My Naughty Brother

My Naughty Brother
Di Kantor


__ADS_3

Sore ini Vlavia seperti biasa, pulang dari kampus di jemput oleh Sopir pribadinya Mang Dani. Karena Om Albert menyuruh Vlavia untuk menemuinya di kantor.


Sedari tadi tidak hentinya Vlavia terus menyunggingkan senyumnya, terlihat dari kaca mobil oleh Mang Dani yang melihat gerak-gerik Nona mudanya dari depan setir.


Mang Dani juga ikut tersenyum senang, tapi dia memilih untuk diam dari pada menanyakan apa yang terjadi dengan Nona mudanya sampai sedari tadi tidak hentinya menunggingkan senyuman cantiknya.


Tidak lama mobil yang mereka tumpangi sampai di depan gedung tinggi pencakar langit itu. Vlavia turun dari dalam mobil dengan keadaan mood yang sangat baik.


" Mang aku duluan ya ke dalam." Pamit Vlavia yang langsung di angguki oleh Mang Dani dengan senyum.


" Siap Non, jangan lupa bahagia." Jawab Mang Dani yang juga di angguki oleh Vlavia dengan senyumnya.


Sebelum masuk ke dalam Vlavia menatap sebentar gedung tinggi yang berada di depannya itu. Ini untuk yang ke 2 kalinya dia datang ke Kantor Om Albert.


Vlavia tersenyum sembari masuk ke dalam. Apa yang Visko lakulan di akun sosmednya benar-benar merubah Vlavia di hari ini, bahkan dia juga tidak ingat dengan peringatan dari Marisa.


Vlavia masuk ke dalam lift. Dimana lift itu hanya di pakai oleh orang-orang penting di Kantor Daddy nya.


Ting


Bunyi lift terbuka. Vlavia keluar dari dalam lift. Tapi sebelum dia keluar, Vlavia sempat berpapasan dengan wanita paruh baya yang mungkin sekitar seumuran dengan Mommy nya.


Wajahnya juga sangat cantik, pakaiannya rapih dan sangat anggun, Vlavia mengira jika mungkin beliau adalah rekan bisnis dari Daddy nya. Vlavia tersenyum sembari menganggukan kepalanya, begitu juga dengan wanita paruh baya itu yang juga membalas senyuman Vlavia.


Vlavia masuk ke dalam ruangan Om Albert. Di sana juga sudah ada Mommy Selena yang sedang memeluk Om Albert.


" Dad Mom." Panggil Vlavia lirih, tapi mampu membuat kedua orang tua paruh baya itu melepaskan pelukannya dan menatap ke arahnya.


" Sayang kamu sudah datang?." Tanya Mommy Selena yang di angguki oleh Vlavia dengan canggung.


Vlavia merasa dirinya menjadi pengganggu tadi ketika masuk ke ruangan Daddy nya tanpa memberitahukan terlebih dahulu.


" Sini sayang, apa kamu ke sini sendiri?." Tanya Om Albert yang kembali di jawab Vlavia dengan anggukan kepala.


" Kebiasaan anak itu." Gumam Om Albert dengan nada sedikit kesal.

__ADS_1


" Sudahlah lah Dad mungkin Visko sudah berada di jalan." Sambung Mommy Selena untuk menenangkan suaminya.


Om Albert mengangguk membenarkan apa yang di katakan oleh istrinya, mungkin Visko memang sudah dalam perjalanan ke Kantornya.


Sedangkan Vlavia kini malah berdiam diri, mendengar jika Visko juga akan datang membuatnya gugup tiba-tiba. Terlebih Visko hari ini sudah membuatnya melambung tinggi, Vlavia jadi harus bersiap diri untuk bertemu dengan Visko kali ini.


Sembari menunggu kedatangan Visko, mereka mengobrol di ruangan Om Albert. Bahkan Om Albert menyuruh asisten kantornya untuk menghidangkan cemilan terbaik untuk anak gadisnya. Om Albert benar menyayangi Vlavia tulus, dia tidak membedakan antara Visko dan juga Vlavia.


Di mata Om Albert kedua Kakak berAdik itu sama saja.


Tidak lama pintu ruangan Om Albert terbuka menampilkan sosok lelaki tampan yang sedari tadi memang sudah di tunggu oleh mereka.


Sedangkan Vlavia dengan kedatangan Visko malah membuat tubuhnya terasa beku, Vlavia tidak berani menoleh ke arah lelaki tampan yang sudah membuatnya sangat bahagia meskipun hanya hal kecil saja.


