
Seorang wanita paruh baya berjalan, di lorong perkantoran dia lalu berhenti di depan ruangan, di sambutlah oleh seorang sekertaris yang mejanya berada di depan ruangan tersebut.
"Ibu silakan masuk bu" sapa seorang sekertaris itu dengan ramah dan sopan dia pun membukakan pintu untuk wanita itu masuk kedalam ruangan bosnya.
Wanita itu pun masuk dengan langkah elegan, sang bos yang menyadari kalau ada yang masuk. ke ruangan nya pun menoleh ke arah pintu yang terbuka.
Pria paruh baya itu mengernyitkan matanya, saat tahu siapa yang masuk ke ruangan nya.
Pria paruh baya itu pun mengibaskan tangannya menandakan agar sekertaris nya keluar dari ruangannya, dan meninggalkan nya dengan wanita tersebut berdua saja di ruangannya.
Wanita paruh baya itu pun duduk di depan meja kerja pria itu dengan cara yang elegan.
"Ada apa tumben kau datang kesini? " tanya tuan Sanders.
"Aku mau memberitahu mu kalau anak bungsu mu itu sedang dirawat di rumah sakit dan akan kehilangan sebelah kakinya" ucapnya sinis.
Tuan Sanders langsung membelalakan matanya saat mendengar berita yang kurang baik. mengenai putri bungsunya.
"Apa?! dari mana kau tahu itu?! "Tuan Sanders nampak panik.
" Dia di rawat di tempat aku bekerja, dan karena dia juga aku jadi kehilangan pekerjaan sekarang "ucapan ibu Fika ketus.
" Hah... kok bisa? "tuan Sanders bingung.
" Iya karena dia berpacaran dengan putra pemilik rumah sakit, dia membujuk direktur rumah sakit untuk memecat ku mas... anak. mu itu sudah cacat masih saja bertingkah"jelas ibu Fika sinis.
"Cacat? Nina cacat?" tanya tuan Sanders dia seolah tak peduli dengan pengaduan istrinya yang mengadu tentang karirnya yang kandas karena putrinya itu.
"Kamu kok malah khai sama dia mas, gara-gara dia loh mas aku jadi kehilangan pekerjaan ku" Fika sewot.
__ADS_1
"Dia anak ku Fika.... dia anak kandung ku, saat ini dia sedang kena musibah dan kau hanya memikirkan karir mu sendiri memikirkan dirimu sendiri, kau ini selalu saja egois" tuan Sanders marah.
"Mas... aku ini istri mu loh"
"Tapi dia itu anak ku Fika, gara-gara kamu aku mengusirnya dari rumah, ku bela kau tapi saat aku tahu kebenarannya ternyata aku salah seharusnya yang aku usir itu kamu bukan Nina" bentak tuan Sanders.
Fika terkejut mendengar perkataan suaminya, sejak setahun yang lalu, saat suaminya mengetahui kalau istrinya ini adalah wanita jahat yang selalu menyalahkan gunakan jabatannya, hingga akhirnya dia di pecat dari rumah sakit tempat nya bekerja dulu, tuan Sanders sempat curiga dan hampir percaya kalau apa. yang di katakan Nina adalah benar kalau Fika adalah penyebab kematian istrinya, hingga saat itu tuan Sanders sudah tak percaya lagi pada Fika.
Bahkan hubungan mereka menjadi dingin sejak saat itu, tuan Sanders sempat meminta Nina kembali kerumah untuk memastikan kebenarannya apa benar Fika yang membunuh istrinya, tapi saat di minta kembali Nina malah menolak dan malah bertengkar dengan ayahnya, hingga tuan Sanders akhirnya mencoba menyelidiki kasus itu sendiri, namun belum menemukan hasil, karena Fika terlalu pintar menyimpan semua bukti.
"Aku akan datang kesana untuk melihat keadaan putri ku" tuan Sanders beranjak dari kursi kerja nya dan meninggal kan Fika sendirian di ruang tersebut.
Fika merasa kesal karena di perlakuan seperti itu oleh suaminya, selama ini dirinya bersusah payah untuk merebut Sanders dari tangan sahabatnya Karin atau ibunya kandung Nina, tapi hati tuan Sanders seperti nya sulit untuk di taklukkan begitu saja, hingga akhirnya dia menghalalkan berbagai cara untuk merebut Sanders dari Karin dan menyingkirkan semua penghalang yang menghalangi niatnya termasuk anak-anak kandung Karin dan Sanders.
