My Naughty Brother

My Naughty Brother
Terjawab


__ADS_3

Sore harinya Vlavia keluar dari kamarnya untuk memasak makan malam nanti. Vlavia sudah terlihat segar karena baru mandi, dengan menggunakan baju santai di dalam rumah semakin membuat dirinya terlihat cantik alami.


" Masak apa ya untuk makan malam." Gumam Vlavia bermonolog sendiri.


Vlavia mulai membuka kulkas untuk mencari bahan makanan yang akan di masak olehnya.


Setelah mengambil sayur dan daging, Vlavia mulai berkutat dengan bahan-bahan makanan yang sudah di siapkan sendiri olehnya, bukan hal yang sulit untuk Vlavia melakukan itu, karena sejak kecil dia memang sudah terbiasa masak untuk makanan dia sendiri ketika Mommy Selena begitu sibuk dengan kerjaannya.


Sekitar 1 jaman Vlavia selesai dengan masaknya, belum ada tanda-tanda kepulangan Visko. Vlavia segera menaruh masakannya yang sudah matang di meja makan.


Vlavia tidak lagi mau menunggu Visko untuk makan, bisa saja Visko sudah makan di luar bersama kedua sahabatnya untuk menyambut kepulangan kekasihnya sebentar lagi, pikir Vlavia.


Di saat dia sudah mau menyuapkan makanannya ke dalam mulut, Vlavia kembali terbengong.


" Nggak enak banget makan sendiri lagi." Gumamnya lirih mengingat dulu ketika dirinya masih berada di rumah lamanya dulu sebelum Mommy Selena menikah dengan Om Albert.


Tetapi karena sudah lapar Vlavia tetap akan menyuapkan makanannya ke dalam mulut, meskipun rasanya tidak akan seenak ketika ada teman di meja makan.


Brak..


Vlavia terkejut mendengar suara dari sampingnya.


" Walaupun makanan yang Lo buat enak, makan sendiri akan beda rasanya." Ucap seseorang yang tiba-tiba duduk di sampingnya seraya mengambil lauk dan sayur yang sudah Vlavia masak dan siapkan tadi.


Vlavia tidak menjawab, dia masih terkejut dengan datangnya Visko yang tiba-tiba, bahkan Vlavia sendiri sampai tidak tahu kedatangannya.


" Kenapa bengong? Ayo makan." Ajak Visko seraya menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


Vlavia masih bingung, tetapi dengan segera dia menyuapkan makanan yang sudah berada di sendok nya.


Visko tersenyum melihat ekspresi wajah Vlavia saat ini, menurut Visko sangatlah lucu wajah bingung Vlavia.

__ADS_1


Mereka makan dengan diam, tanpa ada yang berkata sedikitpun, jelas karena Vlavia masih merasa aneh dengan kedatangan Visko yang tiba-tiba, juga tadi di Kampus mereka sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja.


Setelah selesai dengan makan malamnya, Vlavia berniat untuk menanyakan kepada Visko tentang gadis yang sebentar lagi akan datang ke Indonesia. Memang bukan haknya untuk ikut campur urusan Visko, tetapi pertanyaan tentang siapa gadis itu terus bersarang di dala otaknya.


Vlavia mengigit bibirnya, antara takut dan ragu untuk menanyakan itu.


Tetapi dia harus bertanya langsung kepada Visko, ini juga sebagian dari perubahan sikapnya yang harus lebih berani lagi dengan siapapun itu, terkecuali kedua orang tuanya.


" Emm... Kak Visko." Ucap Vlavia lirih dan terdengar begitu ragu.


" Hmm...." Jawab Visko seraya menoleh ke arah Vlavia, kini mata Visko menatap Vlavia dengan begitu lekat di sebelahnya.


Mereka masih berada di meja makan dengan keadaan sedikit tegang, bukan untuk Visko, tetapi untuk Vlavia yang merasa begitu tegang saat ini.


" Emm... Itu, ga-gadis itu siapa?." Tanya Vlavia gugup.


Mendengar pertanyaan Vlavia yang begitu gugup membuat Visko tersenyum, dia tahu Vlavia sedang merasa tegang saat ini.


Vlavia bingung untuk mengatakan secara langsung, tetapi kalau terus seperti ini dia tidak akan mendapat jawaban.


" Gadis yang bernama Viska, dia siapa?." Tanya Vlavia memberanikan diri, dan tentu saja dengan mata yang tidak berani menatap langsung ke arah lawan bicaranya.


" Aku kurang jelas, tolong katalan dan lihat ke Gue." Suruh Visko yang sukses membuat Vlavia merasa seperti berada di permainan Visko saat ini, dan memang begitulah biasanya, Vlavia selalu tidak bisa menghindar dari permainan Visko, dan dia selalu kalah dengan ucapan sederhana Visko.