Visko melirik Vlavia sekilas yang sedang duduk sembari menunduk.


" Ada apa sih Da**d?." Tanya Visko sembari duduk di sofa sebelah Vlavia.


" Datang-datang malah langsung nanyain itu." Jawab Om Albert kesal dengan pertanyaan anaknya.


Vlavia memang butuh bantuan dari kedua temannya untuk merubah dirinya agar tidak seperti ini lagi, Vlavia harus menjadi gadia yang kuat dan pemberani.


" Lo kenapa?." Tanyw Visko lirih kepada Vlavia.


Vlavia hanya menggeleng untuk menjawab pertanyaan Visko barusan, membuat Visko tersenyun miring dengan tingkah gadia cantik di sebelahnya itu, aneh memang seorang Visko bisa menyukai Vlavia yang anehnya sudah kelewat batas itu, meskipun cantik tapi jika bertemu dengan Visko saja menunduk apa lagi di sentuh oleh Visko. Ah sudahlah lupakan tentang itu.


" Patah leher Lo?." Tanya Visko tanpa rasa bersalahnya.


Vlavia terkejut dia langsung mendongakan kepalanya dan menatap Visko dengan sedikit tajam.


Kesal memang di bilang lehernya patah.


" Ha...ha.... Kelihatan juga kan wajah cantiknya." Ucap Visko yang seketika membuat Vlavia blushing.


Sial, sangat sial memang berurusan dengan si tampab Visko, sebentar di buat melambung sebentar di jatuhkan, dan sekarang coba lihat Visko kembali merayu Vlavia dengan kata-katanya.

__ADS_1


" Ayo anak-anak." Ajak Om Albert kepada Vlavia dan Visko yang sedari tadi di biarkan duduk di sofa ruangannya.


Vlavia dan Visko menoleh ke arah Om Albert dengan bingung, Om Albert ingin mengajak mereka kemana memangnya?.


Satu lagi Visko sangat tidak suka di panggil anak-anak oleh Daddy nya.


" Dad please don't call it." Rengek Visko yang malah membuat Om Albert dan Mommy Selena tersenyum, begitu juga dengan Vlavia yang sedikit menyunggingkan senyumnya, menurutnya Visko terdengar sangat lucu ketika mengucapkan kata itu.


Visko memandang mereka secara bergantian, kesal sekali melihat wajah mereka yang sedang tersenyum meledek.


" Okay baby." Jawab Om Albert sembari tertawa.


Visko semakin kesal karena panggilan dari Daddy nya malah lebih menggelikan dari yang tadi.


Mereka semua tertawa melihat wajah kesal Visko yang terus saja di goda oleh Daddy nya, dan ini untuk yang pertama kalinya bagi Vlavia ataupun Mommy nya melihat kehangatan di antara Om Albert dan Visko.


Mereka sangat bahagia atas ini semua, ternyata meskipun Visko maupun Om Albert sama-sama memiliki sifat yang keras kepala, tetapi mereka juga memiliki sifat humoris, terbukti tadi ketika Om Albert yang terus menggoda Visko begitu juga Visko yang merajuk karena terus di goda oleh *Dad*dy nya.


Visko menatap Vlavia yang masih tertawa meledeknya, dia tersenyum miring.


Bisa juga ya Lo ketawa selepas ini Batin Visko masih dengan menatap Vlavia, tentu saja tanpa Vlavia dan kedua orang tuanya sadari.


" Dad." Panggil Visko yang kini di angguki oleh Daddy nya.


" Sorry son, ternyata menggodamu sangatlah lucu." Jawab Om Albert tersenyum tulus ke arah Visko.


Visko tidak menjawab, dia hanya berekspresi datar seperti biasanya.


" Dad sama *Mo*m mau mengajak kalian makan malam di luar." Sambung Mommy Selena menjelaskan.


" Vi biar berangkat bareng kamu Vis, Dad sama Mom juga berdua tanpa sopir." Jelas Om Albert yang langsung membuat Vlavia melotot.


Vlavia tidak mau satu mobil dengan Visko. Dia merasa selalu gugup tetapi kadang juga di buat keaal oleh Kakak tirinya itu.


Terlebih sekarang Visko sedang tersenyum ke arahnya persis seperti srigala yang akan memakan mangsanya.

__ADS_1


Oh no, Vlavia harus menyiapkan perisai kuat untuk mencegah serangan yang bisa saja Visko lakukan di dalam mobil. Vlavia harus benar-benar berguru dengan kedua temannya untuk menyikapi cowok agresif seperti Visko ini.


__ADS_2