My CEO Is Ketua Geng Motor

My CEO Is Ketua Geng Motor
Di Jambret


__ADS_3

Seminggu kemudian.


Perubahan diri Aslan benar-benar terjadi sejak malam itu, dia tak lagi banyak. bicara seperti biasa, wajahnya nampak datar dan tanpa ekspresi dan itu berdampak sangat buruk pada siapapun.


Aslan tak mudah percaya pada orang dia selalu bertanya secara detail bila ada meeting dengan staff divisi dan dia pun selalu meminta Zaed untuk memeriksa kebenaran berkas dan kebenaran tentang satu proyek yang akan di jalannya nanti, hingga Zaed yang akhirnya harus repot karena kelakuan bosnya ini.


Apa lagi Laura semakin hari semakin gencar mendekati nya tapi perasaannya saat ini tidak bisa berubah hatinya berubah menjadi beku setelah ditolak berkali-kali oleh Nina, hingga Laura sangat kesal dan marah dan meminta bantuan tuan Herald agar sesegera mungkin mengadakan pertunangan antara dirinya dan Aslan, tapi Tuan Herald tak menyetujui begitu saja meski dia sangat kenal dengan Laura, tuan Herald tetap meminta pendapat anaknya dan benar saja Aslan menolak mentah-mentah pertunangan ini, hingga membuat Laura naik pitam dan akhirnya menjalankan rencana yang sudah dia rencakan jauh-jauh hari.


Laura ingin mencelakai Nina karena dia tahu Nina lah penyebab Aslan menolak dirinya, padahal bukan itu juga itu semua karena Aslan sudah tidak ada simpati sama sekali pada Laura, dan di tambah lagi saat ini hatinya sudah membeku karena Nina hingga bisa jari bukan hanya Laura yang tidak bisa merebut hatinya Tapi kemungkinan wanita-wanita lain yang di luar sana pun akan merasakan hal yang sama.


Dan hari ini pun Nina yang sedang menunggu hasil tes untuk keluar negeri pun sedang gelisah karena dirinya sangat berharap ini semua berhasil dan saat pengumuman dintempel di mading kampus semua mahasiswa yang mengikuti seleksi pun berbondong-bondong melihat hasil pengumuman, berbagai raut wajah tergambar di beberapa mahasiswa karena mereka tidak lulus, hanya 10 orang yang lulus dari sekian banyak yang mendaftarkan dirinya untuk ikut seleksi.


Jantung Nina berdegup kencang saat dirinya berjalan perlahan ke arah mading dia bahkan sampai memejamkan matanya karena tidak berani melihat hasilnya.


"Bismillaahirrohmaanirrohiim" gumamnya dan dia pun membuka matanya perlahan dan dia lihat lah deretan nama-nama mahasiswa yang telah lulus dia mencari namanya dari urutan pertama hingga kesembilan tak menuliskan namanya tapi diurutan ke sepuluh tertelah nama Karinina Van Sander.


Sontak Nina langsung berteriak kegirangan karena dirinya lulus seleksi, dan tak lupa dia pun langsung bersujud syukur karena keberhasilan nya.


Nina langsung menelpon Wiwid dan memberitahu kalau dirinya lulus seleksi dan Wiwid pun senang mendengar nya, mendengar sahabatnya bisa mewujudkan cita-citanya.


"Selamat ya Nin... " Wiwid sampai menitikan air matanya karena terharu.


"Iya... Terima kasih ya doa dan dukungan elu selama ini sama gue" ucap Nina gembira.

__ADS_1


setelah itu sambungan telepon pun berakhir dan Nina mulai menyiapkan semua keperluan yang akan dia gunakan untuk keluar negeri semua dokumen dan juga paspor sudah di siapkan oleh pihak kampus, Nina hanya tinggal berangkat minggu depan bersama rombongan mahasiswa yang telah lulus seleksi.


Wiwid memberitahukan Zaed tentang kabar Nina yang lulus seleksi keluar negeri, dan Zaed hanya berpesan pada Wiwid agar tidak memberitahu Aslan hal ini karena mood Aslan sedang tidak baik bisa-bisa Wiwid kena imbasnya dan lebih parahnya Wiwid bisa di pecat hanya karena masalah ini.


Di sisi lain Laura yang sudah mengetahui kampus Nina sedang memantau gadis itu keluar dari kampusnya dia menyewa seseorang untuk mencelakai Nina hanya untuk membuat gadis itu cedera dan jera saja tidak lebih dari itu.


