
Keesokan harinya.
Di saat mentari sudah bersinar terang dan memberikan kehangatan pada setiap makhluk hidup di sebagian dunia ini.
Zaed yang merasakan sakit pada kakinya dan merasa bosan berasa di ruang rawat karena sendirian, akhirnya dapat tersenyum lebar saat tahu siapa yang pagi-pagi datang mengunjungi nya.
"Kakak... Aletta datang bawa sarapan pagi buat kakak" ucap Aletta manja dan langsung berlari ke arah Zaed.
Aletta datang tidak sendirian dia datang bersama ayah dan ibunya, karena Alice masih cuti menikah jadi dia pun masih belum bisa melihat sahabatnya ini.
Kedua orang tua Alice dan Aletta menanyakan kabar Zaed, dan berharap Zaed lekas pulih.
"Kakak.... Aletta buat makanan ini khusus buat kakak, tada.... ikan salmon dan sayuran nya ini bagus untuk pemilihan tulang kakak" Aletta membuka kotak makanan yang dia bawa.
"Dia sudah repot pagi-pagi sekali Zay... katanya dia mau buatin kak Zay makanan karena biasa pasien tidak suka makanan di rumah sakit jadi biar Aletta yang buatin makan untuk kakak tersayangnya" ucap ibunya yang mengikuti gaya polos Aletta saat membuat makanan itu di dapur.
Zaed hanya tersenyum saat mendengar cerita ibu.
"Terima kasih ya... kamu nggak perlu repot-repot begini Aletta" ucat Zaed lembut.
"Aletta kan sayang sama kakak jadi Aletta mau yang spesial buat kakak" ucap Aletta manja dan polos.
"Iya Terima kasih" ucap Zaed yang tersenyum mendengar Aletta sangat menyanginya sebagai seorang kakak.
Aletta pun menyuapi Zaed makanan, Zaed tersenyum dan memuji masakan Aletta yang memang tak pernah gagal dan selalu cocok di lidahnya.
Tak lama Tuan Zainul pun masuk dia ingin melihat keadaan putra semata wayang nya itu, semalam dirinya datang tapi tidak mengina karena Zaed memaksanya untuk pulang dia takut ayahnya akan kelelahan dan malah ikut sakit, hingga tuan Zainul pun akhirnya pulang dan meninggalkan Zawd sendirian di ruang rawat, Zaed menyakinkan Ayahnya kalau dia baik-baik saja dan tidak perlu ada yang di khawatirkan.
Tuan Zainul pun akhirnya menyapa dan berbincang dengan ayah dan ibu Aletta sementara Aletta masih sibuk menyuapi Zaed padahal Zaed tidak ingin di suapin tapi Aletta memaksa dan akhirnya Zaed pun pasrah dan menuruti saja permintaan Aletta.
Di sisi lain.
__ADS_1
Aslan sudah mendapatkan laporan dari pihak penyidik yang menyelidiki kasus penabrakan kemarin dan penyidik dan pihak kepolisian langsung menangkap pelaku tersebut.
Aslan terkejut saat tahu siapa yang ingin menabraknya kemarin dengan istrinya, matanya terbelalak saat melihat gambar wajah pelaku tersebut.
"Apa maksud orang ini? apa dia sudah gila? " gumam Aslan.
"Bisa saya menemuinya di kantor polisi? " tanya Aslan pada pihak penyidik.
"Bisa tuan mari saya antar anda" ucap penyidik tersebut.
Aslan pun akhirnya mengikuti langkah penyidik tersebut untuk menemui pelaku penabrakan Zaed.
seorang penyidik membawa Aslan dengan mobilnya menuju kantor polisi yang telah menahan pelaku penabrakan Zaed.
Dan ketika sampai disana Aslan pun duduk di ruang pengunjung dan tak lama keluarlah orang yang ingin di temui Aslan.
Rasa kesal dan marah menyelimuti nya saat melihat langsung si pelaku, ingin rasanya Aslan memukuli wajah dan seluruh tubuh orang ini, sebab orang tidak tahu malu ini sudah memgancam keselamatannya dan juga istrinya hingga sahabat terbaiknya pun akhirnya menjadi korban.
"Kenapa kau setega itu hem? " ucap Aslan ketus.
