
Pagi harinya Vlavia sudah sudah selesai memasak untuk sarapan mereka, Vlavia kembali ke kamarnya untuk bersiap berangkat ke Kampus. Terlihat Visko yang masih berbaring di ranjangnya dengan mata tertutup, itu artinya Visko masih tertidur dan belum terbangun.
Vlavia menghela nafasnya, dia berjalan mendekat ke arah Visko, niat hatinya untuk membangunkan Visko dari tidurnya, tetapi semakin dekat dirinya dengan Visko yang masih memejamkan mata, Vlavia malah terkesima dengan wajah rupawan yang di miliki oleh Kakak tirinya, dalam keadaan tertidur seperti sekarang saja nyatanya tidak mengurangi ketampanan yang Visko miliki. Lagi-lagi Vlavia menghela nafasnya, dengan keberanian penuh Vlavia mengangkat tangannya, membelai wajah Visko dengan begitu pelan dan lembut.
“ Apa aku salah menyukaimu Kak?,” Gumam Vlavia pelan, matanya masih lekat menatap Visko.
Tanpa di sadari Vlavia tersenyum melihat wajah tenang Visko yang masih terpejam, Visko memang sangat tampan, pantas saja banyak sekali yang menyukainya, termasuk saudara sepupunya sendiri, mengingat saudara sepupu Visko, Vlavia jadi teringat dengan Viska, entah kenapa ada rasa penasaran pada diri Vlavia terhadap Viska.
“ Apa dia sangat cantik Kak?,” Gumam Vlavia bertanya kepada Visko yang masih memejamkan matanya.
Tersadar dengan ucapannya yang konyol, Vlavia menggelengkan kepalanya, lalu memukul pelan mulutnya karena sudah begitu lancang tadi menanyakan tentang Viska, memangnya siapa Vlavia? Dia hanya anak sambung dari Om Albert, lelaki kaya raya yang kini sudah meningkatkan derajat keluarganya, lebih tepatnya Om Albert sudah memberikan kehidupan yang lebih layak untuk Vlavia dan Mommy Selena. Vlavia bersyukur atas itu, bahkan Om Albert sama sekali tidak membedakan di antara dirinya dan juga Visko, awal Vlavia tinggal di rumah Om Albert juga Vlavia langsung di belikan mobil mewah oleh Om Albert, itu salah satu bukti rasa sayang Om Albert kepada anak sambungnya Vlavia.
“ Astaga lancang sekali ini mulut.” Gumam Vlavia lalu mencoba berdiri dari hadapan Visko, tetapi sebelum Vlavia benar-benar pergi, tangan Visko sudah lebih dulu menahanya agar Vlavia tidak pergi dari hadapannya, bahkan Vlavia tadi baru saja berbalik dan akan melangkahkan kakinya untuk mengurungkan niatnya membangunkan Visko, tetapi lagi-lagi Visko mengejutkannya dengan tingkahnya.
Vlavia terkejut, dia memejamkan matanya serta mengigit bibirnya, jelas Vlavia tahu jika Visko sudah terbangun dari tidurnya, dan mungkin saja sedari tadi Visko sudah mendengar semua penuturannya yang begitu penasaran dengan paras Viska. Ingin berbalik tetapi sudah kepalang tanggung, mau tidak mau Vlavia harus menghadapi Visko agar melepaskan genggaman tangannya.
“ Kenapa tegang begitu?,” Tanya Visko sengaja menggoda Vlavia.
__ADS_1
Vlavia menghela nafasnya, dia mencoba menenangkan dirinya agar tidak takut dan berani dengan Visko, lalu menoleh ke arah Visko dengan tatapan menantang.
“ Aku tidak tegang, biasa saja Kak,” Jawab Vlavia membantah apa yang Visko katakan. Padahal dari gelagat Vlavia sangat terlihat jelas jika sekarang dia sedang dalam keadaan tegang seperti apa yang Visko katakan.
Visko tersenyum miring, dia paham Vlavia sedang berusaha menyembunyikan ketegangan pada dirinya, tetapi Visko lelaki pintar yang tidak mungkin bisa di bohongi, apa lagi oleh Vlavia.
“ Ini tangan Lo kenapa bisa dingin kalau tidak tegang?,” Tanya Visko seraya tersenyum meremehkan dan sukses membuat Vlavia kembali terkejut seperti di skakmat oleh ucapan Visko barusan.
Apa yang Visko katakan memanglah benar, Vlavia tidak bisa lagi mengelak atau membantah dari tuduhan Visko sekarang. Dengan memberanikan diri Vlavia mencoba untuk melepaskan genggaman tangannya dari Visko, tetapi sangat di sayangkan Visko sudah lebih dulu antisipasi jika Vlavia sampai melakukan itu, dan terbukti sekarang.
