My Naughty Brother

My Naughty Brother
Rencana Yang Berhasil


__ADS_3

Kini Vlavia sudah berada di kelasnya bersama kedua temannya. Dia merasa terselamatkan dengan kedatangan mahasiswa tadi ketika dirinya masih berada di dalam kamar mandi bersama dengan Visko. Mengingat hal itu membuat Vlavia menggelengkan kepalanya untuk mengenyahkan pikirannya.


Apa lagi mengingat rencana Visko yang akan meminta kepada Orang Tua mereka agar Vlavia tinggal bersama dirinya, membuat Vlavia bergidik ngeri.


" Lo kenapa sih Vi?." Tanya Serin melihat gelagat Vlavia.


Vlavia menggeleng sembari tersenyum simpul.


" Lo sakit? Muka Lo keliatan pucat." Sambung Mila menatap Vlavia.


" Gue tidak papa kok." Jawab Vlavia canggung.


" Yakin?." Tanya Serin yang langsung di angguki oleh Vlavia.


Tidak lama datanglah Bobi, si bucin Marisa yang menghampiri mereka bertiga, lebih tepatnya menghampiri Vlavia atas suruhan dari Marisa.


" Lo anak baru ya?." Tanya Bobi dengan sedikit ragu.


Vlavia menunjuk dirinya, dan mengangguk.


" Ada apa Bob nyariin Vi?." Tanya Mila penasaran.


" Lo bisa ikut Gue sekarang kan?." Tanya Bobi tidak yakin.


Valvia bingung, pasalnya dia tidak mengenal cowok di depannya ini, begitu juga dengan Serin dan Mila yang sedikit curiga dengan gelagat Bobi.


" Marisa yang nyuruh Lo?." Tanya Serin kepada Bobi.


Bobi tidak menjawab, membuat Serin dan Mila yakin jika Bobi memang di suruh oleh Marisa.


" Vi jangan mau." Saran Mila yang di setujui oleh Serin.


Vlavia menatap Bobi yang memasang wajah memelasnya, seakan Bobi begitu menginginkan Vlavia untuk menyetujui permintaannya, tentu saja karena Bobi takut jika sampai membuat Marisa marah. Bisa-bisa Bobi sudah tidak di perbolehkan lagi untuk dekat dengan seorang Marisa, meskipun dia hanya dijadikan budak untuk Marisa suruh-suruh saja.


" Oke Gue ikut Lo." Jawab Vlavia membuat Serin dan Mila tidak percaya dengan jawaban Vlavia.


" Vi... Jangan gila deh, Gue yakin Marisa punya rencana jahat buat Lo." Ucap Serin seakan sudah tau dengan apa yang akan terjadi dengan temannya.


Sedangkan Bobi tidak lagi bersuara, yang terpenting sekarang ialah Vlavia yang mau menemui bidadari cantiknya, siapa lagi kalau bukan Marisa, sungguh Bobi termasuk lelaki yang bod*h mengagumi seorang Marisa yang hanya cantik dari fisik saja.


" Kalian tenang aja." Jawab Vlavia untuk meyakinkan dirinya.

__ADS_1


Sebenarnya Vlavia juga tidak begitu yakin dengan apa yang akan di lakukan oleh Marisa kepada dirinya, tapi melihat wajah Bobi membuat hati Vlavia tidak tega dan mengiyakan permintaan Bobi, tanpa perduli dengan apa yang akan terjadi dengan dirinya.


" Ayo." Ajak Vlavia yang langsung di angguki oleh Bobi.


Sedangkan Serin dan Mila hanya melihat kepergian Vlavia dengan Bobi untuk menemui Marisa. Awalnya mereka juga berniat untuk ikut saja, tapi sudah dapat di pastikan jika Vlavia pasti akan menolak.


