My Naughty Brother

My Naughty Brother
Cemburu


__ADS_3

Vlavia dan Kristan berjalan bersama menuju kampus. Banyak pasang mata yang melihat mereka bedua, kedekatan mereka memang sudah banyak yang tau, bahkan Marisa juga sudah tau itu, tapi dia masa bodoh karena yang dia tidak suka jika ada gadis lain yang dekat dengan Visko, jika Vlavia dekat dengan Kristan itu akan sangat menguntungkan untuk dirinya, pikir Marisa.


" Udah sarapan Vi?." Tanya Kristan yang di jawab Vlavia dengan gelengan kepala.


Vlavia memang sedang berdua dengan Kristan, tapi ntah kenapa pikirannya terbayang Visko yang tadi hampir menciumnya, benar-benar otaknya sekarang ketularan dengan tubuhnya yang selalu ingin dekat dengan Visko, atau bahkan tubuh Vlavia menginginkan sentuhan lembut jari Visko.


Vlavia segera menggelengkan kepalanya dengan pikiran kotornya, harusnya Vlavia tidak boleh berfikir jauh seperti itu.


Ingat Vi, kalian sekarang saudara, meski bukan kandung tapi kalian harus saling menjaga atau menyayangi seperti saudara sendiri. Bukan malah saling mengagumi dalam diam seperti ini.


Perasaan kagum jika di biarkan malah akan semakin bertambah, apa lagi jika sering bertemu.


" Kamu kenapa?." Tanya Kristan membuat Vlavia langsung menoleh dan menggeleng.


" Ngalamun?." Tanya Kristan lagi kepada Vlavia.


" Tidak Kak, aku hanya keinget sama Mommy saja." Jawab Vlavia yang secara tidak langsung mengatakan jika dirinya tidak tinggal bersama dengan Mommy nya.


" Memangnya kenapa Mommy kamu? Bukannya kalian tinggal bersama ya?." Tanya Kristan sedikit curiga dengan ucapan Vlavia.


Ya ampun ini mulut hampir saja Batin Vlavia merasa kesal sendiri dengan ucapannya.


" Oh... Kemarin Mommy nemenin Daddy keluar kota Kak." Jelas Vlavia yang tentu saja berbohong dengan Kristan.


Kristan hanya menganggukan kepalanya, membuat Vlavia bisa bernafas dengan lega, Vlavia mencoba tersenyum kepada Kristan untuk menutupi kegugupannya.


Sudah berapa kali dia mengarang cerita untuk berbohong, dan ini semua sejak hadirnya Visko dalam hidupnya, meski bukan salah Visko tapi tetap saja semua itu ada sangkut pautnya dengan Visko.


Mereka menuju ke kanti kampus untu sarapan. Meskipun tadi Kristan sudah sarapan bersama orang tuanya di rumah. Tapi demi Vlavia dia kembali sarapan dengan alasana jika dia juga belum sarapan.


Baik Kristan maupun Vlavia sama-sama berbohong, berati impas dong ya meskipun kebohongan mereka dengan niat yang berbeda.

__ADS_1


Mereka sedang sarapan bersama di kantin. Hanya berdua saja memang karena Vlavia belum menemui kedua temannya, tidak lama datanglah ketiga lelaki tampan yang menjadi idola di kampus mereka itu.


Semua yang berada di kantin langsung menatap idola mereka yang memang ketampannya tidak terbantahkan lagi, bahkan meskipun Visko dan teman-temannya ini terkanal bastard tapi nyatanya banyak wanita yang masih menggilai mereka.


Visko dan kedua sahabatnya datang dengan gaya cool nya. Visko sempat melirik Vlavia sekilas, begitu juga dengan Vlavia yang sedang menatap Visko, pandangan mereka bertemu, hanya sekilas saja karena Visko sudah lebih dulu mengalihkan pandangan matanya dengan tangan mengepal kuat, meski tidak terlihat oleh siapapun.


Jelas jika Visko sekarang sedang menahan amarahnya melihat Vlavia bersama lelaki lain. Meskipun mereka hanya sarapan bersama saja, tapi nyatanya cukup membuat hati Visko terbakar.


Brengs*k harusnya tadi lo sarapan bareng gue Batin Visko menyesali jika dirinya dan Vlavia tadi tidak sempat sarapan bersama, bagaimana akan sarapan bersama jika mereka sama-sama bangun siang.


