusing mau tidur" padahal itu hanya alasan Aslan saja untuk menghindari pertanyaan dari Nina.


"Tadi kalau nggak salah dia bilang dia nyaman bersama aku apa aku salah dengar ya... ya ya sepertinya memang aku salah dengar mana mungkin dia begitu dia kan aneh" gumam Nina tapi masih bisa didengar oleh Aslan.


Dasar cupu hihi untung dia nggak dengar jelas hehe.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2