
Mommy Selena semakin mendekat ke arah pintu kamar Vlavia, membuat Vlavia dan Visko sedikit gelagapan.
" Kak Visko udah bangun..?? " Tanya Vlavia pelan yang langsung di bekam oleh Visko.
" Sstt... Diam..." Jawab Visko menyuruh Vlavia untuk diam.
Vlavia sedikit terkejut bagaiman bisa Visko menyuruhnya untuk diam, padahal Mommy Selena sedari tadi terus memanggil namanya.
Astaga.. Visko benar bena cari masalah sekarang.
" Vi.. Kamu di dalam kan Nak..?? " Tanya Mommy Selena yang belum juga membuka pintu kamar Vlavia.
Itu masih menguntungkan untuk Vlavia dan Visko mencari jalan keluar dari masalah kecil ini sekarang.
" Iya Mom.. Sebentar.." Teriak Visko yang suaranya di kecilkan agar mirip suara perempuan.
Tentu saja Vlavia yang mendengar itu melotot karena terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Visko barusan.
Jujur saja saat ini jika tidak takut dengan Visko, Vlavia sangatlah ingin tertawa sekencangnya.
" Baiklah Nak.. Mommy tunggu di bawah ya.. Jangan lupa Kak Visko juga.." Seru Mommy Selena kepada Vlavia.
" Ya.. Mom.." Jawab Visko lagi sedikit kencang, tentu saja dengan suara yang masih di buat buat.
Anehnya Mommy Selena tidak curiga sama sekali, bahkan yang biasanya Mommy Selena langsung masuk ke dalam kamar Vlavia, tapi sekarang ini hanya berdiri di depan pintu kamar Vlavia, Mommy Selena tidaklah menaruh curiga apapun terhadap Vlavia, tentu saja karena Vlavia yang selama ini tidaklah pernah bertingkah dalam hidupnya, dan itu sangat menguntungkan untuk Vlavia dan Visko yang tidak ketahuan oleh Orang Tuanya.
Visko melepaskan bekaman tangannya pada Vlavia, membuat Vlavia bernafas lega.
Tapi di antara mereka yang ada sekarang adalah sama sama salah tingkah, ntah kenapa Visko sendiri jadi bersikap tidak seperti biasanya, begitu juga dengan Vlavia.
" Gue ke bawah..." Ucap Visko seraya pergi dari kamar Vlavia.
Sedangkan Vlavia masih duduk di tempat tidurnya, masih dengan keadaan yang bingung, bingung dengan sikap Visko yang mudah sekali berubah ubah.
Vlavia juga memutuskan untuk menuju ke bawah, dimana kedua orang tuanya sedang menunggu.
Sampai di meja makan, terlihat Om Albert yang sedang memarahi Visko, lebih tepatnya memperingatkan Visko untuk tidak lagi mengkonsumsi minum minuman yang memabukan.
Tentu saja karena Om Albert mencium bau alkohol saat Visko datang.
__ADS_1
Vlavia terdiam, dia masih berdiri di tempatnya, Vlavia sendiri bingung harus bersikap seperti apa, dan bodohnya Vlavia tadi sama sekali tidak mempermasalahkan bau minuman yang ada pada diri Visko, bahkan Visko sendiri tadi sudah menciumnya. Itu artinya Vlavia sendiri mungkin juga bau minuman alkohol seperti Visko, tapi kenapa Mommy dan Daddnya tidak merasakan.
Dengan polosnya Vlavia mengeluarkan nafasnya ke dalam telapak tangannya untuk kembali dia hirup.
Vlavia mengernyitkan keningnya, biasa saja bau nafasnya sama sekali tidak ada bau alkoholnya.
" Apa hidung aku yang bermasalah ya..?? " Gumam Vlavia bingung sendiri, sampai dia tidak lagi mendengarkan apa yang sedang Om Albert bicarakan kepada Visko.
" Dad.. Cukup... Jangan terlalu keras.." Ucap Mommy Selena mencoba agar suaminya tidaklah terlalu marah dengan Visko.
Om Albert terdiam, kini Visko yang sudah puas dengan makian dari Daddynya berdiri dari kursi meja makannya.
Visko pergi mengurungkan niat makan malamnya bersama, makan malam yang seharusnya hikmad menjadi kacau seperti malam kemarin yang sudah sudah, baik Visko maupun Daddynya memang tidak ada yang bisa memahami satu sama lain.
Visko yang masih ingin dengan kebebasannya, dan Daddynya yang mendidik Visko dengan caranya yang begitu keras.
