My Naughty Brother

My Naughty Brother
Perusuh


__ADS_3

Vlavia berjalan ke arah gedung Kampus. Sampai di sana terlihat lelaki yang sedang memunggunginya. Dia sangat yakin jik itu ialah Visko. Dengan perlahan Vlavia berjalan kearah Visko. Berdiri di sampingnya.


"Ada apa Kak?" tanya Vlavia membuat Visko menoleh kearahnya.


"Vi.. Sorry yang tadi." Jawab Visko seraya lebih mendekat kearah Vlavia.


Vlavia menghela napasnya dengan sangat perlahan. "Untuk apa Kak Visko minta maaf?" tanya Vlavia mencoba untuk cuek dan tidak mengerti maksud apa yang Visko katakan tadi.


"Lo marah karena Viska tadi ikut ke kampus bukan?" tanya Visko membuat Vlavia mengepalkan tangannya kuat.


Vlavia mencoba untuk tetap tenang. Jujur saja mendengar Visko mengatakan nama Viska membuat Vlavia sedikit kesal.


Vlavia akui jika dirinya saat ini begitu egois karena menginginkan Visko untuk jauh dari wanita selain dirinya. Vlavia tidak suka melihat wanita lain dekat dengan Visko. Termasuk juga Viska, sepupu Visko sendiri.


Visko lebih mendekat kearah Vlavia. Sampai membuat Vlavia terkejut karena Visko sudah lebih dulu menarik tubuhnya ke dalam peluknya. Visko terus menarik pinggang Vlavia agar lebih dekat dengannya. Kini tidak ada lagi jarak diantara mereka. Tubuh keduanya tidak ada lagi jarak.


Jika sudah seperti sekarang ini. Nyali Vlavia yang tadi sudah menggebu-gebu untuk menjawab pertanyaan Visko dengan ketus kembali ciut. Vlavia tidak akan mampu karena perlakuan Visko saat ini kepadanya.


"Maafin Gue Vi udah bikin Lo kesal." Ucap Visko lirih di telinga Vlavia.


Vlavia memejamkan matanya sebentar. Dia merinding mendengar suara Visko tepat pada telinganya. Bahkan napas Visko menyapu kulitnya dengan jarak diantara mereka yang begitu dekat.


"Ak-aku maafin Kak." Jawab Vlavia lirih dan terbata karena begitu gugup.


Jantung Vlavia seperti biasa. Akan bekerja dengan lebih cepat jika berada begitu dekat dengan Visko seperti saat ini.


Tiba-tiba Visko mencium bibirnya. Vlavia terbelalak ketika bibir Visko menempel pada bibirnya. Terlebih mereka melakukannya di lingkunga Kampus. Jelas akan bahaya jika sampai ada yang melihat perbuatan mereka saat ini.


Jika Visko tentu akan aman dari para penggosip karena dia merupakan idola. Tetapi Vlavia? jelas Dia yang akan menjadi bahan bullyan karena dirinya bukan siapa-siapa di kampus itu. Vlavia memanglah sangat cantik. Tetapi jika Vlavia tetap tidak berani berpakaian sexy seperti Marisa. Jelas Vlavia jika ingin membuat Marisa tidak angkuh lagi. Vlavia harus lebih berani lagi dari segi apapun. Bukan hanya sikapnya saja tetapi juga dalam berpakaian.


"Kak janh mmpp." Ucap Vlavia terpotong karena Visko lebih memperdalam ciuman diantara mereka.


Visko menarik belakang kepala Vlavia untuk memperdalam ciuman mereka. Semakin lama Vlavia semakin menikmati permaian lidah Visko. Ntah ini untuk yang kesekian kalinya Visko menciumnya dengan waktu yang cukup lama.

__ADS_1


Vlavia suka diperlakukan ini. Tetapi Vlavia juga takut.


Visko melepaskan pagutannya di saat Vlavia sudah mulai menikmatinya. Vlavia selalu diperlakukan seperti itu oleh Visko.


"Nikmati, jangan berontak Vi." Ucap Visko dengan suara yang terdengar sudah biasa.


Vlavia tidak menjawab juga tidak mengangguk. Dia lebih memilih untuk diam dan menunggu apa yang akan Visko lakukan kepadanya.


Visko kembali memagut bibir Vlavia. Bahkan kini terasa lebih nikmat dari yang tadi. Tanpa sadar Vlavia mengalungkan tangannya pada leher Visko. Membuat ciuman mereka semakin dalam dan semakin membuat keduanya lupa jika tempat yang mereka pilih saat ini tidaklah tepat.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Vlavia terus tersenyum sedari tadi. Dan kini membuat Serin dan Mila semakin bingung dengan tingkahnya. Tadi pagi Vlavia terlihat sedikit berbeda dengan wajah murungnya. Dan kini Vlavia kembali terlihat berbeda atau bahkan aneh karena terus tersenyum.


"Vi." Panggil Mila dengan suara tinggi.


Vlavia menoleh kearah Mila. "Ada apa?" tanya Vlavia membuat Mila memutar bola matanya jengah.


"Lo tadi kemana aja? Lo aneh tahu kayak kesambet set*n." Jelas Mila membuat Serin buru-buru menyiku lengan Mila.


