
Vlavia mendesah kesal, ntah itu Visko ataupun pesan Visko selalu saja muncul di saat yang tidak tepat. Ini memamg sudah cukup malam, dan Vlavia tidak ada alasan untuk ke luar dari kamarnya selain untuk mengambil minum. Beruntung memang asisten rumah tangga yang biasanya cekatan untuk menyiapkan minum Nona mudanya malam ini sedang lupa, mungkin karena Vlavia yang sekarang jarang tinggal di rumah. Tetapi itu suatu keberuntungan sendiri untuk Vlavia jadikan alasan sekarang ini.
" Ser.. Gue keluar bentar ya?," Pamit Vlavia kepada Serin yang langsung meletakan buku di pangkuannya.
" Lo mau kemana?," Tanya Serin heran.
" Mau ngambil minum bentar, bentar aja kok." Jawab Vlavia membuat Serin akhirnya menganggukan kepalanya.
Vlavia tersenyum, dia segera beranjak dari duduknya untuk pergi dari kamarnya. Belum sampai Vlavia di pintu kamarnya. Teriakan Mila sudah mengagetkannya dan membuatnya menghentikan langkahnya.
" Vi... Gue juga ya." Pinta Mila dengan senyum semanis mungkin ke arah Vlavia.
Vlavia terdiam sebentar, sebelum akhirnya mengangguk seraya memperlihatkan jarinya berbentuk ok.
Setelah kepergian Vlavia, Serin kembali membaca buku yang sedang di bawanya, begitu juga dengan Mila yang kembali sibuk dengan benda pipih yang selalu di bawanya, tidak ada yang curiga jika Vlavia keluar untuk menemui Kakak tirinya.
Vlavia berjalan dimana Visko sekarang sedang menunggu. Karena Visko menunggu di garasi mobilnya. Vlavia harus berjalan cukup jauh dari kamarnya yang berada di lantai atas.
Dengan pelan Vlavia memasuki garasi dimana di sana terdapat banyak koleksi mobil mewah Visko. Ini untuk yang pertama kalinya Vlavia memasuki ruangan itu. Dan Vlavia cukup di buat terkejut melihat banyak sekali deretan mobil mewah yang Visko miliki.
Jika saja Visko ke kampus dengan berganti mobil seperti yang di punyai olehnya. Mungkin mahasiswi di kampusnya akan semakin kagum dengan sosok Visko yang tidak hanya tampan, tetapi juga tajir yang tidak bisa lagi di bandingkan dengan mahasiswa lainnya.
" Keren sih." Gumam Vlavia lirih, dan itu tanpa dirinya sadari.
Vlavia masih berjalan mencari keberadaan Visko, meskipun pandangannya tidak lepas dari deretan mobil-mobil mewah Visko.
Mobil Vlavia yang di berikan oleh Om Albert juga termasuk mobil mewah, tetapi tetap saja Vlavia kagum jika melihat begitu banyak mobil mewah. Bahkan menurut Vlavia terlihat seperti showroom.
" Dimana Kak Visko?." Gumamnya lagi seraya berjalan pelan.
Bahkan tangannya tidak hentinya terus bermain di bodi mobil mewah Visko.
" Ehem.. Gue di sini." Ucap seseorang yang sukses membuat Vlavia terkejut dan menoleh ke asal suara.
__ADS_1
Terlihat Visko yang sedang berdiri seraya tersenyum tampan ke arahnya. Jelas melihat Visko sekarang membuat Vlavia sedikit lega karena Visko tidak marah dengan dirinya yang tidak menemuinya tadi ketika pulang kuliah, tetapi juga ada rasa khawatir dengan senyuman Visko yang terlihat jelas ada maunya.
" Ka-Kak Visko." Ucap Vlavia gugup.
Visko semakin menyunggingkan senyumnya, Vlavia sekarang terlihat sangat gugup, dan Visko selalu suka itu, Visko selalu suka Vlavia yang terpojokan ntah itu karena situasi ataupun karena perkataan dirinya.
Visko semakin mendekat ke arah Vlavia, dan berdiri tepat di depan Vlavia saat ini.
" Kenapa Lo ke sini?." Tanya Visko yang sukses membuat Vlavia kembali terkejut dengan pertanyaan bod*h Visko.
Vlavia menatap Visko tidak percaya, bukankah Visko sendiri yang memintanta untuk menemuinya sekarang? Bahkan Visko sampai mengancam Vlavia untuk menemui di kamarnya jika Vlavia tidak mengiyakan permintaannya.
" Bukankah Kak Visko yang minta aku buat ke sini?." Tanya Vlavia dengan perasaan sedikit kesal, tetapi tetap Vlavia mencoba untuk biasa menghadapi mahluk tampan di depanya ini sekarang.
" Ah.. Ya sudah tidak masalah di tempat seperti ini." Jawab Visko membuat Vlavia menautkan kedua alisnya bingung.
