My Naughty Brother

My Naughty Brother
Saudara Tiri


__ADS_3

Vlavia selesai mandi, malam ini Vlavia mengenakan baju tidur yang cukup membutnya terlihat sexy.


Vlavia berkaca pada cermin di depannya, melihat lihat pantulan dirinya di depan cermin, setelah di rasa cukup Vlavia kembali ke ranjangnya untuk memainkan ponselnya.


Vlavia masih enggan untuk menuju ke bawah, dia menunggu sampai MommyNya memanggilnya dulu.


Vlavia mengernyitkan keningnya, dia seperti mendengar suara musik yang cukup keras, tapi dimana..?? Bukankah kamar sebelah itu kosong..??


Membuat seketika bulu kuduk Vlavia merinding.


" Apa iya ya.. Hantu dengerin musik..?? " GumamNya pada diri sendiri.


Akh.. Pikiran kamu terlalu konyol Vi.


Tapi tak lama pintu kamar terbuka, menampakan sosok wanita paruh baya yang masih terlihat awet kecantikannya.


Vlavia menoleh ke arahnya, dan tersenyum lembut kepada Mommy Selena.


Dia merasa lega, karena MommyNya yang datang.


" Vi.. Makan malam dulu yuk.." Ajak Mommy Selena kepada Vlavia.


" Iya Mom.." Jawab Vlavia dengan senyuman manisnya, tapi tetap muka Vlavia sangat terlihat jika dia menyembunyikan sesuatu.


" Ada apa Vi..?? " Tanya Mommy selena kepada Vlavia.


" Nggak papa Mom... Vi tadi kaget aja.. Kayak denger suara gitu disebelah tapi nggak begitu jelas..," Jawab Vlavia jujur.


Mommy Selena hanya tersenyum, dia tau jika itu pasti Visko yang sudah datang, tapi mungkin Visko langsung menuju ke atas kekamarnya, pikir Mommy Selena.


" Ya udah ayo... Cepetan kita makan malam dulu, Dad sudah menunggu.." Ajak Mommy Selena.


Vlavia tersenyum, lalu dengan segera mereka turun kebawah bersama.


" Anak Mommy memang cantik.." Ucap Mommy Selena menarik hidung mancung Vlavia.


" Kan MommyNya juga cantik.." Jawab Vlavia juga dengan senyuman.


Sungguh Mommy Selena sangatlah bersyukur mempunyai anak secantik dan sebaik Vlavia, Vlavia sangatlah mengerti MommyNya dia tidak pernah mengeluhkan apapun itu kepada Mommy Selana.


Meskipun Mommy Selena tau, jika Vlavia kadang merasa bosan dan kesepian terus berada di dalam rumahnya.


Catat itu dulu ketika mereka masih hidup hanya berdua saja, sekarang mungkin akan jauh berbeda kehidupan Vlavia.


Terlebih Vlavia begitu mengagumi Kakak tirinya.


" Dad.. Sorry nunggu lama.." Ucap Vlavia begitu manja kepada Om Albert.

__ADS_1


" Tidak masalah sayang.." Jawab Om Albert dengan senyumnya.


Membuat Vlavia tersenyum cantik ke arahnya.


Mereka sudah duduk bersa di meja makan, Vlavia sangat senang karena bisa makan malam bersama, berbeda dengan tadi pagi yang hanya sarapan sendiri dengan meja makan yang begitu besar.


" Permisi Pak Albert.. Apa Tuan muda dipanggilkan sekarang..?? " Tanya salah satu pelayan.


Pak Albert tersenyum dan mengangguk, dengan segera pelayan itu pamit untuk ke atas.


Vlavia masih bingung, siapa yang di maksud dengan Tuan muda..?? Apa jangan jangan Kakak tirinya..??


Berati Kakaknya itu cowok, seperti apa rupanya..??


Apa dia juga terkenal di kampusnya..??


rasanya tidak akan mungkin, tapi sungguh banyak sekali pertanyaan pada benak Vlavia sekarang.


Vlavia sendiri bingung tidak ada satupun foto tentang Kakaknya dirumah ini, kecuali foto anak kecil yang begitu terlihat menggemaskan.


Seketika matanya melotot dengan sempurna setelah dia mengingat foto yang berada di kantor DaddyNya.


" Astaga..." Gumam Vlavia, yang baru sadar jika DaddyNya dengan cowok tampan dikampusnya itu sangatlah banyak kemiripan.


Vlavia segera menggeleng, tidak mungkin.


Vlavia memantapkan dirinya, jika iti hanyalah sebuah kebetulan.


" Kenapa Vi..?? " Tanya Mommy Selena melihat raut muka Vlavia yang terlihat tak biasa.


