
Vlavia bingung ingin mengahmpiri cowok yang berada di depan kasir atau masuk ke dalam mobil lagi dengan cara diam-diam.
Dengan langkah pelan, Vlavia menuju ke depan, tentu saja dia menundukan kepala agar tidak terlihat oleh cowok yang sedang berada di depan kasir.
Vlavia ingin menunggu sampai cowok itu selesai dan pergi, tapi sepertinya masih begitu lama.
Tiba tiba sang kasir memanggil Vlavia yang sedang jalan dengan pelannya.
" Mbak minumannya.." Ucap Sang kasir kepada Vlavia, membuat Vlavia mau tidak mau menoleh ke arahnya dengan senyum yang di paksakan.
Beruntung cowok yang sangat di kenalinya itu masih tida sadar dengan keberadaan Vlavia.
Vlavia berdiri tepat di sebelah cowok tampan itu, bahkan dia semakin menunduk agar tidak terlihat oleh cowok itu.
" Mbak.. Mbak.." Ucap kasir itu sambil menyerahkan sebotol minuman yang Vlavia beli tadi.
" Makasih Kak.." Jawab Vlavia sambil menyerahkan uang 10 ribuan kepada kasir tersebut.
Setelah menerima kembalian, Vlavia segera pergi dari Minimarket tersebut. Baru juga Dia akan mendorong pintu tiba-tiba suara lelaki yang sangat Dia kenali mengagetkan dan menghentikan langkahnya.
" Tunggu..." Ucap cowok itu, membuat Vlavia mau tidak mau berdiri di depan pintu keluar Minimarket.
Cowok itu menghampiri Vlavia, dan betapa terkejutnya dia saat mengetahui jika sedari tadi cewek yang berada di sebelahnya itu Vlavia, gadis cantik yang cukup mengusik ketenangannya akhir-akhir ini.
" Vlavia.." Ucap cowok itu membuat Vlavia menoleh dengan senyuman terpaksa.
" Kak Kristan.." Jawab Vlavia sedikit salah tingkah.
mati aku.. gimana kalau kak kristan tau aku sama kak visko batin Vlavia panik.
Cowok yang sedari tadi Vlavia hindari memanglah Kristan, Dia takut jika Kristan memergokinya sedang bersama dengan Visko.
Vlavia tidak mau ada gosip nantinya di dalam kampus. Apa lagi kalau sampai geng Marisa tau, bisa lebih panjang lagi urusannya.
" Mbak.. Kakak itu mau ngasih minuman mbaknya yang ketinggalan.." Teriak kasir itu kepada Vlavia.
Vlavia menatap tangan Kristan yang memang sedang menenteng kantong palstik berisi minuman yang tadi di beli olehnya.
" Ini minuman Lo.." Ucap Kristan sambil menyerahkan sebotol minuman kepada Vlavia.
" Thanks Kak.. Duluan ya.." Jawab Vlavia segera berlalu pergi.
__ADS_1
" Vi... Tunggu.." Teriak Kristan tapi tidak lagi Vlavia jawab.
Vlavia malah dengan sengaja mempercepat langkah kakinya, Dia tidak mau kalau sampai Kristan melihatnya masuk ke dalam mobil Visko.
lo cantik banget vi malam ini.. meskipun tanpa make up lo emang udah cantik.. batin Kristan memuji wajah cantik Vlavia.
Vlavia berlari sampai akhirnya masuk ke dalam mobil Visko lagi.
Hufh...
Hufhh.....
Vlavia mengatur nafasnya, membuat Visko yang sedari tadi menunggu menatapnya dengan tertawa.
" Kenapa lari..?? " Tanya Visko yang di jawab Vlavia dengan gelengan kepala.
" Di kejar anjing Lo..?? " Tanya Visko lagi kepada Vlavia.
" Nggak kok Kak.. Jalan yuk.. Cepetan.." Ajak Vlavia kepada Visko.
" Kenapa dulu... Baru Gue jalan.." Jawab Visko yang tidak puas dengan jawaban Vlavia barusan.
" Ada Orang gila.. Gue takut.. Ayo cepetan keburu ke sini..." Jawab Vlavia akhirnya berbohong.
Sorry kak kristan.. Batin Vlavia kepada Kristan.
Tentu saja karena Vlavia yang sudah menganggap Kristan sebagai Orang gilaagar Visko cepat melajukan mobilnya lagi.
Visko tertawa dengan apa yang Vlavia katakan.
" Orang gilanya ngejar Lo..?? " Tanya Visko yang di angguki oleh Vlavia.
