My Naughty Brother

My Naughty Brother
Ada Apa Lagi?


__ADS_3

Seperti biasa di Kampus. Visko, Dendry, dan Harry akan menjadi pusat perhatian para mahasiswi kampus. Mereka akan selalu menebarkan pesona ke setiap kaum hawa yang melihat.


Harry lebih tepatnya, dia akan selalu merayu teman-teman Kampusnya dengan sejuta jurus andalannya. Sedangkan Visko dan Dendry tidak begitu perduli sama sekali dengan mereka. Hampir setengah mahasiswi di Kampusnya sudah pernah tidur dengan Harry ataupun Dendry. Tapi belum ada satu mahasiswipun yang bisa tidur dengan Visko. Padahal mereka menginginkan Visko, tapi memang pada dasarnya Visko sendirilah yang begitu pemilih wanita.


" Vis ayolah kita bersenang-senang, ingat cewek yang Lo suka itu sekarang menjadi adik Lo." Cibir Harry seraya mencium salah satu mahasiswi yang tadi sudah dia dapatkan dari rayuannya.


Visko melirik Harry sekilas tanpa memberi komentar pada cibiran yang baru saja Harry lontarkan.


Sedangkan mahasiswi yang kini tengah duduk di pangkuan Harry sedikit terkejut mengetahui jika Visko menyukai seorang gadis. Tapi sekarang sudah menjadi adiknya, siapa gadis itu? Apakah dia juga kuliah di Kampus ini? Dan sepertinya kabar ini akan menjadi berita besar di Kampus mereka. Jika seorang Marisa sampai tahu Visko menyukai seorang gadis. Pikirnya.


" Hidup Lo terlalu monoton Vis sekarang, come back lah seperti Visko yang dulu." Cibir Harry lagi kepada sahabatnya yang tetap cuek dengan cibirannya.


" Jangan dengarkan Harry Vis, Menurut Gue tantangan banget menyukai adik sendiri." Ucap Dendry seraya menatap Visko misterius.


Visko menatap Dendry malas, dia juga tidak menanggapi ucapan Dendry barusan.


Sebenarnya Visko masih sangat kesal karena bubur ayam yang Vlavia siapkan untuknya sudah di makan oleh kedua sahabatnya itu. Tapi tidak lucu bukan jika seorang Visko mengatakan yang sejujurnya tentang kekesalannya kepada kedua sahabatnya? Mustahil, Visko tidaklah mau semakin di olok-olok oleh mereka.


" Jangan bilang Lo masih kesel karena bubur ayam buatan adik Lo kita makan." Tuduh Harry seketika membuat Visko sedikit terkejut, karena apa yang Harry tujukan pada dirinya memanglah benar adanya, tapi sebisa mungkin Visko mencoba untuk bersikap biasa lagi.


Sialan Harry tahu saja pikiran Gue Batin Visko menatap Harry kesal.


Dendry tersenyum melihat waut wajah Visko, dia tahu apa yang sedang Visko pikirkan. Dendry sudah sangat mengenal baik seorang Visko, hanya dengan melihat gerak-gerik Visko saja Dendry tahu.


Dendry mencoba mendekat ke arah Visko, dia tersenyum devil kepada Visko, senyuman yang terlihat sedikit mengejek.


" Tidak usah lebay perkara bubur ayam, Gue bisa beliin Lo bubur ayam sama grobaknya sekalian, btw Lo jelek banget kalau kayak gini, nggak ada kerennya sama sekali." Bisik Dendry seraya tersenyum devil.


Visko menatap Dendry sebal, dia tersenyum menanggapi ucapan Dendry barusan.

__ADS_1


" Keluarin bubur ayam yang sudah Lo makan." Suruh Visko membuat Dendry sekarang malah tertawa.


Gila, Visko benar-benar sudah gila, segitu cintanyakah dia dengan Vlavia? Sampai menyuruh Dendry untuk mengeluarkan bubur ayam yang beberapa jam lalu di makannya.


" Gue nggak nyangka Lo beneran jatuh cinta Vis." Cibir Dendry tanpa menanggapi ucapan Visko yang menyuruhnya untuk mengeluarkan bubur ayam yang sudah di makannya.


" Lo nggak tahu apa-apa Dend." Jawab Visko seraya pergi dari tempat itu.


Dia malas dengan kedua sahabatnya yang terus mengatakan jika dirinya sudah jatuh cinta dengan Vlavia, Visko belum begitu menyadari tentang perasaannya, meskipun dia sadar, jika dirinya menginginkan Vlavia bukan sebagai adik untuknya, tapi sebagai wanita spesial untuk hidupnya.


