My CEO Is Ketua Geng Motor

My CEO Is Ketua Geng Motor
Pingsan


__ADS_3

Nina berjalan di lorong kantor menuju pantry disana dia kenalkan oleh leadernya dan teman-temannya oleh Zaed.


"Kalian kenalkan ini Nina dia bertugas untuk menjadi OB khusus CEO dan tidak boleh ditugaskan untuk melayani orang lain selain CEO mengerti?! " ucap Zaed saat memperkenalkan Nina pada teman-temannya.


"Nina... sabar ya... " Zaed menepuk pundak Nina, sebelum meninggalkan Pantry.


Para senior terutama leader melihat sinis ke arah Nina.


"Jangan fikir kau itu OB khusus untuk tuan muda kau bisa bersantai-santai ya... " ucap Marni ketus dia lah leader disini.


"Mba Marni hati-hati denger-denger dia pacarnya bos kita" bisik Nike OB yang satunya.


Nina sudah memutar matanya malas saat dirinya selalu di kaitkan dengan Aslan.


"Aku bukan siapa-siapa dia" ucap Nina datar.


"Aku juga sebenarnya lebih suka di bagian produksi dari pada disini" lanjut Nina lagi.


"Heh... anak baru udah berani ngebantah ya lu" Marni semakin naik pitam.


Nina hanya tersenyum sinis saja saat Marni marah.


"Hei Mba kita disini itu semua sama jadi jangan sok ngatur-ngatur" ucap Nina ketus bukan karena alasan dia meladeni kemarahan Marni tapi dia sengaja ingin membuat keributan agar dirinya di pindahkan lagi ke bagian pria karena disini dia berulah, walau sebenarnya resiko terbesar adalah dirinya akan di keluarkan dari pekerjaan.


Marni yang terpancing akhirnya mengajak Nina ribut dia menarik rambut Nina hingga kepala Nina mendengak, tapi Nina tidak tinggal diam dia juga menarik rambut Marni dan terjadilah pergulatan di pantry dan keributan antara Nina dan Marni terdengar hingga keluar pantry.


Hingga para karyawan yang ada di lantai tersebut melihat apa yang terjadi dengan kedua orang ini begitu pun dengan Zaed ikut memeriksa keributan di pantry dan berapa terkejutnya dirinya saat melihat Nina dan Marni saling bergulat menarik rambut hingga bergulingan di lantai.


"Astaghfirullah Nina... apa yang terjadi" sentak Zaed.


Hingga keduanya pun berhenti dan melepaskan tangan mereka dari rambut masing-masing.


Aslan yang mendengar keributan itu pun ikut masuk melihat apa yang terjadi dan dirinya pun ikut terkejut saat melihat penampilan Nina sudah berantakan.


"Ada apa ini?! " bentak Aslan hingga semua yang ada disana terkejut.


"Dia tuh pak dia dia dia" Nina dan Marni tunjuk-tunjukan saling menyalahkan.

__ADS_1


"Ck Zay... urus dia dan kamu ikut aku" Aslan langsung menarik tangan Nina meninggalkan Pantry.


Semua orang melihat itu dan Marni terlihat tidsk suka melihat Aslan menggandeng tangan Nina.


"Bisa kau jelaskan apa yang terjadi hem? "tanya Zaed pada Marni dan juga Niken yang menjadi saksi disana.


Sementara itu Nina yang di bawa Aslan ke ruangannya menatap gadis yang sedang berdiri di depannya itu dengan intens.


" Kenapa kami berkelahi? "tanya Aslan tegas.


" Dia yang mulai duluan tuan dia sok senior"ucap Nina kesal.


Aslan tersenyum tipis tapi Nina tak melihat itu karena saat ini Aslan memalingkan wajahnya ke arah lain.


"Ehm... tidak ku sangka kau bisa juga jadi segalak itu, padahal dulu kau tak se bar-bar ini apa karena hilang ingatan dia jadi begini ya? " gumam Aslan yang terus menatap Nina.


"Sepertinya saya kurang cocok bekerja disini tuan sebaiknya saya kembali saja ke bagian produksi" jelas Nina.


