
Serin mengajak Vlavia ke taman Kampus. Di sana cukup aman menurut Serin jika Vlavia ingin mengatakan sesuatu, tidak lama Mila memanggil mereka seraya mengahmpiri mereka.
" Vi, Ser... Tungguin Gue." Teriak Mila seraya berlari menghampiri mereka.
Vlavia dan Serin memandangi Mila dengan bingung, kenapa Mila bisa berada di situ di saat jam mata kuliah.
" Ngapain Lo di sini sih Mil?." Tanya Serin yang di jawab Mila dengan meringis.
" Jangan bilang Lo bolos di pelajaran Pak Toni?." Tanya Serin yang kembali membuat Mila tersenyum kikuk.
Pak Toni Dosen yang sedang mengajar mereka sekarang, jelas akan menjadi masalah jika Mila dengan suka rela malah keluar begitu saja.
" Gue pengen ikut kalian, males lah di kelas sendirian." Jawab Mila tanpa merasa bersalah apa lagi menyesal.
Serin menatap Mila tidak percaya, jelas-jelas di dalam kelas banyak Mahasiswa dan juga mahasiswi lainnya, bisa saja dia mengatakan sendirian.
" Terserah Lo deh..." Jawab Serin yang tidak tahu lagi dengan jalan pikir Mila, selebgram yang satu ini sangatlah jauh berbeda dari keliatannya di mata fans-fans nya.
" Ayo." Ajak Mila lagi seraya menggandeng tangan Serin dan Vlavia.
Mereka menuju ke taman Kampus. Dan duduk di bangku kasong tepat di bawah pohon yang sudah cukup tua.
Vlavia kembali menimbang apa yang ingin di katakannya, jujur saja ada rasa takut jika nanti kedua temannya akan marah atau lebih parahnya mungkin bisa saja mereka kecewa dengan Vlavia karena sudah tidak jujur dari awal, tetapi jika terus seperti sekarang ini, semua malah akan semakin rumit menurut Vlavia.
Oke Gue harus tenang, dan katakan semua ke kalian Batin Vlavia seraya menatap kedua temannya yang duduk di sebelahnya.
Serin sudah menantikan Vlavia untuk berbicara, berbeda dengan Mila yang sudah ijin dan bolos di jam pelajaran kini malah asik bermain dengan ponselnya.
" Vi." Panggil Serin lirih, Vlavia tersenyum ke arah Serin, lalu menghela nafasnya dengan begitu dalam.
" Gue minta maaf." Ucap Vlavia yang membuat Serin menautkan kedua alisnya, Serin bingung, tetapi dia yakin Vlavia akan segera menjelaskan dari semua pertanyaannya selama ini.
" Kenapa Vi?." Tanya Serin sudah tidak sabar ingin mengetahui apa yang akan di katakan oleh Vlavia.
__ADS_1
" Sebenarnya Gue sama Kak Vvv...." Ucap Vlavia terpotong karena tiba-tiba terdengar suara deheman dari arah belakang mereka.
Sontak saja mereka semua langsung menoleh ke asal suara, termasuk juga Mila yang tadi sibuk dengan ponselnya sekarang langsung menoleh ke asal suara yang sudah mengagetkannya.
" Ehemmm..." Deheman Harry membuat Vlavia kembali mengurungkan niatnya untuk menjelaskan kepada Serin dan Mila.
Serin mengepalkan tangannya kesal, kedatangan Harry membuatnya tidak jadi tahu apa yang akan di katakan oleh Vlavia.
" Kenapa di sini? Bukannya kelas kalian ada mata kuliah sekarang?." Tanya Harry kepada ketiga gadis cantik di depannya.
" Kita di suruh keluar sama Pak Toni." Jawab Mila membuat Harry mengangguk.
Harry kembali menatap Vlavia yang terlihat sangat cantik tidak seperti biasanya, Harry menganggukan kepalanya, mengingat Visko yang begitu menyukai adik tirinya itu.
" Vlavia Carallo, Gue yakin Lo seperti sekarang ini karena Kakak Lo." Ucap Harry yang terdengar begitu ambigu, lalu pergi begitu saja meninggalakan mereka yang kini sama-sama sedang terkejut.
" Maksud Kak Harry apa Vi?." Tanya Mila bingung dengan ucapan Harry barusan.
" Kakak Lo yang mau Lo kebalin ke Gue?." Tanya Mila lagi dengan kepercayaan diri yang tinggi.
