My Naughty Brother

My Naughty Brother
Seperti Topeng


__ADS_3

Vlavia mengigit bibirnya karena bingung harus menjawab apa dengan Mommy nya, tidak mungkin Vlavia mengatakan yang sebenarnya terjadi.


Mommy Selena semakin mendekat ke arah Vlavia, dengan segera Visko berucap yang membuat Mommy Selena berhenti untuk memeriksa tanda merah pada leher anaknya.


Tapi apa yang Visko katakan sangat membuat Vlavia terkejut, bahkan Vlavia merasa tertampar dan semakin bodoh.


" Oh... Ayo lah Mom, Vi sudah besar, bisa saja itu yang melakukan pacar Vi." Ucap Visko membuat Mommy Selena menatap Vlavia dan bergantian menatap Visko.


" Apa itu artinya Vi sekarang sudah punya pacar? Kamu tau itu Nak?." Tanya Mommy Selena kepada Visko.


Visko mengangguk mengiyakan apa yang Mommy Selena katakan, meskipun dia berbohong tapi itu yang paling aman saat ini menurutntya, tanpa Visko sadari ucapannya ini sangat menyakitkan untuk Vlavia.


Vlavia ingin Visko mengakui bahwa dirinyalah yang membuat Vlavia kepergok oleh Mommy Selana dengan memberikan tanda merah pada lehernya. Meskipun itu sangatlah mustahil untuk Visko mengakuinya, tapi Vlavia masih berharap seperti itu.


" Apa pacarmu itu Kristan Vi?." Tanya Mommy Selana yang sontak membuat Vlavia menatap Mommy nya, Vlavia menggeleng pelan tapi lagi-lagi Visko menjawab tuduhan Mommy Selena yang semakin membuat Vlavia merasa bodoh karena jawaban Visko.


" Iya Mommy benar, Vi masih malu untuk mengakuinya." Ucap Visko yang kini membuat dada Vlavia semakin sesak.


Bukan sesak karena terpesona akan wajah Visko, tapi karena ucapan Visko yang sangat menyakitkan untuknya.


" Wah... Ternyata Kristan firs boyfriend kamu Vi." Ucap Mommy Selena senang.


Mommy Selena sudah memperbolehkan Vlavia untuk pacaran, karena memang usia Vlavia yang sudah cukup dewasa menurut Mommy Selena untuk merasakan indahnya jatuh cinta seperti gadis-gadis pada umumnya.


Vlavia tersenyum, dia tidak mengiyakan perkataan Mommy nya, Vlavia kesal dengan Visko yang memutar balikan fakta, Vlavia merasa harus meminta maaf kepada Kristan untuk hal ini, tapi jika Kristan tidak mengetahuinya itu tidak harus di lakukannya.


Bukan Kak Kristan Mom yang melakukannya, tapi Kak Visko Batin Vlavia menjerit.


Vlavia menatap Visko dengan kesal, sedangkan Visko menampilkan watadosnya yang semakin membuat Vlavia rasanya ingin mencekiknya. Tapi jika Vlavia berani untuk melakukan itu.


Malam ini keluarga Albert makan malam bersama, seperti tadi yang Mommy Selena inginkan Vlavia dan Visko makan di rumah. Begitu juga dengan Om Albert yang merasa begitu bahagia kedua anaknya pulang dan makan malam bersama.

__ADS_1


" Jadi bagaimana Vi? kamu betah tinggal dengan Kakakmu?." Tanya Om Albert membuat Vlavia sedikit susah menelan makanannya.


Vlavia menatap Visko yang sedang menatapnya datar. Vlavia mengangguk pelan, membuat Om Albert dan Mommy Selena tersenyum.


Ingin rasanya Vlavia berkata tidak, tapi memang dia tidak akan mampu untuk melakukan itu, karena nanti ketika Visko kembali melakukan aksinya kepadanya yang akan membuat tubuh Vlavia berontak dengan pikirannya juga Vlavia akan kembali luluh.


" Pasti Vi betah dong Dad, Visko Kakak yang baik untuk Vi, apa lagi Visko tampan, Vi jadi bisa semangat untuk menjalani hari-harinya." Jelas Mommy Selena yang membuat Om Albert terkekeh.


Selama Visko tidak melakukan ulah, Om Albert tidak akan memarahinya, dia akan bersikap wajar seperti Ayah pada umumnya.


Sedangkan Vlavia menatap Mommy Selena dengan senyum kecut, bagaimana bisa Mommy nya yang selama ini paling mengerti akan dirinya tiba-tiba berkata seperti itu, benarkah Mommy nya ini benar-benar tidak tau akan jeritan hatinya? Apakah Mommy Selena tidak lagi mengenal bagaimana Vlavia sebenarnya? pikir Vlavia merasa Mommy nya sekarang berbeda.


" Vis kamu harus jaga adik kamu baik-baik, ingat kalau terjadi apa-apa dengan Vi kamu yang akan Daddy bunuh." Jelas Om Albert yang membuat Visko hanya mengangguk.


" Daddy tenang saja, Vi akan baik-baik saja selama ada Visko, bahkan Visko lebih tau tentang Vlavia dari pada Mommy sekarang." Jelas Mommy Selena membuat Vlavia hanya tersenyum.


