My Naughty Brother

My Naughty Brother
Visko Tepar


__ADS_3

Setelah makan malam yang menurut Visko sangat memuakan, Dia kembali ke apartemennya untuk mengantarkan Vlavia. Setelah itu dia berniat untuk menemui kedua sahabat bastard nya di klub malam.


Tapi sebelum itu, Visko menatap Vlavia yang kini tepat berada di depannya, Visko meraba pipi Vlavia sembari tersenyum miring.


" Lo nggak suka bukan sama Kristan?." Tanya Visko yang membuat Vlavia beku, dia bingung harus menjawab apa, tidak mungkin untuk mengatakan iya, tapi apa yang Visko katakan memang benar adanya.


" Gue pergi dulu, Lo tidur." Sambung Visko pergi begitu saja.


Visko sangat menyayangkan Vlavia yang tidak mengatakan iya, karena dia butuh pengakuan dari Vlavia jika dia tidak menyukai Kristan, itu semua untuk kekuatan Visko agar bisa membatalkan rencana perjodohan Orang Tuanya dengan Orang Tua Kristan.


Vlavia tidak bergeming, dia menatap kepergian Visko yang ntah kenapa membuat dadanya sesak, jujur saja dia sangat ingin mengatakan iya, tapi kenapa rasanya begitu sulit.


Mobil Visko berhenti tepat di depan pintu masuk klub malam yang biasa mereka kunjungi. Sebelumnya dia memberikan kunci mobilnya untuk di pindahkan ke ruang parkir VIP di klub malam tersebut.


Melihat kedatangan Visko di klub malam itu membuat semua wanita yang berada di sana menjerit. Bahkan ada yang langsung memperagakan seperti orang yang mencium.


Pasalnya Visko sudah cukup lama tidak datang ke klub malam itu. Si bast*rd yang sangat pemilih wanita itu sangat di gilai oleh banyak wanita-wanita nakal di klub malam itu. Sampai sekarang belum ada yang bisa membuat seorang Visko jatuh kepelukannya meskipun hanya satu malam saja.


Visko masuk ke ruang VIP. Dimana kedua sahabatnya sudah menunggunya dengan beberapa wanita bayaran mereka. Bahkan Dendry dan Harry juga sudah menyewa wanita cantik dan sexy untuk Visko, tapi seperti biasa Visko akan menolaknya, dia pergi ke klub malam itu sekedar untuk minum-minum saja.


Harry yang sudah selesai dengan pertempurannya dengan wanita bayarannya duduk di depan Visko, dia menyuruh wanita itu untuk pergi, karena masih banyak wanita bayarannya yang belum di pakai.


" Lo kenapa lagi sih Vi? Di tinggal kawin sama cewek misterius yang ada di Apartemen Lo?." Tanya Harry begitu menohok.


Visko menatap Harry kesal, memang benar apa yang di katakan oleh sahabatnya itu, meskipun belum terjadi tapi Visko memang akan di tinggal Vlavia nikah dengan si Kristan.


" Gue heran nggak biasanya Lo segalau gini karena cewek, siapa sih dia? Gue liat postingan Lo." Jelas Dendry membuat Visko tersenyum miring.


Visko memilih untuk meminum dari pada menjawab pertanyaan mereka, Visko benar-benar sedang kalut karena rencana konyol Daddy nya yang akan menikahkan Vlavia.

__ADS_1


Tidak tahu apa Daddy nya kalau anak tampannya ini menaruh hati kepada Vlavia? Meskipun mereka sekarang saudara tapi jika bukan sedarah bukankah bisa mereka untuk menikah?


2 botol kini sudah langsung habis hanya dalam satu menit tegukan, Dendry dan Harry menggeleng tidak percaya, biasanya kalau Visko meminum seperti orang kesurupan seperti sekarang ini, dia sedang ada dalam masalah. Tapi masalah apa mereka tidak tahu, karena sejak Daddy nya menikah Visko tidak begitu banyak cerita tentang kehidupannya.


Yang Dendry dan Harry tahu, Visko semakin tidak mendapatkan kasih sayang dari Daddy nya.


" Tunjukan rayuan mautmu." Suruh Harry kepada salah satu wanita bayarannya.


Wanita itu mengangguk sembari tersenyum, dia akan dengan senang hati memuaskan seorang Visko, meskipun nantinya tidak di bayar sekalipun Dia akan dengan suka rela memberikan service terbaiknya untuk Visko.


" kamu sangat tampan baby." Bisik wanita itu seraya merangkul Visko.


Wanita itu mencoba untuk mencium leher Visko, tapi dengan segera Visko menjauhkan badannya dari dirinya.


