
Di sisi lain.
Di sebuah ruang rawat VVIP terdapat dua orang gadis yang saling bercerita tentang permasalahan satu dengan yang lainnya.
Saat sedang asik bercerita, Tiba-tiba ada seseorang orang yang masuk ke ruangan tersebut itu adalah Ujang dia membawa baju ganti pasien dan juga batal baru dan selimut baru untuk diganti.
"Maaf Nona ini pakaian ganti anda dan ini bantal dan selimut yang baru" ucap Ujang dengan sopan.
Ujang melihat ke arah Wiwid yang sedang duduk di sisi brankar Nina, dia tersenyum sopan dan di balas dengan sopan juga oleh Wiwid.
Nina melihat ada sesuatu yang berbeda dari sahabatnya ini, karena tak biasa nya Wiwid berubah jadi pendiam saat berhadapan dengan orang asing.
"Ehm... " Nina berdehem dan membuyarkan lamunan keduanya.
Wiwid langsung memalingkan wajahnya ke arah Nina dan Ujang langsung permisi keluar dari ruangan tersebut.
Ternyata ini toh pacarnya tuan muda.
Batin Ujang.
Ujang pun meninggalkan ruangan tersebut dan menuju ruangan lain untuk mengganti sprei dan sarung batal yang sudah kotor.
Sementara Nina melihat ke arah sahabatnya dia tersenyum pada Wiwid, Wiwid yang melihat senyuman aneh di wajah Nina langsung salah tingkah.
"Elu kenapa sih ngeliatin nya kaya begitu? " tanya Wiwid malu-malu.
"Hihi elu kenal sama cowo barusan? " tanya Nina to the point.
"Sedikit" jawab Wiwid singkat.
"Elu suka dia? " tanya Nina lagi.
"Apaan sih nggak, gue cuma pernah ketemu sama dia dua kali doang di sini" jelas Wiwid.
__ADS_1
"Cie.... Wiwid cerita nya sedang jatuh cinta nih ye... " ledek Nina hingga membuat Wiwid semakin malu.
"Ish apaan sih Nin... nggak gitu juga kali" elak Wiwid.
"Elu nggak bisa bohong sama gue, kelakuan elu aneh soalnya pas dia masuk tadi hihi" Nina terus mencecar Wiwid, hingga Wiwid mati kutu.
Sementara itu di ruangan seorang CEO muda sedang mempersiapkan bahan dan materi yang akan di bahas untuk project pertama nya setelah menjadi seorang CEO.
Zaed pun membatu bosnya untuk menyiapkan semuanya hingga nanti saat meeting tiba dengan klien semuanya bisa berjalan lancar.
Setelah di rasa semuanya sudah oke, Aslan dan Zaed pun berangkat ke tempat di adakan Meeting, supir sudah menunggu mereka berdua di pintu masuk kantor dan mereka berdua pun langsung masuk kedalam mobil saat supir sudah membukakan pintu untuk mereka berdua.
Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang menembus keramaian kota pagi ini yang terlihat masih padat.
Aslan terdiam dan hanya melihat ke arah luar jendela nyan melihat pemandangan kota yang padat dengan banyaknya kendaraan, yang berlalu lalang, selain itu Aslan juga memperhatikan pepohonan yang besar menghiasi bahu jalan kota ini, dan ada juga gedung-gedung bertingkat lainnya yang. digunakan sebagai kantor dan juga sebagai apartemen di kota ini, sungguh kota yang sangat padat dengan segala keadaanya.
Kendaraan yang padat dan juga gedung-gedung yang besar itu pun ikut memadati kota ini.
Zaed pun tak menghiraukan apa yang difikirkan dan dilihat oleh bosnya ini, dia masih memeriksa dokumen untuk meetinh dengan klien dia tak mau ada kesalahan di project pertama nya.
Aslan dan Zaed pun turun dari dalam mobil dan berjalan melewati loby hotel dan langsung berjalan ke arah resto yang telah mereka pesan sebelum nya.
