My CEO Is Ketua Geng Motor

My CEO Is Ketua Geng Motor
Anak Curut


__ADS_3

Waktu terus berlalu tak terasa sudah seminggu berlalu namun Nina masih belum ada perkembangan dirinya masih koma dan masih dirawat di ruang ICU, Wiwid yang khawatir pada sahabatnya yang diculik seminggu yang lalu akhirnya mengetahui kalau saat ini Nina sedang koma.


"Huawaaaa apa yang terjadi sih kenapa Nina bisa koma begini hiks... hiks... " tangis Wiwid pecah saat dirinya tahu kalau Nina sedang tidak baik-baik saja.


"Udah elu jangan nangis kaya anak kecil gitu sih Wid berisik ini rumah sakit ngaco?! " sentak Zaed.


"Hiks... abisnya elu jahat banget kenapa baru kasih tau gue sekarang kalo Nina koma hiks.... hiks... apa salah Nina sih kenapa dia harus mengalami musibah begini hiks... hiks... " Wiwid menangis tersedu.


"Ya kita do'ain ajah buat Nina biar dia secepatnya sadar dari komanya, Aslan juga udah seminggu ini ngejagain disini terus dan nggak mau beranjak dari depan ICU" jelas Zaed.


Zaed memberi tahu Wiwid kalau sahabatnya itu sekarang ini sedang koma, tapi dia tidak menceritakan semua kejadian yang sebenarnya pada Wiwid penyebab terjadinya Nina koma.


Zaed memberi tahu Wiwid keadaan Nina saat ini karena Wiwid terus menelponnya, dan Aslan meminta pada Zaed agar memberi tahu kabar sebenarnya pada Wiwid agar Wiwid tidak khawatir dan bertanya terus, dan seperti dugaan mereka berdua kalau Wiwid pasti akan histeris setelah mengetahui hal yang sebenarnya.


"Udah elu jangan berisik nanti ganggu pasien lain bodoh, elu kalo mau nengok cewe gue boleh ajah tapi janji jangan heboh" ucap Aslan ketus.


Wiwid yang mendengar Aslan mengatakan kalau Nina adalah cewenya membuat Wiwid terbengong.


"Wid... elu kenapa bengong? " tanya Zaed yang langsung membangunkan lamuan Wiwid.


"Eh nggak bukan gitu gue nggak salah denger kan tadi kalau Aslan bilang Nina cewenya? " tanya Wiwid pada Zaed untuk memastikan telinganya tidak salah mendengar.


"Elu nggak salah denger kok" jawab Zaed.


"Apa?! " jerit Wiwid.


Plak...


Kepala Wiwid di pukul dari belakang oleh Zaed.


"Berisik lu bego.... " Zaed geram.


Aslan pun menatap Wiwid tajam karena kehebohan Wiwid yang menjerit tiba-tiba.


"sudah gue bilangin jangan berisik bego" Aslan geram.


"Ah... iya... iya... gue nggak berisik kok hehe gue janji" Wiwid menciut baru kali ini Wiwid melihat wajah Aslan yang menyeramkan seperti saat ini Aslan seolah ingin melahap nya.


"Ya udah masuk sana" suruh Aslan.


Dan Wiwid pun masuk kedalam ruang ICU bersama Aslan.


Wiwid langsung menangis melihat keadaan sahabatnya yang seperti putri tidur saat ini.


"Sayang... lihat ada Wiwid teman sekamar mu dia datang karena mengkhawatirkan mu" ucap Aslan lembut.


Wiwid langsung memijat tengkuk lehernya saat mendengar Aslan memanggil Nina dengan sebutan sayang.


Melihat reaksi Wiwid Aslan langsung menegurnya.


"Kenapa lu menggangin leher begitu?! " tanya Aslan ketus.

__ADS_1


"Hehe nggak apa-apa cuma disini agak dingin ajah ya hehehe" Wiwid berbohong.


Aslan tahu Wiwid berbohong dia lalu mendorong kening gadis itu dengan agak kencang hingga kepala Wiwid terhuyung kebelakang.


"Aw... Aslan" Wiwid kaget hingga dia sedikit menjerit.


"Udah gue bilang jangan berisik sue" Aslan geram.


"Ups maaf gue kan nggak sengaja, yadah lah dari pada gue berisik disini mending gue keluar dulu, Nina cepet bangun ya kawan... gue akan sering-sering nengokin elu disini" ucap Wiwid sebelum dirinya keluar dari ICU.


Sementara Wiwid keluar Aslan masih di dalam dan menemani Nina disana.


"Si Aslan nggak kesambet apa-apa kan kenapa dia manggil Nina sayang segala dan sejak kapan mereka jadian sih heheh dasar aneh" gumam Wiwid.


"Woi kenapa lu? " tegur Zaed dari samping kanan nya.


