
Taxi yang membawa mereka pun tiba di depan area perkantoran, itu adalah perusahaan ayah Nina tuan Sanders, Aslan menggendong tubuh Nina seperti yang dia lakukan di rumah sakit.
Saat kakinya berpijak di lobi kantor, karyawan yang mengenali Nina sebagai putri pemilik perusahaan pun terkejut saat melihat kedatangan Nina dan kedatangannya di gendong oleh seorang pria tampan yang seperti Nya bukan pria yang biasa saja.
"Bukan kah itu Nona karinina? " bisik-bisik para karyawan.
"Kenapa dia harus di gendong seperti itu sih? ish... norak banget ya" gunjingan pun tak luput dari mereka.
Nina sebenarnya juga malu di gendong seperti itu hingga di lihatin seperti itu oleh banyak orang tapi mau di kata apa lagi kakinya memang belum bisa berjalan saat ini, hingga dia pun hanya bisa diam saja di gendong oleh Aslan seperti itu.
"Tapi dia seperti memakai pakaian pasien rumah sakit, apa. dia sedang sakit? " ucap seorang karyawan yang lain.
"Sayang... dimana ruangan ayah mu? " tanya Aslan yang seolah tak memperdulikan pandangan semua orang yang melihat kepadanya.
"Ada di lantai paling atas kak" ucap Nina pelan.
Dan akhirnya Aslan pun menekan tombol lift dan menuju ke lantai yang dituju oleh mereka berdua.
Lift pun sampai di lantai teratas gedung tersebut, Aslan menggendong Nina dan Nina menunjukan sebuah ruangan yang tak jauh dari lift tersebut, mereka berdua di sambut oleh sekertaris tuan Sanders.
Sang sekertaris melihat heran pada Nina yang sedang di ngendong oleh Aslan, tapi sesaat kemudian dia pun mengantarkan mereka berdua masuk keruangan tuan Sanders.
Taun Sanders yang sedang memeriksa dokumen terkejut melihat kedatangan putrinya bersama calon suami nya itu.
"Nina.... kenapa datang mendadak begini nak? " tuan Sanders langsung bangkit dari kursi kerjanya dan mendekati putri nya.
"Bukan Kah kaki mu belum sembuh benar? " tanya Ayahnya.
"Eh... iya ayah... tapi... "
"Tuan Sanders aku ingin segera menikahi putri anda saat ini juga" Aslan tiba-tiba berbicara seperti itu.
Rahang tuan Sanders seolah lepas dari tempatnya, dia menganga saat mendengar perkataan Aslan, Nina yang melihat itu langsung meminta diturunkan oleh Aslan dan meminta Aslan bicara baik-baik dengan ayahnya.
__ADS_1
Aslan pun menurut dia menaruh Nina di sofa di ruangan tersebut dan mulai berbicara dengan ayah Sanders.
"Maafkan saya tuan Sanders karena membuat Anda terkejut, tapi saya serius ingin menikahi putri anda sekarang juga, karena setelah ini saya ingin membawa nya keluar kota dan menjalani bahtera rumah tangga dengan mandiri" jelas Aslan.
"Tapi kenapa mendadak sekali nak? bukankah rencana nanti setelah Nina bisa berjalan dengan normal baru kamu akan menikah dengannya? " tanya tuan Sanders penuh dengan kesabaran.
"Rencana awalnya memang seperti itu, tapi setelah saya di khiyanati dan di kecewakan oleh sahabat dan orang tua saya, saya tak mau menunda ini karena saya tidak mau berurusan dengan keluarga dan sahabat saya yang telah mengecewakan saya tuan" jelas Aslan tegas.
"Memangnya apa yang mereka lakukan sehingga kau jadi seperti ini nak? tidak bisakah kau bicarakan dahulu ini semua dengan keluarga mu nak? " ayah Sanders berusaha membujuk Aslan agar tidak bertindak nekat dan pergi meninggalkan keluarga nya hanya karena kecewa.
"Mereka merahasiakan setiap orang yang berniat mencelakai Nina tuan, setelah saya tahu pelakunya saya benar-benar kecewa pada ayah dan sahabat saya yang dengan teganya merahasiakan semua ini dari saya, mereka lebih membela orang jahat itu dari pada saya dan Nina tuan" jelas Aslan.
Nina yang mendengar itu langsung bertanya pada Aslan siapa memang orang yang berniat jahat padanya waktu itu, sehingga keluarga dan sahabatnya tega merahasiakan ini dari Aslan.
"Memangnya siapa pelakunya kak? dan kenapa keluarga dan sahabat kakak tega merahasiakan ini dari kita? " tanya Nina.
Aslan menatap Nina dan membelai wajah Nina dengan lembut.
"Laura dialah pelakunya" jelas Aslan lembut.
"Benarkah kak? " tanya Nina.
"Iya... dan yang aku tak percaya kenapa papah dan Zaed begitu tega menyembunyikan kebenaran ini dari ku, aku sungguh kecewa pada mereka, oleh karena itu aku memutuskan untuk segera menikahi mu dan membawa mu pergi dari sini, aku akan berusaha memenuhi semua kebutuhan mu termasuk pengobatan mu sayang" jelas Aslan.
