My CEO Is Ketua Geng Motor

My CEO Is Ketua Geng Motor
OB


__ADS_3

Dan saat jam makan siang tiba.


Nina yang di temani oleh Wiwid meski masih marah dengan Wiwid tapi Nina tetap menganggap Wiwid tetap lah sahabatnya, karena Wiwid selalu membelanya dari gunjingan para seniornya di pabrik. bahkan siang ini mereka makan di meja yang sama.


"Nin elu masih marah sama gue? " tanya Wiwid saat mereka akan memulai makan siang.


"Nggak tapi elu tolongin gue ya? " ucap Nina.


"Tolong apaan? " tanya Wiwid bingung.


"Gue mau pindah ke kostan elu lagi, boleh kan? " tanya Nina.


Wajah Wiwid langsung berubah ceria saat mendengar Nina ingin pindah ke kostan bersama nya.


"Tentu gue seneng banget elu mau balik lagi ke kostan jadi gue nggak kesepian lagi" ucap Wiwid senang.


Nina hanya tersenyum saja sambil menikmati makan siang mereka hari ini.


Dan malam harinya.


Aslan yang sedang kacau karena kejadian tadi pagi, memutuskan untuk keluar rumah malam ini ke markas geng nya, Zaed pun mengikutinya karena memang dia bertugas untuk menjaga Aslan dimana pun Aslan berada.


Dan kini mereka berdua menembus angin malam dengan motor gede mereka, Aslan memacu kecepatan motor nya diatas normal sungguh sangat membuat Zaed repot karena Aslan berkendara dijalan umum bak seorang pembalap saja.


apa lagi setelah dilihatnya sore tadi saat Nina tidak ada dirumah yang di sewanya dan Wiwid mengatakan pada Zaed kalau Nina ingin kembali ke kostan lamanya, membuat Aslan semakin tak karuan hatinya malam ini.


Zaed menyeimbangan kecepatan Aslan berkendara di jalanan malam ini.


Motor yang di kendarai oleh mereka berdua pun tiba di depan sebuah gudang tua yang di jadikan Aslan sebagai markas gengnya.


Kodok membuka pintu karena sudah hafal betul dengan suara motor yang Aslan pakai karena Kodok selain anak geng dia juga adalah seorang mekanik mesin dialah yang memodifikasi semua mesin motor para anggota geng motor ini kemampuannya tak dapat di ragukan lagi.


Aslan meminta mereka berkumpul malam ini di markas bukan untuk berperang dengan geng lain tapi ada sesuatu yang ingin dia sampaikan malam ini kepada semua anggota gengnya bahkan Zaed pun tak tahu tentang rencana Aslan ini.


"Oke semuanya sudah berkumpul gue mau kasih kabar baik ke elu semua" ucap Aslan.


"Kabar baik? " gumam Zaed.


"Gue udah di angkat jadi CEO tadi pagi" lanjut Aslan.


"Ooh itu gue kira kabar baik apaan" gumam Zaed lagi.


"Wah bagus dong bos selamat ya bos" ucap Kodok dan Beni dan juga tujuh orang anggota yang lainnya.


"Gue mau kasih kabar baik yang lebih baik lagi buat kalian semua" lanjut Aslan lagi.


"Apa itu bos? " mereka tak sabar menunggu lebar baik dari Aslan.


"Besok elu semua siapin lamaran buat nglamar di pabrik untuk para mekanik kaya Kodok dan Beni bisa jadi mekanik di pabrik"

__ADS_1


Zaed langsung mangap seolah rahangnya lepas dari posisinya,mendengar pernyataan Aslan yang akan memasukkan sembilan orang langsung ke pabrik di waktu yang bersamaan.


"Bilang sama security nanti kalian di rekomendasi langsung sama gue"


Para anggota geng yang mendengar mereka akan mendapatkan pekerjaan dan tidak menjadi pengangguran lagi menjadi terharu hinga mereka ingin mencium tangan ketua mereka tapi di tolak oleh Aslan.


"Kerja yang bener karena mulai malam ini juga gue mau ngebubarin geng ini, gue mau bawa kalian ke jalan yang benar jangan jadi brandal melulu kalian punya kesempatan dan punya potensi untuk bisa meraih masa depan yang lebih baik"


Para Anggota dan juga Zaed bengong mendengar perkataan Aslan yang tidak biasanya.


"Udah gitu ajah yang mau gue sampein dan jangan lupa besok pagi elu semua datang ke pabrik dan temui pak Rano kepala supervisor di pabrik nanti biar gue hubungin dia untuk menempatkan kalian disana"


"Lan... elu serius mau bubarin geng ini? " tanya Zaed ragu.


"Gue serius bubarin geng ini tapi bukan berarti ikatan persahabatan kita yang udah kita bina selama bertahun-tahun akan ikut bubar mangkanya gue ajak mereka kerja sama kita"


Greb, bruk.


Para anggota geng yang terharu dengan keputusan ketua mereka langsung memeluk Aslan ramai-ramai bahkan mereka menitikan air mata mereka karena terharu dan bahagia mereka merasa beruntung karena mempunyai ketua geng sebaik Aslan.


"Terima kasih bos" ucap mereka semua lirih.


Zaed tersenyum saat itu juga dia bangga karena mempunyai sahabat sebaik Aslan.


Gue. fikir dia bakalan bikin rusuh malam ini dengan geng lain tapi nggak tahunya dia mau bawa semua kawannya ke jalan yang bener gue bangga jadi sahabat elu Lan.


