My Naughty Brother

My Naughty Brother
Mulai Berani


__ADS_3

Vlavia kembali berdiri, dia tidak mau terlihat lemah apalagi takut di hadapan Marisa dan teman-teman nya, Vlavia menatap Marisa sekilas sebelum memutuskan untuk pergi dan melanjutkan ke kamar mandi. Tapi sebelum Vlavia benar-benar pergi salah satu teman Marisa sudah lebih dulu mencegahnya, bahkan sampai menarik tangan Vlavia dengan cukup keras.


" Mau kemana Lo?." Tanya salah satu teman Marisa yang bernama Devi dengan nada sinis.


Vlavia menatap Devi sekilas, dia menghela nafasnya pelan untuk menenangkan dirinya juga memberanikan diri dari gadis-gadis di depannya itu sekarang.


jujur saja ada rasa sedikit takut pada diri Vlavia menghadapi Marisa bersama dengan gangnya, tetapi Vlavia meyakini dirinya untuk tidak berani dan tidak takut menghadapi mereka jika tidak mau selamanya menjadi bahan bully an mereka.


" Gue mau ke kamar mandi, mau ikut?." Jawab Vlavia dengan nada yang terdengar seperti menantang.


Marisa dan teman-temannya sempat terkejut mendengar jawaban dari Vlavia yang terdengar begitu berani itu.


Marisa Dengan angkuhnya berjalan mendekati Vlavia, dia menatap Vlavia dengan tatapan meremehkan, meskipun Visko secara tidak langsung pernah menyuruhnya untuk tidak mengganggu gadis di depannya ini, tetapi melihat keberanian Vlavia dengan dirinya membuat Marisa semakin tidak suka dengan Vlavia, bukan karena perubahan pada diri Vlavia saja yang bisa membuat Marisa kalah dengan kecantikannya, tetapi juga karena sikap berani Vlavia sekarang pada dirinya.


" Lo sekarang beruntung karena Gue masih kasih Lo kesempatan untuk ngerubah penampilan Lo lagi, dan ingat jangan shok berani sama kita kalau nggak mau hidup Lo bakal hancur." Jelas Marisa seraya mencengkram dagu Vlavia dengan kasar.


Setelah itu Marisa mengajak teman-temannya untuk pergi meninggalkan tempat itu. Sedari tadi ada beberapa mahasiswi yang melihat kejadian itu, tetapi tidak ada satupun diantara mereka yang berniat untuk membantu Vlavia, jelas karena mereka semua tidak berani dengan Marisa dan juga gengnya.


Baru berapa langkah Marisa bersama gengnya melangkah, mereka kembali di kejutkan dengan ucapan Vlavia yang cukup membuat mereka terkejut dan terdengar begitu menohok.


" Gue rasa Lo dan teman-teman Lo mulai khawatir karena ada salah satu gadis yang bisa saja menggeser kepopuleran Lo sekarang." Ucap Vlavia dengan penuh berani, lalu dengan segera Vlavia menuju ke dalam kamar mandi yang sedari tadi sudah di tundanya itu.


Fix, Vlavia sekarang sudah mulai berani dengan Marisa, tetapi perubahan sikapnya ini apa nanti juga akan di perlihatkan jika dengan Visko yang selalu bisa membuatnya tidak menentu?


Bahkan Marisa saja yang baru saja mendengar penuturan Vlavia barusan sampai mengepalkan tanganya untuk menahan amarah.


Dengan keberanian Vlavia sekarang dengan dirinya memang membuat Marisa khawatir dengan posisinya sekarang sebagai mahasiswi terpopuler yang di sukai banyak laki-laki. Bisa saja Vlavia menggantikan posisinya suatu saat nanti, tetapi orang seperti Marisa jelas tidak akan pernah membiarkan hal itu sampai terjadi.


Setelah selesai, Vlavia memutuskan untuk ke kelasnya. Mila sudah mengirim pesan kepada Vlavia jika dia dan Serin sudah menunggu di kelas.


" Lama Lo." Ucap Mila melihat Vlavia yang baru saja sampai.


" Tadi ada ulet bulu makanya lama." Jawab Vlavia seraya tersenyum, mengingat yang dia maksud ulat bulu tidak lain dan tidak bukan ialah Marisa dan gengnya.


Mila melotot dengan jawaban Vlavia yang terdengar begitu ambigu.


" Ngaco aja kalau ngomong, mana ada ulat bulu di kamar mandi, kalau bukan si ulat bulunya Marisa." Jawab Mila membuat Vlavia terkejut seraya mengulum senyum, apa yang di katakan Mila memanglah benar dan sangat tepat.


" Ngapain senyum-senyum sendiri? bener ya apa yang Gue bilang? atau jangan-jangan bis ketemuan sama Kristan nih makanya senyum-senyum nggak jelas cieeee Vlavia....." Ledek Mila membuat mood Vlavia yang tadi sedang baik berubah kelabu seketika mendengar Mila mengucapkan nama Kristan, terlebih selalu saja di sandingkan dengannya oleh Mila, memang teman nggak ada akhlak si Mila.