Dan tak lama orang yang di tunggu pun keluar dan Laura langsung memberikan aba-aba pada seorang pengendara motor untuk melancarkan aksinya, pengendara motor itu menjambret tas Nina tapi Nina tak mau melepaskan tasnya karena disana ada dokumen penting miliknya hingga akhirnya Nina terseret motor tersebut, Namun banyak orang yang membantu Nina untuk mengejar penjambret itu, dua orang pengendara motor mengejar penjambret itu Nina tersungkur di aspal dengan luka-luka di kakinya yang cukup parah karena terseret motor tadi.


Para penjambret berhasil di tangkap oleh kedua orang pemotor dan langsung di serbu oleh masa, Nina di bantu oleh orang-orang disekitar situ namun luka di kakinya cukup para hingga gadis itu tak bisa berdiri bahkan celana jeans berwarna biru muda itu saja sobek di bagian lutut dan berlumuran darah.


"Neng nggak bisa jalan kita kerumah sakit ya neng" ucap seorang Bapak-bapak yang menolong Nina.


"Iya neng kerumah sakit ajah kayanya luka neng ini parah" seorang ibu-ibu yang ikut menolong pun ikut memberikan saran.


Nina pun mengangguk menyetujui saran orang-orang disana dan beberapa orang membantu Nina membawanya ke rumah sakit terdekat dengan sebuah mobil angkot yang rela meminjamkan angkotnya untuk membantu Nina.


Beberapa orang membuatmu Nina untuk di baringkan di atas brakar seorang perawat membersihkan darah yang mengalir di lutut Nina sebelum seorang dokter memeriksanya, dan tak lama seorang dokter datang dan memeriksanya, di lihatnya bagian lutut yang cukup parah sang dokter langsung bertanya.


"Apa anda tidak bisa sama sekali berdiri dan merasakan sakit yang hebat di bagian ini? " tanya dokter.


Dan Nina yang menahan sakit pun hanya mengangguk saja.


"Sepertinya lutut anda cidera parah dan terjadi pemecahan di tulang lutut anda, nanti saya akan bawa anda ke ruang Endoskopi untuk melakukan rontgen pada kaki anda, untuk memastikan seberapa parah luka anda" jelas dokter tersebut.

__ADS_1


Mendengar itu Nina langsung menggeleng dan air matanya langsung luruh begitu saja.


"Jadi maksud anda saya tidak bisa berjalan lagi gitu dok? " ucap Nina lirih.


"Ya untuk sementara waktu anda tidak bisa berjalan dulu karena luka anda cukup parah" jelas dokter tersebut.


Nina menangis tersedu saat mendengar perkataan dokter, bukan masalah dia tidak bisa berjalan yang dia tangisi tapi, impiannya yang sudah di depan matanya harus pupus sudah bila dia tidak bisa pergi minggu depan karena dia harus mengalami cidera parah.


"Neng sabar... neng... sabar... " seorang ibu yang mengantarkan Nina mengelus-elus kepala Nina dengan penuh kasih sayang dan berusaha menenangkan nya.


Dokter meminta orang-orang yang membantu Nina untuk menghubungi kerabat Nina dan memberi tahu kondisi Nina saat ini.


orang-orang yang menolong Nina pun tidak tahu harus menghubungkan keluarga nya dimana, tapi supir angkot punya ide dia mencoba menghubungi nomor telepon yang terakhir di hubungi Nina lewat ponselnya dan itu di setujui oleh semua orang yang membawa Nina kerumah sakit ini.


Nomor Wiwid yang terakhir di hubungi Nina, supir angkot itu memberitahukan Wiwid tentang kecelakaan yang menimpa Nina.


Wiwid yang mendengar hal buruk menimpa sahabatnya langsung terkejut dia langsung berlari ke arah luar bagian produksi untuk menelpon Zaed Wiwid memberitahukan Zaed kalau Nina mengalami kecelakaan dan hingga lutut nya pecah.


Zaed yang panik langsung berlari keruangan Aslan untuk memberi tahu kan keadaan Nina.


Mendengar itu Aslan langsung panik dan menuju rumah sakit yang merawat Nina saat ini dan langsung berencana memindahkan Nina kerumah sakit milik keluarganya.


Di sisi lain ada seseorang yang tersenyum. lebar saat mendengar kondisi Nina saat ini.

__ADS_1


"Maaf Nina ku buat kau cacat, dengan begini aku yakin Aslan pun tak mau lagi dengan mu" gumam Laura yang ikut menyelinap di antar orang-orang yang mengantar Nina kerumah sakit.


Bersambung.


__ADS_2