My CEO Is Ketua Geng Motor

My CEO Is Ketua Geng Motor
Menunggu


__ADS_3

Keesokan harinya.


Aslan melipat tangannya di depan dadanya dan menunggu seseorang di depan sebuah gang tempat langgan anak pabrik membeli sarapan pagi yaitu kedai nasi uduk.


Tak lama orang yang di tunggu pun muncul dari sebuah jalan di gang sempit, matanya menatap tajam kepada gadis yang dia tunggu itu, namun gadis yang di tatapnya itu tidak. menyadari kehadirannya disana, dia seperti biasa membeli sebungkus nasi uduk dan setelah pesanan nya selesai dia pun berjalan santai hingga tak sadar langkahnya terhenti ketika seseorang mencegat jalannya.


"Eh... " Nina berhenti berjalan dan melihat siapa yang mencegat langkahnya.


"Kak Aslan kakak sudah bisa kerja? " tanyanya dengan wajah ceria entah kenapa dia sangat senang melihat kehadiran Aslan disana memakai seragam pabrik.


Tatapan Aslan yang tajam berubah menjadi rona malu saat melihat kecerian di wajah gadis tersebut.


Dia manis banget sih...


Aslan gemas sendiri.


"Apa kak sudah sembuh? " tanya Nina senang.


"Hem" hanya itu yang menjadi jawabannya.


"Kakak ngapain disini apa mau beli nasi uduk juga? "tanya Nina.


Aslan hanya mengangguk saja padahal dia berada disana karena sedang menunggu Nina bukan untuk sarapan.


Mereka pun akhirnya berjalan bersama menuju pabrik selama perjalanan Nina benyak bertanya tentang kesehatan Aslan sementara Aslan terus menatapnya dan memperhatikan gadis itu berbicara.


Saat tiba di pintu gerbang pabrik, mata Aslan menatap tajam ke setiap sudut pabrik mencari siapa yang telah berani berkenalan dengan Nina kemarin.


Zaed yang sudah berada di pabrik terlebih dahulu hanya melengos saja saat melihat kedatangan Aslan dan Nina datang bersama, dia pura-pura tidak tahu padahal dia sangat tahu kalau Aslan menunggu Nina tadi di depan gangan.


Aslan yang melihat sahabatnya pura-pura tidak melihat itu, langsung mengahampiri Zaed setelah dirinya membiarkan Nina masuk terlebih dahulu ke ruang ganti.


Pluk.


Aslan menepuk pundak sahabatnya itu.


Zaed menoleh dan Nyengir saat tahu siapa yang sudah menepuk pundaknya.


"Hehe ada apa Lan? " tanya Zaed.

__ADS_1


"Yang mana orangnya?! " tanya Aslan dingin.


"Orang? orang apa sih udah lah jangan ribut di pabrik malu-maluin tahu" Zaed ber alsan.


Greb.


Aslan mencengkram baju Zaed dengan kencang saat pria itu bangun dari duduknya.


Semalam saat mendengar cerita Zaed kalau Nina ada yang minta berkenalan Aslan langsung bersiap untuk berangkat ke tempat kostan nya yang jaraknya tidak jauh dari pabrik dan tempat kostan Nina.


Zaed pun di tarik paksa oleh Aslan untuk ikut bersamanya, semalaman Aslan terlihat gelisah dikamar kostan karena penasaran siapa orang yang berani berkenalan dengan Nina, padahal itu hanya kebohongan Zaed saja.


Dan pagi ini Aslan yang masih penasaran akhirnya meminta Zaed menunjukkan siapa orang yang mau berkenalan dengan Nina.


"Eh... Nina mana elu biarin dia jalan sendirian? nanti diganggu cowo lagi loh" Zaed mengalihkan pembicaraan hingga Aslan lupa dengan tujuan awalnya dan berjalan menuju ruang ganti dan menyusul Nina di belakang, dia takut kalau Nina diganggu lagi oleh cowo lain.


"Selamet.... susah emang kalo orang udah bucin huft" keluh Zaed saat melihat Aslan pergi.


Dan bener saja saat Aslan berjalan menyusul Nina, entah kebetulan atau tidak tiba-tiba ada seorang cowo yang mendekati Nina dan ingin berkenalan dengannya, Aslan langsung naik darah tangannya terkepal kencang saat melihat gadisnya di ganggu.


