
Seseorang yang menarik tangan Vlavia semakin mendekat, membuat Vlavia sedikit meremang karena hembusa nafasnya tepat di telinganya.
Vlavia memejamkan matanya sebentar untuk merasakan moment itu, tapi dia kembali membuka matanya, dengan keberanian penuh dia melirik ke arah seseorang yang begitu dekat berada di sampingnya.
" Lo pasti nyariin Gue kan?." Bisik seseorang itu membuat jantung Vlavia semakin terpompa lebih cepat.
Dengan keadaan dekat seperti ini di tambah dengar suaranya membuat Vlavia merasakan getaran yang berbeda pada dirinya.
Seseorang itu tersenyum miring, melihat wajah Vlavia yang memerah, dia tau apa yang di ucapkannya memanglah benar.
" Kiss me." Ucapnya yang terdengar seperti perintah.
Vlavia menoleh ke arahnya seakan tidak percaya, bagaiman bisa dia berkata seenaknya seperti itu kepada dirinya? Tapi seakan ucapannya biasa saja, seseorang yang kini sedang berada di sebelah Vlavia malah semakin mendekat ke arahnya.
Vlavia bingung dengan dirinya yang seakan menerima perlakuan dari seseorang itu, dia ingin menolak tapi tubuhnya berkata lain.
" Gue tau jawabannya." Sambungnya lagi dengan senyum smriknya, membuat Vlavia menatapnya dengan sedikit takut.
Dengan keberanian penuh, akhirnya Vlavia bersuara, meskipun rasanya begitu berat, tapi jika dia diam saja sudah pasti dia akan semakin terpojokan dengan keadaan.
" Ingat Kak Visko, kita sekarang saudara." Ucap Vlavia lirih dengan nada yang sedikit bergetar karena takut Visko akan semakin murka dan berbuat yang lebih kepadanya.
Ya, seseorang yang menarik dan membawa Vlavia ke dalam kamar mandi ialah Visko. Cowok tertampan di kampusnya yang juga menjadi Kakak tirinya sekarang. Belum ada yang tau tentang setatus mereka berdua kecuali Kristan, tapi lambat laut semua akan terungkap dengan seiring berjalannya waktu.
Visko tertawa meremehkan, dia seakan tidak peduli dengan setatus mereka berdua sekarang ini, yang Visko inginkan Vlavia adalah gadis lain yang sudah membuatnya menginginkan bukan sebagai adiknya, melainkan Vlavia sebagai gadis lain yang harus di miliki olehnya tanpa setatus keluarga.
" Kalau Gue nggak peduli gimana?." Tanya Visko membuat Vlavia menggeleng.
Visko semakin tersenyum melihat Vlavia yang seakan tidak bisa menjawab, dengan sengaja Visko semakin mendekatkan wajahnya kepada Vlavia dengan pelan, membuat Vlavia mengepalkan tangannya karena tingkah Visko juga kesal dengan dirinya yang seakan lemah tidak bisa menolak sikap kurang ngajar Visko.
Tentu saja karena jauh sebelum Visko menyukainya, Vlavia lebih dulu mengagumi seorang Visko, tapi seakan semesta ingin bermain-main dengan kisah cinta mereka, dengan membuat mereka sebagai adik kakak untuk melihat seberapa jauh mereka akan berjuang untuk rasa yang sama-sama mereka miliki.
Atau mereka akan menyerah dan menerima jika mereka sekarang atau sampai nanti mungkin, mereka adalah saudara tiri.
" Aku akan lakukan apapun, tapi tolong jangan lakukan itu Kak." Jawab Vlavia yang tanpa dia sadari seakan menyerahkan dirinya kepada Visko secara tidak langsung.
__ADS_1
" Oke... Gue nggak akan lakuin itu lagi, tapi dengan satu syarat." Ucap Visko membuat Vlavia menatap Visko tidak percaya.
Vlavia tau Visko pasti akan mengerjainya, ntah dengan cara apa, tapi Vlavia yakin Visko tidak mungkin akan membiarkannya begitu saja.
Yang Vlavia tau sampai sekarang ialah, apa yang di lakukan Visko kepadanya ialah karena rasa kesal atau bahkan dendam Visko kepada Momm**y nya karena sudah menikah dengan Om Albert, padahal yang sebenarnya ialah karena Visko yang memang menginginkan Vlavia sebagai wanitanya bukan sebagai adik tirinya.
" Syarat Kak?." Tanya Vlavia yang di jawab Visko dengan senyum smriknya.
" Lo boleh menolak syarat dari Gue, tapi Lo tau kan apa yang akan Gue lakuin ke Lo." Ucap Visko seakan mengancam.
Deg...
Vlavia semakin merasa aneh dengan sikap Visko yang sebentar baik, tapi sebentar seperti musuh untuk dirinya, tapi demi kebahagiaan Mommy Selena, Vlavia akan melakukan apapun.
