
Pagi harinya seperti biasa, Vlavia selesai siap-siap ke kampus langsung turun ke bawah untuk sarapan bersama Mommy Selena dan Om Albert. Mengingat besok dia sudah harus sarapan di apartemen Visko.
Tadi malam Vlavia masih tidur di rumah atas permintaan Om Albert. Dan sungguh Vlavia merasa terselamatkan atas keinginan Om Albert itu, sedangkan Mommy Selena memang terserah dengan Visko dan Vlavia, karena apa yang Mommy Selena lihat ialah Visko dan Vlavia yang sekarang sebagai saudara, tanpa lebih mengerti jika mereka di pertemukan sebagai saudara ketika sudah sama-sama dewasa bukan masih kecil, jadi keadaan bisa saja berubah.
Mommy Selena berfikir jika mereka tinggal bersama itu akan membuat Kakak beradik itu menjadi semakin dekat, bahkan Mommy Selena berharap jika Visko dan Vlavia bisa menerima semuanya dengan ikhlas.
" Morning sayang." Sapa Om Albert kepada Vlavia yang duduk di sebelahnya.
" Morning Dad." Jawab Vlavia yang di jawab Om Albert dengan senyum.
Tidak lama Mommy Selena datang dengan membawakan sarapan untuk mereka, Mommy Selena tersenyum ke arah anak gadisnya.
" Sayang... Nanti biar Mommy saja yang kemasi barang kamu yang akan di bawa ya?." Jelas Mommy Selena yang di angguki oleh Vlavia dengan pelan.
Sebenarnya Vlavia ingin sekali menolak permintaan Visko yang mengatas namakan dirinya sebagai alasan, tapi melihat Mommy nya yang begitu bahagia jika dirinya dan Visko bisa rukun, membuat Vlavia mengurungkan niatnya, yang terpenting baginya ialah kebahagiaan Mommy nya, karena selama ini sudah merawat Vlavia seorang diri, sampai Vlavia dewasa sekarang.
Mengingat hal itu membuat Vlavia yakin jika keputusannya mungkin sudah benar, atau memang ini jalan yang terbaik.
Setelah selesai sarapan, Vlavia segera menuju ke depan untuk menemui Mang Dani yang selalu setia menunggu majikannya untuk mengantarkannya ke kampus.
" Good morning Non Vi." Sapa Mang Dani dengan penuh semangat juga dengan ciri has humorisnya.
" Morning Mang." Jawab Vlavia dengan senyum, tapi sangat terlihat jika Vlavia tidak seperti biasanya semangat dan ceria ketika akan berangkat kuliah.
Mang Dani bisa melihat itu, tapi dia tidak berani untuk bertanya lebih, mengingat dia hanya sebagai seorang sopir, tidak pantas rasanya kalau sampai bertanya yang bisa saja membuat majikannya itu jadi tersinggung.
" Langsung berangkat Non?." Tanya Mang Dani berusaha bersikap seperti biasanya.
" Iya Mang." Jawab Vlavia singkat.
Dengan segera Mang Dani melajukan mobil meninggalkan pekarangan rumah mewah Om Albert. Sepanjang perjalanan tidak begitu banyak percakapan di antara mereka, ini tidak seperti biasanya, Mang Dani tau jika terjadi sesuatu dengan Nona mudanya itu.
__ADS_1
Tiba-tiba terdengar lagu k-pop yang membuat Vlavia sedikit terkejut. Pasalnya dia tidak pernah mengkoleksi lagu-lagu seperti itu, dan ini semua adalah ide sopirnya untuk membuat suasana tidak lagi sepi karena Vlavia lebih banyak diamnya.
Mang Dani berusaha menirukan lagu Korea itu, jelas terdengar begitu lucu karena memang lidah Mang Dank ialah lidah ndeso, seperti yang sudah pernah dia katakan kemarin.
Vlavia akhirnya tertawa dengan tingkah Sopirnya itu, Vlavia juga tau ini semua ide Mang Dani agar dirinya ceria lagi, jujur saja di sini Vlavia merasa tidak enak hati dengan Mang Dani yang malah di cueiki olehnya, padahal tidak seharusnya Vlavia seperti itu kepada sopirnya itu, di sini yang salah Visko, haruanya Vlavia cuek saja dengan Visko, atau kalau tidak Vlavia marah saja sekalian dengan Visko, tapi itu kalau Vlavia bisa, terkadang ingin marah atau menolak saja Vlavia tidak biaa gara-gara wajah tampan Visko.
" Mang Dan, Sorry." Ucap Vlavia merasa tidak enak hati.
" Eh kok malah sorry Non? Non Vi teh tidak punya salah sama Mamang." Jawab Mang Dani yang malah merasa tidak enak.
" Tapi aku udah cuekin Mang Dani tadi." Jelas Vlavia merasa tidak enak.