" Pergi Lo wanita gila." Suruh Visko dengan mengatakan jika wanita itu gila.


Wanita itu sedikit kesal di katakan oleh Visko gila, tapi dia segera pergi dan keluar dari ruangan itu. Sebelumnya dia melirik ke ara Harry yang sedang tertawa karena tingkah Visko.


" Jangan galak-galak Lo Vis, lihat dia sekarang pergi, bukankah dia wanita yang sangat cantik untuk menemani Lo malam ini?." Tanya Harry membuat Visko tertawa.


" Gue lebih suka gadis pemalu tapi selalu menikmati sentuhan Gue" Gumam Visko kembali meneguk meinumannya.


Visko sudah mulai mabuk, karena kini sudah banyak sekali botol yang kosong di depannya. Sedangkan Dendry dan Harry saling pandang, mereka tahu Visko benar-benar sudah jatuh cinta dengan gadis itu, tapi siapa dia itu masih menjadi tanda tanya besar untuk mereka.


Pukul 12 malam. Visko sudah terkapar dia sudah mabuk berat, bahkan tidak bisa lagi untuk berdiri. Dendry dan Harry sudah selesai dengan pertempurannya malam ini.


Mereka melirik Visko yang terlihat menyedihkan, selalu terkapar tanpa menikmati wanita terlebih dahulu.


" Lihat dia begitu menyedihkan." Ucap Harry kepada Dendry.

__ADS_1


" Sudah diam ayo kita bawa pulang ke Apartemennya." Ajak Dendry yang langsung di angguki oleh Harry.


Mereka mengangkat Visko membawanya ke mobil Harry, sedangkan mobil Visko, tadi Dendry sudah menyuruh pelayan klub untuk membawanya ke Apartemen Visko.


Dendry ada maksud tertentu memang mengantarkan Visko ke Apartemennya. Dia ingin melihat gadis yang sudah membuat sahabatnya sangat kacau. Apa lagi Dendry dengar tadi ketika Visko mengatakan jika dia hanya menyentuh gadis itu tanpa merasakan menikmatannya.


" Dasar bod*h Lo Vis, kalau suka langsung bobol saja, itu akan membuat Lo lebih lega." Gumam Harry sembari menyetir.


Dendry tertawa mendengar celotehan Harry yang begitu ambigu, memangnya apa yang harus di bobol? Gawang lawankah? Memikirkan itu membuat Dendry menggelengkan kepalanya seraya memukul pelan lengan Harry.


" Kita lihat seperti apa gadis itu." Jawab Dendry membuat Harry mengangguk setuju.


Harry mempercepat laju mobilnya. Dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan gadis yany sudah membuat Visko galau seperti orang bod*h.


Meskipun dia menyetir tengah malam, tapi jika sudah tersalurkan vitaminnya Harry akan merasa lebih fit dan tidak merasa ngantuk sama sekali.


Dan kini sampailah mereka di Apartemen Visko. Dengan segera mereka meminta penjaga Apartemen untuk ikut membantu mengangkat Visko. Meskipun mereka ke atas menggunakan lift. Tetapi jika sampai lantai atas tetap saja mereka akan kesusahan.


Dendry dan Harry saling pandang setelah sampai di depan pintu Apartemen Visko. Mereka sama-sama tersenyum miring.


Setelah membuka pintu Apartemen Visko. Mereka segera masuk ke dalam. Terlihat sangat sunyi bahkan seperti tidak berpenghuni. Mereka jadi merasa tidak yakin sendiri jika gadis itu masih tinggal di Apartemen sahabatnya yang masih teler itu.


" Apa Visko mabuk karena dia udah pergi ya Dend?." Tanya Harry yang di jawab Dendry dengan mengangkat bahunya.


Mereka segera membawa Visko ke kamarnya. Mmebaringkan Visko di atas ranjangnya. Setelah itu penjaga Apartemen yang membantu mereka pamit untuk pergi.


" Sial Gue lupa nggak tanya aja sama tuh orang." Ucap Harry melihat kepergian penjaga apartemen.


" Sudahlah kita bisa tanyakan besok." Jawab Dendry yang di angguki oleh Harry.

__ADS_1


Mereka berganti baju dan mandi terlebih dahulu. Setelah itu mereka ikut berbaring di sebelah ranjang Visko.


Beruntung malam ini baik Harry ataupun Dendry melupakan kamar satunya yang berada di Apartemen Visko. Tapi jika besok pagi dengan adanya mereka dan Vlavia yang berada di Apartemen Visko. Tidak tahu apa yang akan terjadi.


__ADS_2