Mereka hanya berharap semoga tidak terjadi apa-apa dengan Vlavia, jika sampai Marisa melakukan sesuatu yang merugikan Vlavia, Serin dan Mila bertekad untuk memberitahukan kepada Kristan. Mereka yakin Kristan akan membantunya, mengingat Kristan yang cukup dekat dengan Vlavia, Kristan termasuk cowok populer di kampusnya juga merupakan mantan Marisa sebelum kedatangan Visko yang membuat Marisa berpaling. Meskipun Visko tidak pernah benar-benar menanggapi Marisa dengan serius.


Bobi membawa Vlavia menuju ke geng Marisa, di mana geng Marisa sedang berada di bezkem mereka. Melihat kedatangan Bobi dengan gadis yang di carinya, membuat Marisa tersenyum miring.


Marisa berdiri, di ikuti oleh teman-teman gengnya. Lalu dia berjalan bak model ke arah Vlavia yang kini sedang berdiri dengan kebingungan apa yang sebenarnya akan terjadi dengan dirinya saat ini.


" Lo besok malam dateng ke pesta Gue." Ucap Marisa dengan angkuhnya membuat Vlavia menunjuk dirinya bingung.


" Iya Lo bege." Jawab Shisil membuat Vlavia sedikit geram dengan tingkah cewek-cewek di depannya ini.


Tapi Vlavia bisa apa memang? Dia tidak mau mencari masalah selama orang itu tidak kelewat batas. Vlavia sebenarnya tidak begitu berani, tapi dia juga tidak mau sampai menjadi pecundang di kampusnya. Mengingat dia dan Visko satu kampus. Bisa bahaya jika sampai ada berita Vlavia seorang gadis pecundang yang sering mendapat bullyan dari geng Marisa dan terdengar oleh Visko Kakak tirinya.


Vlavia tidak mau terlihat lemah di mata Visko, karena Vlavia takut Visko akan semakin berani kepada dirinya, meskipun sebenarnya Vlavia merasa dirinya bersikap aneh jika sedang berdua dengan Visko.


Vlavia hanya mengangguk tanpa menjawab, membuat Marisa semakin tersenyum miring.


" Deva... Berikan kartu undangannya ke Dia." Suruh Marisa kepada salah satu teman gengnya.


" Awas kalau Lo sampai nggak dateng, ini tuh undangan yang sangat langka dari Marisa." Jelas Deva dengan nada angkuhnya.


" Thanks, Gue boleh pergi kan sekarang?." Tanya Vlavia yang di angguki Marisa dengan malas.


" Sudah sana pergi Lo, nyepetin mata Gue aja." Ucap Shisil dengan nada mengejek, membuat Marisa dan yang lain tertawa.


Sedangkan Vlavia tidak mau mengambil pusing dengan omongan mereka. Vlavia segera pergi dari tempat itu.


Malam harinya, Visko datang ke rumah untuk memberitahukan sekalian meminta ijin kepada kedua Orang Tuanya untuk meminta Vlavia tinggal di apartemennya bersamanya.


Valvia yang sedang berada di kamar. Di panggil oleh Mommy Selena, membuat Vlavia bergegas untuk menuju ke lantai bawah. Saat Vlavia menuruni anak tangga yang kebetulan ruang tengah berada di dekat tangga untuk menuju ke atas. Jantung Vlavia sudah berdetak cepat.


Vlavia melihat Visko yang sedang santai duduk bersama Om Albert dan Mommy Selena. Membuat Vlavia teringat dengan apa yang akan Visko katakan.


Vlavia tidak menyangka jika Visko tidak pernah bermain dengan ucapannya, Vlavia menghampiri mereka yang sedang duduk santai sembari mengobrol. Sebenarnya hanya Mommy Selena yang paling banyak bicara, karena baik Visko dan Om Albert sama-sama saling diam canggung, meskipun mereka tidak dalam keadaan marah.


