My Naughty Brother

My Naughty Brother
Primadona Kampus


__ADS_3

Sampai di kelas Vlavia kambali di kejutkan dengan teman-teman kelasnya yang melongo melihat penampilannya hari ini, tak terkecuali kedua temannya Serin dan Mila yang lebih dulu datang ke kampus dan sedari tadi memang sedang menunggu Vlavia.


Merasa di lihat banyak orang membuat nyali Vlavia kembali menciut, dengan pelan dia melangkah maju di kursinya.


" Vi.... Cantik banget Lo." Puji Mila seraya menatap Vlavia dengn senyumnya.


" Apa Gue bilang, Vi itu di poles sedikit dan di rubah cara berpakainnya juga bakal jadi madona Kampus." Sambung Serin bangga melihat penampilan Vlavia saat ini.


Apa yang dia ajarkan kepada Vlavua ternyata sangat berpengaruh besar untuk seisi Kampusnya. Dan itu cukup membuat Serin bangga dengan hasil kerjanya, berbeda dengan Mila yang memang lebih sibuk dengan ponselnya kemarin ketika mereka sedang mengajari Vlavia bermake up.


" Jangan begitu, Gue malu." Jawab Vlavia pelan.


Serin dan Mila saling pandang lalu mendengus kesal melihat Vlavia yang masih tidak percaya diri, padahal sudah jelas kalau kecantikan Vlavia bisa mengalahkan seorang Marisa, tinggal di ubah saja Vlavia agar lebih berani lagi.


" Ingat Lo itu cantik, jadi jangan pernah malu apa lagi takut oke?." Jelas Mila yang di angguki oleh Serin.


" Ayo kita keluar." Ajak Serin seraya menarik tangan Vlavia.


" Tidak." Jawab Vlavia langsung, membuat Serin dan Mila menatap Vlavia dengan pertanyaan.


" Kenapa Vi? Gue pengen lihat reaksi anak-anak Kampus melihat penampilan Lo sekarang." Jelas Serin yang di angguki oleh Mila.


Jujur saja Serin masih penasaran dengan hubungan di antara Visko dan Vlavia, Serin ingin tahu bagaimana reaksi Visko nanti melihat penampilan Vlavia saat ini.


Karena memang yang Serin tahu Visko tinggal di sebuah Apartemen mewah. Sedangkan Vlavua tinggal di rumah megah Visko bersama Mommy dan Daddy nya yang baru, tentu saja Om Albert Daddy Dari Visko sendiri.


" Mau ya Vi?." Pinta Mila dengan wajah berharapnya, Vlavia akhirnya mengangguk mengiyakan apa yang kedua temannya minta.


" Tapi mau kemana kita?." Tanya Vlavia membuat Mila seperti berpikir.


" Ke Kantin aja lah kita, tadinya Gue pengen ngajak Lo ketemu Kristan, tapi kayaknya Lo belum siap dengan kejutan untuk Kristan." Jelas Mila membuat Vlavia buru-buru menggeleng.


" Ini bukan karena Kak Kristan." Jawab Vlavia kepada kedua temannya.


" Iya tahu, buat diri Lo sendiri." Sambung Mila tertawa.


Atau buat lelaki lain yang Lo suka Vi Batin Serin menatap Vlavia.

__ADS_1


Mereka segera keluar menuju ke Kantin. Seperti perkiraan Serin dan Mila melihat kedatangan mereka membuat para mahasiswa langsung menatap mereka tanpa berkedip, bukan kepada Serin dan Mila tetapi tatapan mereka tertuju dengan gadis cantik yang berada di tengah-tengah Serin dan Mila, siapa lagi kalau bukan Vlavia si gadis cantik yang pemalu.


Mila tersenyum miring, melihat beberapa mahasiswa yang sedang bersiul untuk Vlavia.


" Dasar jelalatan." Ucap Mila melirik sekilas wajah para mahasiswa itu.


" Vi Lo tenang aja, ini akan berlangsung untuk beberapa hari ke depan, tetapi nanti juga kamu hanya akan menjadi idola untuk mereka tanpa di perlakukan seperti ini." Jelas Serin untuk menenangkan Vlavia yang sedang menundukan kepalanya karena malu.


" Bunga cantik untuk wanita yang cantik." Ucap salah satu mahasiswa dengan memberikan sebuah tangkai bunga berwarna merah.


Sontak saja apa yang di lakukannya langsung membuat seluruh mahasiswa yang berada di sana bersorak.


" Wuuuuuu... Gas terus." Teriak salah satu mahasiswa.


" Makasih bunganya ya." Jawab Mila seraya mengambil bunga yang di tujukan mahasiswa itu untuk Vlavia.


