My CEO Is Ketua Geng Motor

My CEO Is Ketua Geng Motor
Operasi


__ADS_3

Ke esok anda harinya.


dokter Ryan langsung memanggil ibu Fika ke ruangannya dan beliau yang sudah berfikir semalaman untuk memecat ibu Fika dari rumah sakit ini, dan pagi ini dia pun akhirnya memutuskan untuk segera memecatnya, padahal semalam dirinya berucap. pada Aslan kalau dirinya akan merumahkan ibu Fika terlebih dahulu baru memecatnya tapi setelah mendengar cerita Aslan dokter Ryan akhirnya berubah fikiran dan langsung memutuskan pemecatan untuk ibu Fik.


Ibu Fika terkejut saat mendapatkan pemecatan tiba-tiba, tanpa adanya kesalahan dari dirinya. hingga dia pun mengajukan protes pada dokter Ryan selalu direktur rumah sakit ini. Fika lalu curiga pemecatan nya berhubungan dengan Nina yang di rawat di rumah sakit ini.


"Apa karena anak itu saya di pecat? apa yang dia katakan pada anda dok, sehingga anda langsung memecat saya tanpa kesalahan? " desak ibu Fika.


"Kinerja kerja anda cukup bagus selama ini tapi, saya mendapatkan laporan dari rumah sakit akit sebelumnya tempat anda bekerja, kalau anda pernah menyalah gunakan ppenggunaan obat pada pasien hingga berakibat fatal" jelas dokter Ryan.


dokter Ryan memang telah menyelidiki terlebih dahulu sebelum dirinya memecat ibu Fika, dia m menghubungi rumah sakit tempat ibu Fika bekerja sebelumnya dan ada laporan yang mengatakan kalau ibu Fika memang selalu menyalahkan kekuasaannya dan juga suka diam-diam berpraktik gelap, bahkan ada laporan ibu Fika pernah menukar obat dengan racun hingga pasien akhirnya meregang nyawa.


Dan hebatnya ibu Fika dirinya bisa memanipulasi itu semua hingga dirinya terbebas dari hukuman, karena bukti yang kurang meski ada saksi tapi bukti yang dapat memberatkan hukuman nya tidak ada hingga dia pun akhirnya terbebas dari hukuman.


Ibu Fika pun mengepalkan tangannya kerasa karena menahan kesal, hatinya semakin membenci anak tirinya itu karena kehadiran Nina menghambat jalur karirnya.


Awas saja kau anak sialan, akan aku buat kau selalu menderita karena telah mempermalukan ku.


Batin ibu Fika menyimpan dendam pada Nina, entah apa yang di rencakan nya saat ini untuk membalas ini semua.


Ibu Fika pun akhirnya pergi dari ruangan dokter Ryan dan berjalan ke arah lift, di dalam lift dia terus berfikir untuk membalas dendam pada Nina, hingga membuat gadis itu jera agar tidak mengganggu hidupnya, entah apa yang di rencananya saat ini yang jelas bukan rencana baik untuk Nina.


lift telah tiba di lantai dasar tepat di pintu IGD, wajah ibu Fika nampak biasa saja tak ada raut kesedihan atau kemarahan yang dia tunjukkan. itulah dirinya pandai sekali menyimpan perasaan nya tak ada yang tahu hatinya saat ini sedang menyimpan dendam. pada seseorang yaitu anak tirinya sendiri.


Ibu Fika tetap tersenyum ramah pada setiap. perawat yang menyapanya, belum ada yang tahu kalau Fika sudah di berhentikan bekerja disini, jadi mereka mengira Fika masih menjabat di rumah sakit ini hingga Fika masih bisa bebas berkeliaran dimana saja.


Langkah kaki Fika terhenti di depan sebuah ruangan operasi, dia masuk keruanhan tersebut, beberapa perawat pun memperbolehkan nya masuk kesana karena mereka mengira kalau Fika itu masih menjabat sebagai kepala perawat rumah sakit ini. tanpa mereka tahu kalau Fika sedang meremcakan sesuatu yang jahat disana.

__ADS_1


Fika tahun kalau hari ini ada jadwal operasi untuk Nina, dia lalu merencanakan sesuatu yang jahat disana.


"Hem... kau fikir bisa menang begitu saja anak sialan, lihat saja akan aku buat kaki mu itu membusuk hingga kau kehilangan kaki mu itu, ini belum seberapa seharusnya ku buat kau mati saja tapi itu terlalu ringan untuk mu, aku ingin melihat mu menderita selamanya, lihat saja apa tuan muda masih mau dengan mu bila kau itu cacat seumur hidup hem" gumamnya saat dirinya berada di ruang operasi yang sudah di persiapkan untuk operasi Nina.


Ibu Fika mencampur sebuah obat yang akan merusak sistem syaraf yang artinya akan di suntikan pada kaki Nina saat operasi di mulai.