" No Vi, tidak usah jelasin apa-apa, Gue tahu Kakak Lo nyuruh Lo buat ngerubah penampilan Lo karena dia ingin yang terbaik untuk adiknya, ahh... Senangnya...." Ucap Mila seraya melamunkan tentang Kakak khayalan Vlavia.
Mila lalu pergi begitu saja seraya bernyanyi, ntah dia mau kemana, yang jelas perasaannya semakin senang dan semakin mengangumi Kakak Vlavia yang belum pernah dia temui, biasanya lelaki yang bisa berteman dengan Visko hanya lelaki tampan saja, sudah jelas Kakak Vlavia juga lelaki yang sangat tampan, itulah pikiran Mila saat ini.
" Mil tunggu." Teriak Vlavia tegapi Serin sudah mencegah dengan memegang pergelangan tangan Vlavia.
" Lo nggak harus jelasin semuanya ke Mila sekarang, Lo lihat sendiri kan gimana antusiasnya dia mau ketemu Kakak Lo?." Ucap Serin yang membuat Vlavia menghela nafasnya kasar.
" Lo jelasin sekarang sama Gue Vi, siapa tahu Gue bisa bantu apa yang menjadi beban pikiran Lo selama ini." Ucap Serin dengan tulus, Vlavia menatap Serin lalu mengangguk.
Mereka kembali duduk di bangku taman Kampus.
Vlavia semakin yakin jika ini saatnya dia mengatakan yang sebenarnya, Tidak seharusnya ada yang Vlavia tutupi tentang kehidupannya dengan kedua temannya yang sudah sangat baik itu.
__ADS_1
" Jadi dia Kakak Lo?." Tanya Serin yang di angguki oleh Vlavia dengan pelan.
Serin cukup terkejut, tetapi dia juga lega apa yang menjadi pikirannya saat ini sudah terjawab.
Vlavia sudah menjelaskan semua tentang keluarganya kepada Serin, termasuk dirinya dan Visko sekarang yang sudah menjadi saudara tiri.
" Apa tidak ada yang tahu tentang siapa kalian sekarang?." Tanya Serin lagi yang di jawab Vlavia dengan menggelengkan kepalanya.
Serin mengangguk, dia akan berjanji untuk merahasiakan ini agar Vlavia tidak mendapat masalah, terlebih jika Marisa dan teman-temannya tahu, jelas Vlavia tidak akan bisa lolos darinya.
" Teman-teman Kak Visko tahu." Ucap Vlavia membuat Serin menatap Vlavia.
" Harry sama Dendry maksud Lo?." Tanya Serin lagi yang kembali di angguki oleh Vlavia.
Serin cukup tahu, jika kedua sahabat Visko tidak mungkin mengatakan kepada orang lain.
" Vi." Panggil Serin pelan kepada Vlavia.
" Gue boleh tanya sesuatu?." Tanya Serin lagi kepada Vlavia.
" Tanya saja Mil, tapi tolong rahasiakan ini dulu dari Mila ya...?." Jawab Vlavia meminta Serin untuk merahasiakan dulu dari Mila.
" Lo tenang aja Vi kita akan jelasin ke Mila di waktu yang sudah tepat nanti." Jelas Serin membuat Vlavia mengangguk seraya tersenyum.
Vlavia memeluk Serin, apa yang menjadi beban pikirannya selama ini sudah berkurang dengan menjelaskan semua kepada Serin.
" Apa perubahan Lo karena Visko? bukan karena Kristan?." Tanya Serin membuat Vlavia terkejut dan melepaskan pelukan Serin.
Serin dapat mengerti dari raut wajah Vlavia saat ini dengan segera Serin menggenggam tangan Vlavia.
" Gue tahu, Lo nggak suka sama Kristan Vi." Ucap Serin membuat Vlavia semakin terkejut.
" Tetapi Lo juga nggak bisa menyimpan rasa apa lagi untuk Visko, dia Kakak Lo sekarang dan Lo belum mengenal baik dia Vi." Ucap Serin lagi kepada Vlavia.
__ADS_1
Serin tidak mengetahui jika Visko menyukai Vlavia, karena Vlavia tidak mungkin menceritakan jika Visko dan dirinya saling suka, Vlavia hanya menceritakan jika dirinya dan Visko saudara tiri sekarang.
Aku sudah cukup mengenal Kak Visko Ser, tapi aku tidak bisa mengatakannya sekarang Batin Vlavia seraya menatap Serin.