Sepertinya Visko bukan hanya pintar untuk membuat Vlavia gugup dan merasa terpojokan, tetapi Visko juga sangat pintar membaca apa yang akan Vlavia lakukan, buktinya sekarang ini Vlavia di buat terkejut dengan genggaman tangan Visko yang semakin erat.
Lagi-lagi Visko tersenyum miring, jawaban Vlavia menurutnya sangatlah unik, bahkan sekarang Visko mulai berdiri dari ranjang dengan satu tangannya masih menggenggam tangan Vlavia, seakan tidak ingin genggaman tangan mereka sampai terlepas, dan itu sangatlah manis jika Visko melakukannya untuk wanita di luaran sana, bukan wanita seperti Vlavia yang meskipun menyukai Visko tetapi tidak bisa merasakan keromantisan yang Visko tunjukan untuknya saat ini, itu semua karena rasa gugup yang Vlavia rasakan lebih mendominasi pada dirinya saat ini.
“ Aneh, sejak kapan genggaman tangan dengan erat malah membuat dingin? Setau Gue malah semakin hangat dan bahkan panas karena terlalu gerah.” Tanya Visko sengaja menggoda Vlavia.
Vlavia melotot, dia tahu jawabannya memanglah salah karena hanya sebuah karangan saja, tetapi tetap saja dia tidak mau sampai kalah dari Visko saat ini, semakin lama genggaman tangan mereka semakin terasa erat, dan itu membuat Vlavia merasa tidak nyaman.
__ADS_1
Visko semakin mendekat ke arah Vlavia, dan kini tepat berada di depannya, posisi mereka sejajar, hanya saja Visko lebih tinggi darinya.
“ Sejak saat ini Kak, ini sekarang aku merasakannya.” Ucap Vlavia lagi-lagi mengelak apa yang Visko katakan, tetapi semakin Vlavia membantah malah semakin terlihat lucu dan konyol Vlavia, di mata Visko Vlavia bukan hanya gadis polos yang lucu, tetapi juga unik.
“ Kenapa bisa begitu?,” Tanya Visko masih dengan sengaja untuk menggoda Vlavia.
Vlavia terdiam, dia mengedipkan matanya dengan cepat untuk mencari jawaban, sampai akhirnya dia mendapat jawaban yang mungkin Visko tidak akan terus bertanya denganya.
“ Ka-karena aku berbeda.” Jawab Vlavia dengan ragu, tetapi jawaban Vlavia saat ini seperti sihir untuk Visko, seperti apa yang Vlavia harapkan, Visko tidak lagi bertanya, dia malah menatap Vlavia begitu lekat, sungguh ucapan Vlavia baru saja merubah Visko dalam sekejap, ntah apa yang di pikirkan oleh Visko Vlavia tidaklah tahu, tetapi mata Vlavia juga membalasan tatapan mata Visko.
Iya Lo berbeda Vi, Lo begitu istimewa Batin Visko masih dengan menatap Vlavia tanpa kata, juga tanpa terlewat hanya dengan kedipan matanya. Vlavia sangat berbeda dari gadis yang pernah Visko temui, Vlavia begitu istimewa untuk Visko, dan kehadiran Vlavia mampu merubah hidup Visko.
Mereka saling tatap untuk waktu yang cukup lama, saling mendekat satu sama lain karena dorongan diri mereka sendiri, Vlavia tidak menyadari jika saat ini dia memberikan ruang agar Visko lebih mudah jika ingin memberikan sentuhan pada bibirnya, begitu juga dengan Visko yang sudah sangat ingin mencumbu Vlavia.
Semakin dekat, dan hembuusan nafas di antara mereka kini saling menerpa, dapat mereka rasakan satu sama lain, tetapi tiba-tiba muncul ingatan di pikiran Vlavia ketika tadi malam Visko mengatakan sudah ada yang mengisi hatinya, Vlavia cukup terganggu karena itu, Vlavia tidak mau jika harus terluka Karena perlakuan Visko padanya, sedangkan hati Visko mungkin untuk wanita lain.
Visko kini siap untuk menempalkan bibirnya dengan bibir gadis cantik di depannya, jarak bibir di antara mereka mungkin jika di ukur tinggal 0,5cm atau setengah cm saja, tetapi dengan sigap Vlavia bersuara yang membuat Visko secara spontan memundurkan wajahnya agak jauh dari jarak mereka sebelumnya.
__ADS_1
“ Siapa yang Kak Visko maksud tadi malam?.” Tanya Vlavia membuat Visko terdiam seraya berpikir maksud dari pertanyaan Vlavia.
Visko tidaklah paham apa yang Vlavia tanyakan, menurutnya dirinya tadi malam sudah bercerita tentang siapa Viska, dan sepertinya yang Visko ceritakan juga sudah cukup jelas, lalu siapa yang Vlavia maksud itu?