My Naughty Brother

My Naughty Brother
Visko Nakal


__ADS_3

Masih di tempat yang sama, Visko mengamati gerak-gerik Vlavia dari saat Vlavia tadi melepaskan bajunya sampai memakainya.


Dadanya sedikit bergemuruh melihat Vlavia saat ini yang setengah toples, bahkan hampir saja membuat seorang Visko mimisan.


Visko memang sedang beruntung saat ini, Vlavia tidak menyadari kehadirannya bahkan dia yang menuju ke kamar Vlavia bukanlah Kristan. Itu sangatlah menguntungkan untuk Visko dan juga membuatnya lega.


Meskipun tidak di pungkiri Dia juga sangat menyayangkan Vlavia yang berganti baju tanpa mengunci kamarnya terlebih dahulu.


Vlavia hampir selesai berganti baju, dia tinggal memakai kaosnya, tapi Visko sudah melangkah masuk ke dalam kamar Vlavia. Nekad memang Visko sampai membuat Vlavia terkejut dan melotot dengan sempurna.


Dengan menyilangkan kedua tangannya pada dadanya Vlavia berkata kepada Visko dengan nada terkejutnya " Kak Visko!." Ucap Vlavia menatap Visko tajam tapi juga sedikit takut.


Visko semakin mendekat ke arah Vlavia, bahkan kini dia tersenyum devil yang membuat bulu kuduk Vlavia rasanya merinding.


Masih dengan perasaan yang sama seperti tadi Vlavia kembali berucap " K-Kak Visko udah dari tadi?." Tanya Vlavia yang membuat Visko semakin menampilkan senyuman devilnya.


Kini Visko sudah berada di depannya, bahkan jarak di antara mereka hanya beberapa senti saja, Vlavia tidak berani menatap Visko apa lagi bertanya seperti tadi, dia lebih memilih menatap ke arah lain dengan kedua tangannya yang masih di silangkan di dadanya.


" Lo sexy Vi." Bisik Visko yang langsung membuat Vlavia rasanya lemas.


Hembusan nafas Visko tepat di telinganya, menyapu lembut kulitnya, jantungnya kembali berdetak cepat, hatinya juga berdebar sangat kuat, lagi-lagi Vlavia di buat seperti ini oleh Visko.


Sejauh apapun Vlavia mencoba untuk melindungi atau menghindar dari Visko, tapi tetap saja hasilnya nihil, Visko kembali membuat Vlavia terpesona dengan kata-katanya, atau memang sebenarnya Vlavia yang sudah sebegitu tertariknya dengan Visko.


Visko menatap Vlavia yang kini tertunduk di hadapannya.


" Liat Gue." Ucap Visko seperti perintah.


Vlavia tidak menjawab, dia juga tidak menuruti apa yang di katakan oleh Visko, rasanya semuanya begitu sulit dia lakukan, untuk bergerak dan berucap Vlavia tidaklah mampu saat ini.


Melihat Vlavia yang masih berdiam diri membuat Visko menarik pelan dagu Vlavia untuk menatapnya, dengan pelan dan arahan dari tangan Visko, Vlavia akhirnya berani menatap wajah tampan dan mata elang milik Visko.


Tatapan mata mereka bertemu, dan ini yang selalu Vlavia takuti sekarang terjadi lagi.

__ADS_1


Ah... Kalau begini terus Vlavia merasa pertahanan dirinya untuk tidak mengagumi Kakaknya rasanya akan sangat sulit.


Cup


Visko mencium bibir Vlavia dengan lembut, sontak saja membuat Vlavia terkejut, tapi dia juga sangat menikmatinya, setiap kali Visko melakukan ini Vlavia tidaklah pernah bisa berontak, meskipun hatinya ingin menolak tapi tubuhnya berkata lain, tubuh Vlavia merespont dengan baik apa yang Visko lakukan kepadanya, sangat naif memang dan itu yang membuat Vlavia merasa tersiksa, seperti di permainkan oleh Visko dan tubuhnya sendiri.


" Lo menginginkan lebih dari ini Vi." Kembali Visko berucap yang membuat Vlavia kembali terkejut dan bingung.


Vlavia ingin marah tapi dia tidak bisa, Vlavia juga malu tapi dia menerimanya, ntah lah sekarang ini Vlavia benar-benar merasa terpojokan oleh perlakuan Visko pada dirinya.


Visko kembali mencium bibir Vlavia, bahkan ciuman itu kini sudah berubah menjadi lum*tan, aksi Visko semakin berani, ciumannya kini mulai turun sampai ke leher Vlavia, tentu saja membuat Vlavia yang sebelumnya memang belum pernah melakukan apa lagi merasakan seperti apa yang Visko lakukan saat ini kepadanya terkejut, tapi sekali lagi Vlavia sangat menikmatinya, bahkan tanpa Vlavia sadari, dirinya sampai mengeluarkan suara erangan yang terdengar begitu pelan, Visko semakin tersenyum devil mengetahui Vlavia menikmatinya.


