My CEO Is Ketua Geng Motor

My CEO Is Ketua Geng Motor
Martabak Telur


__ADS_3

Setelah kejutan semalam.


Pagi ini Alice yang terbangun dari tidurnya, tersenyum di depan balkon sebuah bila, ya semalam mereka menginap di bila tersebut, hanya saja kamar mereka berdua terpisah.


Alice menikmati. kesejukan udara pegunungan pagi itu yang begitu dingin dan sejuk, pemandangan hijau yang terpampang jelas di balkon kamar tersebut memanjakan matanya.


Saat sedang menikmati pemandangan pagi ini, pintu kamar nya ada yang mengetuk.


"Nona... apa anda sudah bangun? " tanya seorang pelayan.


"Ya... " Alice pun berjalan ke arah pintu tersebut dan membuka pintunya.


Di balik pintu terdapat dua orang pelayan mereka membawa pakaian ganti untuk Alice.


"Nona ini pakaian ganti anda, tuan muda sudah ada di meja makan dia menunggu anda untuk sarapan bersama pagi ini" jelas pelayan tersebut.


"Oo iya Terima maaf merepotkan kalian, aku akan bersiap-siap dahulu" Alice pun mengambil pakaian yang di bawakan pelayan tersebut dan dia pun mulai membersihkan dirinya di kamar mandi dan memakai pakaian yang di antar pelayan tadi.


Pagi ini dirinya polos dan tidak memakai make up seperti semalam,karena dia pun tak membawa peralatan make up nya, dan dia juga berpenampilan seperti biasa nya saja, wajah polosnya tanpa make up.


Alice pun berjalan keluar kamarnya dan menuju meja makan, disana sudah ada Calvin yang memang menungu nya untuk sarapan bersama pagi.


Calvin tersenyum melihat Alice yang selalu berpanampilan sederhana namun tetap saja terlihat cantik.


"Selamat pagi cantik... " sapa Calvin.


"Pagi kak... maaf ya kakak pasti kelamaan menunggu ku ya? "Alice pun duduk di kursi yang di tarik oleh Calvin.


Di meja makan sudah berjajar berbagai menu makanan sarapan pagi, mulai nasi goreng, roti sandwich sampai lontong sayur pun ada disana.


"Menu sarapannya banyak sekali kak, kita tak mungkin bisa menghabiskan semua ini hehe" ucapp Alice.


"Ambil dan makan saja yang kamu suka sayang" ucap. dokter Calvin lembut tapi itu sontak membuat wajah Alice merah pasalnua ini baru pertama kali baginya mendengar seorang Calvin memanggil nya dengan sebut sayang dengan begitu romantis nya.


Alice pun akhirnya memilih meminum jus buah dan memakan sandwich isi daging sapi dan sayuran, sedangkan Calvin memilih memakan nasi goreng dengan telur ceplok setengah matang.


Mereka berudu pun sarapan bersama, keduanya hening tak ada obrolan dari keduanya.


Setelah selesai sarapan, Calvin mengajak Alice untuk segera pulang karena siang hari nanti mereka masih harus bertugas dirumah sakit masing-masing.

__ADS_1


Tapi saat di dalam mobil Calvin meminta Alice untuk pindah bekerja dirumah sakit nya saja. kebetulan rumah sakit tetap Calvin adalah rumah sakit keluarga nya yang didirikan oleh ayahnya.


"Tapi aku belum banyak pengalaman kak" ucap Alice ragu.


"Kau kan bisa belajar di sana sama saja kok" jelas Calvin.


"Tapi... " ucap Alice pelan.


"Tapi kenapa? kau masih mengharapkan sepupu mu itu?! " tanya Calvin ketus.


Alice langsung menatap ke arah Calvin yang sedang mengemudi.


"Semua tak ada hubungannya dengannya kak" Alice mencoba menjelaskan.


"Kalau kau tidak ada hubungannya kenapa masih ragu" ucap Calvin dingin.


"Bukan begitu kak, aku masih tidak percaya diri kak bila bekerja dengan mu, aku gugup bila harus berhadapan dengan kekasih ku di area kerja" jelas Alice.


Sebenarnya Calvin ingin menjerit kegirangan saat mendengar perkataan Alice.


"Kita kan bisa bersikap profesional Sayang" ucap Calvin santai.


