My Naughty Brother

My Naughty Brother
Biasa Saja


__ADS_3

Vlavia masuk kembali ke kamarnya. Rasanya masih sedikit gugup, tetapi sudah tidak segugup tadi ketika bersama dengan Visko, tanpa dia sadari seulas senyum terpancar dari bibirnya dan itu sukses membuat Serin menatap Vlavia heran tetapi juga penasaran.


" Vi." Panggil Serin yang langsung membuat Vlavia terkejut, Vlavia tersadar dan menoleh ke arah Serin dengan wajah di buat sebiasa mungkin.


" Sorry lama, tadi Gue nemuin Mommy bentar." Jawab Vlavia dengan berbohong.


Serin mengangguk, tetapi pandangan matanya menangkap tangan Vlavia yang tidak membawa apa-apa, padahal jelas tadi Vlavia pamit untuk mengambil minum, bahkan Mila juga meminta untuk di ambilkan minum oleh Vlavia.


" Lo nggak jadi ambil minum Vi?." Tanya Serin lagi kepada Vlavia, kali ini Mila juga mendekat ke arah mereka.


" Lo nggak ngambilin minuman Gue Vi?." Tanya Mila yang baru sadar jika Vlavia datang tanpa membawa pesanannya.


" Ah iya Gue lupa, biar Gue ambilin ya minuman Lo." Jawab Vlavia yang akan mencoba untuk beranjak dari duduknya, tetapi dengan segera Mila mencegah.


" Nggak usah Vi, ni minuman Gue," Jelas Mila seraya menunjukan gelas berisi air putih.


Vlavia terdiam, karena dirinya tadi memang tidak berniat untuk mengambilkan minum Mila.


" Lo kelamaan Gue keburu haus." Jelas Mila lagi membuat Vlavia mengangguk pelan seraya tersenyum kikuk.


Jujur saja Vlavia seperti di skakmat oleh kedua temannya secara tidak langsung, tetapi mau bagaimana lagi dirinya memang lupa untuk membawakan minum sebelum kembali ke kamarnya.


Pagi harinya setelah sarapan bersama keluarga Om Albert, Vlavia dan kedua temannya berangkat ke kampus bersama.


Di dalam perjalanan tidak hentinya Mila terus mengeluh karena tidak dapat hertemu dengan Kakak khayalan Vlavia, beruntung Serin yang sudah cukup mengerti kondisinya segera mengajak Mila untuk berangkat tadi. Jika tidak bisa saja Mila menanyakan langsung tentang keberadaan kakak Vlavia kepada Om Albert dan Mommy Selena, dan itu jelas akan membuat semua semakin rumit karena cerita karangan dari Visko.


" Gue tuh kayak nggak asing sama Bokap Lo deh Vi." Ucap Mila seraya bermain dengan ponselnya.


" Ya nggak asing lah, kan udah ketemu tadi." Jawab Serin membuat Vlavia sedikit lega.


" Bukan itu maksud Gue, kayak pernah lihat tapi dimana ya?," Sambung Mila lagi mengingat-ingat siapa Om Albert sebenarnya.

__ADS_1


" Udah lah Mil, ngapain juga mikirin Bokapnya Vi, jelas-jelas anaknya lebih tampan dari Bokapnya." Jawab Serin seraya melirik Vlavia.


Vlavia tersenyum, dia tahu siapa yang di maksud oleh Serin.


" Kayak udah pernah lihat Kakaknya Vi aja Lo Ser, tapi Gur yakin juga tampan, sayang Gue di php mulu, ngeselin Lo Vi." Cletuk Mila yang sukses membuat Vlavia terdiam.


Vlavia merasa tidak enak hati terus berbohong kepada Mila yang begitu menginginkan untuk bertemu dengan Kakaknya.


" Sorry Mil." Ucap Vlavia pelan, tetapi masih terdengar oleh Serin dan juga Mila.


" Lo nggak harus minta maaf sama Mila Vi, dianya aja yang ngotot pengen ketemu Kakak Lo." Jelas Serin membuat Vlavia tersenyum sekilas.


" Cuma ketemu doang Ser, Gue janji bakal jadi Kakak yang baik untuk Vi." Jelas Mila dengan kepercayaan diri yang tinggi.


