My Naughty Brother

My Naughty Brother
Nomor Misterius


__ADS_3

Visko terus memeluk Vlavia. Bahkan sama sekali tidak dilepaskan olehnya. Vlavia masih saja diam, rasa takut dalam dirinya belum juga bisa hilang.


Dengan perlahan, Visko mengelua puncuk kepala Vlavia, lalu menciumnya sekilas, seakan sudah tidak ada malu lagi tentang hubungannya dengan Vlavia di depan kedua sahabatnya.


"Menurut lo siapa yang nyebarin tuh video Vis?" tanya Harry membuat Dendry yang sedang menyetir mobil menggelengkan kepalanya.


"Don't say now Ry!" ucap Dendry mengingatkan Harry.


Lali dagunya setengah menunjuk ke belekang dimana di sana ada Visko dan Vlavia yang masih berpelukan.


"Oh shit!" gumam Harry kesal.


Bukan karena menyesal dengan ucapannya barusan, tetapi melihat pemandangan yang seharusnya tidak dia lihat saat ini.


"Sabar bro nanti malam lo dapat jatah gratisan," jelas Dendry mencoba untuk menenangkan Harry yang mulai iri melihat Visko dan Vlavia kini.


Harry terdiam sejenak. Memikirkan apa yang dikatakan oleh Dendry, sebelum akhirnya tersenyum seraya mengangguk.


Di Kampus.


Serin dan Mila terus menghubungi Vlavia. Mereka tidak menemukan Vlavia di kelas, bahkan kejadian tadi langsung redup mengingat Visko ikut bersangkutan atas bullyan yang menimpa Vlavia.


"Pasti ada yang nggak beres," gumam Serin masih mencoba untuk menghubungi Vlavia lewat panggilan telepon.


"Gimana Ser?" tanya Mila ikut khawatir.


Serin menggeleng. "Tidak aktif," jawabnya membuat Mila menghela napasnya kasar.


"Gue jadi ngerasa bersalah sama Vi karena tadi," ucapnya merasa tidak ena hati.


"Lo nggak salah, dan wajar lo kecewa, tapi cara lo tadi lebay Mil," jelas Serin masih mencoba untuk menghubungi Vlavia.


"Kemana sih tuh anak, ni tasnya juga masih di kelas, gue takut terjadi sesuatu sama dia," gumam Serin lagi dengan gusar.


"Tanya Kak Visko aja gimana?" bisik Mila membuat Serin terdiam seketika. Lalu mengangguk dengan semangat. Mereka yakin Visko pasti tahu dimana Vlavia saat ini.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Sampailah mobil Dendry di parkiran apartemen. Visko memapah Vlavia untuk keluar. Tetapi baru beberapa langkah. Tubuh Vlavia hampir jatuh ke lantai. Beruntung Visko segera sigap untuk menangkap sebelum kejadian itu benar-benar terjadi.


"Kalian berdua pergi ke kampus!" suruh Visko kepada kedua sahabatnya.


"Kita mau nemenin lo jaga Vlavia Vis," jawab Harry membuat Visko menatap Harry tajam.

__ADS_1


"Oke fine kita balik kampus," jawab Harry mengalah melihat mata tajam Visko tadi.


"Lo mau kita lakuin apa ke tuh cewek?" tanya Dendry yang sudah membuka pintu mobilnya lagi.


"Selidiki siapa yang udah nyebarin video itu, dan buat tuh cewek ngaku siapa yang menyuruhnya," jelas Visko lalu segera membawa Vlavia ke apartemen meninggalkan Harry dan Dendry sebelum menjawab ucapannya.


Harry tertawa melihat sikap protektif Visko saat ini kepada adik tirinya. "Bucin lo," tawa Harry lalu masuk kedalam mobil.


Visko membaringkan Vlavia di ranjang. Lalu menyelimuti Vlavia sampai sebatas leher. Menatap Vlavia yang masih memejamkan matanya saat ini.


"Gue janji akan buat perhitungan ke orang yang udah nyakitin lo," ucap Visko masih dengan menatap Vlavia.


Tiba-tiba ponsel Visko bedering, Viska yang menghubunginya jelas saja Visko langsng menolak panggilan teleponnya.


Disaat seperti ini Vlavia butuh dirinya, dan Visko tidak bisa untuk meninggalkannya, tetapi Visko juga harus tetap menyembunyikan Vlavia dari Viska. Visko masih belum percaya sepenuhnya dengan Viska yang katanya sudah berubah.


Kembali ponsel Visko berdering. Kali ini nomor yang berbeda bahkan tidak tertera nama di layar ponselnya. Tetapi Visko yakin itu pasti Viska lagi.