Tapi namanya kebusukan pasti akan terciun. juga, tuan Sanders akhirnya menyesali karena menikah dengan Fika dan mengusir anak nya dari rumah, namun tuan Sanders masih belum menceraikan Fika karena dirinya ingin membuktikan pada Nina dan Elang kalau selama ini ayahnya diam-diam menyelidiki kasus kematian ibunya.
Tuan Sanders meminta supirnya untuk membawanya ke sebuah rumah sakit swasta milik tuan Herald.
"Nina maafkan ayah nak... kamu kenapa bisa seperti ini, kamu mengalami kecelakaan mengenaskan kah nak? " ucap tuan Sanders lirih.
sang supir melirik keadaan tuannya dari kaca spion melihat raur wajah penuh penyesalan dari wajah tuannya membuat nya ikut prihatin apa lagi tadi dia mendengar kalau Nina mudanya mengalami kecelakaan yang mengenaskan seperti itu.
setelah 30 menit mobil pun telah tiba di depan rumah sakit, mobil pun masuk dan terparkir di area parkir rumah sakit. tuan Sanders keluar dari dalam mobil dan berjalan ke arah meja receptionist, dia menanyakan ruang rawat putrinya.
Receptionist pun memberitahukan dimana ruang rawat Nina.
Tuan Sanders pun berjalan ke ruang VVIP, yang kebetulan Nina sudah di pindahkan ke ruang rawatnya, saat sampai disana tuan Sanders tidak bisa langsung masuk keruangan tersebut karena di jaga oleh para penjaga di luar.
Tapi tuan Sanders memaksa masuk hingga menimbulkan keributan di luar ruangan, Aslan yang mendengar keributan di luar akhirnya membuka pintu dan melihat apa yang terjadi di luar pintu tersebut, dan berapa terkejutnya Aslan melihat seseorang yang pernah dia lihat sebelumnya sedang berdebat dengan para pengawalnya.
__ADS_1
"Anda?! " tanya Aslan dingin tanpa ekspresi.
"Eh... ijinkan saya melihat keadaan putri saya" paksa tuan Sanders.
Aslan tersenyum sinis saat mendengar ucapan tuan Sanders.
"Heuh... putri kata mu? siapa putri Hem? "ucap Aslan sinis.
" Nina itu putri ku dia putri kandung ku"tuan Sanders ngotot.
"Oo....iya bila dia putri anda kenapa anda tega padanya,mengusirnya dari rumah dan akan memukulnya di depan umum"Aslan mulai kesal dia sangat kesal. pada tuan Sanders yang menelantarkan putri nya selena ini dan tiba-tiba datang bilang ingin melihat keadaan putrinya.
" Ayolah nak aku berhak tahu keadaan putri lu kan? "buruknya tuan Sanders sampai menurunkan nada bicara nya.
"Maaf tapi aku tak akan membiarkan orang-orang bahaya seperti anda menemui calon istri ku, sebab karena ulah istri anda calon istri ki hampir. saja kehilangan satu kakinya" ucap Aslan sinis.
"Apa?! " tuan Sanders terkejut saat mendengar ucapan Aslan.
"Apa yang di lakukan Fika pada Nina? " tanya tuan Sanders.
"Dia mencampur obat bius dengan obat yang dapat menyebabkan pendarahan dan kerusakan syaraf hingga Nina hampir kehilangan kakinya, untung saja dokter yang mengoperasi Nina itu dokter yang profesional hingga dia bisa menangani semua nya, tapi untuk istri anda tunggulah polisi akan menjemputnya dan kami akan menjebloskan nya kedalam penjara"ancam Aslan.
Tuan Sanders hanya terbentang saat medengar semua perkataan Aslan, dia benar-benar tidak menyangka kalau isti bisa sekejam itu pada putri nya.
Aslan memberikan isyarat pada pengawal untuk menyeret tuan Sanders keluar dari sana dia tak ingin bahaya menimpa kekasihnya lagu untuk. kesekian kali nya.
Tuan Sanders pun akhirnya melangkah dengan berat meninggalkan lorong ruangan tersebut dan dengan perasaan bersedih karena tidak dapat melihat kondisi putrinya ditambah lagi,mengetahui kalau istrinya begiu jahat pada anaknya.
"Apa semua yang di katakan Nina itu benar, kalau Fika lah yang membunuh pelan-pelan Karin" gumam tuan Sanders.
__ADS_1
Dia pun akhirnya menelpon seseorang di seberang sana, untuk menanyakan sesuatu.
Bersambung.