My Naughty Brother

My Naughty Brother
Sesal


__ADS_3

Vlavia menemui Serin dan Mila di kantin Kampus. Sama seperti Visko tadi, Vlavia juga di berondong banyak pertanyaan dari kedua temannya itu.


Beruntung Vlavia sudah siap dengan semua ini, Vlavia akan menajwab pertanyaan kedua temannya satu persatu, tapi selagi pertanyaan itu hal yang wajar.


" Vi gimana di pesta Marisa tadi malam?." Tanya Mila penasaran.


" Lo beneran tadi malam hilang Vi?." Tanya Serin lagi.


" Ah iya itu, Gue juga penasaran Vi, tapi Lo nggak papa kan? Lo nggak di apa-apain kan sama Marisa?." Sambung Mila lagi dengan sangat penasaran.


" Mau yang mana dulu nih Gue jawab?." Tanya Vlavia sembari tersenyum dengan dua temannya.


" Semuanya." Jawab Serin dan Mila kompak.


" Oke Gue jawab ya, kalian dengerin dulu." Jelas Vlavia yang langsung di angguki oleh kedua temannya.


" Gue merasa nggak cocok berada di pesta Marisa, dan Gue juga nggak hilang tapi pulang duluan." Jelas Vlavia membuat kedua temannya menautkan alisnya.


" Bohong." Seru Mila, Vlavai menatap Mila bingung.


" Kenapa Lo nggak jujur sama kita sih Vi?." Tanya Mila yang sudah tau jika Vlavia bukan pulang tetapi hilang, pasalnya mereka sudah dengar dari anak-anak yang datang ke pesta Marisa tadi malam.


" Maksudnya gimana Mil?." Tanya Vlavia masih mencoba mengelak.


" Lo kemana tadi malam? Lo hilang sebelum pesta Marisa selsai kan?." Tanya Mila kepada Vlavia.


" Jangan-jangan bener dugaan kita kalau ini ada hubungannya dengan Marisa, pasti Marisa ngerjain Lo kan?." Tanya Serin yang di angguki oleh Mila pertanda setuju.


" Nggak kok, ini nggak ada hubungannya sama Marisa." Jawab Vlavia kekeuh.

__ADS_1


" Terus?." Tanya Serin ingin tau.


" Gue tadi malam nggak sengaja ambil minuman beralkohol, jadi Gue pusing banget dan langsung minta di jemput sama sopir Gue, makanya Gue di kira hilang karena belum sempat pamit sama yang lain." Jelas Vlavia mengarang cerita.


Vlavia terpkasa berbohong, Vlavia tidak ingin kedua temannya tau apa yang sebenarnya terjadi, dia tidak ingin membuat kedua temannya semakin bertambah khawatir dengan dirinya.


Meskipun sebenarnya apa yang menjadi kehawatiran Serin dan Mila hampir saja terjadi tadi malam.


" Terus kenapa bisa barengan dengan perginya Visko di pesta Marisa? Apa jangan-jangan kalian janjian?." Tebak Mila ngawur.


" Eh tidak, mana mungkin Gue bisa janjian sama Kak Visko, kenal saja tidak." Jawab Vlavia sedikit gugup.


Jelas Vlavia gugup, mereka bukan hanya janjian, malahan Visko sendiri yang menolong Vlavia tanpa di duga oleh Vlavia sebelumnya, dan itu membuat Vlavia bahagia sebenarnya, meski tidak di ucap tapi Vlavia cukup merasa bahagia dengan penyelamatan yang Visko lakukan untuk dirinya.


aku satu rumah guys sama Kak Visko Batin Valvai menjerit.


Terkadang Vlavia ingin mengatakan yang sebenarnya kepada kedua temannya, tentang siapa dirinya dan Visko, tapi dia merasa ini bukan waktu yang tepat, mungkin lain kali pikir Vlavia.


" Sudah Vis, mamp*s nanti Lo." Cegah Harry melihat 10 botol yang sudah kosong.


Bukan karena pelit dengan harga minuman yang sudah Visko habiskan, tapi Harry menyayangi Visko sudah seperti saudara sendiri, dia tidak mau Visko sampai kenapa-napa karena terlalu banyak minum, begitu juga sebaliknya Visko dan Dendry, mereka bertiga sama-sama saling menyayangi seperti saudara.


