
Pukul 05.30. Vlavia bangun dari tidurnya, seperti biasa dia akan membuat sarapan sebelum berangkat ke Kampus.
Vlavia duduk di tepi ranjangnya. Dia teringat dengan Visko yang tadi malam menyuruhnya untuk tidur dan pergi begitu saja.
" Apa Kak Visko sudah pulang ya?." Gumamnya seraya berdiri dari ranjangnya.
Vlavia menuju ke kamar mandi terlebih dahulu. Seperti biasa dia akan mencuci muka sebelum melakulan aktifitasnya dengan peralatan dapur dan juga bahan makanan.
Setelah selesai, Vlavia keluar dari dalam kamarnya. Dia menatap pintu kamar Visko yang masih tertutup.
Vlavia langsung menuju ke dapur untuk memasak. Masa bodoh dengan Visko yang mungkin belum pulang.
Vlavia mulai memilih menu sarapan untuk hari ini, setelah melihat bahan yang masih tersisa di kulkas. Vlavia memutuskan untuk memasak bubur ayam saja. Lagian tidak terlalu ribet hanya dua porsi untuk dirinya dan Visko.
Dengan keahliannya memasak, Vlavia berkutat dengan dapur yang tidak terlalu luas tapi sangat nyaman itu.
Tidak banyak waktu akhirnya bubur ayam yang Vlavia masak sudah siap di hidangkan.
" Selesai juga akhirnya, tapi kenapa jadinya banyak gini ya?." Gumam Vlavia melihat bubur ayam yang di buatnya bukan hanya untuk 2 orang saja, melainkan bisa untuk 5 orang.
" Ada Gue tenang aja." Ucap seseorang yang sontak saja membuat Vlavia terkejut dan langsung menoleh ke belakang.
Vlavia menatap Dendry yang juga sedang menatapnya sembari tersenyum.
" Ka-kamu." Tunjuk Vlavia begitu kaget melihat salah satu sahabat Visko berada di Apartemen.
" Iya Gue temen Visko. Dendry." Jawab Dendry masih dengan menampilkan senyuman tampannya.
Memang Dendry bangun terlebih dahulu di antara mereka bertiga, sedangkan Visko dan Harry masih di dalam alam mimpinya.
Dendry mendekat ke arah Vlavia yang masih berdiri diam di tempatnya.
Dendry menatap Vlavia dari bawah sampai atas rambutnya, apa yang di lakukan oleh Dendry membuat Vlavia sedikit takut dan juga risih.
" Lo lumayan." Ucap Dendry membuat Vlavia melotot.
Dendry semakin mendekat ke arah Vlavia, membuat Vlavia langsung menyilangkan dadanya, takut saja hal buruk terjadi pada dirinya, mengingat Visko dan kedua sahabatnya itu sangat terkenal sering berganti-ganti wanita, mereka semua terkenal bast*rd.
" Kenapa? Takut?." Tanya Dendry dengan senyum smirknya, sengaja memang untuk menggoda Vlavia yang terlihat sangat polos itu.
__ADS_1
Dendry tidak menyangka saja jika adik tirinya yang polos, yang sudah membuat seorang Visko kacau. Meskipun Vlavia memang sangat manis dan sexy, tapi penampilan Vlavia kurang menggoda iman.
" Kak tolong jangan macam-macam, a-aku adik Kak Visko." Jawab Vlavia berharap Dendry tidak melakukan hal buruk dengan dirinya.
" Gue tahu Lo adik Visko." Jawab Dendry masih dengan senyum devilnya, bahkan sekarang Dendry mengusap-usap dagunya masih menatap Vlavia.
Deg
Jantung Vlavia semakin terpompa cepat, susah payah Vlavia berusaha menelan air ludahnya.
" Visko nakal tidak? Gue nggak yakin Visko sayang sama Lo sebagai adik?." Tanya Dendry seraya tersenyum devil.
" Ka-Kak Visko ba-baik." Jawab Vlavia gugup.
Dendry semakin tersenyum melihat Vlavia yang begitu gugup, rupanya gadis cantik di depannya ini benar-benar masih sangat polos. Jika wanita lain yang di dekati Dendry seperti sekarang ini, mungkin mereka akan langsung meminta untuk ke ranjang tanpa basa basi. Tapi Vlavia, dia bukan hanya gugup bahkan terlihat sedikit gemetar sekarang.
" Brengs*k Lo, jangan ganggu dia." Ucap Visko yang sudah bangun dan berdiri tidak jauh dari mereka.
Vlavia dan Dendry menoleh ke arah Visko yang sedang berdiri dengan muka bantalnya, tetapi tetap terlihat sangat tampan.
