My Naughty Brother

My Naughty Brother
Sarapan Buatan Visko


__ADS_3

Vlavia sekarang sudah berada di dalam kamarnya. Dia sedari tadi terus berguling mengingat kejadian di antara dirinya dan Visko tadi, bahkan tanpa dia sadari sampai menarik seulas senyum di bibirnya.


" Kenapa terus mikirin Kak Visko sih?." Gumamnya seraya memukul pelan kepalanya.


Vlavia gadis yang mandiri, tetapi dia juga terkadang bersikap konyol jika berada di situasi yang menurutnya membingungkan.


" Kak Visko." Gumamnya lagi seraya tersenyum seraya membayangkan kata-kata Visko yang mengatakan jika dirinya sekarang sudah lebih berani.


Tadi sebelum Visko melepaskan Vlavia untuk ke kamarnya. Visko sempat mengatakan jika Vlavia sekarang sudah mulai berani dengannya, bahkan sampai menggigitnya, tetapi tidak masalah untuk Visko, dan itu membuat Vlavia semakin senang dan semangat untuk merubah sikap pemalu dan penakutnya.


Sedangkan di kamar yang lain. Visko sendiri juga sama halnya dengan Vlavia, dia terus mengingat kejadian tadi ketika melihat wajah malu Vlavia setelah di ciumnya. Visko menggeleng seraya tersenyum tampan mengingat kejadian itu.


" Gadis lucu." Gumam Visko yang sedang berbaring di ranjangnya dengan kedua tangannya sebagai bantal.


Tetapi tidak lama, pikirannya teringat dengan kedatangan sepupunya yang tinggal beberapa hari lagi, dan itu membuat Visko sedikit gusar, Visko sudah cukup tenang sejak Viska tinggal di luar negeri. Tetapi sekarang gadis itu akan muncul lagi di saat hubungan Visko dan Vlavia sudah mulai hangat, meskipun di antara mereka tidak ada yang mengatakan jika mereka pacaran, tetapi saling mengerti perasaan masing-masing cukup membuat mereka salinh yakin satu sama lain.


Pagi harinya, Vlavia terbangun tidak seperti biasanya, dia sedikit siang dari hari-hari biasanya, pagi ini sudah menunjukan pukul setengah 7 pagi.


Melihat jam yang sudah cukup siang baginya, membuat Vlavia langsung beranjak dari tidurnya tanpa mencuci muka terlebih dahulu.


" Astaga... Aku kesiangan." Ucap Vlavia seraya berlari menuju ke dapur.


Tadi malam Vlavia tidak begitu bisa tertidur karena terus memikirkan hubungannya dengan Visko. Vlavia bahagia berada di dekat Visko, Vlavia suka di perlakukan Visko seperti wanita sepesial dalam hidupnya, tetapi sekali lagi Vlavia sadar dirinya dan Visko saat ini ialah saudara.


Sampai di dapur, Vlavia di kejutkan dengan keberadaan Visko yang sedang berkutat dengan peralatan masak.


Bahkan sampai membuat Vlavia terbengong melihat pemandangan langka di depannya sekarang.


" Sudah bangun?." Tanya Visko mengetahui keberadaan Vlavia.


Vlavia mengangguk tanpa menjawab, tetapi kakinya melangkah mendekati Visko yang sedang sibuk di depan kompor.


Vlavia menatap Visko tanpa mengatakan sesuatu, bahkan karena begitu terkejutnya, Vlavia sampai menggosok-gosok matanya, berharap apa yang di lihatnya bukanlah mimpi.


Memang apa yang sedang di lihatnya sekarang benar adanya dan kenyataan, tetapi Vlavia serasa masih di alam mimpi melihat Visko yang sedang memasak di dapur apartemen.

__ADS_1


Tuk..


Visko memukul kepala Vlavia pelan dengan sendok yang sedang di pegangnya.


" Auw..." Ringis Vlavia merasa sedikit sakit.


" Jangan bengong, ayo bantu siapkan buat sarapan kita." Ucap Visko yang membuat Vlavia terkejut tetapi juga senang.


Mendengar Visko menyebutkan nama dirinya dan Vlavia dengan kata " kita " membuat Vlavia merasa sedikit aneh dan beda rasanya.


" Kalau masih bengong Gue cium." Ancam Visko seraya tersenyum miring menatap Vlavia yang kini langsung berjalan mengambil piring untuk mereka.


Visko tersenyum seraya menggeleng, Vlavia mudah sekali di takuti dengan kata cium, padahal jika Visko benar melakukannya juga Vlavia selalu menikmatinya.


Pagi ini Visko memasak nasi goreng untuk sarapan mereka. Ntah keinginan dari mana tiba-tiba Visko mau melakukan pekerjaan yang biasanya di lakukan oleh Vlavia, jika kedua sahabatnya tahu sudah dapat di pastikan Visko akan menjadi bahan olokan Harry dan juga Dendry.


