My Naughty Brother

My Naughty Brother
Apa Ini Ujian?


__ADS_3

Kini keadaan Kampus semakin dibuat heboh dengan video yang sudah menyebar luas. Banyak mahasiswa atau mahasiswi yang sedang membicarakan pemain dalam video itu. Bukan tanpa alasan mereka terus bergosip. Visko ialah lawan main dari wanita yang ada di dalam video tersebut. Memangnya siapa yang tidak mengenal Visko? cowok tertampan tetapi cuek itu ternyata memiliki hubungan yang sepesial dengan salah satu mahasiswi di kampusnya.


"Yang mana sih ceweknya?" tanya salah satu mahasiswi ingin tahu siapa yang sudah berani merayu Visko. Lelaki tampan dengan segudang pesona.


"Gue denger sih dia nggak begitu famous, tapi emang cantik." Jawab salah satu dari mereka.


"Cih.. Palingan dia juga mainan Visko." Ujar salah satunya lagi. Dan kini teman-temannya semua mengangguk setuju.


Menurut mereka lelaki seperti Visko tidak mungkin berpacaran atau menyukai gadis biasa saja. Paling tidak gadis yang Visko sukai ialah seperti Marisa. Cantik dan populer di Kampus mereka.


Sampai akhirnya kedatangan Vlavia dan Serin di kantin membuat beberapa mahasiswi menunjuk. Bukan kearah Serin melainkan kearah gadis cantik yang sedang berjalan di sebelahnya.


Vlavia terkejut. Rupanya memang benar video tentang dirinya dan juga Visko sudah menyebar dengan begitu cepat. Ntah kenapa rasanya Vlavia ingin pergi. Dimana tidak akan ada lagi yang melihatnya. Vlavia butuh untuk menenangkan diri saat ini.


"Gue keluar dulu Ser." Ucap Vlavia berniat pamit untuk pergi dari Kantin.


Valvia belum menyiapkan mental dari cibiran teman-teman Kampusnya. Dia harus menenangkan diri terlebih dulu. Menyiapkan telingan dan juga hati dari para penggosip yang pastinya akan terus membicarakan tentangnya.


"Jangan pergi. Lo nggak boleh takut Vi, ingat mereka kesal karena cowok di video itu ialah Visko. Coba saja jika lelaki lain. Semua tidak akan seperti ini." Jelas Serin mencoba untuk menjelaskan kepada Vlavia.


Vlavia teridam. Memikirkan apa yang Serin katakan. Dan memang benar. Kejadian itu menjadi hangat karena Viskolah yang bersamanya. Padahal sering sekali Vlavia lihat jika banyak mahasiswa dan mahasiswi lainnya yang terkadang melakukan hal yang tidak sopan di dalam kelas. Vlavia sering memergoki beberapa teman kampusnya yang sedang berciuman atau grepe-grepe di kelas dan juga kamar mandi.


Tiba-tiba bunyi ponsel Serin berdering. Ternyata Mila yang menelponnya. Dan juga meminta Serin untuk menemuinya di cafe dekat dengan Kampus mereka.


Serin mengehla napasnya kasar "Gue temuin Mila bentar ya.. Nanti biar Gue jelasin semuanya ke dia... Lo ke kelas aja dulu nggak papa kan Vi? Gue anter Lo ke kelas ya." Jelas Serin dengan penuh perhatian.


Vlavia segera menggeleng. Dia tidak mau terus merepotkan Serin. "Lo temuin Mila aja Ser. Gue juga kebelet pengen ke toilet." Jawab Vlavia yang tentu saja berbohong.

__ADS_1


"Beneran nggak papa? Gue takut kalau ninggal Lo sendiri. Tapi masalahnya Mila masih ngambek sama Lo Vi." Jelas Serin jujur.


"Udah nggak papa... Cepetan temuin Mila dulu sana." Jawab Vlavia yang terengar setengah mengusir Serin.


"Beneran ya Lo ke kelas.. Nggak usah kemana-mana dulu sampai Gue balik." Jelas Serin yang diangguki oleh Vlavia.


Serin segera berlalu pergi untuk menemui Mila. Sedangkan Vlavia memutuskan untuk pergi ke taman belakang kampus setelah kepergian Serin.


Sepanjang perjalanan Vlavia terus mendapat tatapan berbeda dari teman-teman kampusnya. Terutama para mahasiswi yang tidak suka dengan Vlavia yang sudah mengambil ciuman Idolanya.


