
Alice berjalan menuju ICU sebelum ke ruangan dokter Ryan, saat berjalan di lorong menuju ICU dirinya melihat sepupunya itu sedang berdiam diri terduduk di kursi penunggu ICU.
Alice berjalan mendekati Aslan hentakan hugh heels nya menggema di lorong koridor ICU, Aslan tak memperdulikan itu, karena dia fikir banyak orang yang mengenakan sepatu yang bisa menimbulkan bunyi yang sama seperti itu hingga dia tak menoleh ke arah asal suara langkah tersebut hingga teguran dari Alice lah yang membuatnya menoleh.
"Aslan" tegur Alice saat dirinya berada dekat kursi penunggu.
Aslan menoleh kearah panggilan tersebut dia melihat sepupunya telah berdiri dekat dengannya.
"Alice" Aslan mengerutksn dahinya saat melihat sepupunya berada dekat dengannya.
"Ngapain lu disini? " tanya Aslan bingung.
"Gue mau ketemu sama bang Ryan" jawab Alice.
"Oo ya udah ke ruangannya ajah kenapa elu malah ke ICU? " ucap Aslan ketus.
"Emang dasar lu ya sepupu yang nggak beradab, gue kesini mau ketemu elu dulu baru ke bang Ryan" Alice kesal.
"Elu sebenarnya mau ketemu gue apa abang gue? " tanya Aslan ketus.
"Dua-duanya" jawab Alice tak kalah ketus.
"Mau ngapain ketemu gue? " tanya Aslan malas.
"Hemm mau apa ya?" Alice nampak berfikir.
"Heuh... nggak jelas lu dah sana ke abang gue ajah" usir Aslan ketus.
"Ck... dasar nyebelin, oia tadi gue ketemu Zay di parkiran katanya temen lu koma? kok bisa sih? " tanya Alice akhirnya.
Aslan terdiam dan termenung saat Alice membahas tentang keadaan Nina.
"Lice bisa elu nggak bahas ini? elu kalo mau ke ruangan abang gue kesana ajah jangan bahas tentang dia yang lagi meregang nyawa" ucap Aslan dingin.
__ADS_1
Alice melihat itu dan merasakan kesedihan di mata Aslan, dia benar-benar melihat Aslan sangat terpukul dengan ini semua.
Elu suka sama dia Lan?
batin Alice saat melihat gurat kesedihan di wajah sepupu nya itu. Alice pun pamit pada Aslan untuk ke ruangan dokter Ryan dia tak ingin menanyakan tentang Nina lagi, entah kenapa di hatinya ada sedikit rasa sakit dan kecewa saat melihat reaksi Aslan.
Kenapa kita harus sepupuan ya Lan... hingga elu nggak bisa anggap gue lebih dari sekedar saudara dan gue juga nggak tahu kenapa, kenapa dada ini rasanya nyesek banget saat tahu ada wanita lain dihati elu selain Laura.
batin Alice bergemuruh saat dia berjalan ke lift menuju ruangan dokter Ryan.
Saat di ruangan dokter Ryan, Alice yang di persilahkan duduk di sofa ruangan dokter Ryan pun akhirnya bertanya pada dokter Ryan tentang komanya Nina.
"Bang... maaf tadi saat di parkiran Alice bertemu Zay, dia bilang teman mereka ada yang koma dan Aslan kenapa menungguinya di depan ICU ya? " tanya Alice penasaran.
"Hem... iya Nina koma sudah seminggu ini nyawnaya hampir melayang saat selesai operasi kemarin" jelas Dokter Ryan.
Dan dokter Ryan pun akhirnya bercerita bagaiamana semua itu terjadi mulai dari Nina yang di culik dan. akhirnya menjadi korban karena menyelamatkan Aslan kembali.
"Pantas Aslan menunggu nya terus ini semua pasti karena Aslan merasa mempunyai hutang budi pada gadis itu ya kan bang? " tanya Alice.