Vlavia terkejut mendengar penuturan Mila barusan, sangat terlihat jika Mila begitu berharap untuk bertemu dengan Kakaknya, Vlavia hanya menganggukan kepalanya tanpa menjawab.


" Jangan berharap lebih kalau Lo nggak mau kecewa." Ucap Serin mengingatkan Mila.


Semakin Mila terus berceloteh tentang Kakak khayalannya, semakin Vlavia merasa tidak enak hati dengan Mila.


" Serah Lo deh Mil." Jawab Serin yang tidak tahu lagi haru dengan cara apa agar Mila tidak berharap lebih dengan Kakak Vlavia.


Sampailah mereka di kampus. Setelah Serin memarkirkan mobilnya. Mereka segera turun dan berjalan menuju ke kelas. Tidak sengaja Vlavia dan kedua temannya berpapasan dengan Visko dan juga kedua temannya.


Seperti biasa diantara Vlavia dan Visko akan bersikap biasa saja seperti tidak saling kenal satu sama lain, padahal jelas tadi malam mereka juga melakukan ciuman yang sangat dalam dan cukup lama.


Tetapi rupanya keduanya sekarang sudah sama-sama terbiasa untuk bersikap acuh tak acuh jika berada di lingkungan Kampus.


Serin terus mengamati interaksi di antara keduanya, memang terlihat biasa saja Vlavia dan Visko, meskipun mata mereka terkadang saling bertemu untuk waktu yang sangat singkat.


Keren juga akting Kakak beradik ini Batin Serin melihat Vlavia dan Visko yang tampak biasa saja.

__ADS_1


" Kak Visko," Panggil Mila dengan memberanikan diri.


Visko dan kedua temannya berhenti dan menoleh ke arah Mila.


Mila segera berjalan mendekat ke arah Visko, tentu saja dengan sangat gugup dan keberanian penuh, beruntung karena Mila selebgram dia termasuk gadis cantik di kalangan fans-fansnya dan itu yang membuatnya sekarang percaya diri untuk bertanya kepada Visko.


" Apa Kak Visko sudah lama berteman dengan Kakaknya Vi?." Tanya Mila membuat Visko terkejut, tetapi kemudian dia tersenyum.


Visko melirik Vlavia yang kini juga sedang menatapnya ragu, lalu kembali menatap ke arah Mila yang sedang berdiri tepat di depannya.


Baru saja Visko akan menjawab, Serin dan Vlavia sudah menarik Mila untuk pergi dari tempat itu, tidak akan lucu jika Visko sampai membuat karangan lagi yang membuat Mila bertambah penasaran dengan Kakak Vlavia.


" Lo mempermainkan gadis-gadis itu?." Tanya Dendry yang hanya di jawab Visko dengan senyuman miring.


" Ini sangat menyenangkan Dend, bermain dengan gadis-gadis yang masih polos." Jawab Visko membuat Dendry menggelengkan kepalanya.


" Dasar bast*rd, tujuan Lo biar adik Lo tunduk sama Lo kan Vis?." Tanya Harry membuat Visko semakin tersenyum.


" Gue nggak anggap dia adik Gue." Jelas Visko yang membuat Harry bungkam.


Visko pergi begitu saja meninggalakan Dendry dan Harry yang masih berdiri di tempatnya, sebelum akhirnya mereka menyusul Visko yang sudah lebih dulu jalan.


Visko memainkan bolpoin yang sedang di peganganya, selain Vlavia yang ada di pikirannya saat ini, kedatangan Viska yang tinggal beberapa hari lagi juga cukup membuat Visko merasa tidak nyaman.


" Sialan Gue jadi nggak fokus gini." Gumam Visko seraya mengambil ponselnya.


Visko menekan kontak Vlavia, bertemu dengan Vlavia cukup membuatnya merasa tenang jika sedang gundah seperti sekarang ini.


Tetapi dia urungkan, Visko mengirimkan pesan untuk menanyakan apakah kedua teman Vlavia akan kembali menginap di rumah atau tidak. Karena jika tidak Visko bisa menemui Vlavia nanti di Apartemennya.


Setelah mendapat balasan dari Vlavia, Visko tersenyum senang, dia sudah tidak sabar untuk menikmati waktu bersama dengan Vlavia nanti di Apartemennya. Sebelum Viska datang dan menjadi penganggu dalam hidupnya.

__ADS_1


__ADS_2