" Bekas lidah Marisa masih nempel di mulut Gue." Jawab Visko dengan ucapannya yang sudah tidak begitu jelas.


" Hah... Paling baru kissing aja Lo sama Marisa udah kayak hilang perjaka aja, perjaka Gue yang udah di ambil banyak wanita saja Gue nggak mempermasalahkan." Jelas Harry membuat Visko menatap Harry sekilas.


" Bod*h." Satu kata yang Visko lontarkan untuk seorang Harry.


Sedangkan Dendry hanya menggelengkan kepalanya, dia cukup menemani Visko yang sedang kalut dengan masalah kissing dengan Marisa tadi.

__ADS_1


Padahal jika lelaki lain, mungkin akan merasa beruntung dan rela tidak akan makan 7 hari 7 malam karena di bibirnya ada bekas bibir Marisa, tapi lain dengan Visko, yang meras begitu rugi karena sudah mencium Marisa begitu dalam tanpa pikir panjang terlebih dahulu tadi.


" Sial, masih saja tidak hilang." Gumam Visko begitu kesal.


" Saran Gue Lo harus mencium cewek lain untuk menghilangkan bekas bibir Marisa Vis." Jelas Dendry membuat Visko manatap Dendry lalu tersenyum.


Tidak lama Visko ambruk di sebelah kursi kemudi. Karena terlalu banyak minum Visko sampai tidak sadarkan diri.


" Ah sialan Visko, tidur di mobil Gue lagi." Kesal Harry melihat Visko yang sudah tidak bergerak lagi.


" Udah bolos aja, jalanin mobil Lo." Suruh Dendry kepada Harry.


" Apartemen nih?." Tanya Harry menanyakan tujuan mereka.


" Iya tapi apartemen Gue dulu, takut ni anak orang ngamuk kalau pulang ke apartemennya, Lo ingat kan dia lagi nggak ngebolehin kita dateng ke sana?." Jelas Dendry yang langsung di angguki oleh Harry.


" Palingan dia ngumpetin cewek bohay biar nggak di deketin ma kita Dend." Ucap Harry sembari melajukan mobilnya.


" Kita lihat saja, sampai kapan Visko akan diam-diaman sama kita seperti ini, bentar lagi juga paling ke gep." Jelas Dendry membuat Harey tertawa.


" Awas aja Lo Vis, kalau sampai beneran ngumpetin cewek nggak mau bagi-bagi ma kita." Gumam Harry yang hanya di jawab Dendry dengan gelengan kepala.


Dari ketiga sahabat itu, paling aneh memanglah Harry, dia juga paling doyan dengan wanita, bahkan kalian tau kan jika sekarang ini Harry sedang di kejar-kejar wanita karena di duga menghamilinya, meski belum jelas kejadian yang sesungguhnya seperti apa.


Sedangkan di kampus kini Marisa dan gengnya sedang berada di beskem mereka. Tadinya teman-teman Marisa akan menghampiri Vlavia, tapi dengan segera di cegah oleh Marisa.


Tentu saja karena Visko sudah membayarkan keamanan Vlavia sekarang dari tangan Marisa, jika saja Visko tidak menyiumnya, mungkin Vlavia saat ini kembali harus berhadapan dengan Marisa dan gengnya.


" Gue bisa manfaatin cewek kampungan itu." Gumam Marisa dengan senyum liciknya.

__ADS_1


Marisa akan terus berusaha untuk mengerjai Vlavia, atau bila perlu mencelakai Vlavia juga, jika itu bisa membuat Visko jatuh di pelukannya, meskipun cara yang di lakukannya sangatlah curang.


Tapi Marisa juga tidak bisa senang dulu, Visko tidaklah akan membiarkan hal itu terjadi, dia juga tidak akan lagi sampai mau menyium apa lagi melum*t bibir Marisa, cukup itu menjadi yang terkahir, terlebih bekas bibir Marisa di rasa Visko tidak hilang-hilang, sangat jauh berbeda dengan bibir Vlavia yang di rasa Visko sangatlah membuatnya ketagihan.


__ADS_2