
Vlavia menoleh ke arah Kristan, dengan segera dia mengangkat tangannya untuk menghindar dari genggaman tangan Kristan.
Kristan menghela nafasnya pelan, dia tahu jika Vlavia merasa tidak nyaman dengan perlakuannta tadi, tetapi kenapa? bukankah dulu Vlavia begitu hanyat menyambut pertemanan mereka? Apa semua karena adanya Visko? Pikir Kristan yang kemudian menatap Visko yang sedang tertawa bersama kedua sahabatnya.
Visko tahu keberadaan Vlavia dengan adanya Kristan, tetapi Visko tidak begitu memperdulikannya karena jawaban Vlavia tadi, meskipun dalam hatinya sudah menahan amarah yang teramat.
" Vi." Panggil Kristan lirih kepada Vlavia, membuat Vlavia menoleh ke arah Kristan lagi.
" Kenapa Kak?." Tanya Vlavia membuat Kristan tersenyum.
" Yakin nggak mau pesen? Biar aku pesenin ya." Tawar Kristan lagi kepada Vlavia.
" Minum boleh Kak." Jawab Vlavia akhirnya.
Mungkin dengan minum akan membuatnya sedikit lebih tenang karena Visko.
Kristan mengangguk seraya tersenyum, kemudian dia beranjak dari duduknya untuk memesankan Vlavia minum, tetapi sebelum benar-benar pergi Kristan sempat mengacak pelan rambut Vlavia. Dan itu di sengaja oleh Kristan untuk membuat Visko kesal.
Vlavia juga terkejut dan merasa tidak enak dengan apa yang Kristan lakukan.
" Sweet nya." Ucap Mila begitu antusias melihat perlakuan Kristan yang begitu romantis dan perhatian dengan Vlavia.
" Jangan begitu Mil." Pinta Vlavia yang memang tidak suka terus di goda oleh Mila.
" Iya nggak lagi deh Vi, tuh Kristannya juga udah pergi." Jawab Mila masih saja menggoda Vlavia.
Vlavia hanya menggeleng begitu juga dengan Serin melihat tingkah Mila. Tidak lama datanglah Kristan yang sudah membawa minuman untuknya dan Vlavia.
" Vi ini." Ucap Kristan kepada Vlavia.
" Makasih Kak." Jawab Vlavia yang di angguki oleh Kristan.
" Ciee.... Romantisnya, minum aja sampai di bawain, aku kapan ya gitu?." Ucap Mila lagi-lagi menggoda Vlavia dan Kristan.
__ADS_1
" Lo mana bisa kayak gitu, secara pacar Lo semua kan di dumai bege." Cibir Serin membuat Mila tertawa tanpa merasa sakit hati atas apa yang di katakan oleh Serin barusan.
Tidak lama Marisa dan gengnya datang ke Kantin. Dia memang sengaja mencari keberadaan Visko, setelah mengetahui jika Visko sedang berada di kantin bersama Harry dan Dendry, Marisa langsung menuju ke Kantin.
" Visko." Panggil Marisa kepada Visko.
Kini Marisa tidak lagi berani memanggil Visko dengan sebutan baby ataupun honey. Jelas karena Visko pernah memperingatinya.
Marisa bersama dengan gengnya segera ikut bergabung dan duduk dengan Visko dan kedua sahabatnya.
" Sha Lo makin hari makin cantik." Puji Harry membuat Marisa tersenyum.
" Visko, Lo udah tahu kalau Viska minggu depan pulang ke Indo?." Tanya Marisa tiba-tiba membuat Visko menoleh ke arahnya.
" Kata siapa Lo?." Tanya Visko kepada Marisa.
" Kata Papaku dong, kemarin dia makan siang bersama dengan Om Albert." Jelas Marisa membuat Visko terdiam.
Visko kesal karena Daddy nya tidak memberitahukan tentang kedatangan Viska sepupunya itu, Visko juga sempat berfikir apakah Mommy Selena tahu tentang kedatangan Viska? Tetapi kenapa tidak ada yang memberitahukannya.
Sedangkan tidak jauh dari tempat Visko dan teman-temannya duduk, ada Vlavia yang kini sedang terdiam, Vlavia sempat mendengar tentang kepulangan Viska, tetapi siapa dia? Kenapa nama gadis itu dan Visko hampir sama? Apa dia kekasih Visko? Pikir Vlavia bertanya-tanya.