"Dih ganjen."


"Nggak tahu malu."


"Mau aja dijadiin mainan Kak Visko."


Dan masih banyak lagi lainnya. Vlavia menahan sesak di dadanya. Tidak tahukah mereka jika semia yang mereka tuduhkan itu salah? Vlavia akui memang semua itu kesalahannya. Tetapi Vlavia tidak pernah merayu Visko. Yang ada malah Visko yang terus mengganggunya.


Dengan menahan tangis dan sesak di dadanya. Vlavia berlari menuju taman belakang kampus. Di sana biasanya sepi. Dan Vlavia tidak bisa lagi untuk membendung semuanya saat ini.


Vlavia duduk di bangku dekat pohon. Dia menangis dengan air mata yang terus berjatuhan. Tidak ada yang mengerti kejdian yang sebenarnya. Apa yang dia takuti benar terjadi. Mereka hanya menyalahkan Vlavia tanpa menyalahkan Visko sedikitpun


Seakan Vlavialah yang hanya bersalah dalam kasusu ini. Tidak tahukah mereka jika Visko yang terus menekannya untuk melakuakan hal itu? Meskipun ini salahnya yang tidak bisa menjaga diri. Tetapi bukan berati ini sepenuhnya salah Vlavia. Visko juga sama halnya dengan dirinya.


Seharusnya mereka para pembenci Vlavia saat ini berpikir. Wanita tidak akan mungkin memulai jika lelaki tidak memaksanya. Apa lagi lelaki seperti Visko.


"Jangan nangis." Ucap seseorang membuat Vlavia menoleh ke asal suara.

__ADS_1


Kristan duduk di sebelahnya. Memberikan tisu untuknya. Lagi-lagi Kristan yang memergokinya sedang berada di titik terendahnya.


Vlavia mengambil tisur yang Kristan berikan "Terimaksih." Jawabnya lalu segera menyeka air mata di wajahnya.


Kristan menatap lurus ke depan. Sebuah senyuman miring tergambar di sudut bibirnya. Tetapi sayang. Vlavia tidak bisa melihat raut waja Kristan saat ini.


"Tentang video itu, apa itu benar kamu Vi?" tanya Kristan membuat Vlavia menghentingkan aktifitasnya.


Vlavia melipat tisu yang tadi diberikan oleh Kristan. Lalu meremasnya dengan beberapa jarinya.


"Aku memang gadis murahan. Sama seperti apa yang mereka katakan." Jawab Vlavai dengan nada suara bergetar. Menahan tangis yang kembali akan keluar.


Kristan menghembuskan napasnya. Lalu menoleh kearah Vlavia yang berada tepat di sebelahnya.


"Kamu tidak murahan. Tetapi Visko yang tidak bisa jaga sikap." Ucap Kristan membuat Vlavia sedikit tekejut.


Vlavia mengira Kristan akan mencemoohnya sama seperti teman-teman Kampus yang lain. Tetapi di laur dugaan, ucapan Kristan barusan malah terdengar seperti menyalahkan Visko.


"Kamu tahu sendiri kan. Visko bisa bersikap sesuka hatinya tanpa perduli apa yang dilakukannya nanti akan membuat orang itu mendapat masalah." Jelas Kristan lagi.


Kali ini Vlavia tidak menanggapi. Dia masih mencerna apa yang Kristan katakan. Memang benar apa yang Kristan katakan. Terbukti dari sekarang jika Vlavia terus dikejar-kejar oleh ucapan pedas dari teman-teman Kampusnya. Tetapi Visko? Vlavia sendiri tidak tahu Visko berada dimana. Sedang melakukan apa dan dengan siapa.


Yang Vlavia sadari ialah. Baru saja tadi Dia merasa begitu bahagia denga ungkapan Visko. Lalu tiba-tiba semua hancur karena ulah Visko juga kepadanya.


Vlavia tidak mengerti. Apa ini teguran dari Tuhan untuk menyadarkan mereka. Jika mereka kini saudara dan tidak bisa bersama atau ujian dari Tuhan agar cinta yang mereka miliki semakin kuat. Terutama untuk Vlavia yang langsung di hadapkan dnegan masalah yang menurutnya cukup berat ini.


2 part ini Visko di umpetin dulu ya, next part bakal aku munculin dengan sesuatu yang uwuu 😂😂

__ADS_1


__ADS_2