
Visko masih berada di kamarnya hingga sore hari, dia sama sekali tidak keluar, bahkan meskipun Mommy Selena tadi sudah menyiapkan untuk makan siangnya, Nyatanya Visko sama sekali tak meninggalkan kamarnya.
Sampai akhirnya mobil yang dikendarai Vlavia dengan Mang Dani sudah sampai di depan rumah.
Vlavia turun dari mobil, sangat terlihat dari wajahnya jika Vlavia begitu lelah.
" Mang.. Makasih ya.." Ucap Vlavia kepada Mang Dani.
" Udah jadi kewajiban saya dong Non.." Jawab Mang Dani membuat Vlavia tersenyum.
" Masuk dulu ya Mang..." Pamit Vlavia kepada Mang Dani, yang di angguki oleh Mang Dani dengan senyum ramahnya.
Vlavia seperti melihat mobil mewah yang cukup dikenalinya, akh... Dia baru sadar jika iti adalah mobil Visko.
Lalu apa Visko sekarang berada di rumah..??? Pikir Vlavia.
Dengan segera Vlavia masuk kedalam rumah, menemui Mommy Selena yang sedang sibuk membantu para pelayan menyiapkan makan malam untuk nanti.
" Mom... " Sapa Vlavia kepada Mommynya.
" Vi... Udah pulang..?" Tanya Mommy Selena yang diangguki oleh Vlavia.
" Ya udah sana istirahat dan bersih bersih dulu.. Nanti Mommy panggiling buat makan malam.." Suruh Mommy Selena yang lagi lagi dijawab Vlavia dengan menganggukan kepala juga tersenyum manisnya.
Sebenarnya Mommy Selena tau, jika terjadi sesuatu dengan Vlavia, sangat terlihat jelas dari wajah Vlavia, tapi sekarang belum saatnya untu bertanya akan hal itu.
Dengan langkah gontai, Vlavia menaiki anak tangga untuk menuju ke atas, saat melewati pintu kamar Visko, dia sedikit memelankan langkah kakinya, bahkan terasa seperti ada sesuatu yang berbeda.
Vlavia tau jika Kakak tampannya itu berada di dalam, tapi ada apa dengan dirinya..? Mengetahui Visko berada di sana saja sudah bereaksi seperti ini.
Ini sungguh aneh menurut Vlavia, seperti ada maghnet yang membuatnya ingin sekali melihat laki laki tampan yang menjadi idola semua wanita di kampusnya.
Vlavia memejamkan matanya, dia mengepalkan tangannya, lalu menggeleng, mengingat apa yang terjadi tadi di kampus.
Vlavia kesal jika mengingat hal itu, Hufh... Vlavia membuang nafas panjangnya, lalu melangkah menuju kamarnya.
Vlavia membaringkan tubuhnya di dalam ranjang kamarnya, menatap langit langit kamarnya, kembali dia mengingat apa yang di katakan oleh Marisa tadi.
Dengan bangganya Marisa mengatakan kepada mahasiswi lain jika Visko menciumnya , dan itu Visko yang ingin sendiri.
Membuat Marisa banyak mendapat pujian dari yang lain.
Lagi lagi Vlavia memejamkan matanya.
Sedikit ada linangan air mata di pelupuk matanya, Vlavia bukan kesal karena Visko mencium Marisa.
__ADS_1
Tapi Vlavia kesal dengan dirinya sendiri, Vlavia benci karena harus merasakan perasaan yang aneh terhadap Visko, cowok tampan yang ternyata Kakak tirinya.
Meskipun mereka tak sedarah, tapi perasaan itu begitu salah untuk Vlavia, Vlavia tidak ingin terjerat cinta yang akan membuatnya menyesalinya nanti.
" Gue nggak boleh kayak gini terus.." Gumam Vlavia sambil menepuk nepuk dadanya untuk menenangkan hatinya.
Vlavia bangkit dari ranjangnya, dia segera menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Ntah apa yang akan terjadi nanti ketika bertemu dengan Visko, untuk saat ini Vlavia tidak ingin memikirkannya.
Vlavia ingin membuang jauh jauh Visko dari pikirannya, juga dari hatinya, karena tanpa dia sadari Visko mulai menempati hatinya, meskipun baru permulaan tapi itu sungguh mengganggu Vlavia.
Setelah selesai mandi, Vlavia masih berdiam diri di dalam kamar, bahkan karena mengetahui Visko berada di rumah, rasanya dia enggan untuk keluar, untuk menemui lelaki tampan yang telah membuatnya sedikit gundah.
Meskipun niatnya ingin membuang jauh seorang Visko, tapi nyatanya dia belum sepenuhnya siap.
Sampai akhirnya pintu kamarnya diketuk, Vlavia langsung menyuruh untuk masuk, tentu saja karena Vlavia mengira jika yang mengetuk pintu adalah Mommynya.
" Iya Mom.. Masuk aja.." Teriak Vlavia yang langsung membuat seseorang membuka pintunya.