Dengan kesal Visko kembali menolak sambungan telepon itu.


"Gila tuh cewek," gumamnya menatap layar ponselnya. Lalu menatap Vlavia yang masih berbaring belum sadarkan diri.


Ting


From ++++++200620


Masih ada harapankah untuku bisa bertemu denganmu? really i miss you.


Visko menautkan kedua alisnya membaca isi pesan tersebut. Lalu menatap nomor yang seperti pernah dia lihat.


Ah sial, Visko baru sadar jika beberapa waktu lalu nomor yang sama juga mengirimkan pesan yang isinya hampir sama. Tetapi Visko benar-benar tidak tahu siapa orang dibalik ini semua.


Visko tidak pernah menjalin suatu hubungan yang begitu dekat kecuali dengan Viska dulu? dan jika Viska yang mengirimkannya. Jelas tidak mungkin, gadis seperti Viska akan langsung berterus terang.


Tanpa membalas pesan tersebut, Visko menekan tombol panggil ke nomor yang baru saja mengirimkan pesan itu.


Tut....


Tutt


Tutt...


Tidak lama sambungan telepon itu diterima. Tetapi tidak terdengar suara dari sebrang telepon.

__ADS_1


Hallo..


Lo siapa?


Oke gue matiin kalau masih nggak mau jawab.


Visko segera mematikan sambungan teleponnya tadi. Rambutnya diacak kesal.


"Shit itu orang mau main-main!" gumamnya kesal.


Tidak lama ponselnya kembali berdering, nomor yang berbeda lagi dan juga nomor yang belum tersimpan di ponsel Visko.


Siapa hah?


Tanya Visko dengan kesal.


Seketika nada Visko di turunkan mengetahui siapa yang menelponnya. Dengan cepat Visko menyuruh mereka untuk datang ke Apartemennya untuk menemani Vlavia yang masih belum sadarkan diri.


Ada banyak hal yang harus Visko selesaikan, termasuk kedua orang tuanya yang mungkin saja bisa melihat video ciuman Vlavia dan dirinya. Jelas Visko harus menjelaska itu sebelum ada orang lain yang menyebarkan video mereka.


Visko yakin Daddynya akan murka. Jika dengan dirinya tidak masalah karena itu sesuatu hal yang biasa, tetapi dengan Vlavia. Visko tidak akan membiarkan itu sampai terjadi.


"Kak Visko," ucap Vlavia lirih.


Visko segera menatap Vlavia yang mulai mencoba untuk membuka matanya.


"Vi, gue di sini," jawab Visko membuat Vlavia menyunggingkan senyumnya di sudut bibirnya.


"Apa yang terjadi?" tanya Vlavia masih dengan suara lirih.


"Lo pingsan tadi pas kita sampai, dan sekarang kedua sahabat lo sedang dalam perjalanan ke sini," jawab Visko menjelaskan.


Vlavia menggeleng cepat. "Jangan Kak, aku tidak ingin merepotkan mereka, dan Mila. Dia masih marah denganku," jelaa Vlavia kembali mengingat Mila yang pergi ketika dirinya mengungkapkan semuanya.


Vlavia menghela napasnya dalam. "Jangan suruh mereka datang ke sini Kak," pinta Vlavia kepada Visko.


Visko mendekat. Memeluk Vlavia yang sudah duduk di ranjangnya. "Ada banyak hal yang harua gue selesaikan dulu Vi, mereka yang minta buat datang ke sini tadi untuk nemenin lo," jelas Visko lalu mengecup puncuk kepala Vlavia.


Vlavia tidak lagi menolak untuk kedua temannya datang ke apartemen. Apa lagi Visko mengatakan jika banyak urusan yang aka diselesaikan olehnya. Dan mungkin salah satunya iala penyebaran video mereka.


Vlavia mengangguk. "Baiklah kalau begitu."


Visko tersenyum, mengacak rambut Vlavia dengan pelan, lalu bibirnya mulai mendekat ke bibir Vlavia. Membuat Vlavia memejamkan matanya untuk merasakan kecupan hangat dari bibir Visko. Seseorang yang begitu dia sayangi meskipun membuatnya terlihat bodoh. Tetapi inilah cinta, cinta yang sebenarnya tidak memandang apapun itu. Atau katakanlah Vlavia benar-benar sudah dibutaka oleh perasaannya terhadap Visko.

__ADS_1


Yuhuu gaes baca juga cerita ketigaku di sini ya "Married With Ketos" buat yang suka cerita percintaan anak remaja. Tinggalkan jejak juga ya di sana 😘


__ADS_2