My Naughty Brother

My Naughty Brother
Ini Salah?


__ADS_3

Vlavia terus di ledek oleh kedua temannya Serin dan Mila. Apa lagi setelah Kristan meminta waktu Vlavia untuk jalan berdua saja setelah pulang kuliah. Beruntung Vlavia sudah lebih dulu janji dengan Serin dan Mila, jadi itu bisa menjadi alasan untuk menolak ajakan Kristan.


Kristan sebenarnya sangat baik dengan Vlavia, Dia juga termasuk lelaki tampan di Kampusnya. Tapi ntah kenapa setelah tinggal bersama dengan Visko, setelah kejadian di Pesta Marisa waktu itu. Vlavia seperti enggan jika di ajak pergi oleh Kristan. Vlavia malah menginginkan Visko yang mengajaknya, meskipun itu seperti hal yang mustahil baginya, karena cowok seperti Visko hanya akan terus mengerjainya saja.


" Vi kalau Lo mau jalan sama Kristan nggak papa deh kita pending besok aja." Ucap Mila yang langsung mendapat gelengan kepala dari Vlavia.


" Jangan, maksud Gue kita tetep jalan, Kak Kristan kita bisa jalan kapan-kapan tidak apa kan?." Tanya Vlavia sedikit ragu kepada Kristan.


" Tidak apa Vi, Gue siap kapanpun Lo siap." Jawab Kristan seraya tersenyum tampan.


" Astaga romantis sekali kalian." Puji Serin yang membuat Kristan tertawa renyah.


Sedangkan Vlavia sedikit tersenyum kikuk, dia melirik ke arah Visko yang kini sedang makan bersama dengan Marisa.


Hati Vlavia merasa bergemuruh, ntah itu perasaan cemburu atau kesal, yang jelas Vlavia tidak suka Marisa begitu dekat dengan Visko. Begitu juga sebaliknya Kristan yang merasa begitu kesal dengan Kristan yang terus mencari perhatian Vlavia.


" Gue ke toilet." Pamit Visko kepada teman-temannya.


Visko segera beranjak dari duduknya, dan pergi keluar dari Kantin.


" Mau kemana Vis?." Tanya Marisa yang tidak mendapat jawaban dari Visko.


" Sudah lah Sa biarkan saja Dia." Sergah Dendry yang membuat Marisa kesal dan dengan terpaksa Marisa mengurungkan niatnya untuk mengejar Visko.


Vlavia kembali melirik meja dimana Visko dan teman-temannya berada. Tapi tidak lagi terlihat Kakak tirinya yang tampab itu.


Dimana Kak Visko ya? Batin Vlavia seraya terus mencuri pandang untuk mencari keberadaan Visko.


" Ada apa Vi?" Tanya Serin melihat wajah Vlavia seperti orang kebingungan.


" Eh... Tidak apa kok, Gue ke toilet bentar ya?." Pamit Vlavia yang di angguki oleh mereka.


" Jangan lama-lama Vi nanti Kristan di goda Serin lagi!!." Teriak Mila yang langsung mendapat tepukan dari Serin di lenggannya.


Vlavia hanya tertawa seraya menggelengkan kepalanya, dia kemudian pergi ke toilet. Atau sebenarnya mencari keberadaan Kristan yang tiba-tiba hilang begitu saja di Kantin Kampus.

__ADS_1


Kristan menatap kepergian Vlavia, kemudian beralih menatap dimana tadi Visko dan teman-temannya duduk. Tidak sengaja pandangan Kristan bertemu dengan pandangan Marisa, mereka sama-sama segera mengalihkan pandangan satu sama lain.


Di antara mereka memikirkan satu hal yang sama, yaitu tentang Visko dan Vlavia yang sama-sama pergi.


Vlavia terus mencari keberadaan Visko, karena tidak kunjung dia temukan, akhirnya Vlavia berniat untuk ke toilet.


Vlavia melihat gambaran dirinya di pantulan kaca wastafel lorong kamar mandi. Vlavia tersenyum lalu berniat untuk mencuci mukanya, tetapi tiba-tiba seseorang menarik tangannya dan membawanya masuk ke dalam toilet wanita.


Vlavia ingin menjerit tetapi dengan segera mulutnya di bungkam oleh tangan laki-laki tersebut. Kemudian dengan perlahan dia mendekat ke arah Vlavia.


Mata Vlavia melotot melihat Visko yang menariknya ke dalam kamar mandi. Tadi dia yang mencari Visko memang, tapi jika situasinya seperti sekarang ini Vlavia kembali merasa sedikit takut atau cemas jika sampai ada yang tahu apa yang mereka lakukan di dalam toilet Kampus.


