My Naughty Brother

My Naughty Brother
Orang Misterus


__ADS_3

Vlavia menatap kedua sahabatnya. Tidak mungkin jika Visko yang baru saja pergi langsung kembali cepat. Lagi pula Visko tidak akan mungkin membuang waktunya untuk memencet bell pintu berulanh kali. Ini apartemen Visko dan hanya dia Dan Mang Dani saja yang tahu.


"Siapa Vi?" tanya Serin. Vlavia menggeleng, dia juga tidak tahu siapa yang datang dengan tidak sabarnya.


"Biar gue bukain," ucap Mila membuat aku mengangguk


Baru berapa langkah Mila berjalan. Suara Serin sudah menghentikan langkahnya. "Jangan dulu Mil, gue telepon Kak Visko dulu, siapa tahu di depan orang jahat, gue nggak mau mati hanya karena Vlavia dalam bahaya," jelas Serin membuat Vlavia dan Mila ternganga.


"Maksud lo apaan?" tanya Mila tidak paham.


"Tadi kita disuruh jagain Vlavia sama Kak Visko Mila!" jawab Serin kesal.


Mila terdiam. Benar apa yang dikatakan Serin, tadi sebelum pergi Visko menitipkan Vlavia kepada


mereka. Ah rasanya senang sekali jadi Vlavia. Begitu diperhatikan oleh lelaki yang dikagumi banyak wanita.


"Biar gue telepon Kak Visko," ucap Vlavia yang mendapat anggukan kepala dari Serin dan juga Mila.


Vlavia mengambil ponselnya yang berada di nakas sebelah ranjangnya. Matanya melotot ketika melihat wallpaper dalam ponselnya sudah berubah.


Apa ini Kak Visko yang menggantinya? Batin Vlavia penasaran.


Vlavia menutup mulutnya tidak percaya ketika menyadari sesuatu hal. Apa Kak Visko melihat foto-foto lamaku? pikir Vlavia.


"Vi malah bengong! cepetan telepon Kak Visko, udah ngamuk tuh orang di depan," ucap Mila mengagetkan Vlavia.


Vlavia segera mencari kontak Visko. Dia langsung berusaha untuk menghubungi Visko. Tetapi sangat disayangkan Visko tidak mengangkat sambungan telepon darinya. Mungkin Visko sedang berada di perjalanan dan tidak mendengarnya.


"Gimana?" tanya Serin. Vlavia menggelengkan kepalanya. "Tidak dijawab," jawab Vlavia membuat mereka menghela napasnya.


Orang yang tadi memencet bel masih berada di depan pintu. Dia masih terus memencet bel seperti keset*nan.


"Gimana dong ini? belum juga keluar kayaknya," ucap Mila yang mulai ketakutan.


"Gue ngeri aja kalau tuh orang gila atau orang mabuk, kalian bisa denger sendiri kan gimana cara dia menekan bell apartemen?" jelas Serin membuat Vlavia dan Mila mengangguk bersamaan.


Beruntung Vlavia sudah makan terlebih dahulu ketika orang misterius itu datang. Jika tidak bisa saja Vlavia kembali pingsan karena ketakutan.


Vlavia dan kedua temannya memutuskan untuk membukanya bersama. Jika benar orang itu ialah orang jahat. Mereka bisa sama-sama untuk menyerang orang tersebut.

__ADS_1


"Sumpah gue baru pertama ini jadi cemen gini, hampir meledak tahu nggak tadi jantung gue?" cletuk Mila seraya meraba dadanya.


Sampailah mereka di depan pintu Apartemen. Tetapi anehnya suara ketukan bell yang tadi terus berbunyi tidak lagi terdengar. Mereka menatap horor ke arah pintu.


"Vi apartemen ini angker ya?" tanya Mila yang mulai merasa takut. Bahkan bulu halus di sekitar tangannya mulai beridir karena merinding.


"Nggak ada apa-apa gue pernah tidur sendiri di apartemen ini," jelas Vlavia membuat Mila bernapas lega. Tetapi tetap saja rasa takutnya belum juga hilang.


Sampai akhirnya Vlavia memutuskan untuk membuka pintu apartemen. Benar saja tidak ada orang di sana. Mereka semakin dibuat terkejut dengan barang yang diletakan di bawah pintu.


Serin berjongkok dan mengambilnya. "Apaan ini?"


"Coba gue lihat," sambung Mila yang merebut kotak dengan ukuran kecil itu.


"Apa mungkin orang paket?" tanya Serin. Tetapi Vlavia langsung menggeleng, dia dan Visko tidak pernah menggunakan jasa online untuk membeli sesuatu apapun itu.


"Lalu?" tanya Mila mulai dengan kekepoan tingat tinggi.


"Salah kirim kali tuh orang tadi," ucap Vlavia membuat Mila langsung menggeleng.


"No Vi, lihat ini ada nama lo," tunjuk Mila kepada tulisan yang berada di belakang kotak tersebut.