Bahkan Mila sampai menjawil dagu Vlavia juga, sedangkan Serin ntah dia sedang melakukan apa, tetapi dia terus sibuk dengan layar di laptopnya.

__ADS_1




Setelah mendapat pesan singkat dari Vlavia, Visko tersenyum miring, dia punya rencana lain untuk membuat Vlavia tidak berani menolak apa permintaannya, dengan senyum devilnya Visko mengirim balasan pesan singkat dari Vlavia, dia menyuruh Vlavia untu menemuinya nanti setelah pulang kuliah.



" Boleh saja Vi, tapi Lo harus bayar itu semua." Gumam Visko menyunggingkan senyumnya.



Visko memang menyukai Vlavia, tetapi kenakalan pada dirinya memang masih sulit untuk benar-benar di hilangkan, terlebih setiap dekat dengan Vlavia Visko merasa lain dan berbeda.



Visko bukanlah lelaki polos yang akan membiarkan gadis yang di sukainya begitu saja, seperti sekarang ini, Visko seperti tidak ada takut sama sekali menyukai Vlavia yang sebenarnya setatus mereka sekarang sebagai saudara, Visko seakan melupakan hal itu.



Tidak mudah bagi Visko untuk menyukai seseorang, tidak mudah juga seorang Visko melepaskan begitu saja seseorang yang sudah di pilih dalam hatinya, ini bukan tentang setatus mereka, tetapi ini sudah menyangkut tentang perasaan, perasaan darinya untuk adik tirinya.




" Kak Visko, mau apa dia?." Gumam Vlavia lirih, beruntung kedua temannya tidak mendengar gumaman darinya.



Vlavia bingung untuk menuruti Visko menemuinya atau tidak, tetapi Vlavia juga takut jika Visko sampai membuat cerita lebih konyol tentang Kakak khayalannya, Vlavia menatap Serin dan juga Mila secara bergantian, ada rasa dalam dirinya untuk menceritakan semua tentang keluarganya, tentang setatus dirinya dan Visko sekarang, tentang siapa Kakak Vlavia sebenarnya.



Vlavia menghela nafasnya dalam, dia lebih yakin dengan pilihannya untuk menceritakan kepada kedua temannya saat ini, semakin lama Vlavia menyembunyikan semuanya malah akan semakin rumit nantinya dengan banyak karangan cerita untuk menutupi semua kebohongannya, ntah itu dari Visko ataupun dirinya sendiri.



Baru saja Vlavia akan berucap, tiba-tiba semua mahasiswa di kelas mereka di kejutkan dengan datangnya Dosen yang akan mengajar. Vlavia kembali menghela nafasnya, rencana untuk menjelaskan semuanya kepada Serin dan Mila harus tertunda dulu, tetapi Vlavia sudah yakin nanti setelah jam kuliah selesai, Vlavia akan menceritakan semuanya kepada kedua temannya.


__ADS_1


" Vi jangan bengong Lo." Bisik Serin yang hari ini duduk di belakang Vlavia.



Vlavia menoleh ke arah Serin sekilas, kemudian menggeleng tanpa menjawab, tetapi tangannya menuliskan sesuatu di atas kertas untuk di berikan kepada Serin.



Vlavia menuliskan jika ada yang ingin dia katakan. Setelah itu dia memberikan kertas yang sudah di tulis olehnya kepada Serin.



Serin terkejut, tetapi dia yakin ini ada hubungannya dengan Visko, mahasiswa yang menjadi idola di kampus mereka.



Baru saja Serin akan membalas, tiba-tiba kertas yang sedang Serin pegang di ambil oleh Dosen yang sedang mengajar mereka.Tanpa menunggu lama Dosen itu menyuruh Vlavia dan Serin untuk ke luar.



" Kalian silahkan keluar!." Suruh Dosen itu dengan tegas.



Tidak ada penyesalan dari Serin dia langsung melenggang keluar, tetapi berbeda dengan Vlaviaa yang merasa menyesal dengan perbuatannya.



" Udah ayo VI, Lo bisa katakan sekarang sama Gue." Ucap Serin membuat Vlavia akhirnya mengangguk dan keluar bersama Serin.



Melihat Vlavia dan Serin yang keluar membuat Mila ikut ijin untuk keluar. Jelas apa yang di lakukan Mila sangatlah konyol dan tidak benar, bahkan Dosen merekapun sampai menyuruh Mila untuk sekalian ikut nyebur Vlavia dan Serin ke sumur.



" Mila sana kau ikut saja kedua temanmu, tidak usah ikut mata kuliah saya lagi!." Ucap Dosen itu begitu kesal dengan sikap Mila.



" Siap Pak." Jawab Mila dengan watadosnya dan pergi meninggalkan kelas.

__ADS_1



Apa yang di lakukan Mila sampai membuat seluruh kelas bersorak. Gadis yang begitu aktif di medsos itu sangatlah berani sekali dengan Dosennya. Seakan nilainya akan baik-baik saja setelah melakukan itu semua.


__ADS_2