My CEO Is Ketua Geng Motor

My CEO Is Ketua Geng Motor
Keributan di Alun-alun


__ADS_3

Aslan menatap tajam pada Laura dia tak ingin wanita masa lalunya ini menyakiti Nina.


Aslan mendekat pada Laura dan Laura tersenyum penuh kemenangan saat Aslan mendekati nya dia fikir begitu mudahnya memancing Aslan.


Tapi Aslan mendekat padanya hanya untuk memperingati Laura untuk jangan mengusik Nina.


"Jangan elu berani ganggu dia, kalau elu berani ganggu dia bahkan seujung kukunya patah karena elu, elu tahu sendiri akibatnya" ancam Aslan dengan tatapan sinis.


"Aku nggak takut Aslan" ucap Laura santai.


Sifat Laura yang pemberani itulah yang di sukai oleh Aslan dulu tapi dia tak menyangka karena keberanian nya juga Laura juga berani menduakannya dengan yang lain.


"Aslan... Laura... " sapa Kak Vena saat melihat keduanya bersetru dia berusaha menenangkan keduanya.


Aslan dan Laura pun menoleh ke arah Kak Vena tapi Aslan langsung berlalu dari mereka bersama Alice dia benar-benar tidak suka dengan kehadiran Laura dirumah ini, hingga dia lebih baik keluar rumah bersama sepupu terbaik nya, seseorang yang paling mengerti dirinya lebih dari siapa pun juga.


Alice dan Aslan berjalan ke arah mobil dan masuk kedalam mobil.


"Cepet jalan Lice" pinta Aslan dan Alice. pun langsung menyalakan mesin dan menginjak. gas dan mobil pun berjalan.


Entah kemana tujuan mereka saat ini yang jelas Alice hanya membawa Aslan keluar dari rumah untuk menghindari Laura.


"Mau kemana kita? " tanya Alice.


"Ke alun-alun kota ajah deh yang penting kita keluar ajah dari rumah" ucap Aslan malas.


"Oke" Alice langsung memacu mobilnya menuju alun-alun kota.


Dan sempainya disana mereka pun memarkirkan mobil mereka di parkiran dan berjalan-jalan menikmati suasana alun-alun kota yang penuh dengan hiburan dan juga penjual kaki lima, bahkan ada beberapa stand permainan dan juga stand-stand accessories juga ada disana.


Aslan dan Alice duduk di bangku di pinggir taman alun-alun kota, Alice meningalkan Aslan sendirian untuk membeli minuman dan cemilan.


Aslan melamun di kursi tersebut sendirian, tapi lamunannya buyar ketika mendengar seorang yang berteriak karena kegirangan.


"Aaaa..... " jerit suara seorang gadis terdengar melengking hingga membangunkan lamuan Aslan.


"Siapa sih heboh banget" Aslan celingukan mencari asal suara teriakan tersebut.


Dan matanya tiba-tiba fokus melihat ke sebuah Stand permainan yang ada di seberangnya, Stand permainan bola keranjang.


Tiba-tiba seulas senyum terlukis di wajah Aslan ketika melihat siapa orang yang berteriak kegirangan itu bahkan saat ini gadis itu sedang berjingkrak kegirangan dan mengangkat sebuah boneka beruang besar berwarna Pink.


"Astaghfirullah ku fikir siapa, dan apa yang membuat nya sesenang itu ternyata hihi" Aslan tertawa kecil.


"Nih... elu kenapa ketawa sendirian? " tanya Alice yang memberikan segelas milk shake pada Aslan.


"Tuh" Aslan menunjuk dengan dagunya dan senyum masih menghiasi wajah tampan itu.

__ADS_1


Alice pun melihat ke arah yang ditunjuk Aslan dia pun ikut tersenyum saat melihat seorang gadis yang nampak semangat sekali di seberang sana.


"Kita coba sekali lagi ya... " ucap gadis itu pada temannya.


"Aduh... Nina.... udah dong kasian abangnya hadiahnya habis sama elu doang" keluh Wiwid yang di tangannya memegang begitu banyak barang hadiah dari pertarungan bola.


"Ayo kita kesana" Alice menarik tangan Aslan tapi Aslan tak mau ikut dengan Alice.


Alice bingung dan menatap Aslan dengan wajah seolah bertanya kenapa.


Aslan hanya menggeleng saja.


"Ayolah katanya elu cinta sama dia" Ajak. Alice.


"Tapi dia nggak cinta sama gue" Jawab Aslan lemas.


"Hah kok bisa?! ada gituh cewe yang nggak suka sama elu? " Alice tak percaya.


"Ya itu buktinya ada" Aslan jadi sewot.


"Hahaha astagfirullah kayanya gue beneran ngedukung Nina nih sebab cuma dia yang nolak elu, eh jangan-jangan malam ini elu bad mood karena di tolak sama dia gitu? " tanya Alice.


"Diam lu" Aslan sewot.


Alice malah terbahak saat melihat wajah kesal Aslan.


