My Naughty Brother

My Naughty Brother
Rumit


__ADS_3

Vlavia berdiri di depan pintu kamarnya. Dia menyenderkan tubuhnya pada pintu itu. Tangannya meraba dadanya karena masih berdegup kencang.


Apa yang tadi Visko katakan sangat membuatnya berpengaruh menjadi tidak lagi kesal dengan Visko yang sudah mengarang cerita tentang dirinya yang berpacaran dengan Kristan.


Bibirnya melengkung, menampakan senyuman manis di wajahnya, lagi-lagi Vlavia merasa senang mengingat kejadian tadi dengan Visko. Vlavia melangkahkan kakinya menuju ke ranjang tidurnya. Dia tengkurap sembari tersenyum mengingat kejadian tadi.


Bagiaman Vlavia tidak merasa senang jika Visko mengatakan, kalau Vlavia gadis sepesial dalam hidupnya, apa lagi Visko tidak lagi menciumnya seenaknya seperti yang sudah-sudah, itu seketika membuat Vlavia seperti terhipnotis karena Visko.


Vlavia suka Visko yang manis seperti ini, Vlavia suka Visko yang tidak bersikap seenaknya kepada dirinya. Vlavia memang menyukai Visko, dan mereka sekarang sedang sama-sama di mabukan cinta dengan mengagumi satu sama lain, tanpa ingat setatus mereka sekarang ini.


Pagi harinya seperti biasa, Vlavia sudah memasakan sarapan untuk Visko dan dirinya, Vlavia sudah bersiap di meja makan. Dia juga sudah rapih dengan pakaian ke kampusnya.


Tap


Tap


Tap....


Visko melangkahkan kakinya menuju ke arah Vlavia. Visko juga sudah sama rapihnya seperti Vlavia, bahkan pagi ini Visko sangat terlihat tampan, tapi bukankah memang Visko tampan di setiap saat? Itu hanya penglihatan Vlavia yang memang sedang di butakan oleh cinta.


" Soal kemarin Gue minta maaf." Ucap Visko membuka obrolan di antar mereka.


Vlavia melirik Visko sekilas, lalu mengangguk tanpa menjawab.


Astaga... Vlavia benar-benar sudah hilang kendali saat ini, dia senyum-senyum sendiri, bahkan tanpa terasa Vlavia sampai mengigit bibir bawahnya, dan itu kebiasaan buruk Vlavia sekarang jika sedang merasa salah tingkah karena Visko.


" Kalau Lo marah karena itu, Gue bakal ceritain yang sebenarnya sama Dad and Mommy." Sambung Visko lagi membuat Vlavia langsung menatap Visko dengan terkejut.


" No Kak Visko, tolong jangan ceritain yang sebenarnya." Jawab Vlavia menolak apa yang akan Visko katakan kepada orang tua mereka.


Bisa bahaya jika Visko mengatakan yang sebenarnya, Visko ini benar-benar membuat Vlavia sedikit geram sekarang, baru saja tadi malam sudah membuatnya melambung tinggi dengan ungkapan Visko, meskipun terdengar tidak begitu jelas karena Visko membisikan di telinganya dengan Vlavia yang setengah kosentrasi akibat gugup begitu dekat dengan Visko, tapi sekarang sudah di buat seperti jatuh sedalam-dalamnya.


Viskk tersenyum miring.


" Lo suka kan di cium Gue?." Tanya Visko membuat Vlavia melotot dan langsung menyemburkan makanan yang sedang di kunyahnya.


" Vi." Ucap Visko dengan nada sedikit kesal karena Vlavia menyemprotkan makanan.

__ADS_1


" So sorry Kak." Jawab Vlavia yang langsung berdiri dari duduknya dan menuju ke kamarnya.


Begitu juga dengan Visko yang harus berganti baju terlebih dahulu, dia kembali ke kamarnya untuk mengganti bajunya.


Dan kini Visko sudah berada di kampusnya. Kedua sahabatnya sedari tadi sudah melemparkan banyak pertanyaan kepadanya.


Tapi tidak satupun Visko jawab karena memang dia malas untuk membahas itu.


" Man kalau Lo nggak mau ngomong, oke biar kita aja yang cari tahu." Cletuk Harry dengan senyum devilnya.


Visko menatap Harry sekilas dengan malas.


" Terserah." Jawab Visko acuh.


" Oke, nanti malam kita ke apartemen Lo." Jawab Harry lagi yang begitu kepo dengan gadis yang tinggal di Apartemen Visko.


" Sudah lah Har jangan terlalu kepo dengan urusan orang." Sergah Dendry.


