My Naughty Brother

My Naughty Brother
Siapa?


__ADS_3

Vlavia masih memejamkan matanya. Begitu juga dengan Visko yang sudah siap untuk menikmati bibir Vlavia yang terus saja membuat candu untuknya.


Jarak diantara keduanya sangat tipis, hembusan napas mereka juga sama-sama terasa. Baik Vlavia ataupun Visko sudah sama-sama hanyut dalam suasana.


Sampai akhirnya suara bel apartemen membuat keduanya terkejut. Mereka sama-sama menjauhkan diri, dan saling mengalihkan pandang satu sama lain. Tetapi itu hanya berlaku untuk Vlavia saja, jika Visko dia masih menatap Vlavia dengan lekat. Tetapi lagi-lagi pandagan matanya diganggu oleh bel apartemennya yang terus saja berbunyi.


"Bi-biar aku buka Kak," ucap Vlavia dengan terbata. Vlavia gugup dan malu karena kejadian barusan.


"Tidak usah, gue aja yang buka," jawab Visko membuat Vlavia mengangguk menurut.


Visko takut jika Viska yang datang ke Apartemennya. Bisa saja bukan jika gadis gila itu berencana untuk menemui Visko ke Apartemennya?


Dengan langkah sedikit malas dan begitu santai. Visko menuju ke pintu apartemennya. Melihat yang datang ke Apartemennya membuat Visko mengehla napasnya kasar.


Sial mereka ganggui acara gue sama Vi saja Batin Visko menatap dua gadis cantik yang masih berdiri di depan pintu apartemennya.


"Kak Visko, kita ma_" ucapan Serin terhenti karena Visko sudah lebih dulu memotongnya.


"Masuk saja kalian," jawab Visko lalu pergi meninggalkan Serin dan Mila yang bingung dan masih berdiam diri tempatnya.


"Ser masuk," bisik Mila membuat Serin akhirnya melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam. Begitu juga dengan Mila yang juga ikut masuk kedalam seraya membawa tentengan plastik berisi makanan untuk Vilona.


Mereka berdua melihat kesekeliling ruangan apartemen Visko yang memah sangat mewah. Jelas kedua gadis cantik itu takjub untuk yang pertama kalinya melihat apartemen semewah itu sekarang. Mereka juga mempunyai Apartemen. Tetapi tidak semewah seperti Apartemen Visko yang sedang mereka kunjungi saat ini.


"Kamar Vi di sini kalian masuk saja," ucapan Visko membuat Serin dan Mila tersentak kaget.


Tadi Visko sudah tidak terlihat. Lalu tiba-tiba muncul lagi menunjukan kamar Vlavia kepada mereka.


"I-iya Kak." Serin menjawab dengan sedikit terbata.


Jelas Dia gugup karena ini untuk yang pertama kalinya Serin dan Mila masuk ke tempat tinggal cowok populer di Kampus mereka. Visko bukan hanya populer di kampusnya saja. Tetapi dikalangan anak remaja. Banyak mahasiswi dari kampus lain yang juga sangat mengidolakannya.


"Beruntung banget Vlavia," gumam Mila lirih. Tetapi Serin dapat mendegarkannya dengan jelas.


"Jangan mulai deh Mil," jawab Serin membuat Mila tersenyum.


"Tenang aja, gue udah ikhlasin Kak Visko buat Vlavia. Keliatan banget kok tadi Kak Visko sayang Vi dengan tulus," jelas Mila membuat Serin menaikan satu alisnya.


"Dari mana lo tahu?" tanya Serin membuat Mila tersenyum simpul.

__ADS_1


"Gue bisa tahu dari lihat mata Kak Visko tadi," jelas Mila membuat Serin menghela napasnya seraya menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.


Garing banget ucapan Mila. Menurut Serin tidak masuk akal jika menilai rasa seseorang hanya dari tatapan matanya saja tanpa bukti yang sesungguhnya.


Mereka mengetuk pintu kamar Vlavia. Tidak lama terdengar suara dari dalam untuk menyuruh mereka masuk.


"Kalian," ucap Vlavia tidak percaya melihat Serin dan Mila yang datang.


Visko memang tadi sudah memberitahu Vlavia jika kedua temannya akan datang, tetapi Vlavia tidak yakin akan hal itu tadi.


"Mil gue-" ucap Vlavia terhenti karena Mila sudah lebih dulu memeluknya.


"Gue minta maaf Vi, gue yang salah," ucap Mila di sela-sela pelukan mereka.


Vlavia tersenyum, dia membalas pelukan Mila yang tiba-tiba itu. Tanpa mereka sadari seseorang dari depan pintu melihat mereka yang sedang berpelukan.


Visko tersenyum senang dan juga lega. Teman-teman Vlavia terlihat baik dan tulus menyayanginya.