" Pantes aja.. Tadi Lo juga sama kayak Orang gilanya.." Jawab Visko sekenanya membuat Vlavia sedikit kesal.
astaga... Gue harus lebih sabar ngadepin kak visko. Batin Vlavia.
Vlavia menata Visko dengan kesal, sedangkan Visko masih dengan tertawanya.
Tapi kemudian Visko menatap Vlavia dalam, dia juga tidak lagi tertawa, Visko mengambil anak rambut Vlavia yang sedikit berantak pada wajah Vlavia, lalu menyelipkan ke belakang telinga, membuat Vlavia terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Visko.
" Lo Orang gila yang paling cantik Vi.." Ucap Visko dengan senyum tampannya lalu melajukan mobilnuya.
__ADS_1
Sedangkan Vlavia masih terdiam tanpa berkata, perlakuan Visko membuatnya hilang akal, rasanya Vlavia tidak bisa menahan degup jantungnya yang kembali meletup letup.
Mobil Visko melewati Minimarket dimana tadi Vlavia bertemu dengan Kristan, Vlavia yang tau Kristan masih berada di dalam Minimarket itu menundukan kepalanya, takut jika Kristan akan melihatnya satu mobil dengan Visko di malam hari.
Membuat Visko mengernyitkan keningnya bingung.
" Lo kenapa..?? " Tanya Visko kepada Vlavia.
" Owh.. Tadi kaki aku gatal Kak.." jawab Vlavia berbohong.
Sedangkan tanpa mereka sadari, dengan samar Kristan seperti melihat keberadaan Vlavia di dalam mobil Visko, meksipun Vlavia tadi menunduk, tapi Kristan cukup hafal jika itu memang Vlavia yang berada di dalam mobil Visko.
" Vlava.." Gumam Kristan pelan.
Vlavia dan Visko sampai di caffe di mana biasa Visko dan teman temannya datangi, bahkan pelayan di sana begitu hafal dengan cowok tampan yang sekarang membawa wanita yang begitu cantik dengannya.
" Kak Visko... Mau pesan apa..?? " Tanya si pelayan dengan genitnya.
" Tinggalkan daftar menunya aja.." Jawab Visko datar yang di angguki oleh pelayan itu.
Pelayan itu dengan kesal meninggalkan Visko dan Vlavia, Visko mencari menu yang belum pernah dia coba di caffe itu. Tapi sepertinya hampir semua sudah dia coba.
" Makan lagi nggak..?? " Tanya Visko kepada Vlavia.
" Emang boleh Kak..?? " Tanya Vlavia ragu.
" Terserah Lo kalau mau gendut.." Jawab Visko yang langsung membuat Vlavia menghela nafas panjangnya.
Visko tersenyum miring melihat Vlavia yang kecewa, tentu saja apa yang Visko katakan barusan tidak dari hatinya, jika hatinya yang berkata sudah pasti Visko sangat memuji kecantikan dan keindahan tubuh Vlavia yang alami tanpa di buat-buat.
" Pesan aja.. Gue yang bayar.. Lagian Lo cewek nggak ada bodynya.." Sambung Visko yang sukses membuat Vlavia melotot dengan sempurna.
Vlavia melirik dirinya sendiri, Vlavia rasa bodynya pas, bahkan kalau Vlavia yang menilai Dia lebih sexy dari Marisa, hanya saja meskipun pakaian yang Vlavia kenakan memang kurang menunjang penampilannya.
" Tidak usah kaget gitu.. Cepat pesan.." Ucap Visko lagi mlihat gelagat Vlavia.
Vlavia menurut saja apa yang Visko suruh, lagian Dia juga tidak mungkin ke sini hanya untuk menemani Visko makan malam.
Setelah memesan makanan mereka memainkan ponsel masing-masing, tentu saja di antara Kakak beradik ini masih sama-sama canggung untuk memulai ke akraban begitu saja, terlebih sikap Visko yang seperti Bunglon mudah sekali beubah ubah.
Setelah pesanan mereka di sajikan, dengan semangat Visko melahapnya, mungkin karena di temani oleh Vlavia dan hanya mereka berdua saja membuat nafsu makan Visko bertambah, yang biasanya malas bahkan sering telat makan mungkin jika Vlavia berada di sisi Visko akan berbeda.
__ADS_1
Sampai akhirnya mata Visko melotot melihat kedua sahabatnya yang juga datang ke caffe itu. Dengan segera Visko menarik tangan Vlavia untuk bersembunyi. Visko belum ingin memperkenalkan Vlavia kepada kedua sahabatnya itu.
Jangan Lupa Like, Comment and Vote ya Kak.. Big Tahnks..