Dengan pelan Visko melepaskan bungkaman dari mulut Vlavia.


" Lo cari Gue kan?." Tanya Visko menatap tajam Vlavia.


Tatapan Visko begitu tajam, tetapi kali ini tidak membuat Vlavia takut, melainkan tatapan yang begitu memabukan untuk Vlavia.


Sial, Vlavia benar-benar sudah jatuh cinta dengan Kakak tirinya sekarang.


Vlavia lebih memilih menatap wajah tampan Visko yang kini berada begitu dekat dengannya, bahkan Vlavia berani menatap manik mata Visko yang juga sedang menatapnya.


Cup...


Visko mengecup bibir Vlavia tiba-tiba, lagi-lagi Vlavia tidak berontak, melainkan malah membuka mulutnya agar Visko bisa lebih dalam lagi menciumnya.


Melihat Vlavia yang begitu menikmati tanpa perlawanan, Visko melanjutkan permainannya, bahkan sampai membuat Vlavia tanpa sadar merangkulkan tangannya ke leher Visko yang lebih tinggi darinya.


Visko melepaskan pagutannya, menatap Vlavia yang kini juga sedang menatapnya.


" Gue tahu jawabannya." Bisik Visko kepada Vlavia.


Vlavia terdiam, dia bingung dengan apa yang baru saja di lakukannya, kenapa dirinya begitu berani menatap Visko? Kenapa dirinya seperti menyerah begitu saja di perlakukan seperti itu oleh Visko? Kenapa pikiran, dan hatinya kini bekerja sama dengan tubuhnya yang selalu menginginkan di perlakukan seperti itu oleh Visko.


Vlavia masih tidak bergeming, tanpa di sadari air matanya menetes begitu saja, Vlavia teringat dengan kehidupan Mommy Selana, tidak seharusnya memang Vlavia melakukan ini, baginya kebahagiaan Mommy nya jauh lebih penting darinya, Vlavia tahu Mommy Selena sangat menginginkan Visko dan Vlavia dekat seperti saudara, bukan dengan rasa seperti ini.

__ADS_1


Melihat Vlavia yang menangis membuat Visko segera memeluk Vlavia.


" Jangan nangis, Gue bakal jagain Lo Vi, lebih dari seorang Kakak." Ucap Visko seraya memeluk Vlavia semakin erat.


Mendengar apa yang baru saja di katakan oleh Visko membuat Vlavia semakin menangis, rasanya begitu sakit dengan kenyataan di antara mereka sebagai Kakak berAdik tetapi memiliki rasa.


" Lepas Kak." Jawab Vlavia lirih.


Visko menuruti apa yang Vlavia katakan, menurutnya melihat Vlavia menangis membuat hatinya merasa sakit.


" Jangan terus lakukan ini denganku Kak." Pinta Vlavia masih dengan menatap Visko sendu.


" Kita nggak bisa terus seperti ini Kak, aku takut Kak perasaan ini semakin..." Ucap Vlavia tergantung.


" Semakin dalam bukan?." Tanya Visko seraya tersenyum miring.


" Ini salah Kak, kita sekarang saudara, tidak seharusnya Kak Visko bersikap seperti ini denganku." Jelas Vlavia tertunduk, kini matanya tidak berani lagi menatap manik mata Visko.


Ntah kenapa perasaannya begitu gundah, Dia menyukai Visko, tetapi setatus mereka memang yang harus membuat keduanya sadar.


" Heh... Munafik, Lo menginginkan Vi bukan cuma Gue." Jawab Visko seraya tersenyum miring, kini pandangannya tidak lagi menatap Vlavia.


" Tapi ini salah Kak." Jawab Vlavia lirih, tetapi sedikit menekan kata-katanya.


Visko mendekat ke arah Vlavia, menatap Vlavia dengan senyuman yang susah di artikan.


" Kita lihat saja nanti." Ucap Visko dan kini berlalu pergi meninggalkan Vlavia di dalam kamar mandi.


Vlavia kembali terdiam, dia mengepalkan tangannya kuat, Vlavia sadari jika dirinya memang sudah menyukai Visko sejak pertama kali bertemu. Tetapi Vlavia tidak ingin egois dengan merebut kebahagiaan Mommy nya untuk dirinya.


" Kamu memang sudah tau jawabannya Kak." Gumam Vlavia lirih.


Vlavia segera membilas wajahnya, dia akan menemui kedua temannya yang sudah menunggunya di kelas. Apa lagi mereka nanti akan shopping bersama membeli keperluan untuk merubah penampilan Vlavia.


Valvia yakini bahwa dirinya berubah untuk dirinya sendiri, bukan untuk siapapun termasuk Visko apa lagi Kristan.

__ADS_1


__ADS_2