Setidaknya Visko tenang jika Vlavia berada didekat orang-orang yang baik.


"Ehem," deheman Visko membuat mereka menoleh ke asal suara.


"Gue balik ke kampus dulu, lo ditemani sama mereka nggak papa kan?" ucap Visko membuat Vlavia mengangguk.


Sedangkan Serin dan Mila tampak terkejut dengan sikap Visko yang ditunjukan kepada Vlavia di depan mereka. Ini untuk yang pertama kalinya mereka melihat interaksi diantara Vlavia dan Visko secara nyata.


"Gue titip Vi ya kekalian, kalau ada apa-apa hubungi gue aja," jelas Visko lagi seraya memakai jaket yang yang membuat Serin dan Mila hanya menganggukan kepalanya tanpa menjawab. Mereka masih shok dengan sikap perhatian Visko kepada Vlavia.


Visko ingin melangkahkan kakinya masuk kedalam untuk mencium kening Vlavia. Tetapi karena adanya kedua temannya Visko mengurungkan niatnya. Bisa saja kedua teman Vlavia mimisa jika melihat sikap romantis Visko untuk Vlavia nanti.


Setelah kepergian Visko. Serin dan Mila langsung menatap Vlavia yang sedang menatap bingung.


"Kalian kenapa?" tanya Vlavai menatap Serin dan Mila secara bergantian.


Mereka menggeleng tanpa menjawab pertanyaan Vlavia.


"Seja kapan kalian seperti ini?" tanya Mila yang sudah begitu penasaran.


"Apa Kak Visko selalu bersikap semanis ini?" tanya Serin yang juga penasaran.

__ADS_1


Vlavia menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal. Dia bingung, tetapi matanya berbinar disaat melihat makanan yang Mila bawa.


"Wah.. Kebetulan sekali gue laper," ucap Vlavia menatap kantung yang berisi makanan.


Serin dan Mila menatap ke arah makanan yang Mila bawa. Lalu kembali menatap Vlavia.


"Jawab dulu," ucap mereka kompak.


Dan bahkan membuat Vlavia tersentak kaget dengan ucapan mereka.


"Sejak gue pindah ke sini beberapa waktu lalu. Kak Visko baik tetapi kadang tidak pengertian, sekarang saja gue dibiarkan kelaparan setelah tadi pingsan. Kak Visko belum memberi makanan," jelas Vlavia membuat Serin dan Mila kembali terkejut.


"Lo pingsan?" tanya Serin dan Mila bersamaan. Membuat Vlavia mengangguk.


"Kenapa? kok bisa sih Vi?" tanya Serin membuat Vlavia menghela napasnya.


"Gue boleh makan dulu nggak? laper banget, dan kalau gue ceritain gue rasa makanan yang udah lo bawa nggak mungkin gue makan lagi," jelas Vlavia setengah meminta untuk memakan.


Mila mengangguk, dia segera menyerahkan makanan yang tadi dibawa memang untuk Vlavia. "Ini makan dulu lo, tapi setelah itu lo cerita sama kita," jelas Mila membuat Vlavia mengangguk.


Vlavia mulai memakan makanan yang dibawakan oleh Mila tadi. Mila memang sengaja membelo di caffe yang tadi dia kunjungi bersama Serin. Dan mereka membawa maka sebagai bentuk permintaan maaf kepada Vlavia. Tidak disangka memang Vlavia langsung memaafkannya hanya dengan sogokan makanan. Atau mungkin memang Vlavia sudah memaafkan Mila sebelum Mila meminta maaf dengannya.


"Gue butuh bantuan kalian banget," ucap Vlavia di sela-sela makannya.


"Bantuan apa Vi? lo kan udah dapetin hatinya cowok populer di kampus? bantuan apa lagi coba," jawab Mila membuat Vlavia menggeleng.


"Gue pengen jadi orang yang pemberani, atau setidaknya bisa melawan jika ada yang nyakitin gue," jelas Vlavia membuat Serin menautkan kedua alisnya bingung.


"Lo nyindir gue? dan mau balas karena gue tadi nyakitin lo?" tanya Mila yang sudah mulai ngegas cara bicaranya.


"Salah satunya," jawab Vlavia menggoda.


Mila sudah melotot tidak percaya dengan apa yang Vlavia katakan.


"Becanda kali Mil, tadi pas gue di kelas gue dibull_" ucapan Vlavia terpotong karena bell pintu apartemen Visko kembali berbunyi.


Bahkan bunyi bell terdengar begitu cepat. Jelas mereka yakin orang yang ingin masuk kedalam sudah tidak sabar menunggu diluar.


"Siapa?" gumam Vlavia penasaran.

__ADS_1


__ADS_2