" Bukan kepo Man, tapi kalau cewek cakep, Visko harus bagi-bagi sama kita, Lo jangan nikmati sendiri aja lah Vis, Gue aja dapat cewek sexy selalu tawarin ke Lo juga, kita itu sahabat yang akan selalu berbagi termasuk wanita." Jelas Harry seketika membuat rahang Visko mengeras.


Visko mengepalkan tangannya kuat untuk menahan amarah, dia tidak mau sampai terlihat oleh kedua sahabatnya jika dia sedang menahan amarah karena ucapan Harry barusan.


" Sialan Lo Dend, tetapi tetap saja Lo harus berbagi sama kita Vis kalau Lo nggak mau ngasih tahu kita." Ancam Harry kekeuh tetap pada pendiriannya.


" Gue cabut." Ucap Visko melenggan pergi meninggalkan kedua sahabatnya.


Sialan si Harry Batin Visko mengumpat kesal Harry.


Vlavia sedang duduk berasama kedua temannya, Mila sedari tadi sedang membala chat teman barunya yang dia kenal di ig.


" Mil ngapain sih Lo?." Tanya Serin melihat Mila yang sedang senyum-senyum dengan ponselnya.


" Balas chat lah." Jawab Mila masih fokus dengan layar ponselnya.


Serin mendengus kesal, Mila ini menyebalkan sekali kalau sudah chat dengan cowok-cowok di akun sosmednya.


" Vi anterin Gue ke kamar mandi yuk, biarin aja dia sibuk dengan dunianya." Ajak Serin kepada Vlavia yang sedang sibuk mengerjakan tugas kuliahnya.

__ADS_1


" Vlavia Carallo." Ucap Serin lagi yang membuat Vlavia menoleh ke arahnya.


" Hah kenapa?." Tanya Vlavia dengan muka cengonya.


" Anterin Gue ke toilet." Jelas Serin yang langsung di angguki oleh Vlavia.


" Oh... Ayo." Jawab Vlavia yang membuat Serin tersenyum senang.


" Mil Lo nggak ikut?." Tanya Vlavia kepada Mila. Tapi tidak ada jawaban dari Mila, karena dia masih sibuk dengan dunia mayanya.


" Biarin aja dia, lagi sibuk ngehalu." Jawab Serin membuat Vlavia terkikik.


Vlavia dan Serin keluar kelas meninggalkan Mila. Mereka menuju ke toilet kampus. Vlavia yang memang berniat untuk mengantar Serin saja, jadi dia menunggu di lorong toilet.


" Eh... Ada princess cupu." Ucap Shisil teman Marisa.


Marisa dan gengnya memang sengaja mengikuti Vlavia dan Serin ke toilet. Tadi mereka tidak sengaja melihat Vlavia dan Serin menuju ke toilet. Alhasil itu waktu yang tepat untuk mengerjai Vlavia.


Vlavia menatap mereka satu persatu, jujur saja ada rasa takut mengingat kejadian waktu di pesta Marisa. Tapi Vlavia tidak boleh terlihat lemah ataupun takut di depan mereka, cukup di depan Visko saja dia lemah, pikir Vlavia.


" Lo berani nggak jawab?." Tantang Shisil yang sudah memegang pipi Vlavia.


" Gue bukan princess cupu seperti yang kalian katakan, Gue punya nama." Jawab Vlavia mencoba memberanikan diri sebisa mungkin.


" Oh... Jadi Lo berani sama kita hmm? Lo pikir Lo cantik banget?." Tanya Deva yang mulai mendekat ke arah Vlavia.


" Cukup gaes, jangan bikin dia dapat simpati dari Visko." Ucap Marsia yang membuat teman-temannya langsung melepaskan cengkaramannya dari wajah Vlavia.


" Gue pengen Lo sadar diri, jangan bikin Gue ngelakuin hal jauh karena Lo berusaha dapat simpati dari Visko." Bisik Marisa kepada Vlavia.


Marisa menatap Vlavia dengan meremehkan, Vlavia terlihat tidak selevel dengannya, memang Marisa akui Vlavia cukup menarik, tapi penampilan Vlavia sangatlah jauh dengan dirinya yang merupakan Idola para kaum Adam di kampusnya.


" Ayo gaes kita cabut." Ajak Marisa pergi yang langsung di ikuti oleh teman-temannya.


Vlavia menatap kepergian Marisa dan teman-temannya.


Dia tersenyum kecut melihat dirinya yang begitu bod*h sekarang, bod*h tidak bisa menolak ajakan Visko tinggal di Apartemennya. Karena itu malah membuat Vlavia dan juga Visko semakin terjebak dengan perasaan mereka masing-masing.

__ADS_1


Semua yang sudah di rasa dan sudah terjadi, akan sangat sulit untuk di hilangkan atau di lupakan.


__ADS_2