Sedangkan Harry kini sudah berada di dunianya dengan mahasiswi cantik dan sexy yang nanti malam akan siap menemani malam panjangnya. Mereka kini sedang melakuka pemanasan untuk nanti malam, hanya sekedar kissing saja di depan Visko dan Dendry tadi.


Dendry melihat Harry malas, selalu saja bertindak tidak sopan di depan mereka.


" Harry ayo." Ajak Dendry pergi untuk mengikuti Visko.


" Ah sial, mereka tidak tahu banget sahabatnya hampir merasa nikmat." Gumam Harry kesal seraya merapihkan bajunya.


Harry mengejar Dendry dan Visko yang sudah lebih dulu pergi.


Sedangkan kini Vlavia sudah berada di Kelasnya bersama kedua temannya. Pagi ini Vlavia sedikit banyak melamun karena kejadian tadi pagi.


Menurut Vlavia bahaya sekali jika kedua sahabat Visko tahu dirinya dan Visko tinggal bersama di Apartemen. Vlavia tidak mau sampai ada yang tahu selain Kristan dan kedua sahabat Kakaknya itu.


Apa Vlavia harus menemui sahabat Visko untuk menyuruh agar mereka tidak mengatakan kepada siapapun tentang hal ini? Atau Vlavia biarkan saja, mungkin kedua sahabat Visko tidaklah bermulut lemes seperti wanita.


Semoga mereka bisa merahasiakan ini Batin Vlavia begitu berharap.


" Vi..." Panggil Serin, tapi tidak ada jawaban dari Vlavia karena dia masih sibuk dengan pikirannya.

__ADS_1


" Vlavia Carallo!!." Teriak Serin yang kini mampu membuat seorang Vlavia menoleh ke arahnya.


" Hmm?." Tanya Vlavia reflek.


" Kenapa sih ngalamun?." Tanya Serin lagi yang membuat Vlavia sedikit gelagapan.


" Eng-enggak ngalamun kok Gue." Jawab Vlavia berbohong.


" Nggak pinter bohong Lo, jelas-jelas Gue lihat Lo lagi ngalamun, ada apaan sih? Cerita Vi kalau ada masalah." Jelas Serin membuat Vlavia tersenyum.


" Beneran kok nggak ada apa-apa, Gue lagi mikir kalau misalnya Gue sedikit merubah penampilan Gue biar lebih enak di lihat, kalian pada mau bantu Gue nggak?." Jelas Vlavia degan senyum kikuknya.


Vlavia memang berbohong tentang lamunannya barusan, tapi memang benar dia berkeinginan untuk merubah penampilan dan sedikit sifat pemalunya, agar suatu saat nantu jika semua mahasiswa ataupun mahasiswi tahu tentang dirinya dan Visko yang tinggal satu Apartemen Vlavia sudah siap untuk menanggapi itu semua. Ini semua untuk berjaga-jaga saja.


" Serius Lo?." Tanya Serin yang di angguki oleh Vlavia mantab.


" Mau banget dong Vi, Lo itu kalau di poles dikit sama make up Gue rasa semua cowok di Kampus ini akan terpesona ngelihat Lo, termasuk Kristan." Jawab Serin yang membuat Vlavia tersenyum sedikit kikuk.


Lagi-lagi nama Kristan yang di sangkut pautkan dengan perubahan yang ingin Vlavia lakukan pada dirinya.


" Pasti itu semua buat Kristan kan? Ngaku Lo, terus kapan nih kita shooping?." Tanya Serin begitu antusias.


" Bukan karena Kak Kristan, emmm... Mungkin beberapa hari kedepan Ser, bukan sekarang ya." Jawab Vlavia yang di angguki oleh Serin dengan sedikit kecewa.


" Oke deh nggak apa, yang penting Lo percayain ma Gue dan Mila." Ucap Serin yang di angguki oleh Vlavia seraya memeluk Serin.


" Kyaa....!!!!." Teriak Mila yang dari tadi diam, sibuk dengan akun sosmednya.


" Kenapa sih?." Tanya Serin membuat Mila langsung menyodorkan ponselnya.

__ADS_1


" Lo lihat." Suruh Mila kepada Serin.


Serin menatap ponsel Mila dengan sesksama, betapa terkejutnya dia melihat berita yang ada di ponsel Mila, Serin menggeleng seraya menatap Vlavia yang juga sedang menatap mereka berdua dengan bingung.


__ADS_2