Calvin langsung menginjak remnya saat mendengar perkataan singkat dari Alice.


"Apa maksud mu Hem? " tanya Calvin menatap ke arah Alice.


"Bukan begitu kak, aku percaya kakak bisa bersikap profesional tapi tidak dengan aku, aku takut aku yang nantinya tidak bisa profesional kak hehe" Alice menjelaskan maksudnya dari ucapan nya.


"Sebaiknya kau buka praktek di rumah saja, setelah kita menikah agar bisa lebih punya waktu untuk kita" ucap Calvin dengan senyum miring nya.


"Tapi aku belum bisa praktek mandiri kak, aku kan dokter pemula dokter magang kak... " jelas Alice.


"Ya sudah pindah lah bekerja bersama ku, nanti aku yang akan bicara dengan dokter Ryan agar memindahkan mu tugas ke rumah sakit ku" Calvin tetap bersih kukuh agar dirinya busa bekerja bersana dengan kekasihnya ini.


"Terserah kamu lah" Alice akhirnya menyerah dia malas berdebat dengan Calvin karena pastinya si gunung es ini pasti terus mendesak nya dan terus memaksakan keinginannya agar mereka bisa bekerja bersma di satu rumah sakit yang sama.


...🌞🌞🌞...


Di sisi lain.

__ADS_1


Di pagi hari yang cerah ini.


Nina yang merasakan pusing dan mual karena sedang ngidam pagi ini, membuat Aslan jadi cemas, padahal Nina mengatkan kalau dirinya baik-baik saja dan jangan mengkhawatirkan dirinya, itu semua di lakukan Nina agar Aslan pergi bekerja di bengkel.


"Nggak sayang aku nggak mau kejadian kemarin terjadi lagi, luka di kaki mu saja belum kering, bagaimana aku bisa tenang melepas mu sendirian dirumah, biarkan Kodok yang mengurus bengkel, aku akan disisi mu seharian ini" jelas Aslan.


Nina tersenyum dan memeluk tubuh suaminya dia merasa beruntung karena mempunyai suami yang menyanyi dirinya sepenuh hatinya.


Aslan membelai rambut istrinya dengan lembut.


"Sabar ya... sayang... maaf aku membawa mu dalam kesusahan seperti ini" ucap Aslan lembut.


"Tidak apa-apa kak, aku beruntung karena memiliki diri mu yang mencintai ku seperti ini, aku bagai seorang ratu yang selalu kau manjakan" ucap Nina pelan.


"Kau memang ratu ku sayang... dan ini calon pangeran kita" ucap Aslan mengelus perut Nina yang masih rata.


"Pangeran? bagaimana kalau dia perempuan?"tanya Nina.


" Ya berarti dia putri hihi"Aslan tertawa kecil pada istrinya.


Nina pun tersenyum pada suaminya, tapi tak lama dirinya jadi menginginkan memakan sesuatu pagi ini.


"Kak... aku ingin makan martabak telur" ucap Nina tiba-tiba.


"Hah... mana ada yang jual. martabak telur pagi-pagi begini sayang... " Aslan bingung.


"Ada kak... di sekolah SD yang di depan lapangan itu kak ada tukang martabak telur aku suka beli, tapi pakai cabai ya... kaka isinya"


Aslan bengong karena istrinya memang suka sekali jajan makanan anak sekolahan, bahkan pas ngidam pun dia menginginkan makan makanan anak sekolahan, aneh memang tapi mau tidak mau dia pun harus menurutinya karena ini pasti keinginan jabang bayinya.


"Oke aku akan beli martabak telur nya, kamu mau apa lagi Hem? " tanya Aslan sebelum dia keluar.


"Hem... apa lagi ya... sudah aku hanya ingin itu kak" ucap Nina dengan tersenyum ceria.


"Baik tunggu aku ya... kau jangan ngapa-ngapain ya... ingat kaki mu masih sakit karena terkena pecahan beling kemarin, diam ya... aku akan segera kembali" Aslan mewanti-wanti istrinya dahulu sebelum dirinya pergi meninggalkan Nina sendirian di rumah.


Aslan pun pergi membeli martabak telur pesanan sangat istri, dengan menggunakan motor milik Kodok,yang selalu di pakai Aslan kemana-mana selama dia tinggal di kota ini.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2