My CEO Is Ketua Geng Motor

My CEO Is Ketua Geng Motor
Tampannya


__ADS_3

Pagi hari.


Mentari telah bersinar dan mebagi kehangatan pada sebagian penghuni bumi ini, termasuk, pepohonan, rerumputan dan binatang yang berkeliaran di udara maupun di darat, semuanya menikmati anugrah cahaya yang telah Tuhan berikan setiap pagi melalui sinar mentari pagi kehangatan yang di berikan nya membawa keberkahan bagi makhluk-makhluk ciptaan Tuhan yang memang membutuhkannya.


Begitu pun dengan para pasien sebuah rumah sakit yang ikut berjemur dan menikmati mengambil manfaat dari kehangatan mentari pagi ini untuk tubuh mereka, kehangatan yang di serab melalui kulit dan di alirkan keseluruhan bagian tubuh yang terkena sinar nya membuat tubuh yang sedang kurang baik bisa merasakan tubuhnya lebih segar saat mentari pagi menghangatkan tubuh mereka secara alami.


Nina yang sedang ikut berjemur pun ikut menikmati dan merasakan kehangatan yang di berikan mentari pagi ini untuk tubuhnya yang semakin hari semakin baik saja.


"Sayang... " Sapa Aslan saat melihat kekasihnya itu sedang berjemur di taman.


Nina menoleh kearah Aslan dia tersenyum pada Aslan senyuman manis yang di sinari mentari pagi ini membuat Nina semakin terlihat cantik di mata Aslan.


Nina jadi teringat kejadian kemarin sore saat dirinya memeluk tubuh Aslan saat dirinya menangis tersedu karena mengetahui kenyataan kalau dirinya sudah di buang oleh ayahnya sendiri.


Flash back.


Setalah Wiwid pergi dari ruangan Nina Aslan mencoba menenangkan Nina yang menangis tersedu, dia membelai lembut rambut dan punggung kekasihnya itu.


"Kau kenapa sayang? Hem? " tanya Aslan penuh kelembutan.


"Hiks kenapa kau tidak mengatakan sejujurnya pada ku kalau aku ini sudah di buang oleh orang tua ku hiks... hiks... " Nina melerai pelukan nya tapi tangisnya masih tidak berhenti.


"Maafkan aku si kampret pasti yang cerita nih ke dia mangka dia nangis begini. aku hanya tidak ingin kau bersedih seperti ini bila aku menceritakan semuanya pada mu" Aslan mengusap wajah Nina yang sudah basah dengan air mata.


"Kau jangan sedih karena sekarang ada aku yang selalu ada di samping mu, ada Wiwid, ada Zaed dan juga ada bang Ryan yang selalu menjadi teman mu" ucap Aslan lembut.


"Dan jangan lupa ada aku juga" celetuk seseorang yang baru masuk ke ruang rawat Nina.


Aslan melihat dan tersenyum pada orang yang baru saja datang dengan jas putih itu.


"Ya ada Alice juga" ucap Aslan pada Nina.


Nina tersenyum saat mendengar kekasihnya berbicara seperti itu.


"Gue titip di sebentar ya Lice" Aslan menitipkan Nina pada Alice padahal Alice datang ke ruangan Nina untuk memeriksa Nina bukan ingin main.


"Elu mau kemana? " tanya Alice bingung.

__ADS_1


"Sebentar gue ada perlu keluar sebentar ajah oke, sepupu gue yang paling cantik" rayu Aslan.


"Ck bilang cakep cuma karena ada maunya doang, cepetan ya gue lagi kerja ini, masih ada tiga pasien yang harus gue periksa" gerutu Alice.


"Iya... bawel" Aslan ketus.


"Ck... gitu tuuh dia, semoga kamu bisa tahan sama kelakuan nya yang aneh dan ajaib itu" gerutu Alice.


Nina hanya tersenyum saja melihat interaksi Aslan dengan Alice yang terlihat sangat akrab sebagai seorang sepupu.


Flash back off.


"Sayang hari ini kau sudah boleh keluar dari rumah sakit, akun sudah menyiapkan tempat tinggal baru untuk mu" ucap Aslan lembut.


"Tempat tinggal baru? bukannya aku itu tinggal sekamar dengan Wiwid ya? " tanya Nina bingung.