Anak dan seorang Ayah yang akan sangat susah untuk di satukan, terlebih Visko yang masih mengira jika Daddynya penyebab kematian Mommynya dulu.
Visko berjalan melewati Vlavia yang masih berdiri mematung, Visko melirik Vlavia sekilas, kemudian benar benar berlalu menuju ke atas.
Dengan langkah pelan, Vlavia menghampiri kedua orang tuanya, Dia sendiri bingung harus berbuat apa, setiap Visko dan Daddynya bertemu selalu saja ada pertengkaran di antara mereka.
Yang dimaksud Om Albert Dia, ialah Visko, anak yang menurut Om Albert begitu pembakang tidak pernah menuruti orang tuanya.
Jujur saja Vlavia tidaklah merasa enak, tapi Vlavia mengangguk dengan senyum yang sedikit di paksakan.
Tidak ada percakapan ketika makan malam, mungkin karena Om Albert yang begitu lelah dengan kerjaan dan harus menghadapi Visko anak lelakinya yang sama sekali tidak bisa di andalkan.
Itu menurut Om Albert, berbeda dengan kedua sahabat Visko yang tau bagaimana Visko sebenarnya.
Setelah selesai makan malam, Vlavia menuju ke kamarnya, dia melewati kamar Visko, tentu saja ada rasa yang tidak biasa, yang Vlavia sendiri susah untuk menjelaskannya dan tidak tau apa yang di rasakannya.
Vlavia menatap pintu kamar Visko sebentar, lalu dia berlalu untuk menuju kamarnya, Vlavia menutup pintu kamarnya saat dia akan menuju ke ranjangnya, betapa terkejutnya Vlavia melihat Visko yang sedang duduk santai di dalam ranjangnya, bahkan Visko sudah terlihat baik baik saja.
" Kak Visko.." Ucap Vlavia dengan pelan.
Visko menoleh ke arahnya, tapi hanya sekilas, dia kembali pada gamenya yang berada di ponselnya.
Vlavia masih berdiri di tempatnya, jujur saja Dia bingung harus melakukan apa melihat Visko yang berada di dalam kamarnya, tidak mungkin jika Vlavia mengusir Visko, Vlavia terlalu takut jika Visko akan melakukan hal hal yang senonoh lagi kepadanya.
__ADS_1
Aku harus baik baikin kak visko biar kak visko tidak lagi bersikap seenaknya kepadaku
batin Vlavia bertekad.
Dengan memberanikan diri, Vlavia menghampiri Visko yang masih dengan santainya duduk di ranjang kamarnya.
Melihat Vlavia yang mendekatinya membuat Visko tersenyum simpul.
" Mau ngusir Gue..?? " Tanya Visko yang langsung di jawab Vlavia dengan gelengan kepala.
" Tidak kak.. Tidak.." Jawab Vlavia sedikit gugup.
" Gue sama Daddy emang nggak akan pernah bisa akur.. Jadi Lo sama Nyokap Lo nggak usah terlalu mikirin itu.." Jelas Visko tiba tiba, membuat Vlavia sedikit terkejut.
Kak Visko curhat sama aku..??
batin Vlavia bingung sendiri.
Vlavia mengangguk dengan senyum, Dia masih bingung harus menanggapinya bagaimana.
" Thanks ya Kak yang tadi.." Ucap Vlavia yang malah tidak menjawab perkataan Visko barusan.
Visko mengernyitkan keningnya bingung.
" Untuk tadi di kampus.." Jelas Vlavia cepat, membuat Visko mengangguk tanpa menjawab.
" Duduk.." Suruh Visko kepada Vlavia.
Vlavia menurut, yang ada dalam tekadnya sekarang ini ialah bersikap baik kepada Visko, mungkin Visko akan menganggapnya sebagai adik dan tidak lagi berbuat seenaknya kepadanya.
Visko menatap Vlavia dalam, jujur saja Vlavia sudah membuat Visko menginginkan lebih, lebih dari seorang adik, Visko mempunyai perasaan lain untuk Vlavia.
" Lo cantik...." Bisik Visko kepada Vlavia.
Vlavia terkejut, dia menatap Visko, kini perasaan nyaman yang Vlavia rasakan mulai menjadi rasa was was lagi mendengar apa yang Visko katakan untuknya.
Sedangkan Visko tersenyum simpul melihat muka Vlavia yang begitu terlihat lucu karena rasa terkejutnya.
Jangan Lupa Like, Comemnt and Vote ya Kak..
__ADS_1
Big Thanks.. 🙏🙏😘😘