Tangan Visko terangkat untuk menjamah dada yang hanya di tutupi dengan b*a saja, Vlavia memang belum memakai bajunya, dia sampai melupakan jika dirinya kini hanya memakai celana dengan atasnya yang masih setengah telanjang.


Saat tangan nakal Visko baru sedikit menyentuh bagian sesitif pada atas tubuhnya, membuat Vlavia seketika melotot, sensasinya memang sangat luar biasa untuk dirinya yang baru pertama kali hampir merasakan, tapi dia tidak boleh sampai melakukan lebih dari ini.


No, ini tidak bisa sampai berlanjut lagi lebih dari sekedar kissing saja.


" K-Kak Visko, jangan lakukan ini." Ucap Vlavia sangat gugup dan juga ragu.


" Oke Gue tunggu di bawah." Ucap Visko sembari berlalu begitu saja dari kamar Vlavia.


Vlavia masih berdiam diri di tempatnya, dia tidak menyangka sikap Visko langsung berubah begitu saja setelah apa yang baru saja dia lakukan kepadanya, bahkan Visko hampir menyentuh aset berharganya.


" Kamu bod*h Vi, sangat bod*h." Gumam Vlavia pada dirinya sembari tersenyum kecut.


Vlavia sangat menyesali apa yang sudah di lakukannya, dia merasa menjadi gadis yang sangat bodoh dan hina, harusnya dia tahu ini tidak boleh terjadi lagi, terlebih Visko hanya menganggapnya angin lalau saja setelah apa yang baru saja mereka lakukan.


Tapi kenapa tubuh Vlavia tidak bisa menolak? Sungguh Vlavia kesal dengan dirinya sendiri, tapi tidak ada gunanya juga menyesali apa yang sudah terjadi, apa lagi sampai menangisi.


Valvia hanya perlu pasang perisai lebih kuat agar tidak lagi mudah tergoda dengan rayuan Visko yang nantinya akan membuat dirinya merasa semakin bod*h.


" Nak, Vi sudah bangun?." Tanya Mommy Selena kepada Visko yang baru saja menemuinya.

__ADS_1


Visko hanya mengangguk dengan senyuman, ntah kenapa rasanya masih sangat sulit menerima wanita paruh baya di depannya ini sebagai Ibunya sekarang.


Meskipun Mommy Selena selalu bersikap baik dengannya, bahkan tidak jarang jika Mommy Selenalah yang selalu membelanya saat sedang bersiteru dengan Om Albert. Tapi yang namanya perasaan memang tidak bisa di paksakan bukan? Seperti halnya perasaan dirinya terhadap Vlavia sekarang.


Sebaik apapun Mommy Selena kepadanya, tatap saja Visko butuh waktu untuk bisa menerimanya.


Apa lagi Visko menginginkan Vlavia bukan sebagai saudaranya, tetapi sebagai wanita sepesial dalam hidupnya.


" Apa teman Vi sudah pulang?." Tanya Visko yang tidak melihat keberadaan Kristan lagi.


Sebenarnya Visko sangatlah malas menanyakan hal ini, tapi dari pada terus diam malah akan semakin membuat dirinya susah nanti untuk mendapatkan Vlavia.


" Sudah Nak, tadi ketika kamu datang dia memang ingin pulang." Jelas Mommy Selena yang di angguki oleh Visko.


Tidak lama Vlavia datang menghampiri mereka yang masih berada di ruang tengah.


" Mom." Sapa Vlavia membuat Visko dan Mommy Selena menoleh ke arahnya.


" Sayang, kamu sudah bangun, gimana keadaan kamu?." Tanya Mommy Selena khawatir dengan keadaan Vlavia.


" Vi baik-baik saja Mom." Jawab Vlavia dengan senyum cantiknya.


Lo baikan karena udah gue kasih energy Vi Batin Visko tersenyum sendiri.


" Syukurlah kalau gitu, kalian makan malam di sini saja sekalian ya?." Pinta Mommy Selena yang membuat Vlavia memandang Visko untuk meminta persetujuan.


Selalu saja Vlavia seperti istri yang meminta persetujuan dari suaminya, padahal jika Vlavia mengiyakan permintaan Mommy nya, Visko juga akan menurutinya sekarang ini.


Visko mengangguk membuat Vlavia langsung mengiyakan permintaan Mommy nya.


Mommy Selena tersenyum senang karena malam ini formasi meja makan akan lengkap dengan adanya Vlavia dan Visko. Tapi tanpa di sengaja matanya menangkap tanda merah pada leher Vlavia, seketika membuat Mommy Selena menautkan alisnya, Mommy Selena semakin mendekat untuk memastikan apa yang di lihat di leher anaknya itu.


" Vi itu ada noda merah di leher kamu." Ucap Mommy Selena seketika membuat Visko kaget dan menoleh ke arah leher Vlavia.

__ADS_1


Sedangkan Vlavia tampak bingung sembari meraba lehernya, Vlavia tau jika terkadang orang pacaran bisa membuat tanda merah pada leher, tapi dia tidak menyangka jika apa yang di lakukan oleh Visko tadi akan meninggalkan jejak pada leher jenjangnya.


__ADS_2