" Tidak papa Mom.." Jawab Vlavia dengan tersenyum paksa.


Tap... Tap.. Tap..


Suara langkah kaki seseorang yang turun dari tangga, mendengar itu membuat Vlavia merasakan sesuatu yang berbeda.


Padahal hanya dengan mendengar suara langkahnya saja, tapi mampu membuat Vlavia seperti mendapat getaran, getaran yang Vlavia sendiri tidak tau apa artinya, bukan hanya di hatinya tapi sekujur tubuhnya.


Sungguh Vlavia tidak mengerti dengan semua ini..?? Reaksi tubuhnya yang begitu di rasa sangat aneh olehnya.


Om Albert dan Mommy Selena menoleh ke arah Visko, sedangkan Vlavia masih duduk ditempatnya rasanya tidak ada keberanian untuk menoleh ke asal suara.


Semakin dekat, semakin dekat... Rasanya seperti ada hembusan angin yang menerpa dirinya, dan itu hanya Vlavia saja yang merasakan.


Visko duduk tepat di sebelah Vlavia, tapi masih dalam diamnya Vlavia tidak menoleh ke arah Visko, rasanya begitu berat.


Sedangkan Visko masih tidak menyadari adanya Vlavia di sebelahnya, dia terlalu malas sebenarnya harus menerima permintaan DaddyNya untuk makan malam bersama keluarga barunya.

__ADS_1


" Nak... Daddy senang, akhirnya kamu mau menemui Daddy.." Ucap Om Albert yang tidak mendapat respont dari Visko.


Mommy Selana menggenggam tangan Om Albert untuk menguatkan,menguatkan dari sikap anaknya yang memang keras kepala itu.


Mommy Selana sendiri sudah siap jika harus mendapat kenyataan pahit, bahwa anak dari suaminya belum bisa menerimaNya.


" Daddy juga ingin mengenalkan secara langsung, ini istri Daddy Mommy Selana, dan disebelah kamu anakNya.. Dia adik kamu sekarang.." Jelas Om Albert kepada Visko.


Visko masih terdiam, dia masih enggan mengatakan apapun.


Tapi kemudian dia menatap Mommy Selena, lalu tersenyum kepada Mommy Selana, meskipun senyumannya terlihat dipaksakan tapi membuat Mommy Selena sedikit lega.


" Semoga anda mencintai Daddy dengan tulus.." Ucap Visko pada Mommy Selena.


Terdengar seperti penghinaan, tapi itu tak menjadi masalah untuk Mommy Selana, karena dia mencintai Om Albert memang dengan tulus, dari hatinya bukan karena apa yang Om Albert miliki.


" Aku akan berusaha sebaik mungkin.." Jawab Mommy Selena dengan senyuman yang tulus.


Sebagai orang tua Mommy Selana memang harus mengalah, karena dia tau ego anak anak memang masih sulit untuk dikendalikan.


Deg..


Deg


Deg...


Jantung Vlavia sudah terpompa lebih cepat, Vlavia memang belum menatap laki laki yang kini berada di sebelahnya, tapi hanya mendengar namanya saja, dia sudah yakin jika laki laki yang akhir akhir ini bersarang dalam pikirannya.


Sungguh rasanya Vlavia seperti mimpi, tapi untuk memastikannya Vlavia berusaha untuk melihat siapa sebenarnya pemilik suara ini..??


Vlavia masih berharap jika mereka adalah orang yang berbeda, tapi nyatanya setelah susah payah Vlavia menoleh ke arah laki laki yang berada di sampingnya.


Vlavia begitu terkejut, dia tidak dapat lagi menahan sesak di dadanya, laki laki yang mampu membuat getaran pada hatinya, pada dirinya, kini benar benar duduk di sebelahnya.


Bukan sebagai kekasih, melainkan sebagai KakakNya.. Kakak tirinya, dan itu sungguh membuat Vlavia merasa dadanya seperti tertusuk.


Tidak ada harapan, tidak bisa jika dia mengagumi Kakaknya, meskipun hanya sebagai Kakak tirinya, tapi itu sungguh salah.


Vlavia mencengkram baju tidurnya, dia begitu terkejut dengan semua ini, baru saja dia bisa membuka hati untuk seseorang, meskipun hanya sebatas mengagumi.


Tiba tiba dikejutkan dengan kenytaan bahwa mereka sekarang ini adalah saudara tiri.


Jangan Lupa buat Like, Comment dan Vote ya Kak..


Klik juga tombol ❤️❤️ oke..?


Big Thanks 🙏🙏😘😘

__ADS_1


__ADS_2