Satu suapan berhasil Vlavia masukan ke dalam mulut, tadinya Vlavia ragu dengan masakan yang Visko buat, tetapi nyatanya baru pertama merasakan hampir saja membuat Vlavia kembali melongo.


" Gimana rasanya? Nggak hancur banget bukan?." Tanya Visko melihat ekspresi wajah Vlavia saat ini.


" Enak Kak." Jawab Vlavia singkat dan kembali menyuapkan nasi goreng buatan Visko.


Visko tersenyum mengangguk, dia juga melanjutkan memakan sarapannya pagi ini, menurutnya memang tidak begitu hancur cukup memuaskan lidah.


Ini enak banget Kak nasi gorengnya, hampir sama seperti buatan Mommy Batin Vlavia bermonolog sendiri, bahkan menurut Vlavia nasi goreng buatan Visko hampir sama rasanya dengan nasi goreng buatan Mommy Selena.


Setelah selesai dengan sarapan, mereka sama-sama menuju ke kamar untuk bersiap ke Kampus. Vlavia juga akan berangkat bersama Mang Dani, karena Visko sama sekali tidak menawarkan Vlavia untuk berangkat bersama.


Vlavia lebih dulu pergi meninggalkan Apartemen dengan Mang Dani yang membukakan pintu Apartemen. Tidak lama Visko juga keluar dari Apartemen.


Baru saja Visko duduk di kursi kemudinya dan akan menyalakan mobilnya. Benda pipih yang berada di dalam ranselnya berdering, membuat Visko akhirnya mengambil dan membuka isi pesan yang ternyata dari Vlavia.


Melihat nama yang tertera dari pengirim pesan membuat Visko tersenyum.


Vlavia berterimakasih untuk sarapan pagi ini, karena Visko yang sudah membuatkannya nasi goreng, dan Vlavia kembali memuji masakan Visko enak di dalam pesan singkat itu.

__ADS_1


Dengan semangat Visko membalas pesan singkat yang Vlavia kirim, Visko berjanji akan membuatkan lagi untuk Vlavia jika memang Vlavia suka.


" Gue akan buat Lo berterimakasih secara langsung." Gumam Viskos seraya tersenyum.


Setelah itu Visko meletakan kembali ponselnya ke dalam ransel. Dia melajukan mobilnya dengan cukup kencang untuk menuju ke Kampusnya.


Sampailah Visko di kampus. Benda pipih yang berada di dalam ranselnya kembali berdering, Visko yakin itu balasan pesan dari Vlavia.


Visko kembali mengambil ponselnya dan membuka pesan singkat yang ternyata di kirimkan dari nomor asing, nomor yang bahkan tidak dia simpan di ponselnya.


Isi pesan singkat dari nomor itu cukup membuat Visko terkejut dan merasa aneh.


*from +++112223


Kamu sudah besar sayang, i miss you*


Itulah isi pesan dari nomor yang tidak Visko kenali.


" Jaman sekarang masih saja salah kirim." Gumam Visko menggeleng seraya menghapus isi pesan yang baru saja di baca olehnya itu.


Menurut Visko itu tidaklah penting, dan Visko yakin jika nomor yang baru saja mengirim pesan itu ialah nomor seseorang yang sudah salah mengirimkan pesannya ke nomor ponselnya.


" Wuih.... Kakak tampan baru datang rupanya." Ucap Harry yang tiba-tiba muncul menemui Visko yang masih duduk di dalam mobilnya.


Harry sengaja menggoda Visko dengan panggilan Kakak tampan karena Visko yang sudah menjadi Kakak dari Vlavia sekarang.


" Minggir." Jawab Visko kepada Harry yang sedang berdiri tepat di depan pintu mobil Visko.


" Dimana Dendry?." Tanya Visko yang tidak melihat keberadaan Dendy bersama dengan Harry.


" Biasa, mojok dengan Bu Siska, dia sudah lama tidak menggunakannya." Jawab Harry setengah berbisik.


Visko menanggapinya datar, memang sudah gila kedua sahabatnya, dosen sendiri juga di pakai untuk ena-ena.


Di Kampus mereka memang ada salah satu Dosen yang masih muda dan sangat cantik, hanya saja Dosen itu sedikit gila, Dosen yang bernama Siska itu pernah kepergok Visko bersama kedua sahabatnya di salah satu klub malam di kota mereka.

__ADS_1


Karena Harry dan Dendry yang memang paling bast*rd , mereka dengan sengaja memfoto dosen mereka sebagai ancaman agar Bu Siska mau memenuhi apa yang mereka minta, termasuk malam panjang bersama kedua mahasiswanya pastinya, Dendry dan juga Harry, jika Visko dia akan masa bodoh dan tidak mau tahu dengan apa yang di lakukan oleh kedua sahabatnya.


__ADS_2