My Naughty Brother

My Naughty Brother
Berangkat Ke Pesta


__ADS_3

Sore ini Vlavia sudah pulang dan berada di dalam kamarnya. Benar saja apa yang di katakan oleh Mommy Selena kemarin, Barang-barang dan baju yang akan di bawa Vlavia sudah di kemaskan oleh Mommy nya.


Vlavia sempat menatap barang dan bajunya yang sudah berada di dalam koper besar di hadapannya. Tatapan sendu karena harus meninggalkan kamar ternyamannya. Vlavia sudah mulai nyaman berada di rumah Om Albert. Terlebih berada di ruangan yang menjadi kamarnya itu.


Semua yang berada di rumah megah itu sangatlah baik kepadanya. Semua asisten juga sudah mulai dekat dengan Vlavia. Apa lagi si sopir yang bernama Mang Dani itu.


Astaga... Mengingat Mang Dani membuat Vlavia tersadar akan sesuatu. Dirinya tidak mau ke kampus bareng dengan Visko. Karena Vlavia tidak mau sampai menjadi pusat perhatian apa lagi gosip anak-anak jika sampai ketahuan berangkat dengan Kakak tirinya sang idola di Kampusnya.


Vlavia segera menemui Mommy nya yang sedang berada di bawah untuk membicarakan tentang Mang Dani. Jelas Vlavia berharap Mang Danilah yang masih mengantarkannya ke Kampus.


" Mom!!." Panggilan Vlavia setengah berteriak.


" Mommy!!." Panggil Vlavia lagi.


Tidak lama munculah Mommy Selena dari arah belakang. Rupanya dia sedang menyirami tanaman yang berada di belakang rumahnya.


" Kenapa sayang?." Jawab Mommy Selena menghampiri Vlavia.


Vlavia menoleh ke arah Mommy nya. Lalu tersenyum.


" Mom Vi boleh minta satu permintaan kan?." Tanya Vlavia sedikit ragu kepada Mommy nya itu.


Mommy Selena menautkan alisnya bingung, tidak biasanya anak gadisnya itu minta ijin untuk meminta suatu permintaan.


" Tentang Mang Dani." Jelas Vlavia sedikit ragu.


" Oh... Kamu tenang aja sayang, Mang Dani akan tetap menjadi sopir kamu." Jelas Mommy Selena kepada Vlavia.


Vlavia sedikit terkejut, tapi dia juga senang karena apa yang dia mau tersampaikan.


" Ini beneran kan Mom?." Tanya Vlavia masih sedikit tidak percaya.


" Beneran dong Nak, Daddy tidak begitu percaya dengan Visko yang mau antar jemput kamu kuliah." Jelas Om Albert yang baru pulang dari kantornya.


Vlavia dan Mommy Selena menoleh ke asal suara, ruapanya Om Albert baru saja tiba di rumahnya. Dengan segera Mommy Selena menghampiri suaminya untuk membawakan tas kerjanya.


Setelah menikah dengan Mommy Selena, kehidupan Om Albert jadi lebih tertata, Mommy Selena penuh perhatian. Dia juga tulus menyayangi Om Albert bukan karena apa yang di miliki oleh lelaki paruh baya itu.


Tapi Mommy Selena benar-benar ingin hidup dan menua dengan suaminya itu.


" Thanks Dad, Mom." Jawab Vlavia degan senyum mengembang.


Kedua orang tuanya mengangguk juga dengan senyum.


Dan kini pukul 6 malam, Vlavia sedang menatap pantulan dirinya di depan cermin besar di kamarnya. Valvia sudah siap untuk pergi ke pesta Marisa, dengan balutan gaun yang membuatnya terlihat begitu cantik dan sexy, meskipun gaun yang Vlavia kenakan sangatlah sopan, tapi pada dasarnya Valvia memanglah sexy tanpa harus menggunakan pakain kurang bahan yang memperlihatkan bagian tubuhnya, juga polesan make up yang tidak terlalu tebal, pas pada warna kulitnya.

__ADS_1


Mungkin nanti ketika Marisa dan gengnya melihat Vlavia akan menambah rasa kesalnya kepada Vlavia yang memang memiliki kecantikan di atas Marisa. Hanya saja memang selama ini Vlavia berpenampilan sederhana apa adanya. Tapi menurut lelaki seperti Visko dan Kristan justru gadis seperti Vlavialah yang membuat mereka tertarik.


Hufh...


Vlavia menghela nafasnya.


" Tenang Vi, ini hanya sebuah pesta." Gumamnya pada diri sendiri.


Valvia menatap dirinya di cermin besar itu, lalu tersenyum melihat penampilannya yang di rasa sudah cukup pas.


Tidak lama pintu kamar Vlavia terbuka, menampilak sosok wanita paruh baya yang sangat di sayangi oleh Vlavia.


" Sayang... Ada teman kamu." Ucap Mommy Selena membuat Vlavia menautkan alisnya.


" Cantiknya anak Mommy, kok nggak bilang Mommy kalau mau ke pesta malam ini?." Tanya Mommy Selena menyadarkan Vlavia.


Vlavia memang lupa belum meminta ijin kepada Orang Tuanya untuk ke pesta Marisa. Terlalu banyak pikiran tentang kepindahannya ke Apartemen Visko membuatnya lupa akan hal itu.


" Sorry Mom Vi lupa." Jawab Vlavia yang di jawab Mommy Selena dengan menganggukan kepala juga tersenyum manis ke arah anak gadisnya itu.