Wiwid terkejut hingga hampir saja terbentur pintu.


"Ah elu ngagetin ajah sih... gue kira Aslan! " Wiwid sewot.


"Oia si Aslan kok jadi berubah menakutkan gitu sih dan oia sejak kapan mereka jadian Nina nggak pernah cerita apa-apa tuh sama gue? " Wiwid memberondong semua pertanyaan pada Zaed.


"Hehe kalo itu juga gue kurang faham Wid kapan dua insan itu jadian, yang jelas Aslan cinta sama temen lu"


"Hah?! " jerit Wiwid.


Zaed langsung melotot saat Wiwid menjerit.


Zaed hanya menggidikan bahunya saja.


"Ah payah lu, apa dia jadi ketulah sama Nina ya karena suka ngatain Nina dan negermehin Nina ya? " fikir Wiwid.


"Bisa jadi hihi" Zaed terkirik.


Saat mereka sedang asik. berbicara di depan pintu ruang ICU mereka berdua tak sadar kalau orang yang di bicara mereka sejak tadi mendengar pembicaraan mereka di belakang mereka berdua.


"Dah puas ngegosip nya? " tanya Aslan dengan nada dingin.


"Mampus lu elu sih, elu tuh elu" Wiwid dan Zaed saling menyalahkan.


"Udah jangan salah-salahan orang samanya juga, elu lagi bukannya pulang sana ngapain masih disini, Zay anterin nih anak curut" perintah Aslan pada Zaed.


"Ye....anak curut enak ajah gue kan cewe imut dan menggemaskan"Wiwid narsis sendiri.


" Siapa yang pernah bilang begitu ke elu? "tanya Zaed.


" Bilang apa? "tanya Wiwid polos.


" Elu itu imut dan menggemaskan? "tanya Zaed.


" Ya elu"jawab Wiwid asal.

__ADS_1


"Kapan? " Zaed bingung.


"Ya barusan elu bilang gue imut dan menggemaskan" Wiwid berlagak sok imut.


"Heuh... udah sana elu berdua bikin berisik ajah di rumah sakit" usir Aslan.


Zaed dan Wiwid pun akhirnya beranjak dari depan ruang ICU tapi langsung keduanya berhenti ketika Aslan memanggil Zaed lagi.


"Zay... jangan lupa apa yang kemarin gue bilang ke elu" ucap Aslan dingin.


"Ya" jawab Zaed singkat.


Setelah itu Zaed dan Wiwid pun berjalan berdua menuju tempat parkir di rumah sakit tersebut.


Saat mereka di area parkir mereka bertemu dengan Alice yang baru turun dari mobilnya. Alice menyapa Zaed.


"Hai Zay... mau kemana? "sapa Alice.


" Nih mau mulangin anak curut ke kandangnya "ucao Zaed asal.


" Ye... elu kok jadi ikut-ikutan Aslan sih"Wiwid sewot.


"Oia ada apa elu disini? " tanya Alice.


"Temen kita ada yang di rawat di ICU dah seminggu koma dan belum sadar" jelas Zaed.


"Teman kalian? " Alice nampak berfikir.


"Iya elu pernah kok ketemu waktu Aslan di rawat tempo hari dia yang ngerawat Aslan" jelas Zaed.


cantik banget nih cewe siapa nya Aslan sama Zaed ya?


Wiwid seolah terkesima dengan kecantikan Alice. hingga dia hanya diam saja memperhatikan Alice dan Zaed berbicara namun tak mendengarkan pembicaraan mereka berdua.


"Ooo cewe yang waktu itu? "


"Iya dia"


"Kenapa dia koma? " tanya Alice penasaran.


"Elu tanya ajah sama Aslan dia ada tuh di depan ICU, oia elu ngapain kesini? " tanya Zaed saat melihat Alice berasa di rumah sakit tiba-tiba.


"Gue di panggil bang Ryan, gue kemrinnya ngajuin lamaran disini dan besok gue mau interview mangkanya bang Ryan panggil gue karena besok yang interview itu bukan bang Ryan ajah ada beberapa petinggi yang ikut interview gue besok dan biar gue nggak gugup besok mangkanya bang Ryan panggil gue" jelas Alice.


"Oo begitu ya dah lah semoga berhasil gue anterin anak curut dulu ya, Aslan ada di depan ICU tuh kalo elu mau ketemu sama dia" Zaed mulai menaiki motor nya dan membonceng Wiwid.


Wiwid pun hanya tersenyum pada Alice dan Alice pun membalas senyuman Wiwid.


"Ruang ICU ya... oia kenapa anak itu sampai koma begitu nggak ada hubungannya sama Aslan kan? " gumam Alice yang berjalan menuju ruang ICU sebelum diri nya keruangan dokter Ryan.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2