Setelah mereka duduk di sofa. Dengan pelan Vlavia segera membuka isi kotak tersebut. Matanya melotot ketika membaca tulisan berisi ancaman.


KALAU LO MAU TETAP AMAN SEBAIKNYA JAUHIN VISKO!!


Serin dan Mila juga sama terkejutnya dengan Vlavia. Dengan gemeetar Vlavia terus membongkar apa saja isi didalam kotak tersebut.


"Astaga," gumam Mila tidak percaya.


Serin bahkan tidak bisa berkata lagi melihat apa isi dikotak tersebut. Dia menatap Vlavia yang kini terlihat sangat pucat.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Di kampus.


Visko memarkirkan mobilnya. Entah kenapa perasaannya tidak enak sedari tadi ketika dia meninggalkan Vlavia di apartemennya. Meskipun ada kedua temannya yang menemani Vlavia, tetap saja Visko merasa tidak tenang jika Vlavia bukan bersamanya.


"Sial! kenapa perasaan gue jadi nggak enak gini!" umpatnya kesal.

__ADS_1


Visko mengambil ponselnya yang berada di ranselnya. Ternyata benar Vlavia tadi sempat menghubunginya beberapa kali.


Visko segera berusaha untuk menghubungi Vlavia. Dia ingin tahu apa Vlavia baik-baik saja atau tidak. Perasaannya semakin tidak enak ketika sambungan teleponnya tidak kunjung diangkat oleh Vlavia.


"Lo ngapain sih Vi!" geramnya kesal.


Visko sangat kacau dan khawatir sekarang ini ingin tahu bagaimana keadaan Vlavia. Lalu pikirannya memutuskan untuk kembali ke apartemennya. Tetapi disaat Visko ingin melajukan mobilnya. Ponsel Visko kembali berdering. Kali ini salah satu sahabatnya yang menghubunginya.


Harry memberitahu jika dia sudah menemukan seseorang yang menyuruh geng mahasiswi yang membully Vlavia. Dan bisa saja ada hubungannya dengan seseorang yang sengaja menyebar video diantara Vlavia dan Visko.


Bahkan Harry menyuruh Visko untuk datang menemuinya sekarang juga.


"Ah shit!!" geram Visko lagi setelah menutup sambungan telepon dari Harry.


Visko memutuskan untuk menemui wanita sialan yang sudah berusaha meyakiti Vlavia tadi. Dia memang harus memberi pelajaran terlebih dahulu dengan mahasiswi itu. Sebelum nanti langsung ke apartemen untuk menemui Vlavia.


"Dimana dia?" tanya Visko yany sudah sampai di sebuah ruangan.


Ruangan yang terdapat di belakang gedung kampus. Tidak terawat dan sudah tidak dipakai lagi. Hanya geng Visko yang memakainya dan tidak akan ada yang berani selain mereka.


Visko menatap kearah gadis yang kini sedang menundukan kepalanya takut. "Siapa yang udah nyuruh lo buat lakuin itu ke Vi?" tanya Visko masih dengan nada santai.


Gadis itu tidak menjawab. Dia begitu ketakutan dikeliling tiga lelaki tampan yang sekarang terlihat seperti se*an itu. Ini untuk yang pertama untuknya melihat Visko begitu marah. Meski nada Visko tidak tinggi tadi ketika menanyakan kepadanya. Tetapi aura bengis di wajah Visko sudah begitu terasa.


"Udah bosan hidup?" tanya Visko lagi. Kali ini Visko mendekat ke arah gadis itu.


Teman-tema gengnya tidak berani ada yang membantu atau bersuara. Mereka juga sama takutnya dengan mahasiswi yang merupakan ketua geng mereka.


"Kenapa lo nggak pakai dia aja Ry?" tanya Visko membuat Harry menghela napasnya.


"Nggak sudi gue sama barang bekas. Modelan artis it's oke, tapi dia body aja nggak ada," jawab Harry jujur dan tanpa memimirkan ucapannya itu begitu sangat menyakitkan untuk mahasiswi itu.


Tadinya Harry kira mahasiswi itu masih virgin tapi begitu tahu dia sudah sering dipakai oleh Kakak senior di kampusnya. Harry seketika berubah marah. Tidak menyangka saja gadis modelan seperti itu banyak yang memakai.


"Siapa yang udah nyuruh lo? JAWAB!!" Sentak Visko membuat gadis itu terkesiap.


Bibirnya bergetar menahan takut, badannya juga seperti tidak bisa digerakan, rasanya semua menjadi beku. Bahkan kepalanya seakan terus menyuruhnya untuk menunduk.


Visko tersenyum miring. "Lo nggak mau kan dapat bullyan lebih dari Vlavia? gue punya video lo sama ketua geng motor di kampus kita," ancam Visko dengan penuh penekanan.

__ADS_1


__ADS_2