My Naughty Brother

My Naughty Brother
Masih Penasaran ( Serin )


__ADS_3

Setelah merasa Vlavia tidak lagi berontak, seseorang itu melepaskan bekaman tangannya pada mulut Vlavia.


Sontak saja melihat siapa yang membawanya masuk ke dalam toilet membuat Vlavia melotot. Tetapi ada rasa lega karena ternyata Visko yang melakukannya.


Tadi Vlavia sudah mengira jika yang melakukannya salah satu mahasiswa yang tadi sempat menggodanya.


" Kak Visko." Ucap Vlavia lirih, tetapi tatapan matanya menatap Visko tanpa beralih sedikitpun.


Begitu juga dengan Visko yang menatap Vlavia begitu lekat, bahkan nafas Visko sudah memburu sampai terdengar oleh Vlavia.


Tanpa menunggu lama Visko langsung memberikan ciuman di bibir Vlavia, bahkan ciuman yang dia berikan semakin dalam.


Sedari tadi Visko sudah berusaha untuk menahan dirinya agar tidak melakukan hal seperti ini kepada Vlavia, tetapi nyatanya sangatlah susah, terlebih tadi tanpa sengaja Visko melihat Kristan yang sedang mencoba untuk mendekati Vlavia.


Visko juga melihat mahasiswa yang berusaha menggoda Vlavia dengan memberinya bunga, jelas apa yang di lakukan oleh Kristan dan mahasiswa itu membuat Visko kesal.


Setelah cukup lama, Visko melepaskan ciumannya seraya menatap Vlavia lekat.


Nafasnya masih memburu, tetapi dia tidak ingin melakukan lebih di tempat yang tidak seharusnya.


" Jangan dekat-dekat dengan Kristan." Ucap Visko terdengar seperti perintah untuk Vlavia.


Vlavia menatap Visko tidak percaya, bisa dengan mudah Visko mengatakan seperti itu, sedangkan kekacauan yang menyebabkan Vlavia kini di jodohkan dengan Kristan ialah Visko. Semua karena kata-kata Visko yang mengatakan jika Vlavia dan Kristan ada hubungan kepada Mommy Selena waktu itu.


Vlavia menggeleng masih dengan menatap Visko lekat.


" Tidak bisa Kak." Jawab Vlavia membuat Visko mengepalkan tangannya kuat.


" Gue akan bilang yang sebenarnya terjadi waktu itu." Jawab Visko kembali membuat Vlavia terkejut.


Maksud dari apa yang baru saja Visko katakan ialah dirinya yang akan memberitahukan kepada Mommy Selena dan Daddy nya tentang kejadian leher Vlavia merah, Visko sudah berniat untuk memberitahukan semuanya.


Dari pada melihat Vlavia yang terus di dekati oleh Kristan, Visko tidak akan rela, Visko juga kesal jika Vlavia harus bersentuhan dengan lelaki lain selain dirinya.


" Apa Kak Visko sengaja mengatakan itu agar aku menuruti apa yang Kakak minta?." Tanya Vlavia yang ntah keberanian dari mana dia bisa sedikit membrontak dengan permintaan Visko.


Bukan karena Vlavia menyuaki Kristan, tetapi jika tiba-tiba Vlavia langsung berusaha menjauh dari Kristan, bukankah aneh? Yang ada semua temannya akan curiga dengan perubahan sikapnya terhadap Kristan nanti.

__ADS_1


" Iya Gue sengaja, Gue nggak suka Lo dekat-dekat dengan Kristan, Lo milik Gue Vi, cuma Gue yang berhak atas Lo." Jawab Visko yang langsung membuat hati Vlavia berdebar, juga jantungnya yang sedang berdetak hebat karena kata-kata Visko barusan.


Setelah mengatakan itu semua, Visko berlalu pergi dari toilet wanita yang tadi dia masuki. Visko meninggalkan Vlavia yang masih berdiri mematung di tempatnya. Dengan pikirannya masih terus terngiang kata-kata yang baru saja Visko ucapkan.


Lo milik Gue Vi, cuma Gue yang berhak atas Lo


" Kak Visko." Gumam Vlavia lirih, lalu dirinya menggeleng.


Vlavia tersadar apa yang di katakan olehnya tadi malam benar-benar sudah merubah seorang Visko. Vlavia sadar dia salah, tidak seharusnya Vlavia membawa Visko ke dalam perasaan yang salah.


" Maafin aku Kak." Gumam Vlavia lagi merasa bersalah dengan Visko.


Ketulusan cinta yang Vlavia rasakan untuk Visko sangatlah besar, bahkan sampai membuat Vlavia merasa jika dirinya saja yang bersalah atas ini semua.


