My Naughty Brother

My Naughty Brother
Di Kamar Mandi


__ADS_3

Vlavia menatap Visko dengan bingung, karena Visko menariknya untuk bersembunyi, sedangkan Visko masih menatap ke arah depan di mana Harry dan Dendry sedang duduk dan memesan makanan mereka. Tapi tidak lama Dendry berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah Visko juga Vlavia. Membuat Visko lagi-lagi menarik tangan Vlavia dengan cepat.


Visko mengajak Vlavia untuk bersembunyi di dalam kamar mandi. Ada 2 kamar mandi yang berada di Caffe itu. Dan salah satunya untuk Visko gunakan bersembunyi.


Vlavia semakin yakin jika Visko tidak ingin sampai di ketahui oleh kedua sahabatnya karena sedang makan malam dengannya, tapi untuk apa? apa karena Visko malu jika kedua sahabatnya mengetahui yang sebenarnya? Pikir Vlavia masih dengan menatap Visko.


Jarak mereka begitu dekat, tentu saja dekat karena mereka berada di dalam kamar mandi yang tidak begitu luas.


Visko melepaskan tangannya pada mulut Vlavia, membuat Vlavia bisa bernafas lebih leluasa dari sebelumnya.


" Sstt.... Jangan berisik " Ucap Visko pelan dengan tangannya mengode agar Vlavia tidak berisik, bahkan lebih bagus jika Vlavia diam saja dulu sebelum Dendry pergi dari kamar mandi yang berada di sebelah mereka.


" Kenapa ? " Tanya Vlavia pura-pura bodoh.


" Udah nurut aja " Suruh Visko tanpa memberi alasan kepada Vlavia.


Meskipun pada dasarnya Vlavia tau jika Visko sengaja menghindar dari kedua sahabatnya itu.


Terdengar gemricik air dari sebelah kamar mandi. Tidak lama suara itu hilang lagi, Visko yakin jika sahabatnya Dendry sedang mengeluarkan zat padatnya. Tapi tidak lama terdengar lagi gemirick air dan pintu yang juga seperti terbuka.


Huacimmm.... !!!


Vlavia tanpa sengaja bersin, membuat Visko lagi-lagi langsung membekam mulutnya.


" Gue udah bilang jangan berisik " Bisik Visko pada telinga Vlavia. Tapi malah seketika membuat bulu kuduk Vlavia berdiri, bukan karena adanya hantu di kamar mandi itu. Melainkan karena bisikan Visko yang seperti aliran listrik pada tubuhnya.


Vlavia memejamkan matanya sebentar, untuk menormalkan dirinya lagi. Tapi Visko sudah melihat gelagat Vlavia yang ternyata menegang hanya dengan bisikannya saja.


Dengan sengaja, Visko mencium leher Vlavia, tentu saja apa yang Visko lakukan membuat Vlavia terkejut, Vlavia berusaha menjauh dari Visko. Meskipun ruangan kamar mandi itu tidak begitu luas. Tapi masih banyak celah jika Vlavia memang benar-benar ingin menghindar dari sentuhan bibir Visko pada dirinya.


Visko tersenyum miring, dia tau jika Vlavia sengaja menghindarinya.


" Aneh " Gumam Visko pada Vlavai.


Menurut Visko, Vlavia memanglah aneh, dia ingin tapi malu, ya begitulah Vlavia, gadis cantik yang berpenampilan biasa tapi mempunyai sejuta rahasia dalam dirinya.


Vlavia tidak menjawabnya, dia malah dengan sengaja memalingkan mukanya melihat tembok yang memang berada di sebelahnya. Jujur saja sikap Vlavia yang sedang malu-malu tapi mau ini terlihat begitu menggemaskan menurut Visko, tapi Visko tidak ingin gegabah, Visko bisa melakukannya dengan Vlavia sendiri yang minta, dan Visko percaya suatu saat nanti Vlavia sendiri yang akan meminta sentuhan darinya.

__ADS_1


Sampai akhirnya, suara gedoran dari luar pintu terdengar.


Dor....


Dorr... Dorrrr....


" Mbak apa Mas ya di dalam? Lama banget sih !! " Teriak salah satu pengunjung caffe yang akan menggunakan kamar mandi itu.


Vlavia dan Visko saling pandang bingung, mereka bingung jika ketahuan kalau mereka berada di dalam kamar mandi yang sama.


" Astaga.. Gimana Kak ? " Tanya Vlavia panik.


" Nunggu sebelah bentar, biar tuh cewek makai yang sebelah aja " Jawab Visko enteng.


" Jadi kita di sini sampai kapan ? " Tanya Vlavia dengan pelan.