Tapi penjahat itu tak menjawab sama sekali pertanyaan Aslan.
"Dia temen lu dia sahabat elu, dia rela di musuhi sama gue karena ngelindungin pacar elu tapi apa balasan elu hah?! " Aslan marah.
"Hemft... seharusnya yang gue tabrak itu elu sama istrinya elu bukan Zay?! " sentak pelaku.
"Karena elu berdua pacar gue menderita di penjara, karena elu berdua dia udah nggak mau sama gue lagi" ucap Gio ketus.
"Hei... itu semua bukan salah gue atau pun istri gue itu kesalahan elu dan dia sendiri dan semua ada konsekuensinya, semua perbuatan harus menuai imbasnya sialan" bentak Aslan dia tak mau di salahkan atas semua kejadian.
"Asal elu tahu istri gue adalah korban dari ke egoisan elu semua sialan, mangkanya gue nggak akan pernah bisa maafin orang-orang kaya elu berdua, nikmatin lah masa-masa elu di penjara sama kaya pacar elu tuh dengan tuduhan sama-sama percobaan pembunuhan berencana"ucap Aslan ketus bahkan dia sangat kesal dengan Gio yang tidak ada instropeksi diri sama sekali.
__ADS_1
Gio sudah merebut Laura dulu, dan membuat Laura menjadi berubah menjadi wanita yang kejam dan tidak berperasaan tapi dia bukan ya sadar malah terus menyalahkan Aslan dan yang lebih parah lagi dan semakin membuat Aslan semakin marah adalah mereka mengaitksn Nina dalam masalah ini padahal Nina itu tidak tahu menahu tentang hubungan masa lalu mereka yang rumit ini.
Aslan meninggalkan Gio sendirian di ruang pengunjung dia pergi dan tidak mau melihat dan berhubungan lagi dengan manusia-manusia egois seperti Gio.
Yang Aslan sesali adalah bagaimana sahabatnya itu bisa bersahabat dengan orang-orang sidik itu, Aslan bertrkad untuk memberi tahu Zaed siapa pelaku penabrakan nya, dia tidak mau menyimpan rahasia tentang sahabatnya yang buruk itu kepada Zaed.
"Zaed harus tahu yang sebenarnya, dia harus tahu kalau sahabatnya itu adalah orang-orang jahat" gumam Aslan yang menunggu jemputan untuknya, dia ingin segera ke rumah sakit dan menemui Zaed.
Dan tak lama mobil yang menjemputnya pun datang di dalam mobil selain ada supir ada istri tercintanya juga disana, dia sengaja mengajak Nina ke rumah sakit sekalian ingin memeriksakan kandungan istrinya itu.
Dan saat mobil berjalan Aslan memegangi tangan Nina terus.
"Kenapa? " tanya Nina lembut
"Maafkan aku karena aku kau selalu dalam bahaya" ucap Aslan pelan.
"Jangan bicara begitu kak... ada apa sebenarnya siapa memangnya pelaku yang ingin menabrak kita itu? " tanya Nina lembut.
"Itu Gio dia pacar Laura sahabat Zaed" jelas Aslan.
Mendengar penjelasan suaminya Nina langsung menutup mulutnya seolah tidak percaya dengan apa yang di dengar.Nina memang tidak mengenal Gio, tapi mendengar kata sahabat Zaed itulah yang membuatnya terkejut.
"Kenapa dia ingin menabrak kita kak? " tanya Nina.
"Dia sakit hati karena pacarnya masuk penjara, dasar orang bodoh apa dia itu sebodoh itu ya? jelas-jelas pacarnya itu salah mangkanya di penjara masih saja nggak Terima dan dia malah ikut-ikutan masuk penjara sekarang, mau kawin di penjara kalinitu orang" oceh Aslan.
Nina hanya mengelus pundak suaminya berusaha menenangkan suaminya.
"Cinta memang aneh kak... kadang manusia di buat tak berakal oleh cinta" ucap Nina lembut.
"Ya seperti aku yang selalu hilang akal bila mengingat mu hehe" Aslan tertawa kecil namun Nina senang karena suaminya sudah bisa tertawa lagi.
__ADS_1
Bersambung.