"Hem... iya tapi sekarang kau tinggal sendiri dan tempatnya lebih baik dari tempat tinggal mu dulu" jelas Aslan.


"Kenapa aku tidak tinggal dengan Wiwid saja, kalau sendirian aku kesepian"


"Nanti kau tidak akan merasakan kesepian kok bila kau sudah masuk kerja dan melakukan aktifitas mu seperti biasa" Aslan mengelus rambut kekasihnya itu.


"Tentu boleh dong, dan tak ada yang akan berani mengganggu mu di pabrik karena kau akan aku pindahkan ke kantor agar aku bisa memantau diri mu saat aku menjadi CEO nanti"


"Asik... pasti seru ya di kerjaan" Nina terlihat senang.


"Pasti dong, ayo kita bersiap-siap. sebentar lagi dokter akan visit ke ruangan mu setelah itu kau akan pulang bersama ku" Aslan mengulurkan tangannya dan mengajak Nina berjalan bersama ke ruang rawat nya.


...⭐⭐⭐...


Dua hari kemudian.


Pagi ini Nina sudah bisa beraktivitas seperti biasa dirinya bersiap pergi kerja di pabrik, Aslan sudah bersiap menjemputnya di depan sebuah rumah sewaan yang terbentuk mini malis.


Aslan bersandar di pintu mobil dia pun sudah mengenakan pakaian formalnya yaitu kemeja berwarna biru laut dan jas berwarna navi lengkap dengan celana bahan dan sepatu pantopelnya.


Nina keluar dari rumahnya dengan memakai seragam kerjanya yang sudah di siap kan Wiiwd sebelumnya saat kemarin di suruh Aslan, Wiwid mau menuruti Aslan saat tahu kalau Aslan adalah CEO tempat nya bekerja,dan karena dirinya tidak mau terlibat masalah dengan CEO baru yang sangat aneh dan ajaib itu yang sifatnya angin-anginan makan dia lebih baik menurut saja, semua barang-barang Nina di pindahkan oleh Iwiwd di bantu oleh Zaed ke rumah barunya, meski Wiiwd sedih karena harus berpisah dari sahabatnya itu, tapi ini semua juga demi Nina yang akan menjadi calon istri seorang CEO.

__ADS_1


Saat Nina keluar dari rumahnya, Nina terpukau saat melihat kekasihnya berpenampilan sangat formal.


dia tampan sekali.


Batin Nina yang tanpa sadar tersenyum pada Aslan yang sedang bersandar di pintu mobil.


"Kenapa tersenyum seperti itu sayang? " tanya Aslan.


"Eh.... tidak tidak apa-apa"Nina menunduk malu.


" Apa aku tampan? "goda Aslan yang menaruh jarinjempil. dan telunjuk di dagunya.


Nina mengangguk dan tersipu malu pada Aslan, membuat Aslan semakin gemas pada kekasihnya ini.


" Yuk kita berangkat "Aslan membukakan pintu mobil untuk Nina.


Nina pun masuk kedalam mobil mewah berwarna putih tersebut.


Saat di dalam mobil Nina berfikir benarkah dia ini kekasih seorang Adam Aslan, karena setahu Nina dirinya hanya seorang operator produksi di pabrik itu.


" Aslan... "Panggil Nina.


" Ya sayang "jawab Aslan.


"Ehm... tidak jadi" Nina langsung memalingkan eakahnya ke arah lain.


Aslan melihat ke arah Nina.


"Kau mau bertanya apa sayang? " tanya Aslan lembut.


"Tidak.jadi aku hanya sedang berfikir, aku ini hilang ingatan apa aku bisa bekerja nantinya karena ingatan ku itu benar-benar hilang semua" ucap Nina.


"Tenang saja nanti aku akan memindahkan diri mu kebagian lain, dan bukan di pabrik lagi agar aku bisa mengawasi mu" jawab Aslan yang fokus mengemudi.


"Apa kau mengawasi ku? apa kau ini seorang pengawas? " tanya Nina polos.


Nina masih belum tahu kalau Aslan adalah CEO di perusahaan tersebut karena Wiwid dilarang memberitahu kannya oleh Aslan dan Zaed karena hari ini adalah hari penobatan Aslan secara resmi di perusahaan nanti, Aslan ingin membuat kejutan untuk Nina nantinya saat mereka sampai di pabrik.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2