Plak.


"Jangan cari maslah pagi-pagi" tatap Aslan dengan tajam.


"Ayo... " Aslan menarik tangan Nina.


"Elu itu kalo ada cowo yang genit sama elu jangan diam ajah bego" Ucap Aslan kesal.


Nina langsung menepis tangan Aslan karena dia kesal di katai bego oleh Aslan.


Wajah Nina cemberut melihat kearah Aslan dia kesal dengan kelakuan Aslan pagi-pagi.


"Cie... yang udah nggak ketemu berhari-hari sekali ketemu langsung berantem cara kangen-Kangennanya begitu rupanya" ledek para senior yang melihat perang Dingin antara mereka dekat tangga ruang ganti.


Nina yang kesal akhirnya meninggalkan Aslan di bawah tangga dan berjalan dengan kesal menaiki tangga.


Aslan bingung kenapa Nina marah padanya, apa karena dia tidak suka saat Aslan mengganggunya berkenalan dengan cowo lain.


Dasar genit.

__ADS_1


batin Aslan kesal saat dia fikir Nina mau meladeni cowo lain berkenalan dengannya.


Hingga saat mereka bekerja pun Aslan tidak berkonsentrasi bekerja karena terus menatap ke arah Nina dan Zaed lah yang kelimpungan karena Aslan tidak memegang kerjaan sama sekali karena memang dirinya masih belum bisa bekerja tapi karena penasaran dengan Nina jadinya dia memaksakan kondisinya yang belum sehat benar.


Dan waktu terus berlalu hingga jam istirahat pun tiba, saat semua karyawan mengantri makan siang di dapur karyawan, saat Nina mencari tempat kosong setelah mengambil jatah makan siangnya tangannya di tarik oleh Aslan dan di bawanya duduk bersama nya.


Zaed dan Wiwid yang melihat itu hanya tersenyum dengan kelakuan Aslan yang biasa nya menggoda cewe-cewe seksi hari ini tidak terlihat sehingga Via yang biasa di ganggu olehnya meledek nya.


"Aih... Aslan hari ini kau tidak menggoda ku ternyata kau sudah menemukan pawangnya?"ledek Via.


" Hahaha hampir tiga minggu ngilang nggak tahunya ketemu pawangnya ya hehe"ledek senior yang lain.


Wajah Aslan nampak malas mendengar ocehan para seniornya di pabrik dan hampir meninggalkan kursinya, tapi Nina menahan tangannya.


"Makanlah jangan dengar kan mereka, mereka hanya bercanda kok jangan di ambil hati" ucap Nina lembut.


Aslan melihat gadis itu sudah tidak marah lagi dengannya akhirnya pun duduk kembali Zaed dan Wiwid yang biasanya ikut bergabung dengan mereka hari ini membiarkan mereka berdua saja menikmati makan siang hari ini.


"Ini kak" Nina memberikan telur rebus pada Aslan.


Aslan bingung kenapa Nina memberikan telur rebus milik nya padanya.


"Gue ada udah buat elu ajah" Aslan mengembalikan telur rebus itu pada Nina.


"Putih telur bagus untuk penyembuhan luka, aku tahu luka kaka belum sembuh benar karena tadi aku lihat kakak masih tidak bisa bekerja dengan baik" ucap Nina yang membuat Aslan terdiam.


Jadi dia merhatiin gue tadi diam-diam oh astaga...


Rasanya Aslan ingin terbang saat ini juga saat tahu kalau Nina memperhatikan nya diam-diam.


Aslan akhirnya menghabiskan makan sianganya dengan lahap, Zaed dan Wiwid hanya tersenyum melihat kebersamaan Aslan dan Nina yang seolah tak memperdulikan orang lain, laksana dunia hanya milik mereka berdua.


Selesai makan Nina pamit lebih dahulu pada Aslan.


"Eh mau kemana? " tanya Aslan.


"Ke mushola" jelas Nina.


"Ehmm.... bareng" Aslan mengukuti Nina ke mushola dan akhirnya dia pun ikut shalat dzuhur di mushola laki-laki. dan Nina shalat di mushola wanita.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2