" Tapi Vi boleh pergi kan?." Tanya Vlavia ragu kepada Mommy nya.


Padahal dia sendiri sudah berdandan cantik, mana mungkin Mommy Selena melarangnya, sedangkan seseorang yang sedang menunggunya di bawah begitu sopan tadi meminta ijin kepada Om Albert dan Mommy Selena.


Vlavia tersenyum senang dan mengangguk karena di ijinkan oleh Mommy nya, tapi dia juga tersadar dengan teman yang di katakan Mommy nya sedang menunggunya di bawah.


Apakah benar Kristan? Pikir Vlavia.


" Ayo cepetan ke bawah, kasian teman kamu sudah menunggu." Jelas Mommy Selena yang di angguki oleh Vlavia.


Vlavia dan Mommy Selena menuju ke bawah untuk menemui Kristan yang sedang mengobrol dengan Om Albert. Bahkan mereka terlihat begitu akrab, sangat berbeda ketika Om Albert berhadapan dengan Visko yang merupakan anaknya sendiri. Selalu bersitegang atau saling diam, jelas karena mereka sama-sama kerasa kepala.


" Nah itu Vi sudah datang." Ucap Om Albert membuat Kristan langsung menoleh ke arah Vlavia.


Dan deg..


Jantung Kristan terpompa lebih cepat, hatinya bergetar melihat penampilan Vlavia malam ini, Kristan memang mengagumi Vlavia tapi tidak pernah sampai membuat debaran di hatinya seperti sekarang ini.


Fix, Kristan benar-benar menyimpan rasa untuk Vlavia.


" Kak Kristan." Panggil Vlavia yang dapat senyuman dari Kristan.


" Ya sudah sana kalian berangkat saja, keburu semakin malam." Suruh Mommy Selena kepada mereka berdua.


Mommy Selena menyuruh Vlavia segera berangkat agar Vlavia bisa pulang lebih awal. Mengingat tadi Visko yang sudah memberitahu Mommy Selena akan menjemput Vlavia setelah acaranya selesai, Mommy Selena tidaklah tau jika Visko dan Vlavia pergi ke pesta yang sama.

__ADS_1


Setelelah pamitan kepada Om Albert dan Mommy Selena, Vlavia dan Kristan segera berangkat, kini mereka sudah berada di dalam mobil mewah Kristan.


Vlavia bingung memluai obrolan dari mana, karena ini untuk yang kedua kalinya dia satu mobil dengan lawan jenis yang hampir seumuran dengannya. Setelah Visko tentunya.


" Pasti bingung ya kenapa aku bisa sampai ke rumah kamu?." Tanya Kristan memulai pembicaraan.


Vlavia mengangguk tanpa menjawab.


" Itu tidaklah mudah karena aku tau kamu sama Visko sekarang saudara." Jelas Kristan ambigu.


Vlavia bingung tapi kemudian dia ngerti juga yang di maksud oleh Kristan, dia sudah pernah memberitahukan tentang ini kepada Kristan.


" Eh Kak Kristan panggil aku, kamu?." Tanya Vlavia yang baru tersadar.


Kristan tertawa ringan, sembari tangannya mengusap kecil puncuk kepala Vlavia. Jika saja Visko melihat lagi habislah sudah nanti Vlavia.


" Kalau kita lagi beruda, panggilnya aku-kamu aja, biar lebih enakan." Jelas Kristan yang di angguki oleh Vlavia pelan.


" Setuju kan?." Tanya Kristan ingin Vlavia menjawab langsung dengan suaranya.


" Setuju, tapi Kak Kristan janji ya jangan sampai ada yang tau tentang aku sama Kak Visko, ini rahasia." Jelas Vlavia membuat Kristan tertawa.


Gadis ini sungguh sangat polos dan lucu pikir Kristan.


" Janji, demi kamu." Jawab Kristan membuat Vlavia sedikit blushing.


🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋


Di apartemen. Kini Harry dan Dendry sedang membujuk Visko untuk datang ke pesta Marisa. Awalnya memang Visko ogah-ogahan, dia menolak keras, tapi setelah bujuk rayuan kedua sahabatnya akhirnya Visko mengiyakan juga.


" Oke Gue ikut, tapi kalian janji, mulai sekarang kalian nggak bisa datang lagi ke sini." Ucap Visko membuat Harry dan Dendry menautkan alisnya bingung.


Aneh sekali pikir mereka Visko melarang mereka untuk ke apartemennya. sedangkan biasanya apartemen Visko yang ini selalu di pakai mereka meskipun Visko ntah tidur di hotel atau di apartemen yang satunya.


Karena tidak ingin berdebat dulu dengan Visko agar dia mau ke pesta Marisa sekarang. Harry dan Dendry hanya mengiyakan saja permintaan Visko, toh... Nanti juga Visko akan menyuruh mereka datang ke apartemennya seperti biasanya, pikir kedua sahabatnya.


" Oke Man, Come on." Ajak Harry yang sudah tidak sabar ingin datang ke pesta Marisa, agar bisa bermain dengan wanita-wanita cantik dan sexy tentunya.


Visko sebenanrya sudah tidak sabar Vlavia pindahan ke apartemennya. Dan nanti malam Vlavia sudah tidur di apartemennya, membuat Visko tersenyum senang.


Sembari berjalan keluar, Visko menyuruh orang mempersiapkan kamar untuk Valvia.


" Tunggu permainan Gue" Gumam Visko lirih dengan senyum liciknya.


Like, Comment and Vote ya gaes... Di tunggu 🤗

__ADS_1


__ADS_2