" No problem Non, Mang Dani teh pengen si Non bisa ceria lagi kayak kemarin, ya maaf saja ini kalau Mang Dani terlalu kepo, tapi apapun masalah Non Vi, Non Vi teh harus tetap menjadi gadis yang ceria, sayang atuh Non cantik-cantik banyak diemnya." Jelas Mang Dani membuat Vlavia tertawa.
" Thanks ya Mang." Jawab Vlavia dengan senyuman.
" Sama-sama atuh Non." Jawab Mang Dani merasa senang, Nona mudanya kembali ceria lagi.
Dengan semangat Mang Dani menirukan lagu korea itu, kedengarannya malah Mang Dani yang sepertu sedang membacakan berita dengan bahasa planet lain yang sangat lucu dan susah di mengerti, membuat Vlavia tidak hentinya tertawa.
Sejenak kelakuan sopirnya itu membuat Vlavia melupakan masalah yang sedang di hadapi, bukan masalah sebenarnya jika Vlavia hanya pindah dan tinggal di apartemen Visko. Tapi yang membuatnya kepikiran dan menjadi masalah ialah apa tujuan Visko memintanya tinggal bersama dirinya di apartemennya. Sedangkan sikap Visko kepada Vlavia saat ini berubah-ubah.
Sampai tidak terasa mobil Vlavia sampai di depan gerbang kampusnya. Setelah pamit kepada Mang Dani, Vlavia segera masuk ke dalam kampusnya. Tidak lama dia bertemu dengan Kristan yang sedang berdiri tepat di hadapannya.
Vlavia tersenyum, meskipun sedikit canggung, mengingat terakhir kali bertemu dengan Kristan ialah ketika Kristan memergokinya dengan Visko, sekaligus menolongnya dari kamar mandi.
Kristan berjalan beriringan dengan Vlavia untuk masuk ke dalam.
" Lo nanti di suruh datang ke pestanya Marisa?." Tanya Kristan yang membuat Vlavia sedikit terkejut.
Vlavia tidak mengatakan kepada siapapun tentang ini, termasuk dengan kedua temannya dia belum memberitahukan.
__ADS_1
" Kak Kristan tau?." Tanya Vlavia masih dengan rasa bingung.
Kristan mengangguk membenarkan apa yang di tanyakan oleh Vlavia, sangat mudah bagi Kristan untuk mengetahui semua tentang Marisa, mengingat dia yang pernah dekat dengan Marisa, hanya saja Vlavia belum tau akan hal itu.
Meskipun Kristan tidaklah seperti Visko, tapi dia juga termasuk bukan cowok sembarangan di kampusnya. Dulu Kristanlah sang Idola Kampus. Sebelum akhirnya datanglah Visko yang merubah segalanya.
Hanya berbeda di antara Visko dan Kristan. Jika Kristan cowok yang tidak suka dengan banyak wanita atau setia dengan satu wanita yang di sayanginya, sedangkan Visko malah hanya memberi janji manis kepada semua wanita yang memintanya untuk di jadikan kekasih, meskipun sebenarnya karena Visko sangatlah pemilih tentang wanita.
" Datang bareng Gue nanti malam." Ucap Kristan membuat Vlavia begitu terkejut.
Pesta yang Marisa adakan memang hanya untuk anak-anak kampus yang sudah di pilihnya dan menurutnya layak, sedangkan mengapa Marisa dan gengnya mengundang Vlavia? Itu jelas karena Marisa yang akan memberi hadiah untuk Vlavia.
Bahkan Marisa mengundang geng Visko dengan spesial, juga dengan tempat yang beda dari teman-teman kampus yang lainnya pastinya. Marisa begitu menggilai seorang Visko, meski berkali-kali hanya di jadikan Visko untuk sekedar mengusir penat dalam hidupnya.
" Mau kan?." Tanya Kristan membuyarkan lamunan Vlavia.
" Boleh Kak." Jawab Vlavia sembari menganggukan kepalanya.
Kristan tersenyum, dia juga mengacak rambut Vlavia pelan, membuat gadis itu tersenyum dan canggung dengan situasi yang ada sekarang.
Valvia berfikir jika berangkat bareng Kristan mungkin Vlavia tidak akan malu karena tidak ada teman di pesta Marisa nanti.
Tanpa mereka sadari ada sepasang matang yang sedari tadi mengamati gerak-gerik mereka. Mata itu sangat tajam, menyiratkan aura kekesalan yang begitu mendalam, bukan rasa benci tapi marah, ntah atas dasar apa dia marah melihat Vlavia dan Kristan sedang bersama sekarang ini.
Padahal seharusnya dia bisa menjaga Vlavia yang sekarang sudah menjadi adiknya, meskipun adik tiri.
" Nikmati dulu kebebasan Lo, sebentar lagi Gue yang ngatur semuanya." Gumamnya sembari tersenyum miring.
Like, Comment and Vote ya...
Kasih rating juga dong..
__ADS_1
Big Thanks 🙏🤗