Dan setelah dirasa dirinya selesai melakukan pekerjaan nya dirinya pun meninggalkan ruanagn tersebut tanpa dosa, dengan ekspresi yang biasa saja masih dengan senyuman yang manis dan ramah pada semua petugas yang ada di ruangan operasi tersebut, memang tak ada yang tahun kalau Nina mempunyai hubungan dengan ibu Fika, karena Nina pun baru pertama kali melihat nya di rumah sakit ini, meski sudah beberapa kali dirinya sempat dirawat di sini.


Pagi menjelang siang dokter Calvin l, dokter Ryan dan dokter Alice pun berjalan ke ruangan Nina dengan beberapa perawat yang nantinya akan mendoronh brankar Nina ke ruang operasi.


"Kau siap? " tanya Alice.


"Hem... " Nina mengangguk pada dokter Alice.


Ketiga perawat pun akhirnya mendorong brankar Nina menuju ruang operasi, Aslan yang hari ini ijin tidak masuk kerja karena ingin mendampingi kekasihnya operasi pun mengikuti langkah mereka ke ruangan operasi.


Operasi pun dimulai, Nina disuntik bius hanya tidak di biaya total, kesederhanaan nya masih ada namun sebagian tubuhnha tak merasakan apapun, dok terikut Calvin di temani dia orang asistennya pun mulai melakukan operasi, dia mulai membedah bagian kaki yang akan di ganti tulangnya dengan tulang buatan yang sudah teruji di kalangan kedokteran.


Namun di saat sedang mengoperasikan kaki Nina terjadi sesuatu yang aneh, terjadi pendarahan yang seharusnya tidak terjadi, bahkan Nina merasakan sakit yang sangat hebat di kakinya, hingga dia pun berteriak kesakitan bahkan teriakannya sampai terdengar keluar ruangan operasi.


"Aaaaa sakit... dok... kaki ku sakit banget hiks... hiks... sakit Aaaaa" Nina menjerit dan menangis.


dokter Calvin langsung bertindak cepat dia langsung menyuntikan obat bius totalmpada Nina agar hadir itu tak merasakan kesakitan.


Aslan yang mendengar jeritan Nina di dalam. langsung panik bahkan dia ingin menerobos kedalam ruang operasi tapi berhasil di halangi oleh Alice, dokter Ryan yang tadi ikut bersama dengan dokter Calvin pun membantu dokter Calvin.


Dengan tenang dikter Calvin mengerjakan pekerjaan nya dia tetap mencari dimana letak kesalahan nya, dan saat melihat botol obat bius yang dia sempat gunakan tadi dia melihat ada yang tidak beres dengan botol tersebut, dia melihat ada dua lubang disana.

__ADS_1


"Apa sebelumnya ada yang masuk ke ruangan ini selain petugas yang melakukan operasi hari ini? " tanya dokter Calvin pada para perawat yang mendampingi nya.


"Ada dok ibu Fika tadi datang berkunjung kesini beliau bilang ingin memeriksa persiapan operasi nona ini agar operasi berjalan lancar karena nona ini adalah kekasih tuan muda"jelas perawat itu.


" Siapa itu ibu Fika? "tanya dokter Calvin.


" Dia kepala perawat disini dok"


"Soal ternyata benar dia itu benar-benar orang yang jahat, setega itu dia melakukan hal ini pada anak tirinya" geram dokter Ryan.


dokter Calvin yang mendengar itu langsung bingung.


"Maksud anda? " tanya dokter Calvin.


"Nanti akan saya jelaskan pada anda, saya akan mengambil obat lain untuk membantu menghentikan pendarahan di kakinya, anda konsentrasi saja" dokter Ryan pun meminta perawat untuk mengambil obat di apotek untuk membantu menghentikan pendarahan di kaki Nina.


"Lihat saja bila memang ada yang mengganggu pekerjaan ku hingga membuat citra ku buruk orang itu akan merasakan akibatnya akan ku hukum orang tersebut dengan cara yang lebih brutal dari ini" gumam dokter Calvin.


Sisi gelap dokter Calvin yang dingin pun keluar dia jadi tak akan pandang buku dan berbelas kasih pada orang yang sudah berniat jahat dan mencelaki orang lain.


Operasi pun berjalan lancar, namun Nina masih belum sadar dari pengaruh obat bius yang di suntikan dokter Calvin padanya tadi.


Saat operasi telah selesai Aslan langsung bertanya pada kakak nya apa yang terjdu sehingga Nina sampai berteriak kesakitan tadi, dan dokter Ryan pun menceritakan kejadian yang sebelumnya terjadi.


Aslan geram dan benar-benar ingin memasujan orang tersebut kepenjara dan membuat ibu Fika jera atas semua yang di lakukan nya pada Nina dan keluarganya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2