"Kalau ngomong di saring dulu dong." Jawab Serin yang tidak lagi di tanggapi oleh Mila.


Begitu juga dengan Vlavia yang lebih memilih untuk diam tidak menanggapi apa yang mereka katakan. Vlavia terus terbayang dengan kata-kata Visko. Jika Dirinya akan selalu menjadi seseorang yang akan membuat Visko terus berusaha untuk bersama.


Visko juga sudah menjelaskan jika Viska hanya meminta untuk mengantarnya sampai kampus tadi. Hanya sebatas itu dan tidak lebih. Tidak lupa Visko menggunakan kata-kata mautnya jika Meskipun dirinya bersama wanita lain. Tetapi pikiran dan hatinya terus tertuju kepada Vlavia.


Memikirkan hal itu membuat Vlavia kembali senyum-senyum tidak jelas. Sungguh Vlavia masih sangatlah plin-plan dalam bertindak. Terkadang dia sudah berkeinginan untuk tidak tergoda oleh Visko jika sedang kesal. Tetapi nyatanya. Vlavia akan terbuai setiap kali Visko mulai melancarkan aksinya. Ntah itu dengan perbuatan atau dengan kata-katanya.


"Perhatian-perhatian." Ucap seseorany yang tiba-tiba datang ke kelas Vlavia bersama dengan teman-temannya.


Semua mahasiswa ataupun mahasiswi menoleh kearah gadis cantik yang setiap harinya memang menjadi pusat perhatian di kampusnya.


"Ngapain sih itu cewek resek ke kelas kita." Kesal Serin seraya menatap Marisha malas.

__ADS_1


"Apa lagi kalau bukan cari gara-gara, Lo hati-hati deh Vi." Ucap Mila mencoba untuk mengingatkan Vlavia.


Vlavia mengangguk. Dia sendiri malas untuk berhubungan dengan Marisa. Tetapi Marisa selalu saja mencari masalah dengannya.


Vlavia menghela napasnya. Dia tidak akan takut jika kali ini Marisa memang akan mencari masalah dengannya. Apa lagi Vlavai tadi sudah di kasih energy oleh Visko di belakang Kampus.


"Dia cewek murahan." Tunjuk Marisa kearah Vlavia.


Semua yang berada di kelas terkejut. Menatap kearah Vlavia dengan tatapan yang berbeda. Begitu juga dengan Serin dan Mila yang menatap Vlavia dengan bingung. Tetapi sedetik kemudian Serin bangkit dari duduknya. Dia menghampiri Marisa dengan kobaran api yang menyala.


Serin tahu jika ini ada hubungannya dengan Visko. Tetapi dia tidak rela jika Vlavia di katakan cewek murahan.


Jangan ditanya Vlavia saat ini sama terkejutnya dengan mereka. Dia sedikit takut. tangannya mencengkram baju yang sedang dikenakan olehnya.


Mila berusaha mendekat kearah Vlavia untuk menenangkan. "Jangan di pikirkan. Kita tahu Marisa sedang mencoba untuk ngejatuhin Lo Vi. Ingat Lo nggak boleh takut." Ucap Mila membuat Vlavia menatap kearah Mila.


Mila mengangguk pelan. Dan kini membuat Vlavia tersenyum seraya mengangguk juga. Mengiyakan apa yang Mila katakan. Vlavia memang tidak boleh takut. Dia harus berani dengan tuduhan Marisa.


Plak


Satu tamparan tepat mendarat di pipi krii Marisa. "Lo kenapa sih selalu cari gara-gara sama Vi? hah?" tanya Serin dengan nada amarah yang tinggi.


Marisa menatap Serin tajam. Lalu tangannya kembali menunjuk Vlavia "Lo tanya sama temen Lo yang murahan itu. Tadi melakukan apa di belakang kampus." Jelas Marisa membuat Serin seketika diam.


Vlavia tadi ke belakang kampus? Batin Serin seraya menatap Vlavia.


Vlavia kembali terkejut. Bahkan keringat dingin mulai bercucuran. Dari mana Marisa bisa tahu jika dirinya tadi berada di belakang Kampus? Apa Marisa juga tahu tentang yang dilakukan olehnya dan Visko? ah shit... Jelas saja Marisa tahu. Dia sendiri sudah mengatakan jika Vlavia cewek murahan. Tetapi Marisa mengetahui itu semua dari mana? Tidak mungkin bukan jika Visko yang memberitahunya? Pikira Vlavia terus berkecamuk.


Banyak sekali yang membuatnya bingung saat ini.


"Kalian bisa lihat di grup chat kalian. Gue udah kirim videonya." Ucap Marisa kembali menatap Vlavia dengan membara. Lau pergi meninggalkan kelas Marisa diikuti teman-temannya.


Setelah membuat kerusuhan kepada orang lain. Marisa pergi begitu saja. Marisa memang suka melihat orang lain menderita karena dirinya. Apa lagi Vlavia yang jelas-jelas Dia benci karena

__ADS_1


kecantikan dan kedekatannya dengan Visko.


Jangan lupakan Maraia orang yang sangat licik. Dia akan melakukan apapun untuk bisa mendapatkan Visko. Meskipun sudah berkali-kali Visko menolaknya. Dia juga akan merebut Visko dari Viska dengan cara yang halus agar dirinya aman.


__ADS_2