" Sorry Mil, buat bukan Lo tapi buat cewek cantik di sebelah Lo." Ucap mahasiswa itu seraya menyibak rambutnya dengan jari ke belakang.


Melihat tingkah mahasiswa itu membuat Vlavia, Serin, dan Mila meringis risih dengan gaya cowok di depan mereka.


" Tapi dia udah ada yang punya, dan Lo tahu siapa yang punya temen Gue ini?." Jawab Mila membuat mahasiswa itu menggeleng pelan seraya menunggu kelanjutan apa yang akan di katakan oleh Mila.


" Tuh dia orangnya." Tunjuk Mila dengan dagunya ke arah Kristan yang sedang berjalan menghampiri mereka.


Sontak saja apa yang di katakan oleh Mila membuat Vlavia melotot, niat hati dia ingin menjauh dari Kristan tetapi selalu saja bertemu, bahkan kedua temannya seakan terus menjodohkan dirinya.


" Shit duluan Kristan ternyata, dia tahu bunga akan mekar pada waktunya." Gumam mahasiswa itu mengacak rambutnya kesal.


Serin dan Mila tertawa mendengar apa yang di katakan oleh teman kampusnya itu.


" Tapi tenang Gue masih tetap suka Lo, Gue tungguin Lo sampai putus dengan Kristan cantik." Sambung dirinya seraya memberi kecupan jarak jauh untuk Vlavia, lali berlalu pergi meninggalkan mereka karena kedatangan Kristan.


Serin dan Mila tertawa dan hampir muntah melihat kelakuan teman kampusnya yang satu itu.


" Gila sih nekat juga dia." Ucap Mila melihat kepergian mahasiswa tadi.


Sedangkan Serin menatap raut wajah Vlavia yang tampak tidak senang melihat kedatangan Kristan yang menghampiri mereka.

__ADS_1


Fix ada yang Lo sembunyiin Vi Batin Serin masih penasaran dengan hubungan Vlavia, Visko, dan juga Kristan. Tetapi Serin memilih untuk mencari tahu, atau kalau tidak Vlavia yang akan bercerita sendiri kepada mereka.


" Morning Kristan." Sapa Mila dengan gaya sedikit centilnya.


Kristan mengangguk seraya memberikan senyuman tampan ke arah Mila, lalu tatapannya jatuh menatap Vlavia yang terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu.


" Beautiful girl." Gumam Kristan menatap Vlavia.


" Lo di kacangin Mil." Cibir Serin kepada Mila, karena Kristan malah memuji Vlavia yang sedang berdiri di hadapannya.


" Nggak masalah, Gue pengertian kok sama orang yang lagi kasmaran." Jawab Mila tertawa, yang juga membuat Kristan tersenyum masih dengan tatapan matanya menatap Vlavia lekat.


" Vi." Bisik Serin kepada Vlavia yang masih terdiam dalam lamunannya.


" Vi." Panggil Serin lagi dengan nada suara sedikit di kencangkan. Dan mampu membuat Vlavia akhirnya tersadar dari lamunannya.


" Eh." Ucap Vlavia terkejut.


" Ngalamunin apa Lo? Tuh Kristan dari tadi udah liatin Lo terus." Bisik Serin menjelaskan kepada Vlavia.


Vlavia menatap Kristan sebentar, lalu tersenyum melihat Kristan yang juga tersenyum kepadanya.


" Vi." Panggil Kristan yang sukses membuat Serin dan Mila bersorak.


" Wuuu..." Ledek Serin dan Mila kepada mereka.


Vlavia menatap kedua temannya agar tidak terus menggodanya, dengan kedatangan Kristan Vlavia malah merasa tidak nyaman sekarang.


" Ke kant..." Ucap Kristan terpotong karena Vlavia sudah lebih dulu pamit untuk ke toilet Kampus.


" Emmm Gue ke toilet bentar ya." Pamit Vlavia yang langsung pergi meninggalkan mereka.


" Yee... Kristan datang malah pergi tuh anak, cepetan Vi kita tunggu di kantin." Teriak Mila kepada Vlavia yang sudah pergi.


Kristan tersenyum kecut, tadinya dia akan mengajak Vlavia ke kantin untuk mengobrol bersama agar lebih santai.


Sedangkan Serin semakin merasa aneh dengan sikap Vlavia yang seperti menghindar dari Kristan.

__ADS_1


Vlavia sampai di lorong toilet. Ketika dia akan masuk ke dalam salah satu toilet. Tiba-tiba seseorang membekap mulutnya yang sukses membuat Vlavia berontak dan berteriak, tetapi dengan mudah seseorang itu malah membawanya masuk ke dalam bersama dengan dirinya.


__ADS_2