Visko dengan kedua sahabatnya duduk di kursi singgah sana mereka di kantin itu.


" Lo kenapa sih Man?." Tanya Dendry melihat wajah Visko yang tiba-tiba berubah.


" Palingan juga haus akan belaian seorang wanita." Jawab Harry membuat Dendry tertawa.


" Makanya pacaran lah Vis, jangan songong Lo nolak cewek terus, jadinya gini kan hasrat yang terpendam." Timpal Harry lagi-lagi mencibir Visko yang terlalu memilih seorang wanita.


" Diam kalian, pesenin Gue makan." Jawab Visko yang tidak ingin membahas masalah wanita.


Mood Visko sudah tidak enak karena melihat Vlavia dengan Kristan duduk berdua saja, pokoknya nanti Visko harus kasih pelajaran ke Vlavia untuk menenangkan hatinya.


Vlavia tidak lagi berani menatap Visko, karena sedari tadi Kristan terus mengajaknya berbicara, sampai akhirnya ucapan Kristan membuat Vlavia terkejut.


" Vi aku mau ngomong serius." Ucap Kristan membuat Vlavia menautkan alisnya.


" Ngomong aja Kak." Jawab Vlavia menyuruh Kristan untuk mengatakannya saja.


" Nanti malam kita bisa keluar kan?." Tanya Kristan yang membuat Vlavia bingung untuk mejawabnya.


" Atau kalau nggak setelah pulang, nanti kita jalan dulu ya, ada yang mau aku omongin dan ini serius." Sambung Kristan lagi membuat Vlavia bingung harus menjawab apa.

__ADS_1


Tapi dari pada malam lebih baik pulang kuliah memang, tidak mungkin Visko memperbolehkan Vlavia untuk keluar apartemen di malam hari.


" Baik, setelah pulang kuliah ya Kak." Jawab Vlavia dengan menganggukan kepalanya.


Kristan tersenyum senang dengan jawaban Vlavia, tanpa dia sadari Kristan sampai berdiri dari duduknya dan memeluk Vlavia. Hal itu jelas terlihat oleh Visko.


Dengan amarah yang sudah memuncak Visko berdir sembari menendang kursi untuk pergi.


" Lo kenapa Vis?." Tanya Dendry melihat Visko yang tiba-tiba marah.


" Gue muak ada pasangan mesum di sini." Jawab Visko yang langsung pergi.


Dendry dan Harry saling pandang, lalu mereka menatap Kristan dan Vlavia yang sedang menatap kepergian Visko dari kantin.


Dendry dan Harry berdiri, mereka menghampiri meja Kristan dan Vlavia.


" Jangan bikin sahabat Gue lebih jijik sama Lo." Peringatan Dendry menatap Kristan tajam, tapi tidak di jawab oleh Kristan sama sekali.


Setelah itu mereka pergi untuk menghampiri Visko, sebelumnya Dendry dan Harry sempat melirik ke arah Vlavia sekilas, gadis yang tidak terkenal di kampus mereka. Bahkan mereka baru melihat Vlavia beberapa kali saja dan hanya sekilas, tapi wajahnya memang cukup menarik perhatian, pikir mereka.


" Kak Kristan tidak papa?." Tanya Vlavia sedikit khawatir.


Jujur saja melihat kedua teman Visko, Vlavia sedikit takut, tatapan mereka sangat tajam seperti orang yang akan membunuh musuhnya.


" Kamu tenang aja Vi, ayo masuk kelas." Ajak Kristan yang di angguki oleh Vlavia.


" Maaf ya Kak, kalau sikap teman-teman Kak Visko kasar." Ucap Vlavia merasa tidak enak.


" Hei... Kenapa kamu yang minta maaf? Mereka tadi kurang kerjaan saja." Jelas Kristan membuat Vlavia hanya mengangguk.


Jujur saja sebenarnya Vlavia juga sedikit tidak suka dengan sikap Kristan yang tiba-tiba memeluknya begitu saja di depan umum. Tapi Vlavia tidak berani untuk mengatakannya, dia masih belum begitu tau dengan sifat asli dari Kristan, yang dia tau saat ini ialah Kristan cowok baik-baik, sangat berbeda dengah Visko, tapi kenapa Vlavia menyukai Visko yang menurutnya tidak mempunyai sifat ataupun sikap yang baik? Ya begitulah cinta sangat sulit di tebak dan terkadang juga rumit.

__ADS_1


__ADS_2