Vlavia masih belum mengerti kenapa Visko memintanya untuk menemuinya di malam seperti sekarang ini? Tetapi dalam dirinya cukup yakin jika Visko melakukan ini karena tadi Vlavia tidak menepat janji untuk bertemu dengan Visko setelah pulang kuliah.
" Kak Visko mau apa?." Tanya Vlavia melihat Visko yang semakin mendekat ke arahnya.
Visko ikut masuk ke dalam mobil.
" Nggak usah parno gitu muka Lo." Ucap Visko yang kembali membuat Vlavia terkejut.
Ucapan Visko barusan membuat Vlavia malu karena begitu terlihat kegugupannya, bahkan Visko sampai tahu kalau dirinya sedang merasa parno sekarang.
Dengan susah payah Vlavia menelan air ludahnya, dia juga memberanikan diri agar tidak terlihat begitu malu di depan Visko saat ini.
" Kalau gitu jangan mendekat." Jawab Vlavia yang membuat Visko malah tersenyum miring.
Tidak tahu apa Vlavia jika sedari tadi Visko sudah menahan dirinya untuk tidak membuat Vlavia takut jika dirinya tiba-tiba langsung menyerangnya, Visko juga ingin melakukan dengan cara yang halus tanpa paksaan seperti biasanya, meskipun pada akhirnya Vlavia selalu menikmati, tetapi Visko ingin memberi kesan yang berbeda dengan ciuman yang mereka lakukan.
" Apa alasan Lo mau temuin Gue di sini, sekarang?," Tanya Visko dengan mengangkat satu alisnya, Visko menatap Vlavia lekat, dia ingin tahu jawaban yang Vlavia katakan untuknya.
__ADS_1
Sedangkan Vlavia kini malah terdiam di tempatnya, pertanyaan Visko sangat sulit untuk di jawab, Vlavia merasa bingung untuk menjawab seperti apa.
Dia sendiri tidak tahu kenapa mau saja menemui Visko dan meninggalkan kedua temannya di kamarnya.
" Karena Kak Visko tadi udah ngancam duluan," Jawab Vlavia dengan sangat pelan, sebenarnya Visko dengar apa yang Vlavia katakan barusan, tetapi Visko sengaja untuk mengerjai Vlavia.
" Gue nggak denger." Ucap Visko dengan sengaja membuat Vlavia mendesah kesal.
" Karena Kak Visko tadi udag ngancam duluan." Jelas Vlavia mengulangi kata-katanya.
Visko tersenyum, dia menatap Vlavia dengan tatapan yang sangat susah di artikan.
" Benar karena itu?." Tanya Visko yang di angguki langsung oleh Vlavia.
" Sebaiknya Lo cek ponsel Lo dengan benar." Ucap Visko membuat Vlavia menautkan alisnya bingung.
Vlavia tidak mengerti apa yang Visko katakan, tetapi dia akhirnya membuka kembali ponsel yang berada di dalam sakunya.
Vlavia mengambil ponselnya, lalu membuka pesan terakhir Visko yang mengatakan jika dirinya meminta Vlavia untuk menemui besok pagi saja karena malam ini sudah cukup larut.
Melihat isi pesan terkahir Visko membuat Vlavia seketika cengo, dia malu, tetapi dia tidak mengetahui pesan itu.
Bagiaman ini? Apa aku kabur saja sekarang? Batin Vlavia begitu malu.
Vlavia sendiri tadi bingung untuk menemui Visko, tetapi tidak di pungkiri jika Vlavia juga selalu senang jika ingin bertemu dengan Visko, meskipun ada perasaan was-was.
Di saat Vlavia akan berniat untuk pergi dari tempat itu. Tangan Visko sudah menarik kepalanya agar bisa dengan mudah meraih bibir Vlavia untuk di cium, Vlavia terkejut, tetapi dia juga tidak menolak apa yang Visko lakukan.
Cukup lama mereka melakulan permainan pada bibir mereka, setelah di rasa puas, Visko melepaskan ciumannya, dia tersenyum tampan ke arah Vlavia.
" Gue tahu Lo juga ingin Vi." Bisik Visko di telinga Vlavia.
Vlavia terdiam dia lagi-lagi tidak bisa menjawab apa yang Visko katakan, karena memang benar seperti apa yang di rasa oleh Vlavia saat ini, bahkan ketika tangan Visko menggenggam tangannya dan menuntun untuk ke luar dari mobil, tidak ada penolakan dari Vlavia, dia menurut apa yang di lakukan oleh Visko untuk mengantarnya menuju ke kamarnya lagi.
__ADS_1
Sorry ya gaes kalau di part ini nggak dapat feelnya, masih pemulihan soalnya, tapi kasian kalau kalian nunggu terlalu lama, mohon maaf semua 🙏🙏