Dengan memberanikan diri lagi, Vlavia menatap Visko dengan pelan, tetapi matanya dia tutup karena takut jika dirinya tidak mampu untuk mengatakannya lagi setelah melihat pesona dari Kakak tirinya itu.


" Siapa gadis yang bernama Viska?." Tanya Vlavia ingin segera mengetahui siapa gadis itu, tetapi juga ingin segera menyudahi permainan Visko sekarang.


Visko tersenyum, dia semakin yakin jika Vlavia cemburu dengan Viska, bahkan hanya dengan mendengar kedatangan Viska yang masih seminggu saja, nyatanya sudah membuat Vlavia gelisah.


" Dia sepupu Gue, dan Lo tetap spesial." Jawab Visko membisikan kata-katanya yang membuat Vlavia sedikit meremang, bahkan hembusan nafas Visko menerpa di permukaan kulitnya dengan sempurna.

__ADS_1


Vlavia semakin merapatkan matanya untuk tertutup, dia juga meremas rok yang kini sedang di pakai olehnya.


Semakin Vlavia rasakan, hembusan nafas Visko semakin terasa, bahkan kini bukan lagi berada di telinganya, tetapi sudah berada di depan wajahnya, Vlavia yakin kejadian selanjutnya ialah Visko yang akan menciumnya seperti yang sudah-sudah.


Tetapi ternyata apa yang menjadi pikirannya sangatlah salah, Visko bukan mau mencium Vlavia, tetapi untuk membuang makanan yang tersisa pada sudut bibir Vlavia.


Sontak saja apa yang di lakukan oleh Visko membuat Vlavia sedikit malu dengan pikirannya yang terlalu jauh.


" Ada makanan di sudut bibir Lo." Bisik Visko yang sukses membuat Vlavia merasa malu semalu-malunya.


Merasa Visko tidak akan menciumnya dan merasa aman meskipun dirinya malu, Vlavia memberanikan diri untuk membuka matanya dengan sangat perlahan, dan ketika matanya sudah terbuka dengan sempurna rupanya wajah tampan Visko masih berada di depannya.


Dan cupp


Tiba-tiba Visko menciumnya secara tiba-tiba yang membuat Vlavia melotot karena begitu terkejut, bahkan Visko semakin memperdalam ciuman di antara mereka.


Antara mau membalas atau hanya menikmati dengan berdiam membiarkan Visko yang melakukannya.


Setelah di rasa cukup, Visko melepaskan ciuman di antara mereka, kemudian menatap lekat Vlavia yang masih berada di mode syok dengan kehadiran dan juga ciuman dari Visko.


" Jangan bengong, kita sudah cukup sering melakukannya." Ucap Visko seraya mengacak rambut Vlavia dengan pelan, lalu beranjak dari duduknya, bahkan Visko mengambil piring kotor milik Vlavia juga untuk di bawa ke wastafel, dan itu bukanlah Visko sekali.


Setelah sadar dari lamunannya, Vlavia segera beranjak dari duduknya dan pergi untuk menghampiri Visko yang lebih dulu pergi ke dapur.


" Sini biar aku saja Kak." Ucap Vlavia seraya berusaha mengambil alih kegiatan yang sedang Visko lakukan.


" Lo udah masakin Gue tiap hari, dan Lo juga udah mau nemenin Gue di sini, sekali-kali Gue bantuin kerjaan Lo nggak masalah." Jawab Visko dengan gaya cool nya, dan lagi-lagi sukses membuat Vlavia kembali terbengong.


Ternyata di balik wajah tampannya yang datar juga sikapnya yang terkadang menyebalkan, Visko punya sisi lain yang baru Vlavia tahu sekarang.


Tetapi kemudian Vlavia kembali menggeleng setelah kembali sadar dari lamunannya, Vlavia kembali meminta Visko untuk menggantinya mencuci piring, bahkan Vlavia sampai menarik-narik lengan Visko tetapi tetap saja tidak membuat seorang Visko bergeming dengan tarikan Vlavia yang tidak seberapa itu, sampai akhirnya muncul ide gila untuk dirinya mengigit lengan Visko.

__ADS_1


Jelas apa yang di lakukan Vlavia membuat Visko terkejut dan langsung menyingkirkan gigitan dari Vlavia, karena Vlavia yang berdiri tidak seimbang sampai membuatnya hampir terjatuh, dan beruntung Visko dengan sigap menangkap Vlavia yang hampir terjatuh itu, posisi mereka saat ini setengah berdiri, dengan tangan Visko menopang Vlavia agar tidak terjatuh dan tentu saja saling bertatapan dengan mata mereka yang saling berbicara.


__ADS_2