"Hem awalnya abang juga mengira begitu tapi, ternyata jauh sebelum itu terjadi tepatnya jauh sebelum Aslan kemarin kecelakaan dan Nina juga yang menolong Aslan untuk yang pertama kali, Aslan sepertinya sudah jatuh hati pada gadis manis itu" jelas dokter Ryan.
Deg.
Jantung Alice seolah ada yang memukul entah kenapa dadanya terasa sangat sakit saat dokter Ryan mengatakan itu.
kenapa Lan... kenapa harus orang lain yang mengisi hati mu kenapa harus orang lain yang mengobati luka hati mu, kenapa bukan aku.
Alice membatin.
"Alice? " sapa dokter Ryan.
"Eh... maaf bang Alice bengong, oia besok jadinya jam berapa bang dan biasanya apa. saja yang akan di tanyakan saat interview? " Alice mencoba mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
Dokter Ryan akhirnya menjelaskan semuanya pada Alice tetang wawancara yang akan. di lakukan besok oleh beberapa petinggi rumah sakit karena Alice baru menjadi dokter magang dan dokter Ryan lah yang sudah merekomendasikan dirinya yang memang berkompeten hingga wawancara besok tak akan menyulktkan Alice.
Alice berterima kasih pada dokter Ryan sangat berterima kasih pada kakak sepupunya itu, sebelum pulang ke rumah orang tuanya, Alice menyempatkan dirinya untuk bertemu dengan Aslan kembali di depan ICU.
"Lan... gue balik dulu ya" pamit Alice pada Aslan.
"Ya... Hati-hati lu bawa mobilnya jangan ngebut-ngebut, kalo ngebut-ngebut bisa-bisa jauh jodoh" ucap Aslan ngawur.
"Kok jauh jodoh kenapa bisa begitu? " Alice bingung.
"Iya soalnya jadi nggak pada sadar ada cewe cantik kaya sepupu gue ini lewat hahaha" gurau Aslan.
Jujur Alice sangat senang karena guaruan Aslan ini, bukan karena Aslan memuji kecantikannya tapi Aslan memang mengakui kecantikan sepupunya ini.
"Kalo gue cantik kenapa elu nggak pernah suka sama gue? " tanya Alice dengan nada bercanda.
"Karena gue bosen liat elu dari kecil hahaha plus gue nggak suka sama cewe terlalu cantik kaya elu karena bisa darah tinggi terus karena apa karena takut elu di ambil orang hahaha" canda Aslan.
Andai ini semua buka candaan bukan hanya sekedar gurauan Lan... gue pasti senang banget di cemburuin sama elu.
"Ya udah gye balik dulu ya, oia jaga kesehatan elu Jagan lupa makan nanti dia sadar elu sakit lagi hahaha" Alice tertawa hambar.
"Oke thanks care sepupu ku yang cantik, baik. hati dan pintar ini" puji Aslan.
Spontan membuat pipi Alice merona, dan Alice pun dengan cepatnya meninggalkan Aslan sendirian karena tak mau Aslan melihat rona merah di wajahnya.
Alice berjalan ke area parkir rumah sakit untuk segera masuk kedalam mobilnya,saat di dalam mobil Alice merasakan panas di wajahnya karena Aslan memuji nya terus.
"Oh astaga Aslan kau ini benar-benar gila ya... kau selalu memuji ku cantik tapi kenapa kau sama sekali tak tertarik pada ku, malah kau bilang kau bosan pada ku, huft mau secantik apa pun aku, sepintar apa pun aku tapi karena aku bukan tipe mu itu semua tak bisa mengusik hati mu kan huft kecantikan ku tak ada apa-apa nya di mata mu"Alice tak bersemangat mengingat bagaimana perasaan Aslan padanya.
Di sisi lain dokter Ryan yang mendapatkan panggilan dari ruang ICU langsung berjalan cepat menuju ruang ICU.
Bersambung.
__ADS_1