Vlavia yang sudah membuat Visko berharap lebih dengan hubungan mereka.


Vlavia memejamkan matanya sebentar untuk menenangkan dirinya, lalau membilas wajahnya dengan air untuk menyegarkan dirinya. Setelah itu berniat untuk keluar toilet.


Sampai akhirnya mata Vlavia kembali di kejutkan dengan keberadaan Serin yang sudah berada di depan pintu toilet.


Tapi dengan segera Serin kembali bersikap biasa saja. Seolah-olah tidak mendengar apa yang baru saja di katakan oleh temannya yang kini berada di depannya itu.


" Eh Vi, sudah?." Tanya Serin yang di angguki oleh Vlavia.


" Ayo ke kantin, Mila sama Kristan sudah menunggu." Ajak Serin yang kembali di angguki oleh Vlavia.


Serin melirik Vlavia sekilas, jujur saja dia tadi dengar ketika Vlavia menyebutkan nama Visko juga dengan kata " maaf " , tetapi Serin masih belum mengetahui semuanya.


Beruntung Visko keluar tadi ketika Serin belum datang untuk menghampiri Vlavia.


Sedangkan Vlavia cukup lega jika Serin tidak melihat keberadaan Visko yang baru saja berada di toilet dengannya.


" Nah ini si primadona Kampus datang, lama banget Lo Vi? Ngapain aja sih?." Tanya Mila melihat kedatangan Vlavia dan Serin yang menghampirinya.


" Sorry lama." Jawab Vlavia singkat yang di angguki oleh Kristan dan Mila.


" It's okay Vi, Lo tenang aja Kristan akan setia nunggu mau seberapa lamanya Lo di kamar mandi." Jawab Mila membuat Kristan tertawa, sedangkan Vlavia hanya tersenyum sekilas.

__ADS_1


Melihat Kristan yang ikut bergabung dengan dirinya dan kedua temannya membuat Vlavia kembali teringat dengan kata-kata Visko tadi yang menyuruhnya untuk menjauh dari Kristan.


" Vi." Panggil Serin lirih tapi masih terdengar oleh Vlavia.


" Hmmm kenapa Ser?." Tanya Vlavia tetapi di jawab Serin dengan menggelengkan kepalanya.


Serin mengurungkan niatnya untuk bertanya, dia akan bertanya nanti di waktu yang tepat.


" Vi mau pesen apa?." Tanya Kristan lembut kepada Vlavia.


" Nggak usah Kak, aku sudah sarapan tadi." Jawab Vlavia yang langsung mendapat sorakan dari Mila.


" Woah... Udah aku kamu aja nih manggilnya, bentar lagi Beb pasti nih." Goda Mila yang langsung di siku oleh Vlavia.


" Jangan begitu Mil, nggak enak sama Kak Kristan." Bisik Vlavia merasa semakin tidak enak hati dengan Kristan.


" Nggak papa Vi, tuh Kristan juga senyum, berati dia suka di ledek tentang Lo." Jawab Mila membuat Vlavia mendengus kesal.


Ternyata Mila ini teman yang gila, tetapi asik sih banyak banget omongannya.


Sedangkan Serin malah sibuk mengamati gerak-gerik Vlavia dan Kristan, sampai akhirnya kedatangan seseorang bersama gengnya cukup membuatnya terkejut dan semakin semangat untuk mencari tahu dengan diamnya tentang apa yang di sembunyikan oleh teman yang satunya.


Bukan maksud Serin untuk kepo dengan kehidupan Vlavia, Serin juga tidak akan langsung menuduh atau menghakimi Vlavia tentang kecurigaannya. Tetapi Serin hanya ingin tahu alasan Vlavia tidak memberitahukan tentang hubungannya dengan Visko, Serin ingin tahu alasan itu.


" Wih... Kak Visko datang tuh, damagenya emang kuat banget sih." Gumam Mila melihat Visko bersama kedua sahabatnya duduk tidak jauh dari meja mereka.


" Mata Lo Mil kondisikan." Cibir Serin melihat Mila yang terus memandangi Visko dari duduknya.


" Biarin, lagi kasih vitamin ke mata Gue biar makin jernih." Jawab Mila enteng membuat Serin menggelengkan kepalanya.


Sedangkan Kristan sedari tadi terus menatap Vlavia yang tanpa sadar dirinya sedang memandangi Visko dari jauh.


Vlavia masih saja mengingat kata-kata terakhir yang Visko katakan tadi.


Apa itu artinya Kak Visko cemburu jika aku dekat dengan Kak Kristan? Batin Vlavia masih dengan tatapannya menatap Visko.


Sampai akhirnya lamunannya tentang Visko di buyarkan oleh Kristan yang tiba-tiba memegang tangannya.

__ADS_1


__ADS_2