Jujur saja mendengar nama gadis yang sebentar lagi akan datang ke Indonesia membuat hati Vlavia tiba-tiba merasa tidak nyaman, meskipun Vlavia belum tahu siapa dia sebenarnya.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Setelah pulang kuliah, Visko berniat untuk menemui Om Albert di Kantornya. Dia akan menanyakan tentang kedatangan Viska ke indo. Sedangkan Vlavia sudah lebih dulu pulang bersama Mang Dani. Visko tadi sudah memberitahukan Mang Dani untuk membukakan pintu Apartemen dengan syarat Vlavia tidak boleh sampai tahu paswordnya pintu tersebut.
Jelas Mang Dani menurut apa yang di katakan oleh Visko dengan tidak memberitahukan kepada Vlavia tentang pasword pintu apartemen Visko.
Vlavia merebahkan dirinya di tempat tidur. Dia teringat dengan kata-kata Marisa tadi di kantin.
" Siapa gadis itu? Kenapa namanya mirip sekali dengan Kak Visko?." Gumam Vlavia menerka-nerka siapa gadis yang akan datang ke Indo itu.
__ADS_1
" Apa Mommy tahu tentang gadis itu? Tapi sepertinya tidak mungkin." Gumamnya lagi masih dengan pikiran yang sama.
Sampai akhirnya Vlavia memutuskan untuk mandi terlebih dahulu, dia berniat untuk menanyakan itu nanti kepada Visko, jika dia berani tentunya.
Sedangkan di Kantor Om Albert. Visko tanpa basa-basi langsung menemui Daddy nya di ruangannya. Melihat kedatangan Visko membuat Om Albert tersenyum, jarang sekali Visko mau menemuinya di Kantor.
" Selamat datang anak tampan." Ucap Om Albert tersenyum ke arah Visko.
Visko duduk tanpa menjawab sapaan dari Daddy nya, dan itu sudah menjadi hal yang biasa di antara mereka.
" Kamu mau di buatkan minum apa?." Tanya Om Albert lagi kepada Visko.
Visko tersenyum miring, dia sangat tidak suka dengan Daddy nya yang selalu bertele-tele atau berbasa-basi tanpa langsung pada intinya.
Di saat Om Albert akan menekan nomor telepon yang berada di mejanya memerintahkan asistennya untuk membawakan minuman untuk Visko. Tiba-tiba Visko berucap untuk menolak niat baik Daddy nya.
" Tidak usah, aku hanya sebentar saja." Jawab Visko dengan tegas.
Om Albert tersenyum, dia tahu jika Visko sedang merasa tidak baik-baik saja dengan dirinya, padahal baru saja kemarin dia dan Visko bisa merasa hangat kembali dengan candaan yang di lontarkan oleh mereka satu sama lain, tetapi nyatanya hal itu tidak akan bertahan lama, karena pada dasarnya Visko masih belum bisa sepenuhnya memaafkan Om Albert.
Begitu juga dengan Om Albert yang masih belum siap menceritakan kejadian yang sesungguhnya di antara istrinya dan dirinya terdahulu.
" Kataka Vis, apa yang mau kamu bicarakan dengan Daddy?." Tanya Om Albert kepada Visko.
" Kenapa Daddy tidak memberitahuku rencana Viska yang akan datang ke sini?." Tanya Visko membuat Om Albert menghela nafasnya.
" Apa kamu tidak suka?." Tanya Om Albert kepada Visko.
" Jelas, aku tidak suka." Jawab Visko sarkas.
" Dia sendiri yang meminta Daddy untuk tidak memberitahukan kepadamu, dia ingin memberi kejutan untukmu, tapi Daddy rasa teman kuliahmu sudah memberitahumu tentang hal ini." Jelas Om Albert seraya terkekeh.
" Dad." Ucap Visko yang di angguki langsung oleh Om Albert.
__ADS_1
" Aku paham Vis kekhawatiranmu, tetapi coba dulu temui dia, siapa tahu dia sudah berubah, Daddy juga sudah kasih tahu kepadanya agar tidak berbuat hal yang membuatmu merasa tidak nyaman." Jelas Om Albert seraya memijit sedikit bagian hidung yang bersejajar dengan matanya.
Om Albert paham betul bagaimana Viska terhadap Visko, bahkan kedua orang tua Viska sendiri juga mengerti tentang Viska yang menyukai Visko sejak kecil, bahkan bisa di bilang Viska sangat terobsesi dengan Visko. Meskipun mereka saudara sepupu tetapi seakan tidak menjadi halangan untuk Viska memiliki seorang Visko yang sangat di cintainya.