Saat mereka tiba klien mereka belum tiba, hingga mereka memutuskan untuk menunggu, klien mereka sambil memesan beberapa hidangan untuk menjamu klien mereka nantinya.
Dan tak lama orang yang di tunggu pun datang, tuan Viral dan asistennya berjalan mendekati meja mereka berdua, Aslan berdiri dari posisi duduknya dan menyambut tuan Viral mereka pun berjabat tangan sebelum akhirnya mereka duduk di kursi masing-masing.
Dan meeting pun dimulai.
Sementara itu tim penyidik yang sedang menyelidiki kasus Nina, menemukan titik terang, dia berhasil menemukan pemilik mobil dengan nomor plat yang tertera di CCTV rumah sakit, penyidik pun langsung menyergap sebuah apartemen yang di duga memang pemilik dari mobil tersebut.
Para penyidik pun meneken bel sebuah unit apartemen mewah, dan tak lama keluar lah seorang pria dari balik pintu tersebut dan tanpa banyak tanya tim penyidik langsung menyergap dan menangkap pria tersebut.
Pria tersebut pun terkejut dengan tamunya yang tiba-tiba datang dan menyergap nya dan langsung memasangkan borgol di tangannya.
__ADS_1
"Ada apa ini kenapa saya tiba-tiba di borgol seperti ini?! " berontak pria tersebut.
"Tuan Giovano anda kami tahan atas tuduhan percobaan pembunuhan di sebuah rumah sakit swasta" ucap seorang penyidik.
"Pembunuhan? apa-apan itu tuduhan tak berbakti" jerit Gio.
"Anda bisa menjelaskan nya nanti di kantor polisi" ucap penyidik tegas.
"Siapa yang ingin saya bunuh hah, jangan asal tuduh seperti ini dong?! " Gio terus berontak.
"Anda pemilik mobil sedan hitam dengan plat nomor ini kan? " penyidik menunjukkan sebuah gambar pada Gio.
"Iya itu mobil saya tapi kemarin sore saya kehilangan mobil saya saat di parkiran sebuah restoran" jelas Gio.
"Saya pun sudah melaporkan tentang kehilangan ini pada pihak berwajib" jelas Gio.
"Baik sebaiknya anda jelaskan semuanya di kantor polisi nanti, bila memang anda tidak terbukti bersalah maka kami akan membebaskan anda" jelas penyidik.
Dan akhirnya Gio pun mengikuti langkah penyidik dan hanya bisa pasrah untuk di interogasi oleh pihak berwajib.
Kembali ke sebuah ruang rawat VVIP, Nina masih menggoda Wiwid sahabatnya, dia senang karena Wiwid bisa menemukan tambatsn hatinya meski masih belum pasti.
Wiwid dengan malu-malu akhirnya bercerita tentang bagaimana cara pertemuan pertama nya dengan Ujang di lorong rumah sakit ini, dan itu spontan mengundang tawa Nina karena cerita Wiwid begitu lucu untuk di dengar, bagaiman tidak Wiwid mengatakan kalau Aslan itu hantu, dan Ujang percaya saja dengan polosnya, dan kemarin adalah pertemuan kedua mereka dan mereka berdua sempat mengobrol sedikit, tentang Aslan dan juga Nina yang kembali di rawat disini.
"Jadi ini kesempatan elu dong ya Wid... untuk lebih dekat sama di Ujang hihi" ledek Nina kembali.
"Nggak tahu deh, kali ajah dia udah punya cewe" Wiwid pesimis.
"Kalo belum gimana elu mau sama dia hihi? " tanya Nina.
Wiwid bukannya menjawab malah terdiam saja, hingga tak lama ada seorang petugas dapur yang masuk keruangan tersebut untuk mengambil piring dan peralatan makan di ruangan tersebut.
Nina dan Wiwid pun mempersilahkan sangat penyaji itu untuk mengambil piring yang sudah kosong itu yang tadi pagi berisi sarapan pagi khusus untuk Nina.
__ADS_1
Bersambung.