Nina lalu menatap ayahnya seolah meminta restu dari ayahnya untuk mereka berdua.
Tuan Sanders bukannya tidak setuju tapi mengingat usia mereka berdua masih sangat muda Nina masih berusia 18tahun dan Aslan baru berusia 24tahun, mampukah mereka hidup. mandiri di luar sana, sedangkan menjalani bahtera tumah tangga itu tidak semudah yang di bayangkan, kita tak tahu cobaan seperti apa yang telah menunggu kita saat menjalani rumah tangga nanti, begitulah fikiran tuan Sanders.
"Tapi bisakah kalian tidak meninggalkan kota ini? saya takut anak saya... "
"Tuan Sanders tenang saja saya akan menjaga dan menjadi suami siaga untuknya, percayalah tuan, saya itu bukan laki-laki lemah dan manja" ucap Aslan tegas.
"Kak... apa kakak benar-benar yakin kalau akan memperistri ku? " tanya Nina dia bukan meraguka Aslan tapi dia takut dialah yang akan mengecewakan Aslan nantinya.
__ADS_1
"Aku yakin sayang... aku yakin, kita bisa melewati semua halang dan rintangan yang akan menanti kita di saat kita menjalani bahtera rumah tangga nantinya"Aslan memegang tangan Nina saat dia mengatakan itu.
Nina pun tersenyum padanya saat Aslan mengatakan itu semua.
" Bimbinglah aku untuk selalu berbakti kepadamu dan menjadi istri yang solehah agar cinta kita ini bisa kita bawa sampai surga nanti"ucap Nina lembut baru pertama kali ini Aslan mendengar ucapan selembut ini dari seorang wanita dan itu dari calon istrinya sendiri.
Tuan Sanders yang mendengar perkataan kedua insan anak manusia yang sepertinya memang sudah siap mengarungi bahtera rumah tangga ini akhirnya pun menyetujui permintaan Aslan untuk segera di nikahkan dengan putrinya.
"Ayah harap cinta kalian akan tetap berseri hingga akhir hayat memisahkan kalian berdua dan kalian bisa bersatu kembali di surga, jalani lah pernikahan ini semata karena ibadah hingga dalam pernikahan ini di penuhi rahmat" ucap tuan Sanders lembut dia sungguh terharu karena sebentar lagi putrinya akan segera menikah.
Tuan Sanders pun akhirnya menyuruh asistennya untuk mencari penghulu dan membawi ke kantor pernikahan di lakukan di kantor, dan Aslan sudah mempersiapkan mahar untuk Nina sejak lama, cincin itu selalu dia simpan di lemari meja kerja nya dan siang ini dia membawa nya karena hatinya sudah mantap untuk menikah sekarang juga.
Cincin emas itu pun dia keluarkan dari kantung celananya dan menunjukkan nya pada tuan Sanders.
"Ternyata kau sudah mempersiapkan nya anak muda ckckck kau benar-benar niat rupanya" singgung tuan Sanders.
Nina tergelak saat mendengar singgung anies ayahnya untuk calon suaminya.
30 menit kemudian asisten tuan Sanders datang bersama seorang penghulu, tuan Sanders pun meminta asistennya untuk menjadi saksi pernikahan ini dan satu karyawan lainnya.
Penghulu pun akhirnya menikahkan mereka berdua, setelah ijab qobul selesai Aslan pun memasangkan cincin emas itu di jari manis istri dan kini sah lah Nina dan Aslan menjadi suami istri.
"Selamat ya... nak... kau saat ini sudah menjadi seorang istri dari Adam Aslan, Asln aku titip putri ku jaga dia dan sayangi dia" ucao tuan Sanders lirih dia sedih karena sebentar lagi Aslan akan membawa putrinya pergi dari kota ini.
"Tentu tuan" jawab Aslan.
"Jangan panggil tuan panggil aku ayah sekarang kan aku ini ayah mertua mu" pinta tuan Sanders.
Aslan pun tersenyum saat mendengar itu.
Setelah acara pernikahan dadakan ini selesai, tuan Sanders menjelaskan pada Aslan kalau tadi pagi ibu Fika sudah di tangkap ke polisian dan sudah di penjara karena semua bukti sudah lengkap dan mengarah padanya dan memang benar kalau Fika meracuni almarhum ibu kandungnya Nina saat sakit hingga ibu Nina meninggal dunia.
Tuan Sanders pun sudah melayangkan surat perceraian pada Fika dan mereka sudah resmi bercerai sekarang, tuan Sanders pun akan menjalani hari-hari nya bersama Elang kakak Nina yang akan berkunjung sesekali untuk melihat ayahnya, sebenarnya tuan Sanders menginginkan Nina yang tinggal bersamanya setelah nanti menikah tapi Aslan menginginkan untuk membawa Nina keluar kota dan tuan Sanders mengijinkannya, karena dia percaya kalau Aslan bisa membuat menyangi putrinya.
__ADS_1
Bersambung.