" Oh ya? benarkah begitu sayang?." Tanya Om Albert kepada Vlavia.


Mommy Selena tersenyum kepada suaminya, mengiyakan apa yang di katakan oleh Visko, sedangkan Vlavia sudah tidak selera lagi untuk makan rasanya, Vlavia merasa Visko begitu jahat mengkambing hitamkan Kristan sebagai pelaku yang telah mengerjainya.


" Benar begitu sayang?." Tanya Om Albert kepada Vlavia, tidak ada pilihan selain mengangguk, Vlavia menganggukan kepalanya untuk mengiyakan apa yang di katakan oleh Visko, dengan begitu mereka tidak lagi membahas tentang kebaikan Visko yang menjaga atau mengerti akan Vlavia sebagai saudaranya, karena itu semua hanyalah bulshit pikir Vlavia.


Setelah selesai makan, mereka melanjutkan mengobrol di ruang tengah. Tatapi karena Visko yang ingin segera sampai di Apartemennya. Akhirnya dia pamit kepada Mommy Selena dan Om Albert untuk pulang ke Apartemennya. Dia juga berjanji sabtu sore besok akan berkunjung dan menginap di rumah.


Awalnya Vlavia ingin menolak ajakan Visko untuk kembali ke Apartemennya. Tapi karena Mommy Selena yang menyuruhnya untuk pergi bersama Visko akhirnya Vlavia menurut, yang terpenting untuk Vlavia adalah kebahagian Mommy Selena yang sudah cukup menderita membesarkan dirinya seorang diri dulu.


Sedangkan Mommy Selena hanya ingin Vlavia dan Visko bersikap rukun sebagai saudara. Tidak lebih dari itu, mungkin jika Mommy Selena tahu bagaimana Vlavia sedikit tersiksa karena ulah Visko kepadanya, Mommy Selena tidak akan mungkin membiarkan Vlavia pergi dari dekatnya dan tinggal dengan Visko.


Di dalam mobil baik Vlavia maupun Visko sama-sama diam, tidak ada percakapan yang tercipta antara Kakak berAdik yang saling mengagumi itu, Vlavia masih kesal dengan Visko yang mengatakan jika Kristan pacarnya. Sedangkan Visko memang ingin segera pulang ke Apartemennya dan beristirahat. Melihat Daddy nya bersama dengan Mommy Selena membuat dada Visko sesak dan sakit, bayangan Mommy nya dulu kembali muncul. Dan itu snagat menyiksa Visko.


Sampailah mereka di parkiran Apartemen. Visko segera keluar dari mobilnya. Di ikuti Vlavia dari belakangnya, saat mereka sudah sampai Apartemen Visko segera menuju kamarnya tanpa perduli dengan Vlavia yang menatapnya dari belakang dengan rasa amarah yang sudah di tahan.

__ADS_1


Vlavia mengepalkan tangannya kuat, memberanikan diri untuk berucap kepada Visko.


" Kak Visko!." Panggil Vlavia setengah berteriak.


Visko menghentikan langkah kakinya, dia membalikan badannya ke belakang menatap Vlavia yang juga sedang menatapnya.


Dengan sedikit mengangkat dagunya dia mengisyaratkan sepeti berkata apa kepada Vlavia.


" Kenapa Kakak bilang kalau Kak Kristan pacar aku dan...." Ucap Vlavia terhenti, rasanya kembali untuk mengatakan apa yang sangat dia ucapkan, karena bayangan Visko ketika mencumb*nya kembali tergambar dengan jelas di pikirannya.


Visko mendekat ke arah Vlavia, menatap manik mata Vlavia yang sekarang tanpa Vlavia sadari berani menatap mata Visko, mungkin karena Vlavia sedang di liputi rasa marah dengan mahluk tampan di depannya ini.


" Dan?." Tanya Visko mengangkat satu alisnya.


Vlavia gelagapan, dia bingung sendiri mau menjawab, malah sekarang hatinya kembali berdebar karena jarak dirinya dan Visko yang semakin dekat.


Sialan banget memang hati Vi yang mempermainkannya sama seperti tubuhnya.


Vlavia tidak berani lagi menatap mata elang Visko seperti tadi.


" Dan apa?." Tanya Visko menatap Vlavia dengan mata elangnya.


Bahkan Visko semakin mendekat ke arah Vlavia, sampai membuat Vlavia terpojokan dengan tembok dan Visko yang berada di depannya.


Visko meraih dagu Vlavia, wajah mereka semakin dekat, bahkan hembusan nafas Visko terasa menyapu di kulit wajahnya.


Glek


Kalau sudah seperti ini, biasanya Vlavia akan kembali khilaf, no ini tidak bisa di biarkan, Vlavia harus memasang perisai jika sudah seperti sekarang ini.


" Kamu ingin lagi?." Bisik Visko pada telinga Vlavia.

__ADS_1


Lagi-lagi membuat Vlavia terkejut dan melotot tidak percaya, selalu saja setiap Visko membisikan kata-kata nakal padanya, tubuhnya malah lemas yang membuatnya tidak bisa melakukan apa-apa lagi, jangankan untuk berontak untuk bergerak saja rasanya sangatlah susah.


__ADS_2