
Mobil mewah Visko meninggalkan pekarangan rumahnya, pagi ini dia tidak berangkat sendiri seperti biasanya, melainkan dengan Vlavia yang duduk terdiam di sebelahnya.
Vlavia benar benar tidak menyangka jika dia satu mobil dengan Visko, si Kakak tampan yang cukup membuatnya was was akhir akhir ini.
Bahkan sepanjang perjalanan belum ada yang memulai percakapan di antara keduanya, tentu saja membuat Vlavia sedikit tegang, berbeda ketika dia berangkat ke kampus dengan di antarkan Mang Dani yang akan selalu membuatnya tersenyum karena celotehan Mang Dani yang lucu.
Meskipun Visko tidak melakukan apa apa, Visko sibuk dengan setir mobilnya, hanya sesekali Visko melirik ke arah Vlavia dengan diam, tetap saja Vlavia tidaklah bisa tenang.
Sampai akhirnya mobil Visko berhenti di tengah jalan, sebenarnya hanya 200 meter saja dengan jarak sekolah, Visko menatap Vlavia seperti meremehkan.
" Turun.." Suruh Visko kepada Vlavia.
Seketika membuat Vlavia melotot tak percaya.
Astaga... Cowok tampan yang sekarang menjadi Kakaknya ini benar benar sangat hebat barakting.
Vlavia mendesah kesal, tapi kemudian dia turun menuruti apa yang Visko suruh, lebih baik mungkin berjalan kaki dari pada harus berlama lama satu mobil dengan Visko.
" Nanti tungguin pulangnya tungguin gue.." Ucap Visko membuat Vlavia semakin tak percaya.
Visko selalu saja berbuat seenaknya kepada Vlavia, sungguh Vlavia bukan hanya takut sekarang tapi juga sudah mulai kesal dengan sikap Visko.
Setelah Vlavia turun, Visko malah menampilakn senyum tampannya ke arah Vlavia sontak saja membuat Vlavia bingung, dan juga terpesona olehnya, meskipun kesal juga merasa takut, tapi nyatanya Vlavia belum sepenuhnya mampu mengalihkan perasaanya terhadap Visko.
Tak lama, Visko juga melajukan mobilnya meninggalkan Vlavia begitu saja, lagi lagi Vlavia benar benar di buat terkejut dan juga bingung dengan sikap Visko yang aneh itu.
Vlavia berjalan kaki menuju ke kampus, memang sudah tak jauh lagi untuk sampai kampusnya dan itu tak menjadi masalah jika memang harus berjalan kaki.
Beberapa mobil membunyikan klakson kepada Vlavia, tentu saja beberapa mahasiswa yang mencoba untuk mengasih tumpangan kepasa gadis cantik yang cukup menarik perhatian mereka.
Meskipun Vlavia tak sefamiliar Marisa, tapi kecantikan Vlavia tak kalah dari Marisa, bahkan Vlavia bukan hanya cantik tapi wajahnya begitu menyejukan bagi para lelaki yang menatapnya, berbeda dengan Visko yang jika menatap Vlavia malah selalu ingin menerkam Vlavia.
Ntah apa yang salah pada diri Visko sebenarnya.
Sampai sebuah mobil mewah melesat tepat di sebelahnya, juga berhenti membuat Vlavia sedikit terkejut.
Seseorang di dalam mobil itu membuka kaca mobilnya, membuat Vlavia bernafas lega ternyata Kristan.
" Ayo naik.." Ajak Kristan tanpa basa basi.
Dengan segera Vlavia mengangguk, dari pada berjalan kaki dan mendapat godaan dari mahasiswa lain, menumpang mobil Kristan adalah cara yang tepat.
" Kenapa jalan kaki..?? " Tanya Kristan setelah Vlavia duduk di sebelahnya.
" Tadi.. Mobilnya mogok.." Jawab Vlavia sekenanya.
Tentu saja Vlavia berbohong, dia tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya jika dia berangkat dengan Visko, si cowok aneh yang banyak di gilai wanita itu.
Meskipun sebenarnya Vlavia tidaklah pandai dalam berbohong, tapi nyatanya Kristan hanya mengangguk tanpa bertanya lebih lagi.
Sampai akhirnya mobil Kristan berhenti diparkiran kampus, Vlavia turun di ikuti Kristan yang juga turun dari mobilnya.
__ADS_1
Sedangkan Visko dan kedua sahabatnya melihat kejadian itu, tentu saja itu membuat Visko sedikit kesal.
belum kapok juga tuh cewek batin Visko tertuju kepada Vlavia.
" Itu bukannya adek baru Lo ya..?? " Tanya Harry membuat Visko menatapnya tajam.
" Kalem... Gue cuma nggak nyangka adek Lo cakep banget Man.." Jawab Harry yang memuji Vlavia.
Tentu saja membuat kekesalan Visko bertambah saja, meskipun tak dia perlihatkan di depan kedua sahabatnya.
" Vlavia.. Dia namanya Vlavia bukan..?? " Tanya Dendry dengan senyum semirknya.
" Sudah ayo pergi.." Jawab Visko mengajak kedua sahabatnya untuk pergi dari sana.
Serin dan Mila menghampiri Vlavia yang baru saja keluar dari mobil Kristan.
" Vi..." Sapa Serin yang di jawab Vlavia dengan senyuman manisnya.
" Kak Kristan thanks ya tumpangannya.." Ucap Vlavia kepada Kristan.