"Apa?! " sentak Aslan hingga membuat Nina terkejut.


enak saja kau mau pindah lagi aku sengaja menaruh mu disini agar aku bisa melihat mu setiap saat setiap waktu malah minta pindah.


Nina menghela nafasnya dalam saat Aslan tidak mendengarkan nya.


"Ya sudah kalau begitu sebaiknya aku keluar saja tuan" ucap Nina dan membuat Aslan membelalakan matanya.


"Kenapa harus keluar? aku tidak mengijinkan kau keluar" sentak Aslan.


"Tapi aku ingin keluar saja tuan karena disini aku merasa tidak nyaman dalam bekerja"


"Oke kau boleh keluar tapi jangan harap kau di luaran sana kamu dapat pekerjaan karena aku akan black list kamu dan menyebarkan kesemua perusahaan di negeri ini kalau kau itu karyawan bermasalah dan jangan menerima mu untuk bekerja"


"Aku nggak takut dengan ancaman anda" ucap Nina ketus.


"Permisi" Nina berbalik badan tapi Aslan tak membiarkan nya pergi begitu saja Aslan segera mengejar langkah Nina sebelum dia keluar dari ruangannya, Aslan menarik tangan Nina hinga Nina menabrak dada bidang Aslan.


"Aku tidak akan melepaskan mu Karinina"Aslan menekan setiap kata-katanya.

__ADS_1


" Lepaskan saya pak "Nina meronta. Dia mencoba mengentakan tangannya agar Aslan melepaskan tangannya.


" Tidak aku tidak akan melepaskan mu apa kau tuli? "ucap Aslan dingin.


Nina melihat mata Aslan berubah matanya berubah menatap Nina dengan tajam. seolah Nina masuk kedalam netra hitam itu.


Deg...


Jantung Nina berdegub kencang dan tiba-tiba dia melihat bayangan masa lalunya, seolah flash back itu berputar di kepalanya, hingga kepala Nina pun merasakan sakit yang hebat dan Nina pun langsung jatuh pingsan karena merasakan sakit di kepalanya begitu menyakitkan.


"Nina... Nina... bangun sayang, astaghfirullah dia pake pingsan begini lagi" Aslan langsung menggendong tubuh Nina dan Menaruh Nina di atas sofa.


Aslan langsung menghubungi Zaed dan memberi tahu kalau Nina pingsan, Zaed langsung berlari keruangan Aslan dan membantu Aslan untuk memberikan pertolongan pada Nina.


"Kenapa dia pingsan? " tanya Zaed.


"Nggak tahu kenapa tiba-tiba ajah dia pingsan" Aslan tak menceritakan semua yang terjadi.


Tiba-tiba pintu ruangan Aslan ada yang membuka Aslan dan Zaed menoleh kearah pintu melihat seseorang yang datang.


"Alice kebetulan tolong periksa dia, karena dia tiba-tiba pingsan" Aslan langsung menarik tangan Alice.


"Ya ampun Aslan gue kesini mau ngucapin selamat sama elu atas kenaikan jabatan elu malah di suruh ngerawat orang pingsan" gerutu Alice.


"Alice... bisa nggak nantinya ajah komennya" suara Aslan sudah terdengar kesal.


"Iya... iya gue periksa" Alice sewot.


Alice pun memeriksa Nina dan tak lama Nina sadar dari pingsannya, dia melihat kesekelilingnya dia lihat ada Aslan, Zaed dan Alice yang terlihat cemas melihat ke arah nya.


"Apa yang kamu rasakan Nina? "tanya Alice lembut.


"Kepala ku sakit sekali dokter Alice dan aku seperti melihat bayangan-bayangan yang sepertinya sangat tidak asing dan sepertinya aku pernah mengalami itu" jelas Nina pada Alice.


"Alice apa ingatan Nina akan kembali? " tanya Aslan.


"Sepertinya begitu tapi karena dia mengingat itu jadi Kepala nya sakit dan dia jadi pingsan" jelas Alice.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari ada seseorang yang melihat mereka berempat berkumpul di sela pintu yang terbuka.


Bersambung.


__ADS_2