" Aku akan terima apapun syarat dari Kak Visko, tapi tolong jangan bikin Mommy dan Daddy sedih." Jawab Vlavia membuat Visko semakin tersenyum senang dengan permainan yang akan dia berikan untuk Vlavia.
" No problem." Jawab Visko yang seakan sudah menang atas Valvia.
Sebenarnya Visko tidak begitu memikirkan tentang orang tuanya, terlebih Visko dan Om Albert yang memang tidak akur.
Deg...
Jantung Vlavia kembali berdetak kencang, bukan karena pesona seorang Visko sekarang, melainkan ucapan Visko barusan yang seakan tidak di percaya oleh Vlavia, jika saja Vlavia tau kalau gadis-gadis di luar sana atau bahkan teman-teman kampusnya yang meminta untuk tinggal bersama seorang Visko, mungkin Vlavia akan merasa dirinya adalah gadis yang paling beruntung saat ini, tapi mengingat Vlavia tau itu semua hanyalah akal-akalan Visko, membuat Vlavia benar-benar harus memikirkan secara matang persyaratan dari Visko.
" Itu nggak mungkin Kak, Mommy sama Daddy nggak mungkin memperbolehkan aku tinggal sama Kak Visko." Jawab Vlavia seakan mencari alasan.
" Kita lihat saja nanti, biar Gue yang bilang mereka, Lo tinggal jawab iya aja." Ucap Visko dengan senyum miring.
Vlavia tidak tau harus berkata apa lagi, dia tidak bisa membayangkan jika tinggal bersama dengan Visko dan hanya mereka berdua saja membuat Vlavia berfikir yang tidak-tidak. Sungguh memikirkan hal itu membuat Vlavia menggelengkan kepalanya, sedangkan Visko yang melihat gelagat Vlavia semakin tersenyum.
" Nggak usah takut, Gue kakak Lo, bukan musuh Lo." Ucap Visko yang malah semakin membuat Vlavia malah semakin tidak percaya.
Tidak lama terdengarlah beberapa mahasiswa yang berjalan ke arah mereka, membuat Vlavia baru sadar jika dirinya di bawa Visko ke kamar mandi cowok bukan wanita.
Astaga... Vlavia begitu bodoh baru menyadari hal sepenting ini, bagaimana caranya dia keluar dari kamar mandi cowok sekarang? Jika sampai ada yang melihat, habislah sudah Vlavia.
__ADS_1
" Lo butuh bantuan Gue." Ucap Visko seakan tau kecemasan yang Vlavia rasakan saat ini.
Valvai mengangguk tanpa menjawab.
" Cium Gue dulu." Ucap Visko tanpa berdosanya.
Vlavia menatap Visko semakin tidak percaya, bukankah tadi Visko sudah berjanji untuk tidak melakukan itu kepadanya, dengan syarat yang sudah dia tujukan dan Vlavia setujui.
Vlavia menggeleng tanpa menjawab, membuat Visko tersenyum.
" Ya sudah kalau gitu." Sambung Visko berniat akan meninggalkan Vlavia di kamar mandi.
Tapi sebelum Visko membuka pintu, Vlavia segera bersuara yang membuat Visko berhenti dan menoleh ke arah Vlavia.
" Kak." Panggil Vlavia lirih, membuat Visko tersenyum.
Hufh...
Valvia menghela nafasnya kasar, tentu saja karena apa yang akan dia lakukan sangatlah memalukan, tadi dia sudah menolak ketika Visko akan menciumnya, tapi sekarang dia sendiri yang akan mencium Visko, meskipun itu semua karena keterpaksaan.
Vlavia mendekatkan dirinya ke wajah Visko untuk mencium Visko, tapi tiba-tiba Visko bersuara yang membuat Vlavia malu.
" Wait, Lo harus tau banyak gadis di luar sana yang menginginkan seperti Lo sekarang ini." Jelaa Visko yang tidak di jawab oleh Vlavia.
" Sekarang cium Gue, keburu wajah Lo semakin merah." Sambung Visko membuat Vlavia semakin blushing.
Untuk sekarang ini Vlavia harus mengesampingkan rasa malunya, yang terpenting dia harus keluar dari kamar mandi, dan tidak berhadapan dengan Visko lagi.
Tapi hampir saja bibir Vlavia menempel pada bibir Visko yang sudah siap untuk mendapat sentuhan lembut dari bibir adik tirinya, pintu kamar mandi di ketuk. Membuat Vlavia terkejut dan menghentikan kegiatannya, begitu juga dengan Visko yang juga terkejut dan merasa kesal bukan main.
Tangan Visko mengepal, rasanya Visko ingin membunuh seseorang yang sudah membatalkan rencananya saat ini.
Gimana gaes kalau Vlavia tinggal dengan Visko di apartemen? tapi nanti nggak setiap hari kok, karena Om Albert tidak menyetujuinya.
Jangan Lupa Like, Comment and Vote ya gaes 🙏
__ADS_1