" Sama sama.. Lain kali kalau butuh apa apa hubungi gue aja.." Jawab Kristan yang tanpa dia sadari sebenarnya di antara dia dan Vlavia sama sama belum mempunyai no ponsel masing masing.
Vlavia mengangguk, lalu pamit dan berlalu pergi dengan kedua temannya.
" Vi.. Gila.. Lo anak baru tapi udah bisa ngambil hati Kristan.." Ledek Mila kepada Vlavia.
" Apaan sih Lo..?? Berebihan deh.." Jawab Vlavia tidak membenarkan apa yang di katakan oleh Mila.
" Owh.. Itu tadi karena mobil gue mogok.. Nggak sengaja ketemu Kak Krsitan ya udah karena gue di kasih tumpangan kenapa nggak..?? " Jelas Vlavia membuat Serin dan Mila saling pandang.
" Serius Lo..?? Kok bisa mobil Lo mogok..?? Bukannya kemarin Lo pake mobil mewah ya sama supirnya juga..?? " Tanya Serin menyelidik.
" Iya itu kemarin.. Hari ini kan nggak.." Jawab Vlavia yang sebenarnya bingung mau jelasin gimana ke kedua temannya ini.
" Cerita Vi...," Suruh Mila seperti merengek kepada Vlavia.
" Apa jangan jangan Lo emang berangkat bareng sama Kristan dari rumah.. Iya kan..?? Ngaku aja Lo..?? " Selidik Serin lagi seketika membuat Vlavia melotot.
Setidaknya bagus lah kalau mereka mengira seperti itu.
Vlavia hanya tersenyum menanggapinya, membuat kedua temannya semakin yakin jika Vlavia dan Kristan sedang sama sama menjalin kedektan.
" Nah..Kan.. Nggak mau ngaku Lo.." Ledek Mila sambil menoel noel pipi Vlavia.
" Mila apaan sih Lo..?? " Jawab Vlavia yang membuat mereka tertawa.
Mereka terus menggoda Vlavia sampai tanpa mereka sadari, di depan mereka sudah ada beberapa cewek yang sedang menatap mereka tak suka.
Terutama Vlavia, mereka menatap Vlavia seperti musuh yang harus mereka singkirkan, tapi merasa tidak ada masalah dengan wanita wanita cantik di depannya.
Vlavia, Serin dan juga Mila melewati mereka begitu saja, tapi tak lama Marisa dan Gangnya berteriak keras memanggil Serin.
__ADS_1
Ya wanita wanita yang menatap musuh kepada Vlavia dan kedua temannya adalan Marisa dan juga gengnya.
" Serin...!!!! " Teriak Mariasa membuat langkah Serin dan Mila terhenti, begitu juga dengan Vlavia.
Baik Serin maupun Mila tidaklah patuh kepada Marisa tapi mereka juga tidak mencari gara gara kepada Marisa dan Gengnya, bisa dikatakan netral saja.
Tidak takut tapi juga tidak begitu berani ha..ha..
" Iya kenapa Sa..?? " Tanya Serin sambil menoleh ke arah Marisa.
" Dia.. Siapa..?? " Tanya Marisa kepada Serin.
Tentu saja Marisa menanyakan Vlavia yang berdiri di sebalah Vlavia.
" Dia Vlavia.. Anak baru.." Jelas Serin kepada Marisa.
Sedangkan Vlavia masih terdiam, dia masih belum mengerti apa yang Marisa inginkan.
" Lo tau kan.. Kalau ada anak baru harus di bawa ke gue dulu.. Kenapa ni anak tidak..?? Hmm..?? " Ucap Marisa kepada Serin.
" Sorry Sa.. Itu nggak berlaku sama temen gue.." Jawab Serin berani.
" Eh.. Lo berani ma kita..? " Tanya Deva kepada Serin.
" Kalau iya kenapa..?? " Tantang Mila.
Mila sudah tidak tahan lagi sebenarnya dengan cewek cewek cantik yang selalu berbuat seenaknya.
" Dasar *****.." Ucap shisil kepada mereka bertiga.
Sontak saja membuat Mila dan juga Shisil sama sama melancarkan aksinya.
Membuat Serin dan Vlavia meleraikannya, sedangkan Marisa dan yang lain hanya tertawa melihat perkelahian temannya.
Sungguh sikap Marisa dan gengnya melebihin anak SMP, tidak ada dewasanya sama sekali pikir Vlavia.
" Sudah Mila stop..." Teriak Vlavia.
Dengan berani Vlavia berjalan ke arah Marisa, tepat di depan Marisa.
" Gue Vlavia.. Dan kalau Lo udah tau nama Gue.. Lo mau apa..?? " Tantang Vlavia kepada Marisa, membuat Marisa kesal dengan jawaban Vlavia yang begitu berani menantangnya.
Yang ntah Vlavia sendiri mendapat keberanian itu dari mana, tapi melihat Mila dan juga Serin yang begitu membelanya membuta Vlavia merasa jadi lebih berani, juga karena benar benar tidak tahan dengan sikap Marisa dan teman temannya.
Tanpa mereka ketahui, ketiga cowok tampan yang menjadi idoal di kampusnya melihat kejadian itu.
Mereka sama sama tersenyum.
" Tuh cewek keren juga.." Gumam Dendry tertuju kepada Vlavia.
Sedangkan Visko semakin menatap tajam Vlavia, dia juga tersenyum smirk, ntah apa yang akan Visko lakukan lagi kepada Vlavia.
__ADS_1