" Ada ap?." Tanya Harry terputus karena melihat sosok wanita di Apartemen Visko.
" Dia?." Tanya Harry yang di angguki oleh Dendry.
" Dan Dia adik Visko." Jelas Dendry yang membuat Harry semakin tidak percaya.
" Lo... Sama Lo?." Tanya Harry seraya menunjuk Visko, lalu bergantian menunjuk Vlavia.
" Nggak jelas." Jawab Visko dengan nada sedikit kesal.
" Gue inget Lo mahasiswa baru itu kan ?." Tanya Harry yang di angguki Vlavia dengan pelan.
" Vi, sudah sana Lo masuk kamar." Suruh Visko tidak ingin berlama Vlavia berada di sana, karena malah akan semakin membuat kedua sahabatnya bertanya lebih banyak, apa lagi Harry yant jiwa keponya selalu meronta, meskipun dia lelaki.
Tanpa menunggu lama Vlavia menurut apa yang di suruh oleh Visko.Vlavia segera menuju ke kamarnya untuk bersiap-siap ke Kampus.
" Wah gila Lo Vis." Ucap Harry seraya duduk di meja makan.
Mereka kini sudah berada di meja makan. Dimana Vlavia sudah menyiapkan dua mangkok bubur ayam yang seharusnya untuk sarapan dirinya dengan Visko.
__ADS_1
" Lo yang Gila." Jawab Visko berbalik mencibir Harry.
" Gue kan belum kenalan sama adik Lo?." Ucap Harry membuat Visko menatap Harry tajam.
Visko tahu betul seperti apa seorang Harry, melihat wanita cantik pasti otak mesumnya langsung beraksi.
Harry hanya terkiki melihat sikap posesif Visko terhadap adik tirinya itu.
" Lo kok nggak bangunin Gue sih bege sebelum si singa bangun dulu?." Tanya Harry kepada Dendry yang kini sudah bersiap menyantap bubur ayam yang Vlavia buat.
Yang di maksud Singa oleh Harry ialah Visko.
" Dend jangan makan itu!!." Teriak Visko membuat Dendry menghentikan aktifitasnta yang akan menyuapkan bubur ayam itu.
" Kenapa?." Tanya Dendry sengaja menggoda Visko.
Kini Dendry mengerti kenapa Visko bisa menyukai adik tirinya itu, jelas karena selain cantik Vlavia juga masih sangat polos, dan Visko sangat suka gadis cantik yang masih polos, itu memang yang Visko cari selama ini.
" Lo makan di luar aja." Suruh Visko membuat Dendry tersenyum devil.
Dendry dengan sengaja malah melanjutkan untuk melahap bubur ayam itu, sontak saja membuat Visko benar-benar kesal, Visko tahu jika itu bubur ayam yang di buat oleh Vlavia, dan Vlavia menyiapkannya untuknya dan dirinya sarapan.
Tapi karena kedua mahluk menyebalkan itu ternyata tidur di Apartemennya. Semua jadi kacau, padahal tadi mala makan malamnya sudah di buat kacau dengan rencana perjodohan Kristan dengan Vlavia. Dan kini sarapan paginya juga di buat kacau oleh kedua sahabat bast*rd nya.
" You jerk." Umpat Visko kesal, tapi malah membuat Dendry tertawa.
" Tidak usah sebucin itu Vis, masih banyak kok, calon istrimu itu masak banyak pagi ini, ah... Sial, sorry maksud Gue adik Lo." Cibir Dendry melihat kebucinan Visko terhadap Vlavia.
Padahal hanya perkara bubur ayam saja Visko sampai mengumpatnya. Dan itu menurut Dendry sangatlah lucu, cowok seperti Visko bisa bersikap konyol.
" Gue boleh makan yang ini kan Vis?." Tanya Harry seraya menyendokan bubur ayam yang berada di mangkok satunya.
Visko menoleh ke arahnya tajam.
" Sorry Vis kelamaan nunggu jawaban dari Lo." Ucap Harry tertawa, dan kembali memakan bubur ayam yang sudah di siapkan oleh Vlavia.
Visko menatap kedua sahabar bast*rd nya yang sedang memakan bubur ayam buatan Vlavia begitu lahap, sungguh rasanya Visko saat ini ingin sekali mencekik kedua lelaki tampan di depannya.
Jika saja bukan sahabat mungkin sudah Visko cekik benera mereka. Tidak ada sopan santun sama sekali mereka.
__ADS_1
Apartemen Visko dulu dan sekarang setelah ada Vlavia itu beda. Mereka tidak boleh lagi seenaknya seperti dulu, apa lagi sampai membawa wanita ke Apartemennya. Visko tidak segan-segan akan membunuh kedua sahabat bej*dnya.