Vlavia terkejut karena ternyata bukanlah Mommynya melainkan Kakak tampan yang sangat ingin dia hindari saat ini.
Sampai akhirnya Visko benar benar masuk, dan lebih mengejutkan lagi, Visko mengunci kamar Vlavia.
Untuk apa Kak Visko kesini..??
Apakah Visko benar benar akan melampiaskan marahnya kepada Vlavia..?? Menyakiti Vlavia karena sudah membiarkan Mommynya menikah dengan Daddynya..??
Banyak sekali pertanyaan pada diri Vlavia.
Sampai tidak dia sadari Visko sudah berada di depannya, manatapnya dengan tatapan yang sangat sulit di baca.
Mata Visko yang indah dan tatapannya yang tajam membuat Vlavia tidak bisa berkata, bahkan bergerak saja rasanya sangat sulit.
Vlavia mulai merasakan angin yang berhembus, meskipun tidak ada angin sama sekali di kamarnya.
Apa apaan ini..?? Kenapa saja Vlavia selalu merasakan ini jika ada Visko.
Visko semakin mendekat, kali ini ada rasa takut yang Vlavia rasakan, terlebih sorot mata Visko yang berubah menjadi rubah yang seperti ingin menerkam mangsanya.
" Ka...Kak.." Ucap Vlavia dengan gugup.
Visko tersenyum miring tanpa menjawab, membuat Vlavia benar benar takut sekarang, Vlavia takut apa yang dikatakan oleh Om Albert benar terjadi.
Harus apa dia sekarang..??
__ADS_1
Cupp...
Tiba tiba Visko mencium bibir Vlavia begitu saja, bahkan sampai membuat Vlavia membelalakan matanya karena terkejut.
Ini pertama kali untuknya.., Ciuman pertamanya telah di ambil oleh Kakaknya..?? Apa apaan ini..??
Bahkan bibir Visko masih menempel pada bibirnya, Vlavia tidak terima ini, Visko telah melecehkannya.
Tapi kenapa dia juga tidak berusaha berontak, meskipun Vlavia terkejut tapi dia begitu menikmatinya.
Sebaliknya dengan Visko yang tau jika Vlavia hanya terdiam, dia semakin melancarkan aksinya untuk menikmati bibir Vlavia yang selama ini terus menggodanya.
Bahkan Visko kini mulai melum*t dan berusaha masuk ke dalam mulut Vlavia, untuk bisa menjelajah lidah Vlavia.
Mereka sama sama memejamkan matanya menikmati apa yang sedang mereka lakukan, bahkan Visko sampai menggigit bibir Vlavia.
Merasa perbuatan Visko semakin jauh, Vlavia tersadar jika ini tidak boleh terjadi, ini memalukan, dan Visko bukan kekasihnya melainkan Kakaknya.
Dengan cepat Vlavia memukul pundak Visko untuk menghentikan perbuatannya.
Visko yang tau jika Vlavia mulai memberontak akhirnya melepaskan pagut*nnya.
Menatap Vlavia tanpa kata, lalu meninggalkan nya begitu saja, sedangkan Vlavia mulai menangis, dia tau apa yang Visko lakukan untuk membalas rasa sakitnya karena pernikahan orang tua mereka.
Dan bodohnya karena perasaan yang Vlavia miliki terhadap Visko membuatnya tidak bisa menolak tadi.
Sedangkan Visko masuk ke dalam kamarnya, dia tersenyum miring, Visko tau jika Vlavia menyukainya, itu akan semakin menarik untuk Visko.
Tak lama pintu kamarnya terbuka, ternyata Daddynya yang sudah pulang dari kantornya, dia menghampiri Visko yang sedang menatapnya jengah.
Om Albert duduk di sebalah Visko, dia menatap Visko sekilas, lalu menghela nafas panjangnya.
" Kamu boleh benci sama Dad.. Tapi tolong jangan Vlavia dan juga Mommynya, mereka tidak tau apa apa dengan masalah kita.." Ucap Om Albert kepada Visko.
" Daddy tidak perlu berkata seperti itu.. Aku sudah besar.. Aku tau apa yang harus aku lakukan.." Jawab Visko, membuat Om Albert lagi lagi menghela nafas panjangnya.
Anaknya ini memanglah sangat keras kepala, Om Albert menepuk pundak Visko.
" Sebaiknya turun.. Makan malamlah bersama.." Ucap Om Albert yang tak mendapat jawaban dari Visko.
Setelah Om Albert keluar, Visko dengan amarahnya melempar benda yang berada di dekatnya.
Dia kesal, dia belum bisa memaafkan Daddynya yang dia fikir membuat Mommynya dulu meninggal, padahal itu hanya salah paham saja.
Visko yang sampai sekarang belum bisa berdamai dengan kejadian dulu, dimana dia harus ditinggalkan oleh Mommynya untuk selamanya.
__ADS_1
Jangan Lupa buat Like, Comment dan Vote ya Gaes.. 😘😘