Melihat keberadaan Vlavia membuat Om Albert dan Mommy Selena menatap Vlavia dengan senyum, begitu juga dengan Visko yang juga tersenyum, tapi seperti senyuman misterius dengan banyak arti, ntah itu Vlavia tidak tau, yang jelas senyuman Visko terlihat seperti senyuman yang menandakan jika Visko bisa melakukan apapun keinginannya.

__ADS_1


" Sini sayang." Ucap Mommy Selena menyuruh Vlavia untuk duduk di sebelahnya.


Vlavia menurut, dia duduk di sebelah Mommy Selena yang kebetulan di depan Visko.


Vlavia menatap Visko yang sedang tersenyum kepadanya, senyuman yang tampan tapi membuat hati Vlavia merasa kesal dengan sikapnya, karena sikap Visko sangat jauh dengan wajahnya yang begitu enak di lihat.


" Jadi Mommy sama Daddy ngijinin kamu tinggal bersama Kak Visko, tapi jika libur kuliah kamu pulang ke sini." Ucap Mommy Selena membuat Vlavia begitu terkejut sampai terasa sesak di dadanya.


Vlavia masih bingung dengan semuanya, membuat Vlavia seperti tidak bisa berfikir dengan jernih.


Apa? jadi Kak Visko sudah membicarakan keinginannya?. Batin Vlavia penasaran.


Sungguh Vlavia tidak mengira akan semudah itu Visko mendapat ijin dari kedua Orang Tuanya. Apa yang Visko katakan kepada kedua Orang Tuanya sampai mengiyakan permintaan Visko? Sungguh Vlavia di buat bingung memikirkan hal itu. Vlavia masih tidak bisa berkata, dia menatap ke arah Visko yang malah tersenyum ke arahnya.


" Tapi ingat Vis, kalau sampai terjadi apa-apa sama adikmu, Daddy tidak akan membiarkanmu hidup." Jelas Om Albert yang sebenarnya dari awal tidak setuju dengan permintaan Visko.


Tapi karena Mommy Selena yang terus memaksanya, membuat Om Albert akhirnya menyetujui permintaan anaknya itu, dengan persyaratan jika libur kuliah Vlavia harus pulang ke rumah. Juga Visko yang harus benar-benar menjaga Vlavia.


Mereka tidak tau saja tujuan Visko meminta adik tirinya untuk tinggal bersamanya, jika Om Albert tau, mungkin Visko benar-benar sudah tidak lagi di akui sebagai anaknya.


" Aku ngerti Dad, aku bukan anak kecil lagi, lagian permintaan Vlavia itu supaya dia lebih dekat dengan kampusnya, , iya kan Vi?." Jelas Visko sembari bertanya dengan Vlavia.


Deg...


Jantung Vlavia semakin terpompa cepat, berkali-kali Visko memberinya kejutan yang teramat tidak Vlavia inginkan.


Jadi Visko meminta ijin kepada Mommy dan Daddy nya dengan alasan Vlavia yang ingin dekat kampus? Sungguh lelaki tampan yang sangat pintar berakting, pikir Vlavia.


Vlavia geram dengan sikap Visko yang tidak jauh berbeda dengan Marisa, selalu bersikap seenaknya saja, tanpa perduli orang di sekitarnya, mereka memang pantas untuk di sandingkan pikir Vlavia.


" Benar yang Visko katakan sayang?." Tanya Om Albert kepada Vlavia.


" Iya Dad." Jawab Vlavia lemah, tentu saja hatinya tidaklah membenarkan apa yang Visko katakan.


I got you


Batin Visko sembari tersenyum miring.


Sedangkan Vlavia rasanya ingin menjerit sekerasnya, karena semua cerita dan juga pengalaman yang belum pernah dia alami akan segera terjadi. Ntah Vlavia akan merasakan kehangatan dengan kasih sayang yang Visko berikan, atau malah sebaliknya, Vlavia yang akan semakin kesal atau bahkan membenci Visko yang semakin bersikap seenaknya.


Di tunggu next episodenya.

__ADS_1


Bantu rate, Like, Comment and Vote dong gaes


__ADS_2