"Oke... oke gue diam tapi gue mau gabung sama mereka, elu kalo nggak mau ikut terserah,saksikan saja kami disini dan jangan marah bila kami dapat kenalan cowo-cowo keren yang ada di sini" ledek Alice.


"Mana ada cowo keren di tempat kaya begini ngaco lu" Aslan kesal dan membiarkan Alice menghampiri Nina dan Wiwid sementara Aslan tetap di tempat semula melihat mereka dari jauh saja.


Sebenarnya Aslan ingin menghampiri juga mereka yang ada disana tapi, dia masih kesal. dengan Nina karena kejadian tadi sore hingga dirinya jadi malas untuk bertemu dengannya saat ini, baginya melihat kebahagiaan di wajah wanita yang di cintainya itu sudah cukup.


"Hai... boleh gabung? " sapa Alice saat mendekat pada mereka berdua.


"Eh... dokter Alice" Nina terkejut saat melihat kehadiran Alice disana.


"Dokter sendirian? " tanya Nina.


"Tidak aku bersama tuh" Alice menggeser tubuh nya agar Nina bisa melihat Aslan yang ada di seberang jalan.


Pandangan Aslan dan Nina bertemu tapi itu hanya beberapa detik. saja karena Aslan langsung memalingkan wajahnya ke arah lain.


"Dasar Alice reseh pake kasih tahu ada gue di sini lagi" gumam Aslan saat memalingkan wajahnya ke arah lain.


kak Aslan... dia tampan sekali sih meski pakai kaos sederhana begitu dan hanya memakai celana pendek saja.Astaghfirullah Nina ingat Nina... kalian itu berbeda status sosial lupakan dan jangan ada rasa lebih melebih kekaguman saja.


Batin Nina.

__ADS_1


"Sepertinya seru juga aku boleh ikut bermain dengan kalian? " tanya Alice.


"Boleh kok" jawab Nina dan Wiwid berbarengan.


Dan mereka pun akhirnya berjalan dan menghampiri stand permainan yang lain keseruan yang mereka lakukan jadi membawa tawa di wajah ketiganya tapi hanya satu saja yang di perhatikan Aslan, rasa kesal yang sedang dia rasakan saat ini seolah terlupakan saat melihat senyum merekah bak bunga bermekaran di taman.


Tapi senyum itu tiba-tiba hilang ketika ada beberapa brandal yang mendekati mereka dan mengganggu mereka, mereka pun tak tinggal diam dan berusaha melawan mereka, Aslan yang melihat orang-orang terdekat dan gadis yang di cintainya di ganggu akhirnya bangkit dari kursi dan berjalan menghampiri mereka.


"Hentikan jangan ganggu mereka" tegur Aslan pada ketiga berandalan.


"Wouh... ada pahlawan di sini rupanya" ucap salah satu brandal.


"Mereka kawan gue jangan ganggu mereka kalau elu semua nggak mau menyesal" ucap Aslan dingin.


"Dan lu fikir kita takut hanya dengan ancaman kaya begitu? " ucap brandal itu sinis.


"Heuh... dasar tikus got" Aslan meremehkan mereka hingga mereka tak Terima dan akhirnya mengajak mereka berkelahi.


Alice, Nina dan Wiwid jadi panik karena Aslan di keroyok oleh tiga orang.


Dan entah kenapa Nina tak bisa diam saja dia pun membantu Aslan dengan memukul salah satu brandalan dengan sendal yang dia gunakan.


"Astaga cantik.... hehe tak ada senjata lain kah yang bisa kamu gunakan hingga memakai sandal mu untuk memukul ku? " ucap Brandal yang di pukul Nina dengan nada meledek.


Nina yang terlihat ketakutan tapi mencoba berani itu melangkah mundur karena si brandal itu berjalan mendekati nya.


Saat Brandal itu ingin menyentuh Nina Aslan semakin naik pitam hingga dia langsung menghajar dua brandal yang lain dengan sekuat tenaga dan membuat mereka terjatuh karena Aslan langsung menyerang mereka berdua di area vital mereka.


"Jangan sentuh pacar gue sialan" teriak Aslan.


Hingga membuat orang-orang yang menyaksikan perkelahian itu menoleh ke arahnya dan akhirnya ikut menolong Aslan dan Nina.


Nina tertegun saat mendengar Aslan kesekian kalinya menyebutkan dirinya pacarnya.


Benarkah dia mencintai ku.


Batin Nina.


Aslan mendekat pada Nina dan memegang pipi nya menghawatirkan Nina padahal Nina sama sekali tidak apa-apa karena brandal tersebut sama sekali tidak menyentuh Nina.


"Kau tidak apa-apa? " tanya Aslan cemas dia membelai lembut pipi Nina.


Tapi Nina hanya terdiam saja melihat perlakuan lembut Aslan padanya.


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang melihat kedekatan mereka dengan kemarahan.


"Dasar bodoh tak ada yang bisa merebut Aslan dari ku" geram Laura yang melihat mereka dari dalam mobil nya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2