" Sampai Gue bosan berdua ma Lo " Jawab Visko lagi-lagi dengan entengnya. Tentu saja apa yang Visko katakan membuat Vlavia kesal. Tapi mau gimana lagi lebih baik Vlavia menurut apa yang di katakan oleh Visko, dari pada ketahuan kalai mereka satu kamar mandi, itu malah lebih bahaya nantinya, bakalan ribet pikir Vlavia.


Hufh... Vlavia menghela nafasnya.


Dan konyolnya, Vlavia malah dengan sengaja menirukan bunyi suara ketika orang yang sedang BAB karena mules.


Trutt...trutuut...tut...tut...tuuutt....


Sontak saja Visko menatap Vlavia terkejut, Astaga.. Vlavia benar-benar sudah tidak punya malu rasanya di depannya seperti itu.


" Mbak ih... Jorok banget sih, kecilin dong suara bomnya !!! " Teriak wanita yang berada di depan pintu kamar mandi yang sedang mereka tempati.


" Eh sorry Mbak, nggak kekontrol ini " Teriak Vlavia lagi.


Lalu dengan segera wanita yang menunggu mereka pergi, tentu saja dia merasa jijik setelah mendengar bunyi suara BAB Vlavia, meskipun buatana tapi ternyata cukup meyakinkan, buktinya wanita itu kabur dan membuat Vlavia bisa bernafas lega.


" Yes.... " Gumam Vlavia tanpa di sadari.


Vlavia langsung menutup mulutnya karena mendapat tatapan tajam dari Visko.


" Lo beneran boker di celana? " Tanya Visko yang sengaja ingin menggoda Vlavia. Sontak saja Vlavia langsung menggeleng.

__ADS_1


" Eng... Enggak kok Kak, aku tadi cuma pura-pura aja " Jawab Vlavia sambil menggeleng.


Visko tersenyum smirk, Dia tau jika Vlavia saat ini sangat malu dengannya.


" Hah... Bau apa ini? Astaga... Lo bener-bener nggak punya malu " Ucap Visko semkin menggoda Vlavia dengan menyudutkannya.


" Ah... Enggak, Kak Visko salah, itu tadi hanya suara aja " Jawab Vlavia gugup. Tentu saja Vlavia mengira jika Visko benar-benar menuduhnya telah membuang zat padatnya di celana.


Visko semakin tersenyum miring melihat muka Vlavia yang sudah begitu merah.


" Kalau tadi cuma beneran coba Lo buka celana Lo sekarang ! " Suruh Visko yang sontak saja membuat Vlavia terkejut bukan main.


Astaga... Visko ini benar-benar bahaya, seharusnya Vlavia tidak usah menuruti permintaan Visko untuk menemaninya makan, tapi tadi sikap Visko begitu sweet dan sekarang sudah berubah lagi semakin menakutkan.


Ting


Bunyi pesan singkat dari Harry, Dia menanyakan keberadaan Visko karena tadi di depan sempat melihat mobil mewah Visko.


" Akh... Shit " Gumam Visko kesal.


Ingin rasanya Visko membanting ponselnya karena sudah menganggu pertunjukan indah dari Vlavia, yang merupakan adik tirinya.


" Lo diem di sini dulu, jangan keluar kalau Gue belum ke sini dan ngajak Lo keluar, oke ? " Jelas Visko kepada Vlavia.


" Tapi Kak " Ucap Vlavia terhenti, karena bibir Visko yang sudah membekam bibirnya.


Vlavia begitu terkejut, dia seperti kehilangan akal, Vlavia hanya diam dan menikmati pagutan bibir Visko pada bibirnya.


Visko melepaskan pagutan bibirnya, dia tersenyum tampab ke arah Vlavia. Lalu mengacak rambut Vlavia pelan.


" Adik pintar " Ucap Visko yang juga keluar dari dalam kamar mandi meninggalkan Vlavia yang masih mematung dengan bingungnya.


Vlavia meraba dadanya yang ntah kenapa malah berdebar karena perlakuan Visko barusan, ini rasanya begitu berbeda, tidak sama seperti ketika ciuman Visko di kamarnya.


Dengan segera Vlavia menggeleng, dia tidak boleh lemah dan terpesona begitu saja dengan Kakak tirinya. Bukankah Visko memang hobby mencium wanita seenaknya. Pikir Vlavia.


Tapi sampai kapan Vlavia harus sembunyi di kamar mandi. Rasanya dia sudah tidak betah dan ingin kabur saja. Semoga ada seseorang yang menolongnya dan membawanya pergi dari sana.

__ADS_1


__ADS_2