Zaed terlihat berfikir.


"Bukannya sudah ada OB ya khusus di lantai kita? " tanya Zaed bingung.


"Iya itu untuk semua ruangan tapi gue mau OB pribadi buat gue"


"Ada gitu OB pribadi? " Zaed tidak habis fikir.


"Ya adalah" ucap Aslan sewot.


Zaed hanya manggut-manggut saja, meski dia masih bingung kenapa Aslan memerlukan OB pribadi.


Aslan tersenyum miring,Zaed dan semua teman gengnya melihat itu dan mereka sulit mengartikan apa arti senyuman bosnya itu.


"Pasti dia punya rencana aneh deh di kepalanya, heuh Aslan... Aslan ada-ada lu" batin Zaed.


Aslan dan Zaed pun pergi meninggalkan markas mereka dan setelah kepergian Aslan dan Zaed para anggota geng pun pergi meninggalkan gudang tua itu dan kembali ke rumah masing-masing untuk mempersiapkan segala dokumen yang di perlukan untuk melamar pekerjaan besok di pabrik.


Dan Aslan pun tak pergi kemana-mana lagi setelah dari markas dia langsung mengendarai motornya ke arah rumahnya, dan sesampainya dirumah dia pun langsung berjalan ke arah kamar nya dan menutup kamar nya dan entah apa yang dia lakukan di dalam kamar nya.


Zaed duduk di sofa ruang tengah dia memperhatikan pintu kamar Aslan yang terlihat dari ruang tengah tersebut.


"Dia itu punya rencana apa sih, dan siapa yang mau dia jadiin OB pribadinya? pasti salah satu anak geng deh antara Beni atau kodok tapi mereka kan ahli mekanik masa iya Aslan mau jadiin mereka OB, lagi pula buat apa sih OB pribadi aneh-aneh ajah, orang mah sekertaris pribadi gitu yang di perluin sekarang ini bukan OB astagfirullah Aslan baru jadi CEO sehari dah sepeleng otaknya"gumam Zaed yang masih menduga-duga fikiran sahabatnya itu.

__ADS_1


Hingga esok tiba.


Zaed yang sudah memberitahu pak Rano kalau ada beberapa orang baru hari ini akan masuk ke pabrik karena mendapatkan rekomendasi dari CEO langsung.


Dan pagi ini Aslan sudah berjalan ke arah kantornya, Zaed masih bertanya-tanya dalam hatinya siapa yang akan dijadikan OB oleh Aslan.


Dan Saat Aslan berada di ruangan nya,Aslan langsung memberi tahu Zaed untuk memanggil Nina ke ruangannya.


"Ada apa lagi kenapa si Nina pake di panggil segala" gumam Zaed saat berjalan ke area produksi.


Zaed menghampiri meja Nina dan memintanya mengikuti nya ke ruangan CEO dan Nina dengan berat hati akhirnya mengikutinya dari belakang.


Zaed dan Nina telah tiba di depan pintu ruangan Aslan sebelum masuk Zaed mengetuk pintu dahulu setelah mendengar Aslan menyuruh nya masuk barulah dia membuka pintu tersebut dan dia pun masuk bersama Nina.


Aslan menatap Nina dengan tatapan datar seolah sudah tidak ada lagi sisa rasa dihati nya.


Si Aslan kesambet apaan sih kok sekarang ngeliat si Nina kaya dulu lagi kaya waktu dia belum jatuh cinta sama Nina.


Batin Zaed.


"Zay mana baju seragam yang gue minta? " tanya Aslan.


"Eh... ada tuan muda sebentar saya ambil ada diruangan saya"


Zaed keluar dari ruangan Aslan dan masuk keruangan nya untuk mengambil baju OB.


"Apa jangan-jangan astagfirullah Aslan" Zaed tak habis berfikir tentang sahabatnya ini.


Zaed pun langsung membawa baju seragam OB itu ke ruangan Aslan, dan saat di ruangan Aslan Zaed melihat Nina masih berdiri dan Aslan sedang duduk di kursi kerjanya sambil melihat dokumen yang dia periksa hari ini.


"Tuan muda ini bajunya" Zaed menujukan seragam tersebut.


"Oh iya berikan pada dia" ucap Aslan tanpa melihat kearah mereka berdua.


Wajah Zaed dan Nina langsung terkejut saat mendengar perkataan Aslan.


"Tuan maksud anda? "tanya Zaed ragu


Aslan menutup map yang sedang di periksa nya dan menatap ke arah Nina dengan tajam.


"Mulai hari ini kau aku tugaskan sebagai OB pribadi ku, kau harus melayani semua yang aku perintahkan" ucap Aslan dingin.


"Tapi bukankah aku sudah di bagian produksi tuan? " tanya Nina polos.


"Iya itu dulu sebelum kamu hilang ingatan, tapi saat ini dengan keadaan mu yang seperti itu kau hanya akan menghambat proses produksi teman mu sama saja bekerja dengan anak baru jadi menurut ku pekerjaan yang paling cocok untuk mu saat ini adalah menjadi OB pribadi ku, kau hanya bertugas melayani ku tidak dengan yang lain mengerti?! " ucap Aslan panjang lebar.


halah modus doang lu Lan... gue fikir elu bener udah nggak suka sama dia nggak tahunya malah lebih parah hadeh. 🤦‍♂️.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2